Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Radikal bebas merupakan molekul atau atom apa saja yang tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas ini berbahaya karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya. (Sibuea, 2004). Radikal bebas (R S) banyak terdapat di sekeliling kita diantaranya! asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, dan hasil pembakaran yang tidak sempurna. Selain dari luar, tubuh juga menghasilkan radikal bebas yang di keluarkan oleh netrofil, makrofag dan sistem xantin oksidase yang berfungsi untuk membantu sistem imun dalam mengeliminasi antigen. Radikal bebas juga merupakan hasil samping dari metabolisme normal dalam tubuh. Radikal bebas bagaikan pedang bermata dua, karena selain fungsinya membantu mengeliminasi antigen yang masuk kedalam tubuh ternyata radikal bebas juga dapat merusak tubuh dengan cara elektron yang tidak mempunyai pasangan yang sangat reaktif tadi berikatan dengan membran sel dan merusak sel tersebut, namun kerjanya terus berantai dalam merusak selsel yang lain yang berada di dekatnya. "ubuh memerlukan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senya#a ini. $itamin % dan &itamin ' telah digunakan secara luas sebagai antioksidan karena lebih aman dan efek samping yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan antioksidan sintetik. (Rony (ndrayana, 200)). *ntioksidan sintetik seperti +,* (butil hidroksi anisol) dan +," (butil hidroksi toluen) memiliki akti&itas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan &itamin % dan &itamin ' (,an et al., 2004), tetapi antioksidan sintesis ini dapat menimbulkan karsinogenesis (-iku.aki et al., 2002).

Selain dari $itamin % dan $itamin ', beberapa tumbuhan tertentu juga memiliki efek antioksidan yang sangat bisa membantu. Salah satunya adalah /aun Salam (Syzygium polyanthum [Wight. Walp.!. /aun salam (Syzygium polyanthum 01ight.2 1alp.) mengandung minyak atsiri (sitral dan eugenol), tanin dan fla&onoid (/alimartha, 2003). -omponen fenolik yang terdapat dalam tumbuhan memiliki kemampuan mereduksi yang berperan penting dalam menyerap dan menetralkan radikal bebas, dan dekomposisi peroksid (4a&anmardi, 2003). 5enurut data empiris (turun temurun) selain digunakan sebagai antioksida daun salam (Syzygium polyanthum 01ight.2 1alp.) juga digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kadar kolesterol, diare, mabuk alkohol dan gatal6gatal. *lasan pemilihan daun salam karena pada penelitian sebelumnya menyatakan bah#a ekstrak etanol daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah, meningkatnya kadar glukosa dalam darah disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga tidak dapat menghasilkan insulin, kerusakan pankreas ini dapat disebabkan oleh senya#a radikal bebas yang merusak sel6sel pada pankreas sehingga tidak dapat berfungsi (Studia#an, 2004). *lasan lain, daun salam (Syzygium polyanthum ) merupakan tanaman satu genus dengan daun de#andaru ( Eugenia uniflora dengan sinonim Syzygium uniflora) yang menurut penelitian daun de#andaru memiliki akti&itas sebagai antioksidan secara in vitro, dengan mekanisme kerja menangkap radikal bebas. ,asil penelitian tersebut menunjukkan akti&itas penangkap radikal pada ekstrak etanol, etil asetat dan kloroform dengan nilai (%70 berturut6turut ),)89 :2,0:9 dan 73,30 ;g<ml (=tami dkk, 2007). >enelitian lain juga menyatakan bah#a daun de#andaru (Eugenia uniflora ?inn.) memiliki akti&itas menangkap radikal bebas dengan nilai (%70 ekstrak heksana, kloroform, etil asetat dan air masing6masing :3,09 2:,49 :,39 dan 8,0 ;g<ml ($ela@ue. et al., 2003). >enelitian lain menyatakan infusa daun salam (Syzygium polyantha 1ight.) mempunyai akti&itas menurunkan kadar asam urat

