Anda di halaman 1dari 36

RESUME ke -1

Judul Penulis Penerbit : : : Pengaruh Orientasi Pasar, Inovasi dan Orientasi Pembelajaran Terhadap Kinerja Perusahaan Untuk Mencapai Keunggulan ersaing agas Prakosa dan Imam !ho"ali #KO I$ %ol& ' (o& ) Juli )**+

,atar elakang : Pada kenyataannya globalisasi dan perubahan teknologi merupakan dua sumber penting dalam persaingan, pasar menjadi lebih komplek dan sulit diduga. Arus informasi mampu untuk bereaksi dan mengenali pesaing pada kecepatan yang tinggi, serta mengubah sistem kerja dan pola persaingan pasar guna menunjang keunggulan daya saingnya. hal ini merupakan dampak dari perkembangan teknologi dan arus informasi. Dalam kondisi demikian pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Dengan mengemas produk lama agar tidak ketinggalan jaman ( up to date), penyempurnaan produk dan menciptakan produk baru, dengan mengikuti kebutuhan dan selera pasar. Kata kunci dari semua ini adalah antisipasi dan persiapan yang dimiliki oleh perusahaan, sedangkan keunggulan bersaing dasarnya hanya sementara. Permasalahan : Menyadari akan ketatnya kompetisi antar produk yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang. Dampak persaingan ini terasa bagi perusahaannya untuk menciptakan keunggulan bersaing dalam pasar yang diikutinya Tujuan : ntuk menganalisis pengaruh derajat orientasi pasar terhadap kinerja perusahaan, menganalisis pengaruh derajat orientasi pasar terhadap ino!asi perusahaan, untuk menganalisis pengaruh orientasi pembelajaran terhadap kemampuan ino!asi perusahaan, menganalisis pengaruh orientasi pembelajaran terhadap kinerja perusahaan serta menganalisis kemampuan ino!asi perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Metode : Menggunakan teknik analisis "#M dengan !ariabel$!ariabel berupa derajat orientasi pasar, kinerja perusahaan, kemampuan ino!asi perusahaan dan derajat pembelajaran..

-ipotesis : &% &( &) &* &+ ' "emakin tinggi pengaruh derajat orientasi pasar maka semakin tinggi kinerja perusahaan ' "emakin tinggi derajat orientasi pasar maka semakin tinggi ino!asi perusahaan ' "emakin tinggi orientasi pembelajaran semakin tinggi kemampuan ino!asi perusahaan ' "emakin tinggi orientasi pembelajaran semakin tinggi kinerja perusahaan ' "emakin tinggi kemampuan ino!asi perusahaan "emakin tinggi kinerja perusahaan.

Kesimpulan : Derajat orientasi pasar berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, derajat orientasi pasar berpengaruh positif terhadap ino!asi perusahaan, orientasi pembelajaran berpengaruh positif terhadap kemampuan ino!asi perusahaan, orientasi pembelajaran berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan serta kemampuan ino!asi perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

RESUME ke -2
Judul Penulis Penerbit : : : Interaksi antar .epartemen dan /elevansin0a Terhadap Pertumbuhan Pelanggan Melalui Kualitas ,a0anan& 1odi -anti0o 2gung& Jurnal $ains Pemasaran Indonesia, %ol 3, (o 4 .esember )**)

,atar elakang ' Perusahaan harus selalu berusaha meningkatkan kualitas produknya agar dapat menarik minat pelanggan. Penelitian terdahulu di bidang pemasaran dan manajemen menekankan bah,a dalam proses pengembangan produk dan yang berhubungan dengan kualitas produk didasarkan pada pengelolaan interaksi antar departemen dalam perusahaan. -amun demikian masih sedikit penelitian yang mengulas tentang interaksi antar departemen, kualitas produk dan kinerja pasar. Permasalahan : .agaimana pengaruh keterlibatan manajer, perencanaan strategik mengenai kualitas dan sistem organisasi terhadap interaksi antara depatemen. .agaimana pengaruh interaksi antar departemen terhadap kualitas layanan. .agaimana pengaruh kualitas layanan terhadap pertumbuhan pelanggan. Tujuan ' Menganalisis pengaruh keterlibatan manajer, perencanaan strategik mengenai kualitas dan sistem organisasi terhadap interaksi antar departemen serta rele!ansinya terhadap pertumbuhan pelanggan melalui kualitas layanan. Metode ' /byek penelitian adalah industri perbankan di kota "emarang dengan sampel sebanyak %+0 orang yang dipilih secara puurposive random sampling. Menggunakan teknik analisis "tructural #1uation Model ("#M) dengan !ariabel$ !ariabelnya adalah tingkat keterlibatan manjer, tingkat kerjasama dalam perencanaan strategik mengenai kualitas, dukungan sistem organisasi, interaksi antar departemen, kualitas layanan, pertumbuhan pelanggan. -ipotesis &% ' "emakin tinggi tingkat keterlibatan manajer maka akan semakin tinggi interaksi antar departemen. &( ' "emakin tinggi tingkat kerjasama dalam perencanaan strategik mengenai kualitas, maka akan semakin tinggi interaksi antar departemen. &) ' "emakin tinggi dukungan sistem organisasi perusahaan maka akan semakin tinggi interaksi antar departemen. )

&* &+

' "emakin tinggi interaksi antar departemen maka akan semakin tinggi kualitas layanan ' "emakin tinggi kualitas layanan suatu perusahaan maka akan semakin tinggi pertumbuhan pelanggan perusahaan tersebut.

Kesimpulan ' Keterlibatan manajer, perencanaan strategik mengenai kualitas, dan sistem organisasi merupakan tiga faktor penting untuk meningkatkan interaksi antar departemen. Pertumbuhan pelanggan yang tinggi dan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan merupakan hasil dari penyajian kualitas layanan yang unggul. Kualitas layanan yang unggul diperoleh melalui pengelolaan interaksi antar departemen yang baik dan efektif.

RESUME ke - 3
Judul Penulis Penerbit : : : $tudi #mpiris : 2nalisis Konsekuensi Kualitas ,a0anan Pada Perilaku Konsumen $ubihaini Jurnal $rategi isnis %ol& 5 .esember )**3

,atar elakang ' Kualitas pelayanan adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik. Aplikasi kualitas sebagai sifat dari penampilan produk atau kinerja merupakan bagian utama strategi perusahaan dalam rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan baik sebagai pimpinan pasar ataupun sebagai strategi untuk terus tumbuh. Keunggulan suatu produk jasa adalah tergantung dari keunikan serta kualitas yang diperlihatkan oleh jasa tersebut apakah sesuai dengan harapan dan keinginan pelanggan. Permasalahan : .agaimana pengaruh hubungan antara kualitas layanan dengan beha!ioral intention dan menguji tingkat beha!ioral intention yang ditunjukkan oleh konsumen atas pengalamannya mendapat masalah dan penyelesaiannnya. Tujuan ' Menganalisis pengaruh hubungan antara kualitas layanan dengan beha!ioral intention dan menguji tingkat beha!ioral intention yang ditunjukkan oleh konsumen atas pengalamannya mendapat masalah dan penyelesaiannnya. Metode ' /byek penelitian adalah nasabah perbankan di kota 2ogyakarta dengan sampel sebanyak (00 orang yang dipilih secara puurposive random sampling. Menggunakan teknik analisis faktor dan analisis regresi linier berganda. -ipotesis &% ' hubungan kualitas layanan dan beha!ioral intention adalah positif untuk beha!ioral intention yang fa!orable dan negatif untuk beha!ioral intention yang unfa!orable &( ' hubungan kualitas layanan dan beha!ioral intention memiliki slope yang berbeda diba,ah dan diatas 3ona toleransi relatif dalam 3ona toleransi. &) ' beha!ioral intention yang fa!orable adalah yang tertinggi dan unfa!orable adalah terendah pada konsumen yang mengalami masalah layanan &* ' beha!ioral intention yang fa!orable dan unfa!orable adalah menengah untuk konsumen yang mengalami masalah terselesaikan

