Anda di halaman 1dari 41

ENDOKRINOLOGI REPRODUKSI

MOCHAMAD MAROEF
Lab/SMF Ilmu Kebidanan & Kandungan Fak Kedokteran UMM

SISTIM ENDOKRIN
1. 2. 3. 4. Mengatur sistim metabolime tubuh Kelenjar: Hipofise Thyroid Parathyroid Adrenal (suprarenal) 1. 2. 3. 4. Struktur tambahan Hipotalamus Ovarium Testis Plasenta

KLASIFIKASI HORMON
Menurut tipe hormon: Peptida dan protein,Steroid,Asam amino Menurut sistim: Sistemik,parakrin,autokrin Menurut struktur kimia: Steroid (androgen,estrogen,progesteron) Amino (tiroid,epinefrin) Peptida&protein (oksitosin,insulin,PTH) Eikasanoid (prostaglandin)

HORMON
ALAT KOMUNIKASI MACAM KOMUNIKASI
ENDOKRIN PARAKRIN AUTOKRIN INTRAKRIN

SEL / KELENJAR ENDOKRIN


HORMON - LIPID / STEROID - PEPTIDA - MONOAMINE

RESEPTOR - DALAM SEL - MEMBRANE

EFEK

STEROID
TRANSPORT - TERIKAT (ALBUMIN / SHBG) - BEBAS NEURO TRANSMITTER LAIN-LAIN
RESEPTOR DALAM SEL

RESEPTOR STEROID SEKS

E
RESEPTOR RESEPTOR

S. E. R. M

REGULASI HORMON TROPIK

1. AUTOKRIN & PARAKRIN

2. HETEROGENETAS HORMON
3. UP & DOWN REGULATION

4. REGULASI ADENILATE SIKLASE

1. JUMLAH OOGONIA TERTENTU


2. PERTUMBUHAN FOL SAMPAI PRE ANTRAL TIDAK TERGANTUNG FSH 3. MENOPAUSE : OOGONIA HABIS

OVARIUM FETUS

TUA

JUMLAH SEL TELUR

6 - 7 JUTA
HAMIL 20 MG

1 - 2 JUTA
SAAT LAHIR

300 RIBU
PUBERTAS

HABIS
MENOPAUSE

MASA KEHIDUPAN WANITA

HUB UMPAN BALIK & JML SEL TELUR

LH FSH
DHA ANDROSTENEDION ESTRADIOL

PENGERTIAN DASAR
1. OOGENESIS
2. FOLIKULOGENESIS

3. STEROIDOGENESIS

OOGENESIS (MEIOSIS)
1. MEIOSIS I SAMPAI AWAL SIKLUS
2. MEIOSIS II DIMULAI PASCA LONJAKAN LH

3. DIATUR OLEH OOSIT SENDIRI

Menses

Ovulasi

HIPOTHALAMUS

HIPOFISA HUBUNGAN UMPAN BALIK

NEUROENDOKRIN
HIPOTALAMUS (Neuroendokrin)

Neurohormon 1. GnRH 2. CRH

3. TRH 4. Growth Hormon R H


5. P I H

SEKRESI PULSASI CRITICAL RANGE KONTROL SEKRESI :

a. L SANGAT PENDEK (DOWN REG.) b. L PENDEK c. L PANJANG


DIPERLUKAN NEOUROTRANSMITTER

GnRH HIPOFISA -INHIBIN -ACTIVIN -FOLISTATIN

INHIBIN -HAMBAT SEKR. FSH ( TIDAK LH) - AKTIV. LH

FOLISTATIN HAMBAT PROD. & SEKR. FSH

ACTIVIN AKTIF. GnRH DI HIPOF.

SISTIM HORMON (AKSIS)

HIPOTALAMUS

AUTOKRINE

HIPOFISE
Ovarium Uterus

SISTIM HORMON (AKSIS)

HIPOTALAMUS

AUTOKRINE

HIPOFISE

PARAKRINE

Ovarium Uterus

SISTIM HORMON (AKSIS)

HIPOTALAMUS

AUTOKRINE

HIPOFISE

PARAKRINE

SISTEMIK

Ovarium Uterus

SISTIM REPRODUKSI
Mempertahankan kehidupan organisme Mempertahankan kelangsungan spesies Primer: . Sistim gonad&testis pd .Sistim ovarium pd Tambahan: Saluran transport

Fungsi utama:
Gametogenesis:

. : Spermatozoa .: Ovum

Sekresi hormon sex:

. : androgen . : estrogen, progest

HORMON SEX TIDAK SPESIFIK PADA MAUPUN


. Androgen pd &

.Estrogen pd &

Androgen

Estrogen

AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISE-GONAD

HIPOTALAMUS

GnRH

gonadotropin

HIPOFISE

GONAD . Uterus,ovarium . Testis

AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISE-GONAD

HIPOTALAMUS

GnRH

gonadotropin

HIPOFISE

FSH LH

GONAD . Uterus,ovarium . Testis

AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISE-GONAD

HIPOTALAMUS

GnRH

Positif (+)

gonadotropin

HIPOFISE

FSH LH

F E E D (-)/(+) B A C k

GONAD . Uterus,ovarium . Testis

UMPAN BALIK ESTROGEN/PROGESTERON ANDROGEN

PUBERTAS
Rata-rata: 12.6 s/d 12.8 th (menarche) Berhub dgn ras,status nutrisi,lemak Ovulasi pu terjadi stl 2-5 th Menstruasi normal terjadi setelah 5-7 tahun sejak menarche.

