Anda di halaman 1dari 38

Dr.

Mauritz Silalahi, SpP Balikpapan, 14 April 2013

Penyakit Infeksi Saluran Napas di Dunia

Infeksi saluran napas bawah adalah pembunuh nomor 3 di dunia.

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs310/en/index.html

INFEKSI SALURAN NAPAS BAWAH (PNEUMONIA)


WHO 2008 Penyebab kematian nomor 3 di dunia. Penyebab 3,46 juta kematian per tahun di dunia (6,1% dari total kematian di dunia) Riset kesehatan dasar Indonesia 2007 : Setahun ada 15 juta kasus pneumonia di Indonesia
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs310/en/index.html http://www.riskesdas.litbang.depkes.go.id/download/PedomanBiome dis.pdf

PNEUMONIA
Community
Aspiration Hospital

acquired pneumonia (CAP)

pneumonia

acquired pneumonia (HAP)

Ventilator

associated pneumonia (VAP)


associated pneumonia (HCAP)

Healthcare

Community acquired pneumonia (CAP)

Community acquired pneumonia (CAP)


Penyebab kematian no 6 di AS 2-3 juta kasus/tahun 500.000 kasus rawat inap/tahun 45.000 kematian/tahun Mortalitas

Outpatient Admit (ward) ICU

< 1% 10%-14% 30%-40%

Bartlett JG et al. Clin Infect Dis. 2000;31:347-382

Paradigma Terapi Baru?


Mulai terapi pneumonia dengan terapi antibiotik empirik Jika memungkinkan, ubah pemberian antibiotik berdasarkan data sensitifitas dan resistensi

Ketahui pemakaian antibiotik sebelumnya karena merupakan faktor resiko terjadinya kuman resisten

Ketahui pola resistensi dan pilih antibiotik yang sesuai.


Berikan antibiotik dengan dosis yang tepat dengan jangka waktu yang sesuai.

Penyebab CAP

Diagnosa
Infiltrat (-) - Anamnesa - Fisik Diag - Cx Ray Diagnosa lain

Infiltrat atau klinis CAP

Evaluasi untuk rawat inap

- PORT - CURB 65

Diagnosa

- CURB 65 - PORT

Rawat jalan Rawat inap ICU

Diagnosa
- Anamnesa dan fisik diagnostik - Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan laborarium - Pemeriksaan invasif

Anamnesa dan Pem Fisik

Radiologi
Ro dada, Ct scan Ro dada : imperfect gold standar

Chest ray patterns and pathogens

Laboratorium
- Hitung WBC - C- reaktif protein - Hapusan dan kultur sputum - Kultur darah - Serologi - PCR

Invasif

- Bronkoskopi - BAL

CURB-65
Confusion (dasar mental tes atau disorientasi) Urea > 7 mmol/l Frek napas 30x/mnt Sistolik < 90 mmHg, Diastolik < 60 mmHg Usia > 65 tahun

0 or 1 2

Rawat jalan Rawat singkat

Curb-65
3

Rawat inap ICU

4 or 5

PORT skor pada Pnenumonia


Tanda Usia (lk) Usia (pr) Rawat di rumah Keganasan Penyakit Hati Poin Umur -10 +10 +30 +20 Tanda AGDA pH : 7,35 BUN > 30mg/dl Na < 130 Glukosa > 250 Poin +10 +30 +20 +20 +10 Umur (thn) Nadi 125x

Gagal jantung Peny CNS Penyakit ginjal


Perubahan Status mental RR >30x Sisttolik 90

+10 +10 +10


+20 +20 +20

Hematokrit <30 PO2 60 Effusi pleura

+10 +10 +10

Suhu <35 >40

+15

Derajat Resiko PORT


Klass I
Tidak diprediksi

Klass II 70

Klass III 71 - 90
Klass IV 91 - 130

Klass V > 130

Perawatan Berdasarkan PORT


Klass Total Skor Mortalitas Perawatan

Tidak diprediksi

0,1 0,4

Rawat jalan

II

70

0,6 0,7

Rawat jalan Rawat inap/rawat jalan Rawat inap

III

71 90

0,9 2,8

IV

91 130

8,5 9,3

> 130

27 31,1

ICU

Indikasi rawat inap (PDPI)

Terapi CAP
Rawat jalan
Tanpa Faktor modifikasi : laktam atau laktam+ anti laktamase

Dengan Faktor modikasi :atau laktam+ anti laktamase atau fluorokinolon respirasi (cravit)
Curiga pneumonia atipik : Makrolid baru

Terapi CAP
Rawat inap
Tanpa Faktor modifikasi : laktam atau laktam+ anti laktamase IV atau Sefalosporin G2,G3 IV atau fluorokinolon resp IV
Dengan Faktor modikasi : Sefalosporin G2, G3 IV fluorokinolon respirasi IV Curiga pneumonia atipik : Makrolid baru