Kesimpulan ' 4erdapat hubungan kualitas layanan dan beha!ioral intention adalah positif untuk beha!ioral intention yang fa!orable dan negatif untuk beha!ioral intention yang unfa!orable. "elain itu juga pada pengujian regresi terbukti hubungan kualitas layanan dan beha!ioral intention memiliki slope yang berbeda diba,ah dan diatas 3ona toleransi relatif dalam 3ona toleransi. "edangkan berdasarkan analisis faktor terbukti bah,a beha!ioral intention yang fa!orable adalah yang tertinggi dan unfa!orable adalah terendah pada konsumen yang mengalami masalah layanan. "edangkan beha!ioral intention yang fa!orable dan unfa!orable adalah menengah untuk konsumen yang mengalami masalah terselesaikan

RESUME ke -4
Judul Penulis Penerbit : : : I(T#/#$T /2T# P2/IT1 2(. T-# #-2%IO/ O6T-# I.72$K $P/#2. -enock ,ouis, ,lo0d P lenman dan Janet $ Thatcher International Journal o8 6inance 9 3::: :

,atar elakang

.eberapa studi pustaka mengindikasikan secara signifikan sebaran yang terjadi dari hubungan pengambilan keputusan dengan dasar keseimbangan suku bunga (67P), meskipun banyak literatur keuangan internasional tidak menemukan huubungan tersebut. Alasan$alasan atas keadalah resiko kegagalan, biaya$biaya transaksi, resiko politik dan pajak. "ecaara logika 67P dipergunakan bukan untuk segala ,aktu, secara bagian perbagian jika pasar telah tersegmentasi dan atau para pelaku pasar telah terbatas di pasar modal. .anyak studi mencoba menjelaskan perbedaan pena,ran$ permintaan secara jelas dana aturan$aturan yang ada dalam menjelaskan penelitian perbedaan antara suku bunga for,ard actual dan bukan (sintesisi). Kita berangkat dari literature tersebut dengan menggabungkan perbedaan pena,aran dan permintaan dalam analisa dan perlakuan 67P sebagai sebuah hubungan yang tidak seimbang (ine1uality relation). Tujuan :

Akhirnya, kita mencari apakah laporan terdahulu tentang bentuk$bentuk kalender harian dalam perbedaan pena,aran$permintaan dapat dibuktikan suatu data yang selaras. Kita menguji perbedaan$perbedaan dalam batas ,aktu spot, tiga$bulan, dan enam bulan for,ard untuk ketiga mata uang. Kita tidak mendeteksi kejelasan atas pengaruh kalender harian secara signifikan dalam ukuran suatu perbedaan. M#TO.O,O!I :

Diskripsi data Mata uang$mata uang yang dipergunakan dalam studi ini adalah " dollar, .elgian 8ranc, Deutschmark, dan ",iss 8ranc. Kita menjadikan " dollar sebagai mata uang asing, dan tiga mata uang lainnya secara berurutan sebagai mata uang dalam negeri. Keempat penentuan penetapan mata uang adalah jatah mata uang #ropa sehingga kesemua mata uang tersebut menjadi obyek dalam tingkat yang sama dengan resiko politik. Kita menggunakan data harian secara spot dan dalam satu dan tiga bulanan tingkat penggantian pena,aran dan permintaan for,ard (bid 9

and ask e:change rates) untuk kedua bentuk mata uang. Data tersebut diambil dari 8inancial 4imes. Data di tentukan untuk transaksi komersial kearah akhir dari perdagangan harian atas the ;ondon 6nterbank. Spesifikasi model "isi kiri dari kondisi tidak ada pengambilan keputusan yang dinyatakan dalam persamaan (() dan (*) diturunkan dalam sis kanan bagiannya, tergantung pad model ' 2t < 0 = % >i = ?i @@@@@@@@@@@@@@@@@@@@.(+) Dua belas regresi disajikan, satu untuk satu dan tiga bulanan tingkat pena,aran dan permintaan for,ard untuk setiap bagian dari mata uang dalam negeri. Hipotesa a). Kondisi 6 ' 8b(t,4) A "a(t)B% = ra (4C)50)D C B% = rbE (4C)50)D Ho' 0 A 0, % A % @@@@@@@@@@@@@@@@@...(5) b). Kondisi 66 ' 8a(t,4) F "b(t)B% = rb(4C)50)D C B% = raE(4C)50)D Ho' 0 F 0, % F % @@@@@@@@@@@@@@@@@@.(9) $UMM2/1 2(. ;O(;,U$IO( Pasar for,ard adalah efisien dalam kondisi yang masuk akal dimana 67P memegang dengan baik pasar #ropa. .agaiman pun juga, hasil ini menyarankan batas$batas yang dijelaskan oleh 67P adalah tidak menginkat. "ebagai hasilnya, dengan tidak tergantung pada keseluruhan kebenaran atas cocoknya model tersebut, cakupan kesempatan pengambilan keputusan suku bunga adalah sesuai. .eberapa kesempatan ditandai dengan penyimpangan atas keuntungan yang akan diambil keputusan (arbitrage margins) untuk Deutschmark pada batas ,aktu satu dan tiga bulanan. Kita juga menganalisa perilaku perbedaan pena,aran$permintaan. Data secara jelas menyarankan perbedaan pena,aran$permintaan adalah berhubungan positi!e untuk batas ,aktu tanggal dan perubahan mata uang dan kemungkinan untuk ketertinggalan antara pembelian (penjualan) dan penjualan (pembelian) suatu mata uang. Kita menemukan ketidak jelasan dari bentuk hari kalender dalam perbedaan$perbedaan, secara kontra untuk menemukan atau belajar dari hal sebelumnya. Kenyataan pada sekumpulan yang ada juga kuat. Kumpulan yang ekstrim muncul di pasar "pot untuk semua (tiga) mata uang. Kumpulan tersebut dalam tingkat$tingkat harga adalah kurang jelas dibandingkan kumpulan dari prosentase ukuran perbedaan yang actual. Deutschmark dan ",iss 8ranc, bagaimanapun juga, menampilkan kumpulan lainnya pada batas ,aktu for,ard dari pada .elgian 8ranc. "ejak Deutschmark dan ",iss 8ranc lebih acti!e diperdagangkan dimana !olume perdagangan juag lebih lebar secara signifikan dari pada .elgian 8ranc, kumpulan tersebut jelas$jelas berbeda dari pada pemahaman pasar saham.

