Anda di halaman 1dari 6

Traksi Fraktur Tarikan pada bagian distal anggota badan pasien dengan tujuan mengembalikan fragmen tulang ke tempat

semula. Tujuan Traksi Terapi konservatif pada fraktur Reposisi fragmen tulang Imobilisasi fragmen tulang Imobilisasi sementara Mempertahankan gerakan sendi Terapi penyakit/deformitas tertentu : Mengurangi/menghilangkan spasme otot Melawan kontraktur sendi Melawan kontraktur otot Memperbaiki letak sendi panggul pada penyakit CDH Traksi pada tulang belakang Untuk menghilangkan/mengurangi rasa sakit pada leher dan bokong (Low Back Pain) Traksi sendiri memiliki 2 cara : 1. Traksi Kulit (skin traction) 2. Traksi Skeletal (skeletal traction) Traksi skeletal untuk jangka pendek pada fraktur femur tibia proksimal Traksi skeletal untuk jangka panjang pada fraktur femur femur distal

Pada traksi kulit dilakukan bila daya tarik yang diperlukan kecil. Bila perlu daya tarik yang besar dan untuk jangka waktu lama dipasang traksi skeletal. Beban pada traksi kulit sebesar 1/7 dari berat badan, maksimal 5 kg. Beban pada traksi skeletal dapat 2 atau 3 kali lipat (1/5 dari berat badan). Contoh-contoh alat/sistem Traksi 1. Thomas Splint

2. Bohler Braun Frame

3. Gallow

4. Crutchfield tongs

Traksi Bryant: (traksi Gallow) Dilakukan untuk anak anak dibawah usia 5 tahun. Tempelkan plester dari proksimal ke distal melingkari papan, kembali ke proksimal di medial paha. Papan diikatkan pada katrol dengan tali yang digantungkan pada Balkans Frame. Tungkai digantung keduanya, supaya anak tidak bergerak /berputar, yang dapat menimbulkan dislokasi, juga untuk mempermudah perawatan. Katrol dihubungkan dengan beban 1 kg (masing-masing). Traksi dipertahankan biasanya selama 4 mingu, bidai-bidai dilepas tetapi menopang berat badan tidak diperbolehkan minimal 6 mingu setelah fraktur.

Traksi Kulit Russel Sering dipakai untuk anak-anak dibawah usia 10 tahun dengan fraktur pelvis dan pada orangtua dengan fraktur femur. Tempelkan plester yang lebarnya 5 cm dari sisi lateral melingkari papan kembali ke proksimal dimedial. Lalu pasang pembalut elastic pada tungkai bawah sampai tungkai atas, dan pada papan dippasang katrol yang dihubungkan dengan beban 2 kg

Traksi Buck Extension Merupakan traksi kulit yang bisa juga diunakan sebagai traksi sementara pada orang dewasa sebelum dilakukan reposisi terbuka.

Balanced Traction Meruppakan traksi skelet yang dilakukan pada orang dewasa. Tungkai baah diletakan dalam Thomas splint dan Pierson attachment dimana tungkai bawah dengan splint abduksi 45o sedangkan pha fleksi 30o. Tuberositas tibia dibor dan dipasng kawat untuk traksi yang dihubungkan dengan beban 6-8 kg, yang kemudian dapat dikurangi. Kaki ditahan dalam posisi dorsofleksi. Traksi dipertahankan sampai keseluruhan normal tanpa traksi atau overlap, biasanya 8-10 minggu. Sedangkan menopang berat badan ditunda sampai penyambungan kokoh yang dapat mencapai 3-6 bulan setelah fraktur.

SUMBER (Kedaruratan Medik Pedoman Penatalaksanaan Medik Edisi Revisi 2013. Penerbit: Binarupa Aksara) Alih Bahasa: dr Agus Purwadianto, dr Budi Sampurna

Anda mungkin juga menyukai