Anda di halaman 1dari 10

2

KEPOLISIAN
NEGARA
REPUBLIK
INDONESIA
KEPOLISIAN
NEGARA
REPUBLIK
INDONESIA
DAERAH
NUSA
TENGGARA
TIMUR
DAERAH
NUSA
TENGGARA
TIMUR
RESOR
SIKKA
RESOR
SIKKA

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR


PENANGANAN TINDAK PIDANA
RINGAN ( TIPIRING )
BAB I
PENDAHULUAN

1.

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR


TENTANG
Polri sebagai Alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan
PENANGANAN
TINDAK
PIDANA
ketertiban
masyarakat, menegakkan
hukum, serta
memberikan perlindungan,
pengayoman, RINGAN
dan pelayanan kepada
masyarakat)dalam rangka terpeliharanya
( TIPIRING

Umum
a.

keamanan dalam Negeri.

2.

b.

Dalam rangka melaksanakan perannya selaku penegak hukum, Polri


melakukan tugas- tugas penyidikan tindak pidana termasuk penyidikan tindak
pidana ringan yang diemban oleh penyidik/ penyidik pembantu fungsi
Sabhara yang diberi wewenang untuk melakukan penyidikan.

c.

Penyidikan Tipiring pada hakekatnya merupakan wujud penegakan hukum


yang diatur dalam perundang- undangan mengingat tugas- tugas penyidikan
tipiring banyak berkaitan dengan hal- hal yang menyangkut hak asasi
manusia.

d.

Untuk menjamin kelancaran dan ketertiban pelaksanaan penyidikan tipiring


perlu dikeluarkan Buku Petunjuk Pelaksanaan yang mengatur proses
penanganan tindak pidana ringan ( Tipiring ).

Maksud dan tujuan


a.

Buku Petunjuk Pelaksanaan ini dimaksud untuk dapat dijadikan pedoman


bagi para penyidik/ penyidik pembantu didalam pelaksanaan penanganan
Tipiring.

b.

Tujuannya adalah untuk kesamaan persepsi dalam bertindak menangani


Tipiring yang dapat dijadikan pedoman personil polri dalam melaksanakan
Maumere,
Oktober
tugas di lapangan,
sehingga tugastugas2013
tersebut dapat dilaksakan dengan
tertib, lancar dan aman.

3
3.

Ruang lingkup
Ruang lingkup petunjuk pelaksanaan penanganan tipiring ini terbatas pada
penegakan hukum yang dilakukan oleh satuan Sabhara.

4.

Tata urut
I. PENDAHULUAN
II. PELAKSANAAN
III. ADMINISTRASI
IV. PENUTUP

5.

6.

Pengertian
a.

Tindak Pidana Ringan ( Tipiring ) adalah perkara yang diancam dengan


pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan/atau denda sebanyakbanyaknya tujuh ribu lima ratus rupiah dan penghinaan ringan kecuali
pelanggaran lalu lintas.

b.

Acara pemeriksaan tipiring adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik


terhadap tersangka dan atas kuasa penuntut umum dalam waktu tiga hari
menyerahkan hasil pemeriksaan, tersangka, barang bukti dan saksi ke siding
pengadilan.

c.

Acara pemeriksaan cepat tipiring adalah pemeriksaanyang dilakukanoleh


penyidik terhadap tersangka dan atas kuasa penutut umum dalam waktu tiga
hari menyerahkan hasil pemeriksaan, tersangka, barang bukti dan saksi ke
sidang pengadilan.

d.

Status Quo adalah suatu keadaan tempat kejadian perkara yang belum
berubah, masih dalam kondisi utuh seperti keadaan asli / awal.

Dasar
a.

Undang- undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian


Negara Republik Indonesia.

b.

KUHP ( Kitab Undang Undang Hukum Pidana ).

c.

Peraturan Daerah Kabupaten Sikka.

d.

