Anda di halaman 1dari 8

Tabel 11. Terapi SE non konvulsivus TIPE SE lena SE parsial complex SE lena atipikal SE tonik Se nonkonvulsivus pada pen!

andan" koma TERAPI PILIHAN Benzodiazepin IV/oral Clobazam oral Valproate oral Lamotri"ine oral % en!toin IV atau % enobarbital TERAPI LAIN Valproate IV Lorazepam/p en!toin/p enobarbital IV Benzodiazepin lamotri"ine# topiramate# met !lp enidate# steroid oral $et !lp enidate# steroid &nest esia den"an t iopentone# pentobarbital# propo'ol# atau midazolam

BAB V EPILEPSI PAD PEREMPUAN

(rekuensi dan kepara an epilepsi dapat men"alami peruba an pada masa pubertas# menstruasi# ke amilan dan menopause. )alam al ini 'aktor ormonal dilaporkan berperanan pentin".** Estro"en memiliki e'ek epilepto"enik rin"an# sedan"kan pro"esterone merupakan anti+epilepto"enik lema .*, Berdasarkan peruba an 'isiolo"is !an" ter-adi pada perempuan# akan diba as . Epilepsi pada pubertas Epilepsi pada menstruasi /epilepsi katamenial0 Epilepsi pada ke amilan Epilepsi pada persalinan Epilepsi pada men!usui Epilepsi pada menopause Epilepsi pada pen""unaan kontrasepsi Epilepsi pada pen""unaan terapi suli ormone

EPILEPSI PADA PUBERTAS

Epilepsi 'okal men"alami penin"katan 'rekuensi ban"kitan di sekitar 1aktu menarke.*2 3e-an" umum idiopatik seperti epilepsi mioklonik pada masa rema-a adala tipe ke-an" !an" palin" serin" muncul saat akil balik /adolescence0. Epilepsi beni"na den"an "elomban" paku didaera sentrotemporal /benign epilepsy with rolandic spike)# membaik selama pubertas ba kan dapat men" ilan". &1itan epilepsi katamenial lebi serin" pada pubertas. Selama masa pubertas dapat ter-adi peruba an 'rekuensi dan tipe ban"kitan# bisa bertamba berat ataupun berkuran" sampai terkontrol baik. Ban"kitan umum tonik+klonik lebi serin" memburuk# sebalikn!a ban"kitan lena dapat membaik sedan"kan ban"kitan 'okal kompleks tidak terpen"aru . Ban"kitan lebi serin" kambu apabila a1itan ban"kitan ter-adi pada usia lebi muda# etiolo"i -elas# pemeriksaan 'isik# neurolo"ic dan EE4 abnormal serta menarke terlambat.*5

EPILEPSI PADA MENSTRUASI (EPILEPSI KATAMENIAL)45,49,50-54 Epilepsi katamenial adala epilepsi !an" ter-adi selama masa menstruasi# beberapa ari men-elan" atau sesuda menstruasi. Ban"kitan pada epilepsi katamenial lebi srin" ter-adi pada -enis 'okal kompleks. )ia"nosis berdasarkan pada catatan arian tentan" penin"katan 'rekuensi dan laman!a ban"kitan epilepsi saat men-elan"# selama dan sesuda menstruasi serta pola menstruasi. Terapi epilep i !a"a#e$ial Tamba kan 6&E !an" beker-a cepat seperti klobazam. )osis klobazam 78+98 m"/ ari dalam 7+* ari sebelum# selama dan setela menstruasi.,2 6bat tamba an lain adala asetazolamid !an" diberikan ,+18 ari sebelum# selama dan sesuda menstruasi. &da 7 dosis !an" dia-ukan . )osis 7,8 m" 1+7x per ari selama ,+5 ari sebelum# selama dan sesuda menstruasi. ,5 )osis , m"/3"BB selama 9 ari sebelum# selama dan sesuda menstruasi.,: Terapi ormone men""unakan pro"esterone dan pro"estin.

EPILEPSI PADA KEHAMILAN59 Epilep i %e "a i Bila ter-adi penin"katan ban"kitan saat "estasi# maka diperlukan eksplorasi 'aktor risiko ban"kitan epilepsi# pemeriksaan laboratorium termasuk dara peri'er len"kap# elektrolit# 'un"si ati dan "in-al. Tera"&%e$i i"a 'AE Tidak ada 6&E !an" dian""ap pasti aman pada ke amilan. &sam valproat serin" men!ebabkan de'ek neural tube terutamamieloenin"okel dan anense'ali !an" ter-adi akibat

