Anda di halaman 1dari 27

1

Tugas kelompok : Teori Akuntansi

Teori akuntansi Akuntansi Internasional dan IFRS i

Oleh: Kelompok 6
1102120373 1102136426 1102112964 1102112986 1102135199 Dwi Fionasari Diranggga Madali Riyondi Tiocandra Hendri Wijaya Siti Aminah

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU TP : 2013/2014

Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahNya, kami dapat menyelesaikan tugas kelompok yaitu sebuah makalah kelompok tentang IFRS dan Akuntansi Internasional. Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas akademis semester ganjil 2013/ 2014. Terima kasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah Teori Akuntansi kami: Bapak DR. Emrinaldi Nur DP, S.E., M.Si, Ak yang telah tulus ikhlas membimbing dan mengajarkan kami mata kuliah ini. Dan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka kami memohon maaf apabila terjadi kesalahan baik dari segi penyajian, penulisan dan juga isi dari makalah ini. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi semua dan dapat memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Atas perhatian yang telah diberikan kami ucapkan terima kasih.

Pekanbaru,

November 2013 Tim Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar ..........................................................................................................i Daftar Isi ................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 4 1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 4 1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 5 1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................ 5 BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 6 2.1 Perbedaan-perbedaan akuntansi internasional ........................................... 6 2.2 Harmonisasi standar akuntansi internasional ........................................... 21 2.3 Sejarah IFRS ............................................................................................ 23 BAB III Simpulan .................................................................................................. 25 3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 25 Daftar Pustaka ........................................................................................................ 26

Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang International Accounting Standards yang lebih dikenal sebagai

International Financial Reporting Standard (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi yang memberikan tekanan pada penilaian (revaluation) profesional dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu negara ikut serta dalam bisnis lintas negara. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua negara untuk mempermudah proses rekonsiliasi bisnis. Perbedaan utama standar internasional ini dengan standar yang berlaku di Indonesia terletak pada penerapan revaluation model, yaitu kemungkinan penilaian aktiva menggunakan nilai wajar, sehingga laporan keuangan di sajikan dengan basis true and fair. IFRS merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntansi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu, dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi pokok permasalahannya adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. Bagaimana perbedaan perbedaan akuntansi internasional ? Bagaimana harmonisasi standar akuntansi internasional ? Bagaimana sejaran IFRS ?

1.3. Tujuan Penulisan Yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah. 1. 2. 3. Menjelaskan mengenai perbedaan perbedaan akuntansi internasional Menjelaskan harmonisasi standar akuntansi internasional. Menjelaskan sejaran IFRS.

Bab II Pembahasan

2.1 Perbedaan-perbedaan Akuntansi Internasional 2.1.1 Pemicu Munculnya Akuntansi Internasional


Beberapa pemicu munculnya akuntansi internasional dapat disebutkan sebagai berikut. 1. Salah satu pemicu utama munculnya akuntansi internasional adalah semakin luas dan besarnya jangkauan dan operasi MNC (Multi National Corporation). Dengan semakin besarnya jangkauan MNC ini, akan memengaruhi pasar uang dan modal internasional serta berbagai transaksi bisnis dan keuangan yang menyertainya misalnya dikemukakan oleh Jacoby (1970) tentang perubahan perusahaan dari skala domestik menjadi skala internasional; a. Perkembangan perusahaan menyebabkan impor bahan mentah dari luar dan ekspor ke pasar internasional. b. Membuka cabang-cabang penjualan di luar negeri. c. Perusahaan memberikan lisensi atau franchising. d. Pemilikan perusahaan di luar negeri baik melalui pemilikan sebagian, joint ventures, pemilikan seluruhnya. e. Manajemen dengan multinasional. 2. Investasi di luar negeri yang dilakukan perusahaan, investor, pemerintah, dan sebagainya 3. Fluktuasi keuangan yang disebabkan berubahnya sistem keuangan

internasional yang menimbulkan munculnya risiko perubahan kurs valuta asing sehingga memerlukan informasi akuntasi 4. Meningkatnya harga sumber-sumber alam dan komoditas serta monopoli 5. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aspirasi dunia ketiga