RESUME ke-5
Judul Penulis Penerbit : : : Perceptions O8 Operations $trategies 2nd Technologies In U&$& Manu8acturing 6irms& /a0 %& Montagno, Ph. (a"im U& 2hmed , Ph., ;PIM Production and Inventor0 Management Journal, 3::+

,atar elakang : Pada dekade sebelumnya kita telah melihat perubahan$perubahan fundamental dan struktural dalam lingkungan usaha. Persaingan global telah memaksa banyak perusahaan untuk beroperasi berdasarkan efisiensi biaya dan kualitas superior untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. Kemajuan cepat dalam teknologi informasi dan juga tehnologi produksi telah menciptakan tantangan dan peluang$peluang untuk perusahan A". .anyak perusahaan semakin memakai strategi dan tehnologi produksi agar kompetitif. Ada banyak artikel dalam literatur produksi dan manajemen operasi yang menggambarkan manfaat operasi seprti ' Hust$6n$4ime (H64), 4otal Iuality Management (4IM), 8le:ible Manufacturing "ystem ((8M"), dan manafaktur yang disatukan dengan komputer (J6M). Huga biasa diterima bah,a tehnologi manafaktur seperti robot disain dengan bantuan komputer (Jomputer$Aided$ Design), mesin otomatis (Automated Kuided Lehicles). Tujuan Penelitian : Artikel ini memuat hasil sur!ey menyeluruh sejumlah firma manufaktur A" yang memakai strategi manufaktur dan tehnologi. &asil sur!ey ini menunjukkan tingkat pemakaian dan persepsi nilai strategis dan tehnologi yang berbeda oleh para manager manufaktur dan operasi . Huga suatu perbandingan dilakukan antara sebuah sur!ey yang dilakukan beberapa tahun lalu , diketahui ada pertumbuhan signifikan dalam pemakaian setrategi C tehnologi dan penyesuaiannya oleh firma manufaktur A". Metode Penelitian : "ur!ey ' Kuesioner yang digunakan untyk studi ini merupakan bagian dari sur!ey komprehensif kaitannya dengan masalah yang berhubungan dengan strategi C tehnologi manufaktur. &al0hal yang berkaitan dengan setratgi manufaktur dan tehnologi diidentifikasi melalui tinjauan literatur yang luas dan pengalaman penulis. "ur!ey dikirim kepada eksekutif puncak kemudian diminta mengarahkan sur!ey tersebut kepada orang yang tepat. "urat tersebut memuat tujuan studi. Kesimpulan : M

4ingkat pemakaian H64 dan 4IM, tampak keduanya cukup populer dan dirasakan bernilai bagi pabrikan. kuran firma pada pemakaian bermacam$macam strategi C tehnologi, jelas bah,a ukuran perusahan punya dampak pada pemakaian pendekatan$pendekatan ini.

%0

RESUME ke-6
Judul Penulis Penerbit : : : $istem In8ormasi Pemasaran dan #nvironmental $canning Pengaruhn0a terhadap Kualitas ,a0anan, Keunggulan ersaing dan Pertumbuhan Pelanggan -endar 2dhinugroho Jurnal $ains Pemasaran Indonesia, %ol&3,.esember )**)

,atar elakang : Meningkatnya kepentingan tentang kepuasan konsumen, perbedaan dunia bisnis, perubahan teknologi yang cepat dan tantangan persaingan global menuntutefekti!itas strategi pemasaran untuk mempertahankan dan mengembangkan keunggulan bersaing suatu perusahaan. Permasalahan : Adanya kesulitan pengembangan strategi pemasaran yang baik ,alaupun telah disusun suatu sistem informasi berbasis komputer untuk mendukung proses pengembangan strategi pemasaran. Tujuan : Meneliti implementasi sistem informasi pemasaran dalam peningkatan kualitas dan keunggulan bersaing dan pengaruh en!ironmental scanning terhadap kinerja pasar perusahaan. Metode Penelitian : Menggunakan "tructural #1uation Model ("#M) dengan pengambilan sampel purposi!e sampling. Lariabel yang digunakan adalah keakuratan sistem informasi pemasaran, keakuratan en!ironmental scanning, kualitas layanan, keunggulan bersaing dan kinerja pasar. -ipotesis : &% ' "emakin tinggi keakuratan sistem informasi pemasaran, maka semakin tinggi en!ironmental scanning. &( ' "emakin tinggi keakuratan sistem informasi pemasaran, maka semakin tinggi kualitas layanan. &) ' "emakin tinggi keakuratan en!ironmental scanning, maka semakin tinggi kualitas layanan. &* ' "emakin tinggi kualitas layanan, maka semakin tinggi keunggulan bersaing yang dicapai. &+ ' "emakin tinggi keunggulan berssaing, maka semakin tinggi kinerja pasar dicapai. %%

Kesimpulan : Keakuratan sistem informasi pemasaran memiliki pengaruh positif terhadap keakuratan en!ironmental scanning dan kualitas pelayanan. Keakuratan en!ironmental scanning memiliki pengaruh positif terhadap kualitas layanan. Kualitas layanan memiliki pengaruh positif terhadap keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan pelanggan.

%(

RESUME ke-7
Judul Penulis Penerbit : : : .ampak 6aktor76aktor Pemasaran /elasional dalam Membentuk ,o0alitas (asabah pada isnis 2suransi M& #rma <idiana Majalah #konomi, Tahun =I%, (o&4, .esember )**>&

,atar elakang : Hasa asuransi memiliki karakteristik yang unik, dimana manfaatnya baru bisa dirasakan ketika terjadi resiko pertanggungan terjadi. /leh karena itu perlu pendekatan pemasaran yang efektif untuk perusahaan asuransi. "alah satunya adalah pemasaran relasional dengan cara mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan membangun kepercayaan antara pihak perusahaan asuransi dengan nasabah. Permasalahan : Adanya kendala yang dihadapi perusahaan asuransi salah satunya marjin keuntungan yang tipis atau bahkan merugi. "elain itu kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat asuransi mengakibatkan keterbatasan pemasaran produk asuransi. Tujuan : Menguji faktor$faktor yang mempengaruhi kepercayaan dan komitmen sebagai !ariabel kunci pemasaran relasional pada konteks jasa asuransi umum dan menguji pengaruhnya terhadap loyalitas nasabah. Metode : Menggunakan teknik analisis "#M dengan !ariabel$!ariabel berupa manfaat relasional, komunikasi, kepuasan nasabah, kepercayaan, komitmen relasional dan loyalitas nasabah. Pengumpulan data menggunakan proporsional random sampling terhadap nasabah perusahaan asuransi NP4.>O. -ipotesis : &% ' Kepuasan dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kepercayaan nasabah. &( ' Manfaat relasional, kepuasan dan kepercayaan nasabah berpengaruh positif membentuk komitmen relasional. &) ' Kepuasan, kepercayaan dan komitmen relasional berpengaruh positif terhadap loyalitas.