"an""uan metabolism asam 'olat !an" ber ubun"an den"an level omosistein !an" tin""i. 28 %emberian supermen asam 'olat 1+* m"/ ari# B2 dan B17,; perikonsepsi serta pen""unaan 'ormula extended-release seperti pada karbamazepin dan asam valproat dikatakan dapat menurunkan risiko ter-adin!a mal'ormasi# terutama de'ek neural tube.,; 'AE %e$era i (ar) re$*a+ "era"&%e$i!59 4abapentin untuk terapi add+on pada epilepsi 'okal# tersedia dalm bentuk tablet# dosis epilepsi 7*88+*:88 m"/ ari. 3eun""ulan "abapentin adala tidak ada interaksi den"an obat lain. )ata se ubun"an den"an ke amilan belum cukup namun pada post marketing 9188 oran" In""ris den"an epilepsi !an" men"konsumsi "abapentin terdapat 11 perempuan amil dan tidak ditemukan mal'ormasi ma!or. Lamotri"in merupakan anti'olat lema dan beker-a seba"ai modulasi kanal natrium# spektrum luas# merupakan lini pertama untuk epilepsi umum dan parsial. Bentuk sediaan berupa tablet dan dispersible tablet den"an dosis pemeli aran monoterapi 188+*88 m"/ ari. Lamotri"in dapat mele1ati plasenta dan konsentrasi pada plasma 'etus dan ibu sama. 6xcarbazepine tersedia dalam kemasan tablet dan suspense oral# dosis antara 288+ 7*88 m"/ ari. 6xcarbazepine diberikan mulai dosis renda dan dititrasi berta ap tiap min""u sampai tercapai dosis !an" diin"inkan. 6xcarbazepine dapat melalui plasenta dan level obat ditali pusat dan ibu sama. Topiramat# obat den"an spektrum luas pada epilepsi 'okal dan umum sekunder# tersedia dalam bentuk tablet dan sprinkle kapsul den"an dosis arian 5,+*88 m"/ ari. )apat mele1ati plasenta den"an plasma level pada tali pusat sama den"an level plasma pada ibu namun in'ormasi pada perempuan amil masi sedikit. <onisamide# suatu sul'onamide den"an spektrum luas. E'ekti' pada epilepsi 'okal dan epilepsi umum re'rakter. Sediaan dalam bentuk kapsul den"an dosis pemeli araan 1,8+,88 m"/ ari. Belum ban!ak data men"enai terato"enisitas namun pada 72 ke amilan den"an zonisamide didapatkan 7 /5#5=0 mal'ormasi ma!or# keduan!a men""unakan politerapi zonisamide /1 'enitoin dan 1 asam valproat0.

Ta"ala! a$a pere#p)a$ *e$%a$ epilep i *a$ !e+a#ila$5,,59-, Sebelum amil . Strong Evidence (Class I) o Terapi diberikan optimal sebelum konsepsi o Bila memun"kinkan "anti ke 6&E !an" kuran" terato"enik# dan dosis e'ekti' arus tercapai sekuran"+kuran"n!a 2 bulan sebelum konsepsi.

o )iberikan asam 'olat />8#* m"/ ari0 selama masa reproduksi dan dilan-utkan selama ke amilan. Saat amil . Strong Evidence (Class I) o ?enis 6&E -an"an di"anti bila tu-uann!a an!a untuk men"uran"i risiko terato"enik o %en""unaan poli'armasi atau asam valproat perlu dilakukan . %emeriksaan kadar al'a+'etoprotein serum /min""u 1*+12 ke amilan0 %emeriksaan ultrasono"ra'i level II /struktural0 /min""u 12+78 ke amilan0 &mniosentesis untuk pemeriksaan kadar asetilkolinesterase dalam cairan amnion. al'a+'etoprotein dan

Weaker Evidence (Class II) o %en!andan" epilepsi den"an ban"kitan terkontrol# kadar 6&E diperiksa sebelum konsepsi# a1al tiap trimester dan pada buln terak ir ke amilan. ?u"a dapat dipantau bila ada indikasi /bila ter-adi ban"kitan atau ra"u den"an ketaatan minum obat0. o )iberikan vitamin 3 18 m"/ ari dalam bulan terak ir ke amiln pada pen!andan" !an" men""unakan anti+epilepsi !an" men"induksi enzim %*,8 /'enobarbital# 'enitoin# karbamazepin0. Setela persalinan . Strong Evidence (Class I) o &SI tetap diberikan o )iper atikan apaka ada kesulitan minum e'ek sedasi pada ba!i Weaker Evidence (Class II) o 3adar 6&E dipantau sampai min""u ke+: pasca persalinan o Bila dosis 6&E dinaikkan selama ke amilan# turunkan kembali sampai ke kadar dosis sebelum ke amilan untuk men" indari toksisitas. Per ali$a$ pa*a pe$.a$*a$% epilep i , %ersalinan arus dilakukan di klinik atau ruma sakit den"an 'asilitas untuk pera1atan epilepsi dan unit pera1atan intensi' untuk neonates. %ersalinan dapat dilakukan secara normal perva"inam.