"

darah pada mencit putih jantan yang diinduksi dengan potasium oxonat dosis 300 mg<kg++. (nfusa daun salam dosis :,27g<kg++, 2,7 g<kg++ dan 7,0 g<kg++ mampu menurunkan kadar asam urat darah mencit jantan berturut6turut sebesar 74,30A, 8B,22A dan 8B,74A. -emungkinan kandungan fla&onoid dari daun salam dapat menurunkan kadar asam urat dalam serum darah mencit, karena fla&onoid mempunyai aktifitas sebagai antioksidan yang dapat menghambat kerja en.im xantin oksidase sehingga pembentukan asam urat terhambat (*riyanti, 2003). /ari data penelitian diatas maka untuk membuktikan kebenarannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan cara melihat dan membandingkan morfologi histologi pada aorta yang dipapar asap rokok tanpa pemberian ekstrak daun salam dan yang menggunakan ekstrak daun salam sebagai antioksidan. B. RUMUSAN MASALAH >ermasalahan yang perlu dija#ab pada penelitian ini adalah! *pakah fraksi fla&onoid dan fenolik pada ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum [Wight. Walp.! berpengaruh sebagai antioksidan pada kadar #$% tikus putih jantan galur Wistar yang telah dipapar asap rokok& C. TUJUAN PENELITIAN 1. 'embuktikan adanya fraksi fla(onoid dan fenolik pada ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum [Wight. jantan galur )istar yang telah dipapar asap rokok. ". 'embuktikan adanya peningkatan kadar #$% pada tikus putih jantan galur )istar yang telah dipapar asap rokok dengan pemberian ekstrak daun salam dan kadar #$% pada tikus putih jantan galur )istar yang telah dipapar asap rokok tanpa pemberian ekstrak daun salam. D. MANFAAT %engan adanya penelitian ini bermanfaat sebagai bukti bah)a ekstrak daun salam berfungsi sebagai antioksidan dan Walp.! berfungsi sebagai antioksidan pada kadar #$% tikus putih

penelitian ini juga bermanfaat sebagai pembelajaran dan acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. %an yang terpenting dengan adanya penelitian ini semoga bermanfaat untuk menambah )a)asan dan pengetahuan tentang tanaman herba yang berfungsi sebagai obat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. TANAMAN OBAT (Syzygium polyanthum [Wight.] Wal .! a. Ta"#$%$&i ta%a&a% Divisio ! Spermatophyta Subdivisio ! *ngiospermae Class ! /icotyledoneae Ordo ! 5yrtales Familia ! 5yrtaceae Genus ! Sy.ygium Species ! Syzygium polyanthum (1ight) 1alp. (+acker and ,an %en +rink, 1-./!.

'. Si%$%i& Sinonim dari Syzygium polyanthum (1ight) 1alp. adalah Eugenia polyantha 1ight., Eugenia lucidula 5i@. ("jitrosoepomo, 2002). (. Na&a )a*+ah 5eselanagan, ubar serai (5elayu), go#ok (Sunda), manting, salam (4a#a), salam (5adura) (/alimartha, 2003). ). M$+,$l$gi ta%a&a% Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan atau disekitar rumah. "anaman ini dapat ditemukan di dataran rendah sampai :400 m dpl. Da-% ! berbentuk simpel, bangun daun jorong, pangkal daunnya tidak bertoreh dengan bentuk bangun bulat telur (o&atus), runcing pada ujung daun, pangkal daun tumpul (obtusus), terdapat tulang cabang dan urat daun, daun bertulang menyirip (penniner&is), tepi daun rata (integer). /aun majemuk menyirip ganda (bipinnatus) dengan jumlah anak daun yang ganjil, daging daun seperti perkamen (perkamenteus), daunnya duduk, letak daun penumpu yang bebas terdapat di kanan kiri pangkal tangkai daun disebut daun penumpu bebas (stipulae liberae), tangkai daunnya menebal di pangkal dan ujung, beraroma #angi dan baru dapat digunakan bila sudah dikeringkan. Salam merupakan pohon dengan tinggi mencapai 27 m, batang bulat, permukaan licin, bertajuk rimbun dan berakar tunggang. /aun tunggal, letak berhadapan, panjang tangkai daun 0,76: cm. ,elaian daun berbentuk lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin ber#arna hijau tua, permukaan ba#ah ber#arna hijau muda, panjang 76:7 cm, lebar 36) cm, jika diremas berbau harum. +unga majemuk yang tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, ber#arna putih, baunya harum. +uahnya buah buni, bulat, diameter )6C mm, buah muda ber#arna hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. +iji bulat, diameter sekitar : cm, ber#arna coklat ("jitrosoepomo, 2002).