Peraturan Kababinkam Polri Nomor 13 tahun 2009 tanggal 31 Desember


2009 tentang Penanganan Tindak Pidana Ringan ( Tipiring ).

BAB II
PELAKSANAAN
7.

Tahap persiapan
a.
b.
c.
d.

Menyiapkan Surat Perintah dan menyusun rencana kegiatan.


Menyiapkan kelengkapan administrasi.
Melakukan koordinasi dengan Kejaksaan, Pengadilan dan Pemda setempat.
Sebelum pelaksanaan penanganan penegakan hukum terbatas pada perkara
Tipiring, Kasat melaksanakan Acara Pimpinan Pasukan kepada seluruh
anggota yang terlibat dengan menyampaikan :

1) Gambaran situasi dan kemungkinan yang akan terjadi selama


pelaksanaan penegakkan hukum terbatas.
2) Gambaran situasi objek yang menjadi sasaran.
3) Rencana tindakan yang dilakukan oleh petugas.
4) Larangan dan kewajiban petugas.

8.

Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan Penanganan Tipiring dilaksanakan setelah diketahui bahwa suatu
pelanggaran telah terjadi melalui diketahui / diketemukan langsung oleh petugas
Polri, melalui kegiatan rutin kepolisian dan kegiatan gabungan.
a.

Pelanggaran pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP


1)

2)
3)
4)

5)
6)
7)

8)

Pelanggaran Perda menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat


model Tilang.
Proses penyidikan Tipiring dapat dilaksanakan di mako maupun diluar
mako.
Setelah Penyidik/PP/PPNS menerima laporan atau tertangkap tangan
adanya Tipiring segera mancari saksi, tersangka dan BB.
Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal
yang dilanggar, sudah ada pengakuan tersangka, didukung keterangan
saksi, segera tulis di blanko Tipiring.
Untuk memperkuat keterangan, saksi, terdakwa dan penyidik/penyidik
pembantu agar membubuhkan tanda tangan di blanko tipiring.
Mencatat jenis BB yang disita.
Bila tersangka tidak mau menandatangani, maka penyidikpenyidik
pembantu ckup mencatat uraian singkat alasannya (dilembar
belakang).
Mengingatkan kembali kepada tersangka / kuasanya untuk datang ke
pengadilan sesuai waktu yang sudah ditetapkan.

5
9)

10)

b.

Pelanggaran Tipiring khusus terhadap KUHP


1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)

c.

Penyidik/penyidik pembantu mampu meredam emosi tersangka aau


kelompok masyarakat sekitar TKPyang tidak puas atas tindakan
hukum tersebut.
Putusan Pengadilan ditulis dan ditandatangani oleh Hakim dari
panitera (dilembar belakang).

Setelah menerima pengaduan, petugas Sabhara segera membuat


Laporan Polisi.
Mendatangi TKP dan melakukanTPTKP.
Pemberitahuan dimulainya penyidikan.
Pemeriksaan saksi/saksi korban.
Menyita BB.
Mencari, menangkap dan memeriksa tersangka.
Proses pemberkasan menjadi berkas Perkara.
Nomor Register Berkas Perkara dari Sat Sabhara.
Register Pengiriman Berkas Perkara dari Sat Sabhara.
Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam waktu 3 hari berikut
tersangka dan BB.

Tanggung Jawab penyidikan


Yang berhak melakukan penyidikan Tipiring adalah anggota Sabhara Polri
yang telah mempunyai Skep Penyidik/Penyidik Pembantu. Sedangkan
penyidikan terhadap pelanggaran Perda dilaksanakan oleh Satpol PP yang
berstatus Penyidik pegawai NegeriSipil, dikoordinasikan dengan Penyidik
Sabhara Polri.

BAB III
ADMINISTRASI

9.

Administrasi penyidikan Tindak pidana Ringan ( Tipiring ) menggunakan :


a.

Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring / Penegakan Perda/ Non KUHP


Model Tilang terdiri dari :
1)
Lembar warna putih untuk Pengadilan.
2)
Lembar warna merah untuk tersangka.
3)
Lembar warna biru untuk Kejaksaan
4)
Lembar warna kuning untuk Satuan atas penyidik.
5)
Lembar warna hijau untuk Arsip.

6
b.

Menggunakan Berkas Perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP :


1)
Sampul Berkas Perkara.
2)
Daftar Isi Berkas Perkara.
3)
Resume.
4)
Laporan Polisi.
5)
Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Saksi.
6)
Berita Acara Pemeriksaan Tersangka.
7)
Berita Acara Penangkapan, Penggeledahan, Penyitaan.
8)
Daftar Saksi dan Tersangka.
9)
Daftar BB
10)
Keterangan Ahli.
11)
Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri.
12)
Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan.

BAB IV
PENUTUP
10.

Petunjuk lapangan ini dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas


penanganan Tindak Pidana Ringan ( Tipiring ).

Maumere,
Oktober 2013
KASAT SABHARA POLRES SIKKA

MUH ARIF SADIKIN, SH.


AKP NRP 71030139

7
JENIS-JENIS PELANGGARAN TIPIRING BAIK YANG DIATUR DALAM
KUH PIDANA, NON KUH PIDANA DAN PERDA

1.

Menurut Buku II KUHP tentang Tindak Pidana Kejahatan.


1.
Pasal 172, mengganggu ketentraman dengan memberikan teriakan isyarat
palsu.
2.
Pasal 174, mengganggu rapat umum.
3.
Pasal 176, membuat gaduh pertemuan Agama.
4.
Pasal 178, tentang merintangi jalan.
5.
Pasal 271, membuat gaduh disidang pengadilan negeri.
6.
Pasal 219, merusak surat maklumat.
7.
Pasal 231 (4), kealpaan hingga barang sitaan hilang atau rusak.
8.
Pasal 232 (3), kealpaanyang menimbulkan rusakya materai / segel.
9.
Pasal 302, penganiayaan terhadap binatang sengaja membuat sakit, cacad,
merusak kesehatan
10.
Pasal 241 (2), membawa hewan dengan pas lin.
11.
Pasal 315, penghinaan ringan.
12.
Pasal 321 (1), penghinaan dengan tulisan.
13.
Pasal 334 (1), karena salahnya orang menjadi tertahan.
14.
Pasal 352 (1), penganiayaan ringan.
15.
Pasal 364, pencuian ringan.
16.
Pasal 373, penggelapan ringan.
17.
Pasal 378, penipuan ringan.
18.
Pasal 384, penipuan terhadap pembeli.
19.
Pasal 407 (1), Pengrusakan ringan.
20.
Pasal 409,karena salah nya merusak pekerjaan
21.
Pasal 427, Pegawai Negeri (POLRI) kerena salahnya orang lain jadi tertahan
22.
Pasal 477 (2), karena salahnya nakoda, orang yang di tahan lari
23.
Pasal 482, pendahan ringan.
24.
Menurut buku III KUHP tentang Tindak Pidaa Pelanggaran dari Bab I s/d
Bab II kecuali pasal 505(20) 506.
25.
Pasal 489, Kenakalan terhadap orang atau barang.
26.
Pasal 491, Meninggalkan kewajibannya untuk menjaga orang gila atau anak
anak sehingga membahayakan orang gila dan anak anaktersebut.
27.
Pasal 492, Mabuk di tempat umum sehingga mengganggu ketertiban
28.
Pasal 493, Dengan melawan hak merintangi kemredekaan bergerak di jalan
umum ( merintangi kawan nya untuk d ajak mogok)
29.
Pasal 494, Perbuatan- perbuatan yang dapat merugikan , menyusahkan dan
mendatangkan bahaya lalu lintas dijalan umum misalnya:
a) Tidak memberi tanda pada lobang/ galian di jalan umum dan
b) Tidak menjaga ternaknya terlepas di jalan umum
30
Pasal 495, Tanpa ijin dari polri memasang peangkap binatang buas yang
dapat membahayakan orang
31
Pasal 496,Tanpa ijin Polri, membakar gedung/ rumah sendiri