%)

Kesimpulan : Adanya kesesuaian antara hasil analisis dengan hipotesis yang diajukan. Manfaat relasional dan kepercayaan terbukti berpengaruh positif terhadap komitmrn relasional. Manfaat relasional memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk komitmen relasional nasabah. Kepuasan dan komunikasi terbukti berpengaruh signifikan membentuk kepercayaan nasabah. Kepuasan, kepercayaan dan komitmen relasional terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah.

%*

RESUME ke-8
Judul Penulis Penerbit : : : 2nalisis Kebutuhan In8ormasi 2kuntansi .an In8ormasi ukan 2kuntansi .alam Pengambilan Keputusan Kredit ?$tudi Kasus Perbankan .i Kota Mad0a $emarang@ 2gustina Tiurma $imanjuntak Magister Manajemen Universitas .iponegoro tahun 3:::

,atar belakang : Pengambilan keputusan kredit oleh bank didasarkan pada analisa terhadap informasi akuntansi dan informasi bukan akuntans suatu (calon) debitur untuk menilai kelayakan permohonan kredit yang di ajukan. 6nformasi akuntansi adalah neraca, laporan laba$rugi, sumber dan penggunaan dana (basic financial statement) serta cash flo, usaha. 6nformasi bukan akunsi adalah bonafiditas perusahaan, jaminan kredit dan kualitas manajemen. Tujuan penelitian : 4ujuan analisis kredit dilakukan agar kredit betul$betul diberikan bagi perusahaan yang mempunyai prospek bisnis yang baik dengan demikian kredit yang diberikan dapat efektif dan menguntungkan baik bagi bank maupun bagi debitur. Penelitian yang sudah ada adalah informasi akuntansi tidakCkurang penting dalam pengambilan keputusan kredit dibandingkan informasi bukan akuntansi. 6nformasi akuntansi masih dianggap penting, namun paling menentukan adalah pengambilan keputusan berdasarkan informasi bukan akuntansi terutama informasi tentang jaminan kredit. Padahal secara informasi akuntansi merupakan dan ditujukan sebagai informasi mendasar dalam pengambilan keputusan kredit. Metoda : "ampel yang digunakan adalah bank umum di Kodya "emarang sebanyak (G bank yang terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Pilayah dan Kantor Jabang, sebanyak *) kantor. Partisipasi yang ada adalah (( bank (9MQ), )5 kantor (G%Q) dengan jumlah orang adalah GG dari M% orang populasi (M9Q). Lariabel yang digunakan sebanyak +G !ariabel yang terdiri dari )+ !ariabel informasi akuntansi dan () informasi bukan akuntansi. Kesimpulan : Analisis faktor menghasilkan sbb ' %. G).MQ kebutuhan bank akan informasi akuntansi dapat dijelaskan oleh atau merupakan kebutuhan terhadap ke 5 faktor dimaksud. .erdasarkan %+

faktor loading setiap !ariabel informasi akuntansi yang terkandung di dalam setiap faktor serta kemampuannya menjelaskanCmemenuhi kebutuhan bank akan informasi akuntansi (. 6nformasi bukan akuntansi adalah lebih penting dibanding informasi akuntansi (sama dengan penelitian sebelumnya) ). Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah ' $ Penelitian terdahulu informasi bukan akuntansi yang lebih dipentingkan adalah ' Hangka ,aktu debitur menjadi nasabah, bentuk badan usaha, anggota suatu group bisnis tertentu. $ Penelitian sekarang jaminan kredit lebih penting dari informasi akuntansi, tentang nilai jaminan kredit.

%5

RESUME ke-9
Judul Penulis Penerbit : : : Pengaruh Keterlibatan Kar0aAan dalam Perencanaan, .a0a Juang dan PengaAasan terhadap Kualitas ,a0anan andara Udara 2hmad 1ani PahlaAansjah -arahap #kobis %ol&+, (o&3 Januari )**>

,atar elakang ' "ebuah perusahaan yang profit oriented akan memperhatikan sekali kepada kepuasan pelanggan, sedangkan kepuasan pelanggan sangat ditentukan oleh kualitas produk. -amun demikian, sejauh ini berdasarkan penelitian$ penelitian terdahulu masih ada kesulitan untuk membedakan pengukuran kualitas layanan dan kepuasan konsumen karena jarang sekali pengukuran kualitas dilakukan oleh pihak penyedia jasa (perusahaan). /leh karena itu penelitian akan mengukur kualitas layanan berdasarkan persepsi karya,an sebagai penyeimbang dalam mendefinisikan kualitas layanan dan kepuasan konsumen. Permasalahan : .agaimana pengaruh keterlibatan karya,an dalam perencanaan jasa terhadap kualitas layanan. .agaimana pengaruh daya juang terhadap kualitas layanan. .agaimana pengaruh penga,asan terhadap kualitas layanan. .agaimana pengaruh keterlibatan karya,an dalam perencanaan jasa, daya juang dan penga,asan secara bersama$sama terhadap kualitas layanan. Tujuan : Mengukur pengaruh dari keterlibatan karya,an dalam perencanaan, pengaruh daya juang, pengaruh penga,asan terhadap kualitas layanan. Metode Penelitian : Menggunakan teknik analisa korelasi product moment untuk mencari hubungan antara !ariabel independent dan dependent yaitu keterlibatan karya,an dalam perencanaan, daya juang, penga,asan dan kualitas layanan. 7esponden yang dipilih adalah seluruh karya,an di .andar dara Ahmad 2ani. Kesimpulan : Keterlibatan karya,an dalam perencanaan berpengaruh positif terhadap kualitas layanan. Daya juang karya,an berpengaruh positif terhadap kualitas layanan. Penga,asan berpengaruh positif terhadap kualitas layanan. Keterlibatan karya,an dalam perencanaan, daya juang dan penga,asan secara bersama$sama berpengaruh positif terhadap kualitas layanan.

%9

RESUME ke-10
Judul Penulis Penerbit : : : 2nalisis 6aktor78aktor 0ang mempengaruhi Keberhasilan Kinerja selling7in terhadap peningkatan kinerja pemasaran 6redrich !amaliel $, $T&, MM Jurnal $ains Pemasaran dan Indonesia %olume III, (o ), $eptember )**>, hal& 3:+7)*'

,atar elakang : Keberhasilan suatu perusahaan salah satunya ditentukan oleh adanya kinerja selling$in yang bagus. Kinerja selling$in dipandang mampu meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.Michman (%MM0, hal. )5$)9) menyatakan bah,a keputusan tentang srategi saluran distribusi yang diambil oleh perusahaan dapat dijadikan sebagai strategi dalam mecapai keunggulan kompetitif. "edangkan Anderson dkk (%MM9, hal. +M) menjelaskan bah,a strategi saluran distribusi (strategic channel design) yang dipilih dan ditetapkan oleh suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai senjata dalam menghadapi tingkat persaingan dalam menghadapi tingkat persaingan yang makin tinggi. Dalam menghadapi persaingan bisnis yang selalu bergerak dinamis adalah mempertahankan para pelanggan dari ancaman oara pesaing. Perusahaan harus selalu menata ulang kebijakan strategi saluran distribusinya M2$2,2Permasalahan yang diangkat dalam penelRitian ini adalah sebagi berikut ' %. .agaimana membangun kinerja sellin$in S (. 8aktor apa yang paling dominan berpengaruh terhadap keberhasilan kinerja selling$in S Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor$faktor yang memperngaruhi keberhasilan kinerja selling in dalam rangka meningkatkan kinerja pemasaran pada P4 "iba Mandiri, "alah satu unit bisnis yang dimiliki oleh JL "ili,angi .angkit yang bergerak pada penjualan spare part truk. Pada beberapa bulan terakhir ini P4 "iba Mandiri mengalami penurunan rata$rata penjualan ban merk Klobal dari distributor ke outlet. -ipotesis : & % ' "emakin tinggi kemampuan tenaga penjualan maka akan semakin tinggi kinerja sellin$in. & ( ' "emakin baik strategi pelayanan outlet yang dilakukan maka akan semakin tinggi kinerja sellin$in