6. Meningkatnya peranan pasar modal. Dari aspek Pasar Modal Global ditemukan berbagai indikator penting yang mau tidak mau memerlukan akuntansi internasional. Beberapa indikator itu adalah sebagai berikut : a. Cash flow dari transaksi overseas saat ini adalah US 1,4 triliun dolar per hari b. Ada kecenderungan volume capital market sehingga meningkat c. Ada kecenderungan konsolidasi dan integrasi pasar modal dunia karena : 1. Mengurangi transaction cost 2. Masalah likuiditas 3. Semakin besar suatu pasar bursa semakin baik 7. Berubahnya Vision Pasar Modal, hal ini ditandai oleh : a. Penggunaan Decimal Pricing dalam tgransaksi bursa b. Munculnya pasa yang saling terkait atau linked exchange c. Penggunaan Electronic Trading System di seluruh pasar modal d. Adanya Global Accounting Standard satu standar global e. Tidak ada lagi batas Negara borderless country 8. Pasar Modal USA Pasar modal Amerika termasuk pasar modal yang paling cepat menjadi pasar global. Pada tahun 1999 di pasar bursa NYSE (New York Stock Exchange) terdapat 1200 perusahaan asing yang terdaftar (listed) di pasar modal USA yang berasal dari 56 negara. Bayangkan semua perusahaan ini wajib mengikuti standar akuntansi negaranya. Dari 56 negara ini memiliki 56 standar akuntansi yang saling berbeda, dan merupakan 32% dari seluruh kapitalisasi pasar (market capitalization) di NYSE

Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut, 1. Proses pendaftaran. 2. Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP Negara masing-masing, tetapi masing-masing ada persyaratan tambahan antara lain; a) Mengisi Form 20 7 untuk laporan tahunan. b) Melakukan rekonsiliasi Net Earning dan Equity agar sesuai dengan US GAAP. c) Memberikan disclosure sesuai US GAAP. d) Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu diaudit.

Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya investor perseorangan (Individual Investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional Investor Market biasanya dianggap memiliki kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehingga tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah. Dalam transaksi pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal harus menginves sebesar US $ 250 million. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan. Di samping itu, dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestic Amerika sehingga lebih cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya. Misalnya saham nilai 10.000 dolar bisa dipecah menjadi senilai US $ 100 per lembar atau sebaliknya US$ 0.10 bisa dibuat menjadi US$ 100,0 per lembar. Disamping ADR adalagi GDR (Global Depository Receipts) yang sifat dan maksudnya sama untuk

mempermudah investor menanamkan modalnya di berbagai pasar, perusahaan atau Negara. Keadaan ini semua menjadi pemicu dan mempercepat proses menuju global market dan global accounting standard.

2.1.2 Definisi Akuntansi Internasional


Akuntansi internasional telah mencapai posisi yang penting dalam bidang akuntansi secara umum, sebagai upaya untuk menanggapi tuntutan globalisasi ekonomi, meningkatnya jumlah perusahaan multinasional dan para pengguna informasi bertaraf internasional. Selama belum ada keseragaman, bidang akuntansi internasional merupakan subyek peningkatan penelitian yang mendalam baik secara empiris maupun teoritis untuk menyelidiki banyaknya isu-isu akuntansi internasional yang berhubungan dengan keuangan maupun manajerial. Penyelidikan yang dilakukan adalah sama halnya dengan penyelidikan terhadap isu penyusunan standar baik di negara berkembang maupun negara maju. Perkembangan akuntansi internasional semakin cepat dan perhatian profesi akuntan pun terhadap masalah ini semakin besar. Ada tiga kemungkinan pengertian orang terhadap akuntansi internasional ini. Pertama, konsep parent-foreign subsidiary accounting atau accounting for foreign subsidiary. Konsep ini yang paling tua. Disini dianggap bahwa akuntasi internasional hanya menyangkut proses penyusunan laporan konsolidasi dari perusahaan induk dengan perusahaan cabang yang berada di berbagai Negara. Kedua, konsep comparative atau international accounting yang menekankan pada upaya mempelajari dan mencoba memahami perbedaan akuntansi di berbagai Negara. Disini menyangkut pengakuan terhadap perbedaan akuntansi dan praktik pelaporan, pengakuan terhadap prinsip dan praktik akuntansi di masing-masing

10

Negara, dan kemampuan untuk mengetahui dampak perbedaan itu dalam pelaporan keuangan. Umumnya pengertian international accounting adalah menggunkan konsep comparative accounting ini. Ketiga, universal atau world accounting yang berarti merupakan kerangka atau konsep di mana kita memiliki satu konsep akuntansi dunia termasuk di dalamnya teori dan prinsisp akuntansi yang berlaku di semua Negara. Ini merupakan tujuan akhir dari international accounting.