Batang 1 tinggi berkisar antara .2f kaki hingga -2 kaki,bercabang-cabang,biasanya tumbuh liar di hutan. 3rah tumbuh batang tegak lurus (erectus!, berkayu (lignosus! biasanya keras dan kuat, bentuk batangnya bulat (teres!, permukaan batangnya beralur (sulcatus!, cara percabangannya monopodial karena batang pokok selalu tampak jelas, arah tumbuh cabang tegak (fastigiatus! sebab sudut antar batang dan cabang amat kecil, termasuk dalam tumbuhan menahun atau tumbuhan keras karena dapat mencapai umur bertahun-tahun belum juga mati. Akar 1 termasuk akar tunggang (radix primaria!, berbentuk sebagai tombak (fusiformis! karena pangkalnya besar dan meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan atau biasa disebut akar tombak, sifatnya adalah akar tunjang karena menunjang batang dari bagian ba)ah ke segala arah. (3nonim, 1-42! e. Anatomi tumbuhan Makroskopik1 daun tunggal bertangkai pendek, panjang tangkai daun / mm sampai 12 mm. helai daun berbentuk jorong memanjang, panjang 5 cm sampai 1/ cm, leba / cm sampai 12 cm, ujung dan pangkal daun meruncing, tepi ata, permukaan atas ber)arna coklat tua, tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan ba)ah, tulang cabang halus. Mikroskopik1 epidermis atas terdiri dari satu lapis sel berbentuk persegi panjang, dinding empat panjang, dinding tebal, kutikula tebal6 pada pengamatan tangensial dinding samping berkelok-kelok, utikula jelas bergaris. sel epidermis ba)ah lebih kecil daripada epidermis atas, dinding tipis, kutikula tebal, pada pengamatan tangensial dinding samping lebih berkelok-kelok. stomata tipe paasitik, hanya terdapat pada

epidermis ba)ah. 'esofil1 jaingan palisade terdiri dari 1 sampai * lapis sel, umunya " lapis, banyak tedapat sel idioblas berbentuk bulat berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset dengan ukuran 12 mm sampai 02 mm. jaringan bunga karang tedii dari beberapa lapis sel yang tersusun mendatar6 rongga udara banyak6 pada daun yang sudah tua dinding sel bunga karang dapat agak menebal, bernoktah dan berlignin, hablur kalsium oksalat serupa dengan yang terdapat di jaingan palisade. kelenjar lisigen berisi minyak be)arna kekuningan, garis tengah /2 mikron sampai 42 mikron, terdapat di jaringan palisade dan jaringan bunga karang bagian ba)ah. berkas pembuluh tipe bikolateal, dikelilingi serabut sklerenkim, disetai serabut hablur berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset6 hablur didalam floem berukuran lebih kecil6 seabut sklerenkim terdiri dari serabut berdinding sangat tebal, tidak ber)arna, jernih, berlignin, lumen sempit. di dalam parenkim tulang daun utama terdapat hablur kalsium oksalat berbentuk roset dengan ukuran seperti hablur di palisade. pembuluh kayu terutama terdiri dari pembuluh dengan penebalan tangga dan spiral. erbuk1 )arna coklat. fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas dengan kutikula begais6 fragmen epidermis ba)ah, hablur kalsium oksalat bentuk roset, lepas atau dalam mesofil6 fragmen berkas pembuluh6 fragmen seabut sklerenkim.
(3nonim, "225!

!. Fisio"ogi tuumbuhan Fotorespirasi 7ada sebagian besar tumbuhan, fiksasi a)al terjadi melalui rubisko, en8im siklus 9al(in yang menambah 9$" pada ribulosa bifosfat. :umbuhan sperti ini disebut tumbuhan 9* karena produk fiksasi karbon organic pertama ialah senya)a berkarbon-

tiga, *-fosfogliserat. 7ohon salam merupakan salah satu contoh tumbuhan 9* yang penting. :umbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. :ingkat 9$" yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus 9al(in. ;ang membuat keadaan ini memburuk, rubisko dapat menerima $" sebagai pengganti 9$". karena konsentrasi $" melebihi konsentrasi 9$" dalam ruang udara di dalam daun, rubisko menambah $" pada siklus 9al(in dan bukannya 9$". produknya terurai dan satu potong, senya)a berkarbon dua, dikirim keluar dari kloroplas. 'itokondria da peroksisom memecah molekul berkarbon-dua menjadi 9$". proses ini disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya (foto! dan mengkonsumsi $" (respirasi!. 3kan tetapi, tidak seperti respirasi seluler, fotorespirasi tidak menghasilkan makanan. #ebenarnya , fotorespirasi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organic dari siklus 9al(in. 'enurut perlengkapan suatu hipotesis, < fotorespirasi merupakan dari e(olusioner peninggalan metabolic

