Anda di halaman 1dari 4

ULKUS PEPTIKUM Selasa, 26 November 2013 (07.30-09.00) Prof. dr. Siti Nurdjanah, Sp.

PD Editor: Syifa Bismillahirrahmanirrahim, berhubung ini (sepertinya) materi ulkus peptikum pertama kali dari Prof. Siti maka saya mohon maaf jika ada kesalahan dan banyak kekurangan, dan materi ini akan ada kuliahnya lagi oleh pakar lain insya Allah. Terima kasih Ulkus peptikum mempengaruhi kualitas hidup Minimal 4 faktor lingkungan: Faktor Etiologik NSAID Rokok Stress lingkungan Kebiasaan diit Helicobacter pylori

Faktor Genetika Golongan darah O + non sekretor Kembar identik HLA B5

PATOGENESIS ULKUS PEPTIKUM

Poin penjelasan dari gambar di atas: 1. 2. 3. 4. 5. Hipersekresi asam, gastrin, dan pepsin Resistensi mukosa Bikarbonat endogen sebagai barier mukosa Mukus sebagai pelindung mukosa Integritas mukosa

6. 7. 8. 9.

Aliran darah mukosa Faktor pertumbuhan (growth factors) Mediator radang platelet-activating factor dan leukotrien Faktor virulensi H. Pylori

Penjelasan poin-poin di atas: 1. Hipersekresi asam, gastrin, dan pepsin Penderita ulkus duodeni: Produksi asam: Basal Maksimal (pembebanan histamin/pentagastrien) Rangsang cephalic (shaw feeding/hipoglikemia insulin) Meningkat >< kontrol Sebaliknya ulkus gaster: N / Ulkus duodeni dan gastric gastrin post prandial. Perokok produksi asam maksimal Infeksi H. Pylori gastrin Pepsinogen I (PG I) dihasilkan chief cells mukosa fundus lambung Ulkus duodeni PG I Ulkus gastrik PG H.pylori PG I Perokok PG I

2. Resistensi mukosa Pada penderita ulkus produksi asam N mungkin ada penurunan resistensi mukosa

3. Bikarbonat endogen sebagai barier mukosa Bikarbonat dihasilkan epitel permukaan lambung dan duodenum meningkat ~ sekresi asam

Stimulasi vagal Prostaglandin seri E Opioid endogen Polipeptida intestinal vasoaktif

H. pylori NSAID Rokok

menghambat bikarbonat

4. Mukus sebagai pelindung mukosa Mukus protektif mukosa Mukus melindungi difusi balik asam dan pepsin Prostaglandin mempercepat sintesis dan sekresi mukus

NSAID & rokok menghambat prostaglandin H. pylori hidrofobitas mukus menurun difusi balik asam & pepsin mukosa rusak

5. Integritas mukosa Berperan penting pertahanan ulserasi Tergantung: Lap. Lipoprotein Integritas jaringan padat Sekresi mukus Restitusi normal sel-sel epitel permukaan

6. Aliran darah mukosa Vaskularisasi mukosa mengirim oksigenasi & nutrien epitel permukaan Ion-ion bikarbonat dibawa oleh arterial mukosa epitel permukaan Ulkus gastrik & duodeni aliran darah menurun

7. Faktor pertumbuhan Epidermal growth factors: Sitoproteksi gastrik ditemukan di kelenjar liur, kelenjar bruner, dan kelenjar pankreas. Ulkus peptikum rendah

8. Mediator radang Platelet-activating factor & leukotrien. Lipid-lipid endogen terlibat dalam proses peradangan sifat lipid ulserogenik disintesis mukosa gastroduodenalis (akibat rangsang stres & iritan lokal).

9. Faktor-faktor H. pylori H. pylori pada lambung gastritis neutrofilik akut lokal gastritis kronik aktif. H. pylori menghasilkan: Enzim proteasa, katalasa, lipasa, fosfolipasa Az, sitotoksin (faktor virulensi). Melepas faktor kemotaktik: Leukotrien Platelet aggregating factor. mukosa radang rentan asam / peptik

**Ini ada beberapa tambahan tentang ulkus agar lebih mengerti (sumber: http://web.unair.ac.id/admin/file/f_27340_Ulkus_Peptikum.pdf) 1. Gastritis erosif atau ulserasi duodenum adalah kondisi lambung dimana terjadi erosi atau ulserasi lambung atau duodenum yang telah mencapai sistem pembuluh darah lambung atau duodenum; dapat terjadi secara akut atau kronis.

2. Ulkus gastrik adalah ulserasi mukosa lambung yang disebabkan oleh rusaknya barier pada mukosa, memungkinkan pencucian ulang asam hidroklorik. Faktor-faktor penyebabnya termasuk pengobatan (aspirin dan indometasin), zat kimiawi (tembakau dan alkohol), setres, dan faktor hereditas. 3. Ulkus duodenal adalah ulserasi pada mukosa duodenal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah asam hidroklorik dalam duodenum. Faktor-faktor penyebabnya termasuk faktor hereditas, stresor psikososial, dan obat-obatan 4. Ulkus peptikum mengacu pada rusaknya lapisan mukosa dibagian mana saja di saluran gastrointestinal, tetapi biasanya di lambung atau duodenum. 5. Gejala yang sering muncul pada ulkus peptikum yaitu nyeri, muntah, konstipasi dan perdarahan. 6. Kebanyakan ulkus terjadi jika sel-sel mukosa usus tidak menghasilkan produksi mukus yang adekuat sebagai perlindungan terhadap asam lambung. SEMANGAT belajar selalu dan jangan lupa ibadahnya ya teman-teman Terima kasih Referensi: Slide Prof. dr. Siti Nurdjanah, Sp. PD. KULIAH PELATIHAN LANJUT FARMASI KLINIK UGM - 18-1-2007. http://web.unair.ac.id/admin/file/f_27340_Ulkus_Peptikum.pdf

Anda mungkin juga menyukai