Weirich et.al (Belkaoui, 1985) mendefinisikan sebagai berikut.

akuntansi internasional

Mencakup semua perbedaan prinsip, metode, dan standar akuntansi semua Negara. Termasuk di dalamnya prinsip akuntansi (GAAP) yang ditetapkan di tiap Negara, sehingga akuntan harus menguasai semua prinsip di semua Negara jika mempelajari kauntansi internasional. Tidak ada maksud untuk memiliki prinsip yang berlaku umum sedunia. Perbedaan ini diakui karena adanya perbedaan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan hukum

Menurut Belkaoui (1985) beberapa determinan yang mengakibatkan perbedaan tujuan, standar, kebijakan, dan teknik akuntansi adalah : 1. Relativisme budaya 2. Relativisme bahasa 3. Relativisme politik dan sipil 4. Relativisme ekonomi dan penduduk 5. Relativisme hukum dan pajak

Lima determinan inilah yang akan menentukan sistem pelaporan dan pengungkapan di masing-masing Negara sehingga menimbulkan beberapa perbedaan antara satu Negara dengan Negara lain. Dengan demikian, di perlukan

11

akuntansi internasional. Belkaoui (1976) mengemukakan adanya relativisme agama dalam akuntansi khususnya agama Islam yang memiliki sistem ekonomi dan keuangan tersendiri yang berdampak juga pada akuntansinya. Antara bank konvensional dan bank Islam, ada beberapa perbedaaan prinsip nya seperti masalah pengenaan bunga, investasi yang sesuai dengan syariah, produk dana pihak ketiga, pembiayaan yang boleh dilakukan, zakat, dan sebagainya. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan beberapa sistem atau format laporan akuntansi antara akuntansi konvensional dan akuntansi islam. Untuk mengatasi permasalahan ini Mueller (1976) mengemukakan tiga usul, yaitu sebagai berikut : 1. Setiap perusahaan menyusun laporan keuangan primer dan sekunder. 2. Single-domicile reporting, artinya laporan keuangan disusun menurut standar dari domisili perusahaan tersebut. 3. Laporan keuangan disusn menurut standar internasional.

2.1.3 Perbedaan Akuntansi Internasional


Pada pengertiannya, Akuntansi internasional merupakan akuntansi sebagai transaksi internasional, perbandingan akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Akuntansi memainkan peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Tujuan dari akuntansi adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh pengambilan keputusan untuk membuat keputusan ekonomi.

12

Dalam dunia usaha akuntansi merupakan suatu alat informasi, dimana akuntansi memberikan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan. Akuntansi intenasional memiliki peran yang serupa dengan konteks yang lebih luas, dimana lingkup pelaporannya adalah untuk perusahaan multinasional dengan transaksi dan operasi lintas batas negara atau perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna laporan dinegara lain. Proses akuntansinya pun tidak berbeda dan dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional maupun local pada Negara tertentu. Tapi penting untuk diketahui mengenai dimensi internasional dari proses akuntansi pada tiap negara yang berbeda. Dimana perbedaan itu meliputi, perbedaan budayan praktik bisnis, struktur politik, system hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi local, risiko bisnis, dan serta aturan perundang-undangan mempengaruhi bagaimana perusahaan multinasional melakukan kegiatan

operasionalnya dan memberikan laporan keuangannya. Ada beberapa hal yang menyatakan bahwa akuntansi internasional berbeda dengan yang lainnya, perbedaan studi akuntansi internasional adalah pada: 1. Pelaporan untuk MNC/MNE (Multi National Corporation). 2. Batas Negara. 3. Pelaporan untuk pihak lain di negara yang berbeda. 4. Perpajakan Internasional. 5. Transaksi Internasional.