permulaan sejarah bumi ini, ketika atmosfer mengandung lebih sedikit $" dan lebih banyak 9$" daripada saat ini. 7ada atmosfer kuno saat rubisko pertama kali muncul, ketidakmampuan tempat aktif en8im untuk mengeluarkan $" tidak menjadi masalah. =ipotesis ini berspekulasi bah)a rubisko yang sekarang masih mempertahankan afinitas )arisan terhadap $", yang sekarang begitu terkonsentrasi dalam at,osfer sehingga sejumlah fotorespirasi tertentu tidak dapat dihindari. :idak diketahui apakah fotorespirasi itu menguntungkan bagi tumbuhan dalam suatu cara tertentu. ;ang diketahui adalah pada banyak jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan pertanian penting, seperti daun salam, fotorespirasi menguras sebanyak

/2> karbon yang terikat (terfiksasi! oleh siklus 9al(in. #ebagai heterotrof yang bergantung pada fiksasi karbon dalam kloroplas untuk makanan kita, kita secara alami memandang fotorespirasi sebagai sesuatu yang tidak berguna. #ebenarnya jika fotorespirasi dapat dikurangi dalam spesies tumbuhan tertentu tanpa memperngaruhi produkti(itas fotosintesis, hasil panen dan pasokan makanan akan meningkat. ?ondisi lingkungan yang mendorong fotorespirasi ialah hari yang panas, kering dan terik, kondisi yang menyebabkan stomata tertutup. %alam spesia tertentu, cara lain fiksasi karbon yang meminimumkan fotorespirasi < sekalipun dalam iklim panas dan gersang < telah berkembang. %ua adaptasi fotosintetik yang paling penting ini ialah 90 dan 93'. (9ampbell, 3., "22"! g. #an$ungan tanaman 5engandung minyak asiri (sitral, eugenol), tanin dan fla&onoid. "iap :00 g mengandung air 7,43B g, protein 8,B:3 g, lemak ),3B2 g, karbohidrat 84,CB7 g, serat 2B,3 g, ampas 3,B24 g. kalsium )34,27 mg, besi 43 mg, magnesium :20 mg, fospor ::3,333 mg, kalium 72C,2 mg, sodium 22,87 mg, seng 3,8 mg, tembaga 0,4:B mg, mangan ),:B8 mg, selenium 2,) Dg. $itamin % 4B,73 mg, +, folat :)0 Dg, &itamin * B:)7 (=. (+in 5uhsin,.200)). h. Man!aat tanaman Secara empiris daun salam digunakan untuk obat pada penyakit diabetes, jantung koroner, hipertensi, sakit maag dan diare (/alimartha, 2003). Serta bisa juga digunakan untuk mengobati mabuk alkohol dan gatal6gatal pada kulit.

.. RADIKAL BEBAS (ROS! a. P*%g*+tia% +a)i"al '*'a# Radikal bebas adalah atom atau gugus apa saja yang memiliki satu<lebih elektron yang tidak berpasangan yang dapat bertindak sebagai akseptor electron (Eimmerman, :C8)). -arena jumlah elektron ganjil, maka tidak semua electron dapat berpasangan. Suatu radikal bebas tidak bermuatan positif<negatif, maka spesi semacam ini sangat reaktif karena adanya elektron tidak berpasangan (Fessenden and Fessenden, :C)B). '. S-&'*+ +a)i"al '*'a# (ROS! Sumber radikal bebas dapat berasal dari dalam tubuh (endogenus) yang terbentuk sebagai sisa proses metabolisme (proses pembakaran) protein atau karbohidrat dan lemak yang kita konsumsi. Radikal bebas dapat pula diperoleh dari luar tubuh (eksogenus) yang berasal dari polusi udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok, berbagai bahan kimia, makanan yang terlalu hangus (carbonated) dan lain sebagainya. +eberapa contoh radikal bebas antara lain! anion superoksida (2 2G), radikal hidroksil ( ,G), nitrit oksida (H G), hidrogen peroksida (,2 2) dan sebagainya (1indono dkk, 2000). Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh akan merusak beberapa target seperti lemak, protein, karbohidrat dan /H* (,alli#el et al., :CC7). *nion superoksida adalah salah satu jenis radikal bebas. Radikal ini sering terbentuk di dalam reaksi oksidasi sel (agen oksidasi). Radikal superoksid dapat memproduksi jenis radikal bebas lainnya (1ang et al., 2003). (. M*"a%i#&* *&'*%t-"a% +a)i"al '*'a# Reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal yang terjadi melalui reaksi yang langsung memutuskan ikatan atau melalui transfer elektron (,alli#el and Iutridge, 2000). Radikal bebas la.imnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tidak lagi membahayakan bagi tubuh. Hamun, apabila radikal bebas bertemu dengan en.im atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan a#al dari kerusakan sel. Radikal mampu menarik atom hidrogen dari suatu molekul disekitarnya. >engaruh