MENSTRUASI
Interval : 28 7 hari (21-35 hr) Rata-rata kehilangan darah: 35 ml 95% < 60 ml Keluarnya darah > 80 ml berhub-anemia PENTING UNTUK MENANYAKAN KETIDAKNYAMAN OK DARAH YG KELUAR

SIKLUS MENSTRUASI
Pengaruh hormon estrogen dan progesteron ESTROGEN (estradiol): Menebalkan endometrium Lendir cervix encer Umpan balik negatif terhadap FSH Umpan balik positif pd LH Saat terjadi pe LH maks OVULASI

PROGESTERON: Merangsang produksi glikogen Lendir cervix kental Stratum kompaktum endometrium

Menstruasi terjadi: Bila kadar estradiol dan progesteron dalam darah pada titik paling rendah Terjadi konstriksi pada pembuluh darah endometrium untuk menjaga agar perdarahan terkontrol

Pertumbuhan folikel - menstruasi


menstrual proliferasi sekresi

Fase Follikuler

Fase luteal

14

25

28

FOLIKEL TUMBUH

FOLIKEL DOMINAN

OVULASI

PERUBAHAN ENDOMETRIUM SELAMA SATU SIKLUS MENSTRUASI


Endometrium terdiri 3 lapisan: 1. Stratum basalis: tebal endometrium 2. Stratum spongiosum: tebal endometrium Stroma yg longgar Kelenjar,a.spiralis 3. Stratum kompaktum: Mrp lapisan kokoh

I. Fase proliferasi
Hormon estrogen menebalkan endomet setelah hanya tinggal stratum basalis Kelenjar menjadi memendek,berkelok Stroma menjadi padat Pemb darah spiralis tumbuh lurus, membentuk anyaman Lapisan dari 0.5 mm 3.5 5.0 mm

II. Fase Sekresi


Pengaruh hormon Estrogen-Progesteron Setelah ovulasi Progesteron Estrogen sehingga pertumb endo ter(-) Terjd sekresi aktif glikoprotein,peptida dan transudasi plasma pd cavum uteri

III. Fase Implantasi


Terjadi pd hari 21-27 siklus menstruasi Kelenjar terpilin hebat,stroma minimal Kadar Estrogen dan Progesteron me sehingga terjadi: reaksi vasomotor, Endometrium menjadi iskemia nekrosis kerusakan PD menstruasi.

pelepasan jaringan dan menstruasi.

LH FSH FSH Estradiol

LH

Estradiol 17-OH Progesterone Progesterone

FSH
1.Proliferasi sel granulosa

LH
1. OMI 2. Prostaglandin

4. FSH + E R/ LH DI GRANULOSA

Prog

2.Aromatisasi andr estrogn


3. + estrogen me reseptr FSH di sel granulosa

3. Progestrn : a. enz Proteolitik = Plasminogen Plasmin

b. FSH

FSH & LH

Gangguan Menstruasi
1. Kelainan dalam jumlah dan lama : Hipermenorea/menoragia Hipomenorea 2. Kelainan siklus: Polimenorea Oligomenorea Amenorea 3. Perdarahan diluar siklus: Metroragia

1. Kelainan jumlah dan lama menstruasi:


Hipermenorea atau menoragia: Perdarahan menstruasi yang lebih lama dari normal (> 8 hari) Kelainan bisa pada miometrium, ggn pelepasan endometrium, adanya polip Hipomenorea: Perdarahan menstruasi yg lebih singkat / lebih sedikit

2. Kelainan Siklus:
Polimenorea: Siklus haid lebih pendek dari normal Lama < 21 hari Jumlah darah menstruasi normal Dapat disebabkan: ggn hormonal, ggn ovulasi, keradangan Oligomenorea: Siklus > 35 hari Jumlah menstruasi < Bila > 3 bulan AMENOREA

Amenorea
Amenorea Primer: Sampai usia 18 tahun belum menstruasi Kelainan pada hipotalamus,hipofise, uterustuba,gangguan umpan balik Amenorea sekunder: Sudah pernah menstruasi normal Selama 3 bulan berturut tidak mennstruasi Etiologi sama dgn amenorea primer.