13

2.1.4 Tiga Bidang Luas Akuntansi Internasional


Didalam akuntansi internasional terbagi menjadi tiga bidang yang luas, Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas tersebut antara lain:

1. Pengukuran Dapat memberikan masukan mendalam mengenai probabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangan. Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivtias dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi. 2. Pengungkapan Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan atau proses mengkomunikasikan kepada para pengguna. 3. Auditing Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

Peran Akuntansi Dalam Bidang Usaha dan Pasar Modal Global


Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru. Menurut peraturan di

14

Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.

1.

Proses pendaftaran

2. Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing-masing ada persyaratan tambahan antara lain : 3. a. Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan. b. Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity agar sesuai dengan US GAAP.

c. Memberikan disclosure sesuai US GAAP. d. Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di audit. Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah. Dalam transaksi pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal harus menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya tidak memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan.

Di samping itu dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini dimaksudkan untuk mengonversi saham dari luar ke pasar domestik Amerika

15

sehingga lebih cocok dengan kondisi ekonomi dan investornya. Misalnya saham nilai 10.000 dollar bisa dipecah menjadi senilai US $ 100 per lembar atau seballiknya US$ 0.10 bisa dibuat menjadi US$ 100,00 per lembar. Di samping ADR ada lagi GDR (Global Depository Receipts) yang sifat dan maksudnya sama untuk mempermudah investor menanamkan modalnya di berbagai pasar, perusahaan atau negara. Keadaan ini semua menjadi pemicu dan mempercepat proses menuju global market dan global accounting standard. Terdapat 2 model umum pelaporan keuangan yang telah berevolusi di

negara-negara ekonomi maju. Yaitu:


1. Model Anglo American (juga disebut sebagai model Anglo-Saxon)

Anglo saxon model hadir dengan fitur profesi akuntansi yang kuat . peran yang agak terbatas dari pemerintah serta pentingnya sekuritas market untuk menaikkan modal ekuitas dan penekanan pada pandangan yang benar dan jujur di dalam laporan keuangan diaudit. melalui tampilan dan keuangan mengacu

pada instrumen penilaian untuk

membuat laporan

berguna dalam

membuat keputusan investasi, sebagai tandingan untuk memastikan bahwa mereka telah disajikan dengan benar sesuai dengan pembuatan peraturan yang berlaku. Di dalam model Anglo American menunjukkan pengelompokan yang termasuk United Kingdom ( England , Wales, scotland, dan Irlandia Utara), serta banyak anggota Persemakmuran Inggris ( British Commonwealt ), dan negara bersatu, yang termasuk koloni inggris hingga 1776 . a. United Kingdom Akar dari akuntansi berrjalan cukup dalam di United Kingdom . perhimpunan profesi akuntansi yang paling lama terbentuk di United Kingdom di pertengahan abad ke 19 di Scottish cities of Edinburgh,

16

Gashgow, and Aberdeen. Profesi akuntansi di UK terdiri dari enam organisasi besar yaitu: 1. Institute of Chartered Accountants in England and Wales 2. Institute of Chartered Accountants of Scotland 3. Institute of Chartered Accountants in Ireland 4. Association of Certified Accountants 5. Institute of Cost and Management Accountants 6. Chartered Instituted of Public Finance and Accountancy Tidak ada organisasi yang bertindak sebagai pengatur standard di England hingga tahun 1970. Pengaturan Standard yang pertama yaitu ASSC ( accounting Standart Seering Committe ) yang diorganisir oleh ICAEW ( Institute of chartered Accountants In |England and Wales ) pada tahun 1970. b. United States Lebih memfokuskan penyajian laporan keuangan yang

representational faithfulness demi kepentingan pengambilan keputusan oleh para investor dan kreditor. Mengesampingkan kepentingan legitimasi/ pemerintah untuk kepentingan pajak. c. Kanada Pada awalnya, Kanada lebih condong pada standar akuntansi di England. Namun seiring perkembangannya, Kanada terpengaruh dengan US standards. d. Australia Australia mengandalkan British Companies Act, berbagai Negara bagian Australia juga memiliki Companies Act tersendiri yang menekankan pentingnya disclosure ( Penyingkapan ) , peraturan

17

pengukuran tidak selalu terjadi kesepakatan antara Negara bagian yang satu dengan yang lainnya. Representational kepercayaan pada awalnya dikedepankan tapi akhirnya mereka cenderung mengutamakan

kepentingan legalistic. e. The ASEAN Grup Negara berkembang yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapore, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam. Secara umum, Negara ASEAN lebih focus pada disclosure ( pengungkapan ). Negara- Negara ini mengadopsi standard baik dari Anglo- American Model, United Kingdom, dan IASB.