Selama persalinan# 6&E arus tetap diberikan. &pabila perlu pen!andan" epilepsi data diberi dosis tamba an dan/atau obat parenteral terutama bila ter-adi partus lama. Terapi ke-an" saat mela irkan dian-urkan sebaikn!a di"unakan lorazepam /belum ada di Indonesia0 diazepam atau 'enitoin intravena. )osis lorazepam 8#85 m"/k"BB# -ika perlu dapat diulan"i setela 18 menit. )iazepam 18 m" i.v dan 'enitoin 1,+78 m"/k"BB diikuti dosis : m"/k"BB/ ari# diberikan 7 kali/ ari secara i.v atau oral. Vitamin 3 1 m" intramuscular diberikan pada neonates saat dila irkan ole ibu !an" men""unakan 6&E pen"induksi+enzim untuk men"uran"i risiko ter-adin!a perdara an. %emberian ulan" vitamin 3 7 m" oral pada neonates dilakukan pada ak ir min""u pertama dan ak ir min""u ke+*.

Me$.) )i pa*a pere#p)a$ *e$%a$ epilep i 5,-,0-, (enitoin dan asam valproat mempun!ai proporsi ikatan pada protein cukup tin""i se in""a kadarn!a dalam &SI cukup renda 3arbamazepin dan 'enobarbital terdapat didalam &SI den"an kadar !an" lebi tin""i Lamotri"in dan topiramat mempun!ai ikatan protein !an" renda sampai sedan"# demikian pula konsentrasi !an" ditemukan pada &SI 4abapentin dan levetirasetam tidak ada ikatan protein dan mempun!ai konsentrasi !an" ekuivaen den"an serum maternal dan &SI

'AE pa*a pe$%%)$aa$ !&$"ra ep i &ral *a$ )$"i!a$ 6&E !an" menin"katkan enzim mikrosomal /karbamazepin# 'enitoin# 'enobarbital0 dapat menurunkan e'ek kontrasepsi oral. %en""unaan suntikan /depo provera0 dilaporkan dapat men"uran"i ban"kitan# terutama pada perempuan den"an ban"kitan katamenial. %emberian suntikan ini dian-urkan untuk diulan"i setiap 18 min""u dari !an" biasan!a setiap 17 min""u ole karena secara teoritis didu"a induksi enzim ini dapat men"uran"i kee'ekti'an depo provera. Benzodiazepine# lamotri"in# dan "abapentin dilaporkan tidak mempen"aru i kee'ekti'an kontrasepsi oral. Bila men""unakan kontrasepsi oral# sebaikn!a !an" men"andun" ,8 mi"ro"ram etinilestradiol.,2#21 Tabel 17. Interaksi 6&E dan pil 3B ,2#21 E'ek 6&E pada enzim epatik mikrosomal Induksi enzim epatik @ adan!a interaksi den"an ormonal kontrasepsi 3arbamazepin Tidak berinteraksi den"an kontrasepsi In ibisi enzim %*,8 Valproat Tidak bere'ek pada enzim %*,8 4abapentin

(elbamateA 6xcarbazepin % enobarbital % en!toin %rimidone TopiramateA A induksi rin"an Bpada dosis renda

