Anda di halaman 1dari 8

FORMULIR PENDAFTARAN VARIETAS HASIL PEMULIAAN

5. Silsilah atau asal usul


Padi Golden Rice dikategorikan sebagai padi transgenik, yang akan merusak sumber plasma nutfah alami, sementara manfaat langsungnya bagi kesehatan konsumen belum teruji dengan baik. Pendekatan transgenik dapat dilakukan karena adanya perkembangan teknologi transformasi dengan Agrobacterium dan ketersediaan informasi molekuler biosintesis karotenoid yang lengkap pada bakteri dan tanaman. Produksi prototype Golden Rice menggunakan galur padi japonica, teknik transformasi menggunakan agrobacterium dan beberapa gen penghasil beta karoten tanaman daffodil hingga bakteri. Istilah Padi Emas diberikan kepada padi yang direkayasa secara genetik dengan beras berwarna kuning-oranye karena mengandung beta-karoten.

6. Metode Pemuliaan
Rekayasa jalur biosintesa beta-karoten padagolden rice bisa dilihat pada skema berikut: Transformasi dengan menggunakan Agrobacterium menunjukkan bahwa modifikasi jalur biosintesa beta karoten berhasil dilakukan. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisa fotometrik dengan menggunakan HPLC (high- performance liquid chromatography) yang menunjukkan adanya karotenoid,termasuk beta-karoten, pada golden rice yaitu 1.6 mikrog/g. Keberhasilan ini dilanjutkan dengan uji coba pada varietas yang berbeda seperti indica (IR 64) dan japonica (Taipei 309). IR 64 dan Taipei 309 dipilih karena kedua varitas tersebut paling banyak digemari di kawasan Asia, terutama Asia Tenggara dan China. Namun demikian, hasil yang dicapai masih kurang memuaskan karena kandungankarotenoid pada varitas IR 64 dan Taipei 309 tersebut masih tergolong rendahyaitu berturut-turut 0.4 mikrog/g dan 1.2 mikrog/g.