18

2.

Continental Model. Model kontinental umumnya relative menyajikan sebuah akuntansi

professional yang berdampak dari pengaruh pemerintah yang kuat dari regulasi akuntansi termasuk keunggulan dari pajak dan perlindungan kreditor dalam presentasi laporan keuangan lebih yang diperlukan. Dan kemudian implikasi selanjutnya menekankan pada hutang keuangan dari suatu bank mengangkat capital modal. Model kontinental umumnya relative menyajikan sebuah professional

akuntansi yang berdampak dari pengaruh pemerintah yang kuat dari regulasi akuntansi termasuk keunggulan dari pajak dan perlindungan kreditor dalam presentasi laporan keuangan lebih yang diperlukan. Dan kemudian implikasi selanjutnya menekankan pada hutang keuangan dari suatu bank mengangkat capital modal. Adapun negara negara yang menganut sistem ini antara lain : a.Perancis Praktik akuntansi di Perancis diseragamkan dan cenderung bertujuan untuk memenuhi kepentingan perpajakan.

b.Jerman Di Jerman, sumber permodalan yang utama adalah bank. Tidak terdapat Standard setting akuntansi keuangan dan GAAP US dan UK. Kegiatan profesi akuntansi berperan sebagai fungsi audit. Jerman mulai mengadopsi pendekatan Anglo- Saxon pada tahun 1965 dalam hal disclosure atas banyaknya tuntutan konsolidasi bagi perusahaan perusahaan besar.

c.Jepang Ekonomi Jepang yang oligopolistic, menyebabkan praktik akuntansi didominasi oleh peran pemerintah. Pada abad 19, Jepang mulai mengadopsi model dari Perancis dan Jerman.Neraca lebih diutamakan daripada laporan

19

laba rugi sebagai proteksi atas kreditur. Tahun 1990an kegagalan perusahaan menyebabkan perubahan arah sehingga Jepang lebih menekankan pada informasi investor dengan transparansi laporan laba rugi.

2.1.4 Lembaga Akuntansi Internasional


International Federation of Accountant dan International Accounting Standard Committee (IASC). Saat ini dunia semakin menyatukan berbagai kegiatan ekonomi khususnya pasar modal dan semakin majunya teknologi komunikasi, internet, komputer, semakin terasa perlunya standar akuntansi dunia, satu untuk semua. Inilah salah satu tujuan dari IFAC maupun IASC. Beberapa lembaga international dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Accounting International Study Group (AISG) Organisasi ini didirikan oleh tiga negara: Amerika, Inggris, dan Kanada. Grup ini berupaya mengkaji praktik akuntansi dan auditing di ketiga negara tersebut. Sampai saat ini grup ini telah melahirkan berbagai studi yang sangat bermanfaat bagi perkembangan akuntansi internasional. 2. International Congress of Accountant (ICA) didirikan pada tahun 1904 dengan tujuan meningkatkan konsultasi dan pertukaran ide antara akuntan di berbagai negara. 3. International Coordination Committee for the Accounting Profession (ICCAP)

20

Pada tahun 1972 ICCAP ini dibentuk, lembaga ini didirikan untuk mempelajari kode etik profesi, pendidikan, dan latihan, dan struktur organisasi akuntansi regional. Pada tahun 1976 ICCAP dileburkan dan menjadi International Federation of Accounting Committee (IFAC). The International Accounting Standard Committee (IASC) Sebagai Embrio IFRS IASC didirikan 29 Juni 1973 oleh IFAC. Dewan IASC bertemu 3-4 kali setahun. Program pertama adalah mengakui praktik akuntansi di berbagai negara. Pada tahun 1988 IASC berusaha mengeliminasi alternatif tersebut dan kemudian dibuat satu benchmark standar akuntansi internasional dan dibolehkan menggunakan alternatif standar akuntansi. Pada tahun 1993 dibuat rencana oleh IASC sehingga untuk menjadi satu standar untuk seluruh dunia. Proyek ini disebut juga Comparability Project. Sejauh ini sudah lebih 800 perusahaan public menggunakan standar akuntansi IASC. Tahun 2005, 65 negara tetap mewajibkan International Financial Reporting Standar (IFRS) untuk perusahaan yang terdaftar di bursa.