8
32 Pasal 497,Memasang api bunga api ditepi jalan umum atau dekat rumah yang
dapat mendatangkan bahaya kebakaran atau kecelakaan .
33 Pasal 501, Menjual, menawarkan makanan/ minuman yang sudah rusak
sehingga dapat merusak kesehatan
34 Pasal 503, Membuat riuh atau ingar pada waktu malam membuat orang tidur
terganggu , Membuat riuh waktu ada ibadah atau sidang Pengadilan
35 Pasal 504, Minta minta atau mengemis di tempat umum.
36 Pasal 505 (1), Gelandang /tidak mempunyai mata pencaran mengembara
kemana- mana.
37 Pasal 507, Tidak berhak memakai gelar kebangsawanan binatang atau tanda
kehormatan Negara R.I Membritahukan nama palsu waktu di tanya oleh
pembesar yang berhak(cq.Polri)
38 Pasal 506, Di tempat umum dengan tidak berhak memakai pakaian Pegawai
Negeri .
39 Pasal 501, Tanpa ijin Polri (pegawai Negeri yang berhak), mengadakan pesta
umum dan pawi di jalan umum
40 Pasal 511, tidak menurut perintah petunjuk Polri pada waktu ada pesta/ arakarakan di jalan umum.
41 Pasal 512 a,sebagai mata pencaran menjalankan pekerjaan dokter gigi
dengan tdak mempunyai surat ijin dan dalam keadaan yang tidak memaksa
42 Pasal 515 , lalai tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada Kepala Desa
atas kepnidahannya , lalai tidak memberithu kepada kepala Desa setelah 14
hari tinggal di daerah tersebut.
43 Pasal 516, losmen,hotel penginapan yang pemiliknya :
a) Tidak mengadakan buku tamu, dan
b) Lalai tidak melaporkan/ memperlihatkan buku tamu kepada Polri
44 Pasal 522, Tidak datang setelah di panggil menurut undang-undang, untuk
menjadi saksi, ahli atau juru bahasa
45 Pasal 525, Tidak memberikan pertolongan yang di minta kuasa hukum
(cq.Polri) terhadap bahaya bagi keamanan umum/ barang atau orang sedang
berbuat kejahatan sedangkan pertolongan itu tidak membahayakan dirinya.
46 Pasal 531, Tidak memberikan pertolongan terhadap orang di dalam keadaan
bahaya maut, sedangkan pertolongan tersebut tidak membahayakan dirinya.
47 Pasal 532, Dimuka umum : menyanyikan lagu-lagu, pidato ,mengadakan
gambar / tulisan yang melanggar kesopanan
48 Pasal 536 Nyata mabuk/ kentara mabuk di jalan umum
49 Pasal 540,Memakai binatang untuk pekerjaan yang terlampau berat, memakai
binatang yang cacat , pincang ,luka , hamil untuk pekerjaan sesuatu dengan
keadaannya.
50 Pasal 546, Menjual , menawarkan , membagikan menyerahkan benda jimat /
penangkal dengan dalih benda tesebut ada kesaktian nya. Mengajarkan ilmu
/kepandaian sehingga menimbulkan kepercayaan terhindar dari bahaya
apabila melakukan tindak pidana
51 Pasal 548, Membiarkan : Ayam , itik, angsa berjalan di tanah yang sudah di
taburi / di tanami dengan melawan hak.

9
52 Pasal 549, dengan tiada berhak membiarkan ternak nya berjalan di tanah yang
sudah di taburi/ di tanami.
53 Pasal 551, Dengan tidak berhak berjalan atau berkendaraan di atas tanah
kepunyaan orang lain, sedangkan sudah di veri tanda larangan yang nyata
2.