%G

& ) ' "emakin tinggi tingkat hubungan antara perusahaan pemasok dengan para outletnya, maka akan semakin tinggikinerja sellin$in yang dihasilkan & * ' "emakin tinggi kinerja selling$in maka akan semakin tinggi kinerja pemasaran tersebut M#TO.# P#(#,ITI2( Data penelitian data primer yang diperoleh melaui kuesioner kepada para outlet yang menjadi rekanan dari P4 "iba Mandiri. 4eknik sampling yang dipakai adalah kuota sampling. 4eknik analisis data yang dipakai adalah "truictural #1uation Modelling ("#M) yang dijalakan melalui program AM/". Kesimpulan Keempat &ipotesis yang diajukan diterima secara signifikan, sehingga diketahui bah,a terdapat tiga faktor yang mempoengaruhi kinerja sellin$in, yaitu ' kemampuan tenaga penjual, "trategi pelayanan outlet dan hubungan dengan outlet.

%M

RESUME ke-11
Judul Penulis Penerbit : : : 2nalisis Pengetahuan Pasar Terhadap Kinerja Pemasaran Melalui Keunggulan Produk aru 6redrich -oAard M& $itorus, $P, MM Jurnal $ains Pemasaran dan Indonesia %olume III, (o 3, Mei )**>, hal& B37B5

,atar elakang : "chiling dan &ill (%MMG, hal. 59) mengatakan bah,a saat ini untuk banyak industri, pengembangan produk baru merupakan satu$satunya factor paling penting dalam mengendalikan kesuksesan ataupun kegagalan suatu perusahaan. Penelitian pada produk baru memacu para peneliti dari manajemen strategic, teknik, pemasaran dan berbagai disiplin ilmu lainnya untuk mengadakan penelitiaan terhadap proses pengembangan produk baru. Meburut ;i dan Jalantone (%MMG, hal %*) kompetensi pengetahuan pasar dari pengembangan produk baru terdiri dari tiga proses, yaitu ' Pengelolaan pengetahuan pelanggan, pengelolaan pengetahuan pesaing dan koordinasi antara pengetahuan dengan litbang. "edangkan "ong dan Parry (%MM9, hal. 5+) menyatakan bah,a keunggulan produk baru dipengaruhi oleh proses pengembangan produk baru, sedangkan pengembangannya dipengaruhi oleh lingkungan persaing dan lingkungan internal perusahaan. Permasalahan : Masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh kompetensi pengartahuan pasar terhadap kinerja pemasaran melalui keunggulam produk baru Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sebuah modal baru dari pengaruh kompetensi pengartahuan pasar terhadap kinerja pemasaran melalui keunggulam produk baru. Metode : Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data, yaitu Analissi 8aktor konfirmatori (confirmatory factor analisys) pada "#M dan Analisis regresi (regression ,eight) pada "#M -IPOT#$I$ 4erdapat + hipotesis yang diajukan sebagai dasar penelitian, yaitu & % ' "emakin baik pengelolaan pengetahuan pelanggan, maka semakin baik proses pengembangan produk baru yang dimiliki

(0

& ( ' "emakin baik koordinasi antara pemasaran dengan litbang, maka semakin baik proses pengembangan produk baru yang dimiliki & ) ' "emakin baik pengelolaan pengetahuan pesaing, maka semakin baik proses pengembangan produk baru yang dimiliki & * ' "emakin baik proses pengembangan produk baru, maka semakin tinggi keunggulan produk baru yang dimiliki & + ' "emakin tinggi keunggulan produk baru yang dimiliki, maka semakin baik kinerja pemasarannya Kesimpulan : Dari hasil uji hipotesis diketahui bah,a kelima hipotesis yang diaujukan dapat diterima secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan secara empiris baj,a kompetensi pengetahuan pasar, yang terdiri dari pengelolaan pengetahuan pelanggan, koordinasi antara bagian pemasaran dengan litbang, serta pengelolaan pengetahuan pesaing dapat mempengaruhi proses pengembangan produk baru. Proses pengembangan produk baru yang semakin baik akan meningkatkan keunggulan produk baru dan produk baru yang unggul akan meningkatkan kinerja pemasaran yang tercermin melalui peningkatan !oleme penjualan sesuai target.

(%

RESUME ke-12
Judul Penulis Penerbit : : : $trategi Perusahaan7Perusahaan .alam #ra !lobalisasi ./& Mochtar /iad0 Universitas Pelita -arapan Press Konperensi ;hinese (ational 6ederation o8 Industries dan Jakarta ,aA0ers ;lub di Jakarta, )) .esember 3::B&

,atar elakang : Diantara fenomena$fenomena baru yang rele!an untuk disimak, antara lain ' (i) fenomena globalisasi dan regionalisasi, termasuk unifikasi perekonomian dunia (ii) faktor kemajuan tehnologhi yang telah mendorong liberalisasi di bidang informasi (iii) 7e!olusi dari fungsi mata uang (i!) sangat mengedepankan masalah hak asasi manusia (&AM), yang sangat bepengaruh terhadap bisnis dan lingkungan. Keempat fenomena ini telah saliang mempengaruhi satu sama lain dan telah mengubah cara$cara hidup manusia di berbagai belahan dunia. Tujuan : Membantu memberikan solusi kepada masyarakat dan pemerintah dalam menyikapi adanya perekonomian global dan pengaruh budaya$budaya 6nternasional, utamanya dalam hal pembangunan dan perbaikan ekonomi khususnya di sektor keungan dan perbankan. .agaimana sebaiknya 6ndonesia melakukan strategi dalam menyikapi era globalisasi yang ditandai oleh fenomena$ fenomena tersebut diatas. Metode : Penulis membuat paparan (diskriptif) secara kualitatif yang menjelaskan bagaimana re!olusi dalam peradaban manusia telah terjadi yang ditandai oleh fenomena$fenomena tersebut di atas, serta bagaiman strategi yang harus diterapkan oleh praktisi bisnis dan perusahaan$perusahaan di 6ndonesia. Kesimpulan dan $aran : ;ima (+) dasar ,a,asan strategi usaha yang harus diperhatikan dalam merancang strategi usaha ' %. "truktur organisasi perusahaan agar lebih sederhana dan transparan (. &arus mengedepankan kecanggihan tehnologhi ). Membentuk suatu holding company untuk merubahan bentuk portofolio usaha menjadi !ertikal. *. Peningkatan tehnologhi dan pengembangan "DM secara terus menerus +. Profesionalisme pada tenaga kerja dan bukan atas dasar keluarga atau karena faktor politis.