21

2.2 Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional


Di dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam pembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan, bahkan untuk satu laporan keuangan yang sama. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini akan menjadi masalah bagi pengguna karena akan menyulitkan bagi mereka untuk memahami laporan keuangan yang ada. Standar yang ada untuk akuntansi keuangan dibuat oleh dewan standar di masing-masing negara. Dewan standar tersebut menyusun standar akuntansi yang berlaku di dalam negara tersebut dan dipakai oleh entitas yang ada di negara tersebut . Karena standar akuntansi dibuat dan disusun oleh masing-masing dewan standar di tiap negara, standar akuntansi antara satu negara dengan negara lain sangat mungkin berbeda. Saat ini, ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas negara, sumber daya produksi (misal uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara misalnya melalui mekanisme bursa saham. Tentu saja akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di negara tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di negara lain. Investor dan kreditor serta calon investor dan calon kreditor akan menemui banyak kesulitan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan dengan standar yang berbeda- beda. Dalam kaitannya dengan standar internasional, terdapat beberapa macam langkah yang dilakukan oleh banyak negara sehubungan dengan perbedaan dengan standar yang mereka buat sebelumnya. Secara garis besar langkah-langkah yang dapat diambil tersebut dapat dibagi menjadi harmonisasi dan konvergensi.

22

Harmonisasi

merupakan

proses

untuk

meningkatkan

komparabilitas

(kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional. Terdapat bermacam-macam keuntungan dari harmonisasi. Pertama, bagi banyak Negara, belum terdapat suatu standar kodifikasi akuntansi dan audit yang memadai. Standar yang diakui secara internasional tidak hanya akan mengurangi biaya penyiapan untuk Negara-negara tersebut melainkan juga memungkinkan mereka untuk dengan seketik menjadi bagian dari arus utama standar akuntansi yang berlaku secara internasional. Kedua, internasionalisasi yang berkembang dari perekonomian dunia dan mengingkatnya saling ketergantungsn dari Negara-negara di dalam kaitannya dengan perdagangan dan arus investasi internasional adalah argumentasi yang utama dari adanya suatu bentuk standar akuntansidan audit yang berlaku secara internasional. Internasionalisasi semacam itu juga akan memfasilitasi trannsaksitransaksi internasional, penetapan harga dan keputusan-keputusan alokasi sumber daya, dan dapat menjadikan pasar uang internasionalmenjadi lebih efisien. Ketiga, adanya kebutuhan dari perusahaan-perusahaan untuk memperoleh modal dari luar, mengingat tidak cukupnya jumlah laba ditahana untuk mendanai proyek-proyek dan pinjaman-pinajaman luar negeri yang tersedia, telah meningkatkan kebutuhan akan harmonisasi akuntansi.

23

2.3 Sejarah IFRS


Tahun 1966 Sejarah International Accounting Standards (IAS) dimulai pada tahun ini dengan pengajuan proposal pembentukan kelompok studi yang beranggotakan the Institute of Chartered Accountants of England & Wales (ICAEW), American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dan Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Proposal ini pada tahun 1967 disetujui dengan dibentuknyaAccountants International Study Group (AISG). Tahun 1973 International Accounting Standard Committee (IASC) dibentuk secara resmi, dengan maksud dan pesan sponsor yang jelas, bahwa semua standard akuntansi internasional yang akan diterbitkan oleh badan ini harus memenuhi syarat yaitu be capable of rapid acceptance and implementation world-wide.

Dalam 27 tahun umurnya, IASC menerbitkan 41 standar yang dikenal dengan IAS.