<onisamide

Lamotri"ine Levetiracetam %re"abalin Tia"abine Vi"abatrinB

Epilep i pa*a pe$%%)$aa$ Terapi S)li+ H&r#&$ E'ek sampin" 6&E &da kemun"kinan timbul sindrom polikistik ovarium pada pemberian asam valproat.,;#27 3osmetik.,2#21#27 o (enitoin dapat menimbulkan irsutisma dan !perplasia "in""iva o &sam valproat dapat merontokkan rambut dan penin"katan berat badan o %enin"katan berat badan -u"a dapat disebabkan ole pre"abalin "abapentin dan karbamazepin o (enobarbital dan 'enitoin bere'ek pada -arin"an ikat 1a-a dan men-adikan tampilan 1a-a men-adi kasar Epilep i pa*a #e$&pa) e ,/ %ada masa perimenopouse# ter-adi penin"katan risiko untuk ter-adi a1itan ban"kitan dan kepara an epilepsi. $enopause dapat men"uran"i 'rekuensi ke-an" pada epilepsi katamenial# ban"kitan !an" ter-adi pada usia lan-ut# dan ban"kitan !an" terkontrol den"an baik.19#17 6&E !an" men"induksi enzim %*,8 /'enobarbital# 'enitoin# karbamazepin0 umumn!a masi di"unakan pada perempuan menopause. 6&E -enis ini dapat mempen"aru i metabolism kalsium dan menekan produksi bentuk vitamin ) akti' !an" akan menin"katkan riiko "an""uan pada tulan" seperti osteoporosis# osteopeni# osteomalasia# dan 'raktur. )ian-urkan men""unakan 6&E non induksi enzim !an" dilaporkan lebi baik untuk perempuan.,2#21#29 Valproat -u"a menin"katkan risiko ter-adin!a kelainan tulan" 1alaupun mekanismen!a belum diketa ui.29 Beberapa e'ek menopause dapat dikuran"i den"an terapi suli ormone. Terapin!a berupa estro"en !an" dikombinasi den"an pro"esterone. 6&E pen"induksi enzim dapat mempen"aru i kadar ormon se in""a dibutu kan dosis ormon !an" besar. Bila men""unakan terapi suli ormon maka dian-urkan untuk men"konsumsi vitamin ) dan

suplemen kalsium# ola ra"a# men" indari alco ol dan rokok untuk meminimalkan ke ilan"an massa tulan" dan osteoporosis.

BAB VI EPILEPSI PADA ANAK

EPIDEMI'L'0I ,4 )ine"ara berkemban"# insidensi epilepsi pada anak lebi tin""i daripada dine"ara ma-u# berkisar antara 7,+:*8/188.888 penduduk perta un. %revalensi !an" pasti untuk epilepsi pada anak sulit ditemukan. LAN0KAH-LAN0KAH DIA0N'SIS PADA ANAK DEN0AN EPILEPSI A$a#$e i ,5,,, Li at. lan"ka +lan"ka dia"nosis pada Bab III Pe#eri! aa$ 1i i! *a$ $e)r&l&%i2 ,5,,, Cal+ al !an" perlu diper atikan pada pemeriksaan 'isik dan neurolo"ic adala seba"ai berikut . Lin"ar kepala $encari tanda+tanda dismor'ik 3elainan kulit %emeriksaan -antun" dan or"an lain 4an""uan respirasi / iperventilasi0 Evaluasi psikolo"ik )e'icit neurolo"ic %emeriksaan 'unduskopik

Pe#eri! aa$ pe$)$3a$% ,4,,5 Pe#eri! aa$ EE0 Iktal /bila memun"kinkan0 dan interiktal %ola EE4 tertentu dapat menun-ukkan suatu sindrom

(aktor+'aktor !an" dapat menin"katkan temuan "elomban" epilepsi pada rekaman EE4 interiktal adala seba"ai berikut . Daktu perekaman o %erekaman pascaiktal dalam 7* -am dapat menemukan "elomban" epilepsi interiktal /interictal epilepti orm discharges) lebi besar /,1=0 dibandin"kan bia perekaman dilakukan lama setela ban"kitan /9*=0. %erekaman berulan" 3eadaan kuran" tidur /sleep deprivation) &ktivasi /tidur# iperventilasi# stimulasi 'otik %erekaman EE4 iktal dibutu kan a"ar dia"nosis masi belum -elas. Video EE4 telemetri di"unakan bila dia"nosis masi belum -elas dan untuk penentuan lokalisasi 'ocus pada evaluasi praoperasi epilepsi.

Pe$2i"raa$ ,9 %encitraan otak dapat di"unakan untuk meli at struktur otak dalam ran"ka mencari pen!ebab patolo"ik epilepsi# meli at 'un"si otak dinamik dalm ran"ka mencari "an""uan 'un"si otak akibat epilepsi. I$*i!a i Status epileptikus atau epilepsi akut !an" berat %en!andan" epilepsi 'okal kecuali !an" memiliki sindrom elektroklinik !an" tipikal untuk BECTS Epilepsi re'rakter Bila ditemukan "an""uan tumbu kemban" atau adan!a bukti sindrom neurokutan

6e$i pe$2i"raa$ %encitraan struktural . CT scan# $EI# $E spektroskopik CT scan memun"kinkan dia"nosis radiolo"is pada 18+78= pasien# sedan"kan $EI memun"kinkan dia"nosis radiolo"is pada ,8= pen!andan" epilepsi parsial re'rakter. $EI lebi baik dalam mendeteksi abnormalitas 'okal berukuran kecil dibandin"kan CT scan %encitraan 'un"sional . %ET# S%ECT# $EI. 3e"unaan pencitraan 'un"sional mencakup al+ al seba"ai berikut .