Terapi CAP
Ruang rawat intensif
Tanpa Faktor modifikasi : Sefalosporin G3 IV non pseudomonas + makrolid baru atau Fluorokinolon resp IV Ada faktor resiko infeksi pseudomonas : Sefalosporin antipseudomonas IV atau Karbapenem IV + Fluorokinolon anti pseudomonas IV (ciprofloksasin) atau aminoglikosida IV Curiga infeksi bakteri atipikal : Sefalosporin antipseudomonas IV atau Karbapenem IV + aminoglikosida IV + makrolid baru atau Fluorokinolon resp IV

Faktor modifikasi
Pneumokokus resisten thd penisilin
Umur > 65 tahun Pemakaian obat laktam 3 bulan terakhir Pecandu alkohol Penyakit gangguan kekebalan Penyakit penyerta yang multiple

Faktor Modifikasi
Bakteri enterik gram negatif
Penghuni rumah jompo Penyakit dasar kelainan jantung paru Riwayat peyakit multiple Riwayat pengobatan antibiotik

Pseudomonas Aeruginosa
Bronkiektasis Pengobatan kortikosteroid > 10 mg/hr Pengobatan AB spektrum luas > 7 hari bulan terakhir Gizi kurang

LEVOFLOXACIN = CONCENTRATION DEPENDENT KILLING ANTIBIOTIC


Semakin tinggi rasio AUC: MIC dan Cmax: MIC, semakin besar efek bakterisidalnya.
AUC mg.h/L

100 80 60 40 20 0 Levofloxacin 750 mg Levofloxacin 500 mg Levofloxacin 750 mg Levofloxacin 500 mg

Drugs 2008; 68(4): 535-65

MIC90 Levofloxacin terhadap Bakteri Penyebab Infeksi


Bakteri Streptococcus pneumoniae -Penicillin susceptible -Penicillin intermediate -Penicillin resistant Escherichia coli Haemophilus influenzae Haemophilus parainfluenzae Klebsiella pneumoniae MIC90 (mg/L) 0,5 - 16 1 1 1 0,06 - > 8 0,008 - 0,06 0,06 0,5 - > 8

Moraxella catarrhalis
Proteus mirabilis Pseudomonas aeruginosa

0,03 0,06
0,05 2 0,5 - 64

Salmonella spp

0,03-0,25

Drugs 2008; 68(4): 535-65, Thauvin-Eliopoulos C, Eliopoulos GM. Quinolone antimicrobial agent. 3rd ed. 2003

SPEKTRUM ANTIBAKTERI LUAS (Gram (+),(-), Atipikal)

Interpretasi MIC Levofloxacin (CRAVIT terhadap bakteri


Sensitif Sedang Resisten

: < 2 mg/L : 2 - 4 mg/L : > 4 mg/L


Drugs 2008; 68(4): 535-65

Tidak respon terapi empiris


Diagnosis benar Diagnosis belum tepat

Faktor penderita
- Respon tidak adekuat, - kelainan lokal, - komplikasi : superinfeksi, empyema

Faktor obat
- Pilihan obat - Dosis - Cara kurang tepat

Faktor bakteri
- Resisitensi - Patogen lain (m.tb) - Jamur, virus dll

- Gagal jantung - keganasan - perdarahan - reaksi obat

Pencegahan CAP
Pola hidup sehat ( tidak merokok,dll) Vaksinasi (pneumokokus,Influenza) terutama pada resiko tinggi (usia lanjut, PPOK, pend DM, peny. kronis, peny. jantung

Kesimpulan
Pneumonia tetap menjadi masalah serious dan expensive Pneumonia tetap menjadi penyakit dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi Pemakaian antibiotik sering over utilized dalam penanganan pneumonia, ok dibutuhkan antibiotik yang sesuai, gunakan antibiotik sesingkat mungkin kalau mungkin Berikan antibiotik sesuai dengan empirik : memberikan hasil yang lebih baik

Kesimpulan
Stratifikasi pasien berdasarkan faktor resiko untuk mortalitas dan kesimpulan masuk ICU sangat penting, keterlambatan perawatan menyebabkan hasil buruk, dan rawat jalan merupakan cost effective Fluorokinolon respirasi (Levofloxacin/cravit) menunjukkan efek yang baik terhadap bakteri patogen, atipikal dan MDRSP

Community Acquired Pneumonia (CAP)


suatu infeksi akut parenkim paru yang sesuai dengan gejala infeksi akut ,diikuti dengan infltrat pada foto toraks, auskultasi sesuai dengan pneumonia, pasien tidak pernah dirawat atau berada di fasilitas kesehatan lebih dari 14 hari

sebelum timbul gejala

Bartlett. Clin Infect Dis 2000;31:347-82.

Hospital-acquired pneumonia (HAP) Pneumonia terjadi 48 jam setelah masuk rumah sakit

Ventilator-associated pneumonia (VAP) Pneumonia terjadi48-72 jam setelah intubasi

Health care-associated pneumonia (HCAP)


Pneumonia pada pasien: Dirawat RS 2 hari di IGD karena infeksi terjadi dalam 90 hari Berada dalam perawatan di rumah jangka panjang Hadir di RS untuk hemodialisis Mendapat pengobatan immunosuppressive atau perawatan luka infeksi dalam 30 hari