Tahun 1997 Dibentuk suatu badan interpretasi yang disebut dengan Standing Interpretation Committee (SIC), yang memiliki tugas mempertimbangkan perdebatan atas isu yang timbul menyangkut suatu standard, dan menyusun suatu panduan untuk menyelesaikan perdebatan tersebut. Interpretasi yang diterbitkan oleh badan ini berjumlah 33 SIC sepanjang umur hidupnya.

24

Tahun 2000 Pada bulan Mei tahun ini, IOSCO (International Organisation of Securities Commissions) menyetujui penggunaan IAS untuk penerbitan saham antar Negara (cross border listing) dengan press release 17 May 2000.

Tahun 2001 Pada bulan April tahun ini, IASC melakukan restrukturisasi dengan membentuk IASB (International Accounting Standard Board) yang akan menjadi pengganti IASC sebagai standard setter, sementara IASC menjadi foundation. Pada saat ini juga diputuskan bahwa IASB akan melanjutkan pengembangan IAS yang telah diterbitkan sebelumnya, dan memberi nama standard baru yang diterbitkannya dengan nama IFRS (International Financial Reporting Standards). IAS yang belum digantikan dengan IFRS tetap berlaku. Standar pertama yang merupakan produk IASB adalah IFRS 1 : First Time Adoption of IFRS tahun 2003. Sedangkan komite penerbit interpretasi berganti nama dari SIC menjadi IFRIC (International Financial Reporting Interpretation Committee) pada bulan Juli dan sejak itu menerbitkan IFRIC interpretation. Pada tahun 2010 komite ini berganti nama lagi menjadi IFRS Interpretation Committee.

25

Bab III Kesimpulan


Ada beberapa hal yang menyatakan bahwa akuntansi internasional berbeda dengan yang lainnya, perbedaan studi akuntansi internasional adalah pada: 1. Pelaporan untuk MNC/MNE (Multi National Corporation). 2. Batas Negara. 3. Pelaporan untuk pihak lain di negara yang berbeda. 4. Perpajakan Internasional. 5. Transaksi Internasional. Dalam kaitannya dengan standar internasional, terdapat beberapa macam langkah yang dilakukan oleh banyak negara sehubungan dengan perbedaan dengan standar yang mereka buat sebelumnya. Secara garis besar langkah-langkah yang dapat diambil tersebut dapat dibagi menjadi harmonisasi dan konvergensi. IFRS dan IAS, menjadi acuan atau diadopsi langsung oleh para penyusun standar di tiap-tiap negara yang ingin merevisi standar mereka agar sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. Standar yang telah dibuat oleh penyusun standar tersebut, yang mungkin telah mengacu pada IFRS dan IAS, kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam pencatatan akuntansi bagi perusahaan-yang berada dalam wilayah berlakunya standart.

26

Daftar Pustaka
Adhitswijanarko Blogspot. 2011. Latar Belakang,Tujuan, Definisi dan Konvergensi harmonisasi IFRS akuntansi internasional. Dapat diakses pada http://adhitswijanarko.blogspot.com/2011/02/latarbelakang-tujuan-definisi-dan.html Anjasmoro, mega. 2010. Adopsi InternationalFinancial Report Standard. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang. Ariyanto, Stefanus. 2011. Sejarah International Financial Reporting Standards. Dapat diakses pada URL : URL:

http://stefanusariyanto.wordpress.com/2011/08/18/sejarahinternational-financial-reporting-standards-ifrs/ Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Teori Akuntansi Edisi Revisi. Jakarta:Erlangga. Lestari, Arnila Dwi. 2010. Harmonisasi Akuntansi Internasional. Dapat diakses pada URL:http://arniladwilestari.wordpress.com/2010/12/18/harmoni sasi-akuntansi-internasional/ Lilielly wordpress. 2013. lainnya. Perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi Dapat diakses pada URL:

http://lilielly.wordpress.com/2013/05/20/perbedaan-akuntansiinternasional-dengan-akuntansi-lainnya/ Riahi-Belkaoui, Ahmed. 2011. Accounting Theory. Jakarta: Salemba Empat. Simon & Schuster (Asia) Pte. Ltd. Prentice-hall Inc. 1998. Akuntansi Internasional. Jakarta: Salemba Empat.

27