((

4ujuh tatanan baru dalam sistem perekonomian dan keuangan yang baru ' %. ;iberalisasi informasi. (. Komoditisasi curency ). "ekuritisasi assets *. Klobalisasi sekuritiCmoneter +. Klobalisasi market 5. Propertisasi hak milik intelektual. 9. 8ungsi pasar modal yang menggantikan sebagian besar fungsi commercial banking. .eberapa hal yang disarankan dalam rangka menja,ab tantangan fenomena$ fenomena era globalisasi ' %. Perubahan struktur organisasi dari !ertikal menjadi hori3ontal yang lebih terdesentralisasi. (. Perlu dipertegas antara o,nership dan management. ). "truktur kepemilikan modal perlu diubah dari bentuk hori3ontal ke bentuk !ertikal. *. saha !ertikalisasi struktur modal dapat dilakukan dengan Ngo$publikO. +. #kspansi bisnis harus memperhitungkan faktor sumber daya manusia sumber daya keuangan dan sumber daya alam yang dimiliki. 5. .erani bersaing dengan ekonomi pasar internasional, dengan menggunakan kecanggihan tehnologhi dan kemampuan sumber daya manusia sebagai faktor penentu.

()

RESUME ke-13
Judul Penulis Penerbit : : : $tudi Mengenai Orientasi $trategi dan Kinerja Pemasaran $amtin #ko Putranto, MM Jurnal $ains Pemasaran dan Indonesia %olume II, (o 3, Mei )**4, hal& :4733*

,atar elakang : Meskipun hanya sedikit perusahaan yang benar$benar market dri!en, para manajer mulai melihat orientasi pasar sebagai factor yang sangat penting dalam usaha mengamankan dan memelihara market leadership. &al ini membuat perusahaan$perusahaan untuk memperkuat basis strateginya dengan konsep$ konsep seperti customer focused atau market oriented culture untuk dapat mengakses pasarnya secara menguntungkan untuk menjamin perumbuhan berkelanjutan (8erdinan, (000, hal 9) Apabila konsep pemasaran dianggap sebagai sebuah filosofi yang merupakan inti dari buadaya perusahaan, maka orientasi pasar dipandang sebagai implementasi konsep pemasaran itu. Permasalahan : Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah ' .agaimana hubungan kausalitas antara karakteristik pimpinan, orientasi pasar, dan orientasi pembelajaran terhadap pencapaian kinerja pemasaran yang unggul. Tujuan : 4ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kajian mengeanai orientasi pasar, orientasi pembelajaran, dan kinerja perusahaan dengan lingkungan kajian yang berbeda. Metode : Henis data yang digunakan data primer dan sekunder. 4eknik pengambilan sample yang diguunakan adalah purposi!e sampling. Humlah sample yang digunakan adalah %00 perusahaan yang merupakan jumlah representatif untuk dioleh dengan menguunakan teknik analisis "#M -IPOT#$I$ 4erdapat ) hipotesis yang diajukan sebagai dasar penelitian, yaitu & % ' "emakin Kuat karakteristik pimpinan maka akan semakin tinggi derajat orientasi pasar organisasi & ( ' "emakin tinggi derajat orientasi pasar organisasi maka semakin baik kinerja pemasaran orgnisasi & ) ' "emakin tinggi derajat orientasi pembelajaran organisasi maka akan semakin baik kinerja pemasaran organisasi

(*

Kesimpulan : .erdarsarkan hasil pengujian hipotesis didaptkan dukungan positif yang signifikan yang memperkuat konsep yang menyatakan bah,a kineja pemasaran dapat dicapai melalui orintai pembelajaran dan orientasi pasar, serta program orientasi pasar dalam organisasi dapat dilakukan karena dukungan karakteristik pimpinan. Dengan demikian factor$faktor yang mempengaruhi kinerja pemasran yang berupa !ariable$!ariabel karakteristik pimpinan, orientasi pasar dan orientasi pembelajaran dalam penelitian ini telah mendapatkan justifikasi dari hasil analisis. /rganisasi pembelajaran yang disefinisikan sebagai karaktristik organisasi yang digunakan untuk menciptakan budaya belajar dalam organisasi yang meningkatkan pemahaman terhadap pasar, memiliki tiga indicator, yaiti ' komitmen untuk belajar, keterbukaan pikiran dan !isi bersama.

(+

RESUME ke-14
Judul Penulis Penerbit : : : #88ective Inter8irm ;ollaboration : -aA 6irms Minimi"e Transaction ;ost 2nd MaCimi"e Transaction %alue& Je88re0 -& .0er $trategic Management Journal, 3::B

,atar belakang : "alah satu tujuan dari transaktor yang mencari keuntungan kerjasama yang maksimal adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan bagi mereka dalam hasil kerja sama yang maksimal dari model biaya transaksi nol (-orth, %MM0) Ahli$ahli ekonomi telah lama mengetahui bah,a pemilik sumber (resource) meningkatkan produkti!itas melalui spesialisasi kerjasama. 7angkaian nilai dalam ekonomi modern dikarakterisasikan melalui spesialisasi anatr perusahan seperti perusahaan indi!idu yang melakukan aktifitas yang terbatas yang tertanam dalam jaringan kerjasama input$output yang kompleks dengan perusahan lain. Penelitian empiris terbaru yang mengatakan bah,a in!estasi dalam asset$( khusus seringkali berhubungan dengan performa yang superior. Dalam penelitian, Dyer (%MM0) menemukan bah,a transaktor Hepang membuat asset in!estasi khusus yang lebih besar dibandingkan A" dan bah,a in!estasi ini dihubungkan dengan performa yang superior. "upplier dan perakitan di Hepang memiliki hubungan yang dekat dan sebagai bagian dari kelompok N keiretsu N. "elanjutnya bah,a transaktor Hepang menghasilkan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan transakstor A", meskipun telah melakukan in!estasi asset khusus yang lebih besar. Tujuan penelitian : ntuk memberi bukti bah,a biaya transaksi tidak perlu meningkat seiring peningkatan dalam spesifikasi asset. ntuk menggali mengapa hal$hal tersebut terjadi Metoda : "ampel terdiri dari dua pembuat mobil Hepang, tiga pemnbuat mobil Amerika, dan sampel suplier mereka. nit analisisnya adalah hubungan supplier T pembuat mobil. Masing$( general manager departemen pembelian memilih +0 sample."ur!ei kemudian dikirim ke kepala suplier, tanggapan diterima dari )5 suplier -issan (9(Q), )G suplier 4oyota (95Q), )% suplier 8ord (5(Q), (* suplier Keneral Motors (*GQ) dan () suplier Jhrysler (*5Q).

(5

Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bah,a biya transaki tidak perlu meningkat seiring peningkatan dalam in!estasi khusus. "ecara imperis ditemukan bah,a pembuat mobil Hepang mengeluarkan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan A" karena suplier mereka adalah lebih tersepesialisasi terhadap mereka.