Diluar KUHP
1)
Perda (Peratuan-peraturan daerah setempat) yang berlaku pada wilayah
yuridiksi kesatuan Polri setempat , antara lain:
a)
Perda tentang pedagang kaki lima,dan
b)
Perda tentang Parkir
2)
Penggolongan tindak pidana ringan yang di atur di dalam perundangundangan di luar KUHP yang diancam pidana kurungan selama lamanya 3
bulan atau denda saja, kecuali pelanggagran lalu lintas, antara lain :
a) Perundang- undangan tentang TERA;dan
b) Perundang Undangan tentang minuman keras

3) Proses Penanganan Tindak Pidana Ringan .


a) Berdasarkan penemuan langsung oleh petugas Polri/ PPNS dan atau tertangkap
tangan
b) Berdasarkan laporan/ pengaduan masyarakat
c) Dasar hukum Acara tindak pidana Ringan, meliputi
1) Pasal 5 KUHAP
2) Pasal 7 KUHAP
3) Pasal 18 KUHAP
4) Pasal 37 KUHAP
5) Pasal 38 KUHAP
6) Pasal 40 KUHAP
7) Pasal 75 KUHAP
8) Pasal 103 KUHAP
9) Pas8) Pasal 102 KUHAP (2) dan (3)
10) Pasal 106 KUHAP
11) Pasal 108 KUHAP
12 Pasal 109(1)KUHAP
13 Pasal 111 KUHAP
14 Pasal 205 KUHAP
15 Pasal 206 KUHAP
16 Pasal 207 KUHAP
17 Pasal 208 KUHAP
18 Pasal 209 KUHAP
19 Pasal 210 KUHAP

10
CONTOH MODEL BERITA ACARA PEMERIKSAAN CEPAT TIPIRING (BLANKO TIPIRING)
Model

PROJUSTTIA

Nomor : BP/

T.1
No. B.A :

BERITA ACARA PEMERIKSAAN CEPAT


TINDAK PIDANA RINGAN
/ 200..

Pada hari ini.. tanggal ..bulan 2000 dan sekitar jam. Wib, Nama .
Pangkat..sebagai penyidik / p enyidik pemb antu pada kantor instansi tersebut diatas telah melakukan pemeriksaan
terhadap laki-laki / perempuan dan menerangkan sebagai b erikut :
TERSANGKA :
Nama Umur ..Tahun, Tempat
Tgl lahir..jenis kelamin. suku
Bangsa. Agama Alamat
.Menerangkan sbb:

Tanda tangan
saksi I

Tanda tangan
Saksi II

BARANG BUKTI
Barang bukti yang disita dari tersangka /
saksi berupa :
saksi I`
.
Nama Umur .tahun, tempat
.
Tgl lahir,.. jenis kelamin :.. suku
.
Menerang kan sbb :
PASAL YANG DI LARANG
Pasal . Tentang
Saksi II
Nama Umur . Tahun, tempat
RELAS :
Tgl lahir.. jenis kelamin suku.
Memerintahkan tersangka dan saksi terseb ut
di atasa untuk
Bangsa.. agama . Alamat ..
Menghadap ke Pengadilan Negri...
Meneran gkan sbb :
pada hari Tanggal .. 200
Jam Wib .
Setelah BAP cepat ini selesai dibuat , kemudian di
Bacakan kembali kepada nya, ybs di nyatakan setuju
Demikian lah BAP cepat ini di buat dengan sebenarnya
membenarkan keteran gan yang di berikan dan sang
atas kekuatan sumpah / jabatan, kami tutup dan di tanda
Gup Di adali dengan sistem peradilan cepat seperti ini.
tangani pada hari tanggal ..
Untuk menguatkan tersangka memb ubuh kan tanda
200 jam . Wib ..
tangan .
Penyidik pembantu
Tersangka

PUTUSAN PENGADILAN : PELAKSANAAN HUKUMAN :


Kurungan ..
Denda : Rp
Perlakuan barang bukti
Tanda tangan
Tanda tangan
Panitera
Hakim

Tanda tangan
Jaksa