(9

RESUME ke-15
Judul Penulis Penerbit : : : Pengaruh uda0a Perusahaan terhadap Keunggulan ersaing 2rnol .iosdad, $#, MM Jurnal $ains Pemasaran dan Indonesia %olume II, (o 4, .esember )**4, hal& )'+7)B5

,atar elakang : 4ingginya tingkat persaingan antar perusahaan membuat para pengambil keputusan perlu melakukan kajian yang mendalam tntang kebudayaan perusahaan atas lima elemen yang berkaitan seperti orientasi pasar, teknologi, lingkungan, karya,an dan orientasi biaya. &ubungan orientasi pasar dengan kinerja pemasaran dalam bermacam situasi akan mempercepat pertumbuhan pasar. Dimungkinkan juga sebuah perusahaan memerlukan orientasi pasar karena permintaan pasar melebihi persediaan. "emakin tinggi tingkat kompetisi, semakin agresif suatu bisnis didalam menemukan keinginan pelanggan dan menciptakan nilai superior pelanggan dalam rangka memuaskan keinginan mereka. &al itu mengharuskan suatu bisnis berorientasi pada pencapaian keunggulan bersaing. Permasalahan : 7umusan masalah dalam penelitian ini ' untuk melihat pengaruh !ariabel$ !ariabel orientasi pasar, teknologi, lingkungan, kinerja pemasaran sebagai budaya perusahaan, terhadap keunggulan bersaing pada industri jasa perbankkan (.ank umum di "alatiga dan "emarang). Tujuan : 4ujuan penelitian ini adalah untuk menja,ab research gap yang menyebutkan bah,a perlunya penelitian yang dilakukan pada lebih satu perusahaan dan berbeda lokasi. Dalam hal ini Perbankkan yang dianggap sukses mengimplementasikan teknologi. Metode : Pada penelitian ini teknik yang digunakan adalah "tructural #1uation Modeling ("#M) melalui AM/" dengan sample %00 responden kepada para manajer yang bekerja pada .ank mum di "alatiga dan "emarang -IPOT#$I$ : 4erdapat * hipotesis yang diajukan sebagai dasar penelitian, yaitu & % ' "emakin tinggi orientasi pasar semakin tinggi kinerja pemasaran. & ( ' "emakin tinggi orientasi teknologi semakin tinggi kinerja pemasaran. & ) ' "emakin tinggi orientasi lingkungan semakin tinggi kinerja pemasaran. & * ' "emakin tinggi kinerja pemasaran semakin tinggi keunggulan bersaing. (G

Kesimpulan : ji hipotesis dalam penelitian ini menerima keempat hipotesis yang diajukan. Dari hasil penelitian ini diperoleh dukungan bah,a keunggulan bersaing dipengaruhi oleh kinerja pemasaran, kinerja pemasaran dipengaruhi oleh budaya perusahaan.

(M

RESUME ke-16
Judul Penulis Penerbit : : : 2dakah Pengaruh D #%2D Terhadap (ilai Perusahaan .an Kemakmuran Pemegang $aham Pada Perusahan Publik& /& agus $artono, Kusdhianto $etiaAan Jurnal #konomi dan isnis Indonesia, 3:::

,atar elakang : Penggunaan #LA (#comonic Lalue Added) sebagai performance measurement telah begitu luas digunakan di Amerika "erikat. Majalah 8ortune setiap tahunnya memuat daftar perusahaan$perusahaan di Amerika "erikat yang dianggap menciptakan tambahan kemakmuran tertinggi bagi pemegang sahamnya berdasarkan nilai #LA yang diraih perusahaan$perusahaan tersebut. #LA dianggap mempunyai kemampuan yang lebih baik daripada pengukur kinerja yang lain seperti 7/#, 7/A, 7/J#, #P", 7esidual 6ncome dan indikator$ indikator kinerja lainnya. Tujuan Penelitian : ntuk menguji apakah peningkatan atau penurunan harga saham di pasar modal bisa dihubungkan secara langsung dan sejalan dengan peningkatan nilai #LA$nya. ntuk menguji apakah proporsi saham biasa dan utang dalam struktur modal berpengaruh terhadap peningkatan nilai #LA. Metode Penelitian : Lariable yang digunakan dalam penelitian ini adalah #LA, MLA, Abnormal 7eturn, proporsi utang dan proporsi modal sendiri. "ampel yang digunakan dalam penelitian dalah perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangan pada tahun %MM* T %MM9 yang diserahkan kepada .AP#PAM atau .#H "ampel penelitian terdiri dari 5) perusahaan yang tercatat di .#H. "ampel diambil berdasarkan metode puposi!e random sampling. Kesimpulan : 4idak ditemukan adanya hubungan antara pertumbuhan #LA T MLA, #LA$MLA dan pertumbuhan #LA T pertumbuhan MLA. #kspektasi pemegang saham terhadap pertumbuhan #LA dimasa yang akan datang tidak sejalan dengan tingkat pertumbuhan #LA saat ini. Dari 5) sample didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan baik antra #LA7#4$alfa maupun pertumbuhan #LA$ alfa.

)0

RESUME ke-17
Judul Penulis Penerbit : : : .ampak Pengumuman ,aporan Keuangan Terhadap Kegiatan Perdagangan $aham .an %ariabelitas Tingkat Keuntungan $uad -usnan, Mamduh M& -ana8i, 2min <iboAo Kelola, 3::'

,atar belakang : &ipotesis pasar modal yang efisien mengatakan bah,a pasar yang efisien bereaksi dengan cepat terhadap informasi yang rele!an. 6nformasi baru tersebut kemudian akan masuk ke dalam dan membentuk harga sekuritas. Dalam pasar yang efisien, harga cepat mencerminkan informasi yang rele!an, sedemikian rupa sehingga tidak akan diperoleh keuntungan abnormal yang konsisten. Pada umumnya penelitian menunjukkan bah,a pasar modal 6ndonesia sudah efisien dalam bentuk lemah. Pada kondisi tersebut harga$( sekuritas mencerminkan informasi harga lampau. "edangkan penelitian efisiensi bentuk setengah kuat pada umumnya menghasilkan kesimpulan yang belum memuaskan. Metodologi yang digunakan adalah #L#-4 "4 D2. .erdasarkan hasil tersebut harga sekuritas belum mencerminkan informasi publik. Tujuan penelitian : ntuk melihat apakah benar laporan keuangan informtif dalam arti menghasilkan keputusan perdagangan yang berbeda dengan periode$periode di luar pengumuman laporan keuangan, dan mengakibatkan perubahan harga yang berbeda dengan perubahan harga di luar pengumuman laporan keuangan. Metoda : "tudi ini menggunakan metoda lain dalam studi peristi,a (e!en study). Lariable yang diamati bukan lagi harga, seperti yang biasa dilakukan pada kebanyakan e!ent study melainkan !ariable kegiatan perdagangan saham dan !ariable tingkat keuntungan. Peristi,a atau e!ent yang dipilih adalah pengumuman laporan keuangan. Kesimpulan : &asil penelitian menunjukkan bah,a laporan keuangan tampaknya dipergunakan in!estor dalam kegiatan perdagangan di bursa. Kegiatan perdagangan relatif pada hari pengumuman laporan keuangan lebih tinggi dibandingkan dengan kegiatan di luar pengumuman laporan keuangan. &asil penelitian menunjukkan bah,a perdagangan relatif sebelum dan sesudah laporan keuangan menunjukkan perbedan yang signifikan.

)%

RESUME ke-18
Judul Penulis Penerbit : : : Membangun keunggulan produk Imron Mun8aat Jurnal $ains Pemasaran dan Indonesia %olume II, (o 4, .esember )**4, hal& )3:7)4)

,atar elakang : Produk merupakan instrumen !ital dalam persaingan. Keunggulan produk akan menentukan posisi strategis perusahaan, menang atau kalah dalam persaingan. &arapan untuk menghasilkan produk unggul sehingga dapat menguatkan daya saing perusahaan, dapat tercapai jika perusahaan selalu konsisten dalam membangun dan menguatkan instrumen$instrumen yang dimilikinya. Dengan meningkatkan kualitas proses pengembangan produk dalam perusahaan, diharapkan dapat menghasilkan produk yang unggul. Michael Porter (%MG0, hal *M) menyatakan ada lima sumber kekuatan persaingan yang harus diantisipasi perusahaan untuk menyusun strategi bersaing sehingga mampu memenangkan persaingan, yaitu ' ancaman dari supplier, pendatang, konsumen, perusahaan yang menghaasilkan produk substitusi, perusahaan sejenis. Permasalahan : 7umusan masalah dalam penelitian ini ' instrumen apa saja yang harus dibangun dan dikembangkan perusahaan, sehingga dapat meningkatkan derajat kualitas proses pengembangan produk dan memposisikan perusahaan pada keunggulan produk yang tangguh. Tujuan : 4ujuan penelitian ini adalah untuk menghadapi tantangan persaingan, maka manajemen perusahaan harus memobilisasi potensi internalnya dengan meningkatkan proses pengembangan produk yang berkualitas, untuk menghasilkan produk yang unggul. Metode : /bjek penelitian' %00 Perusahaan meubel kategori perusahaan besar dan sedang berusia minimal ) tahun, memproduksi dan memasarkan produk langsung ke konsumen akhir di Kabupaten Hepara. Memakai Iuata sampling dengan angket tertutup dan ,a,ancara. Data yang terkumpul diolah dan di analisis dengan "#M melalui program AM/" *.0%. -IPOT#$I$ 4erdapat ) hipotesis yang diajukan sebagai dasar penelitian, yaitu )(

& % ' "emakin tinggi kualitas tim pengembangan produk, semakin tinggi kualitas proses pengembangan produk. & ( ' "emakin erat integrasi lintas fungsi, semakin tinggi kualitas proses pengembangan produk. & ) ' "emakin tinggi kualitas proses pengembangan produk, semakin tangguh keunggulan produk. Kesimpulan : ji hipotesis dalam penelitian ini menerima ketiga hipotesis yang diajukan. Ha,aban atas permasalahan penelitian menyatakan bah,a untuk mendukung proses dan praktik pengembangan produk, manajemen harus melakaukan pengembangan produk yang dimplementasikan melalui pendekatan yang systematis. &al ini dimaksudkan agar perusahaan mampu membangun kinerja produk, produk tersebut sukses dipasar, perusahaan tidak gagal dalam tujuan bisnisnya. Artinya, keunggulan produk memang harus dibangun memlalui proses pemnegembangan produk yang berkualitas.

))

RESUME ke-19
Judul Penulis Penerbit : : : 2nalisis 6aktor76aktor Pembentuk Persepsi Kualitas ,a0anan untuk Menciptakan Kepuasan dan ,o0alitas (asabah ,&$ur0anto, 6= $ugi0anto, $ugiarti Jurnal isnis $trategi, %ol :EJuliETh&%IIE)**)

,atar elakang : "emakin kompleks dan ketatnya persaingan dalam jasa industri perbankan telah memaksa para bankir untuk mencari strategi yang tepat guna memenangkan persaingan, salah satunya dengan menciptakan kepuasan nasabah. "alah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan nasabah adalah persepsi kualitas layanan yang dibentuk melalui berbagai dimensi antara lain reputasi, sarana pendukung fisik dan sistem operasinya, kualitas jasa serta interaksi karya,an dengan pelanggan. Permasalahan : .agaimanakah pengaruh faktor$faktor pembentuk persepsi kualitas layanan terhadap reputasi, kepuasan serta loyalitas nasabah. Tujuan : Mengukur pengaruh faktor$faktor pembentuk persepsi kualitas layanan terhadap reputasi, kepuasan nasabah dan loyalitas nasabah. -ipotesis : &% ' "emakin tinggi persepsi kualitas layanan, semakin tinggi kepuasan nasabah &( ' "emakin tinggi persepsi kualitas layanan, semakin tinggi reputasi perusahaan &) ' "emakin tinggi reputasi perusahaan, semakin tinggi kepuasan nasabah &* ' "emakin tinggi reputasi perusahaan, semakin tinggi loyalitas nasabah &+ ' "emakin tinggi kepuasan nasabah, semakin tinggi loyalitas nasabah Metode Penelitian : Menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis faktor konfirmatori pada "#M yang digunakan untuk mengkonfirmasikan faktor$faktor paling dominan dalam suatu kelompok !ariabel, dan goodness of fit dan regression ,eight pada "#M yang digunakan untuk meneliti seberapa besar !ariabel$!eriabel kualitas layanan, reputasi, kepuasan serta loyalitas nasabah saling mempengaruhi. "ampel yang diambil sebanyak %(0 responden nasabah .76 Jabang Pattimura.

)*

Kesimpulan : Menunjukkan bah,a semua hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan. Persepsi kualitas layanan mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan nasabah. Persepsi kualitas layanan mempunyai pengaruh positif terhadap reputasi. 7eputasi mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan nasabah. 7eputasi mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas nasabah. Kepuasan nasabah mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas nasabah.

)+

RESUME ke-20
Judul Penulis Penerbit : : : -ubungan 2ntara Kualitas dan Kepuasan Pelanggan dalam pembentukan Intensi Pembelian Konsumen : $tudi pada empat Industri Jasa -eru $ulist0o Jurnal isnis $trategi, %ol >ETahun IIE.esember 3:::

,atar elakang : Perusahaan yang ingin berkembang dan mendapatkan keunggulan kompetitif harus dapat memberikan produk dan jasa yang berkualitas dan murah serta pelayanan yang lebih baik kepada pelanggannya. ntuk memenuhi kepuasan pelanggan pada industri jasa, kualitas pelayanan sangat penting untuk dikelola dengan baik. Permasalahan : Adanya pertentangan sifat hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dalam pembentukan intensi pembelian konsumen yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya. Tujuan : Mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan intensitas pembelian konsumen. Metode Penelitian : Menggunakan convinience sampling sebanyak *00 orang melalui kuisioner dengan metode pengolahan data analisis regresi moderator. Lariabel yang digunakan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. -ipotesis : &% ' Kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan intensi pembelian konsumen &( ' Kepuasan pelanggan mempunyai hubungan yang signifikan dengan intensi pembelian konsumen &) ' 6nteraksi antara kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan lebih menjelaskan !ariance inter!al pembelian daripada masing$masing !ariabel. Kesimpulan : Kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap intensi pembelian.

)5