12

radiasi ionisasi terhadap materi biologi akan menghasilkan radikal bebas hidroksil dan radikal bebas lainnya, seperti radikal hidrogen yang siap berinteraksi dengan biomolekul6biomolekul lain yang saling berdekatan (5iddleton et al., 2000). ). A#a +$"$" *sap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas yang berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. +ahan pembuatan rokok berasal dari tembakau, tar, nikotin (sebuah .at yang bisa menimbulkan kecanduan), cadmium (digunakan untuk accu mobil), &inyil chloride (bahan plastik >$%), phenol bhutane (bahan bakar korek api), hydrogen cyanida (gas beracun yang la.im digunakan di kamar eksekusi hukuman mati), carbon monoJide (asap dari knalpot kendaraan) *. A%ti$"#i)a% P*%g*+tia% a%ti$"#i)a% *ntioksidan adalah senya#a yang dapat menghambat radikal bebas reaktif dalam berikatan dengan senya#a lain. +ila antioksidan ini berkerja dalam tubuh maka antioksidan menghambat kerja radikal bebas (R S) dalam berikatan dengan molekul sel dalam tubuh, bila hal ini terjadi maka antioksidan mencegah kerusakan sel, bila kerusakan sel dapat dicegah maka mencegah kerusakan jaringan sel tersebut, bila jaringan dapat dicegah dari kerusakan akhirnya bisa mencegah kerusakan organ dari jaringan tersebut. P*%gg$l$%ga% a%ti$"#i)a% "ubuh memiliki sistem pertahanan internal terhadap radikal bebas. Sistem pertahanan tersebut digolongkan menjadi 3 golongan! :) *ntioksidan primer, (antioksidan endogen< antioksidan en.imatis). %ontohnya superoksida dismutase (S /). S / yaitu singkatan dari Super ksida /ismutase yang merupakan antioksidan yang berupa en.im, diproduksi oleh tubuh dan bekerja dengan en.im lain yaitu glutathione dan katalase. 'n.im S / bekerjanya sangat dipengaruhi oleh pendukungnya yaitu tembaga, seng dan mangan yang banyak terdapat dalam tanaman. "embaga banyak terdapat dalam padi6

11

padian dan kacang6kacangan sedangkan seng pada daging, kuning telur, susu dan juga kacang polong. (+in 5uhsin,.200)) 'n.im Super ksida /ismutase (S /) mengkatalisis kon&ersi 2.(K) menjadi ,2 2 dan 2. /i dalam tanaman en.im S / bekerja sama

dengan katalase untuk mencegah kerusakan lemak dalam membran sel. /i dalam sel6sel tubuh manusia S / sangat berperan aktif dalam menangkal serangan radikal Superoksid ( 2.( 6)).(+in 5uhsin, 200)) +anyak sekali sumber antioksidan alami yang mengandung en.im Super ksida /ismutase (S /). +ahan alami tersebut dapat berasal dari sayuran, buah, rempah6rempah yang dapat diperoleh dengan mudah. /aun6daunan yang memiliki S / tinggi antara lain bayam, lidah buaya, brokoli, kol, kubis, kangkung, buncis, daun salam, seledri, daun sambiloto, daun kelor dan buah6buahan antara lain buah mengkudu, jambu biji, dsb. (+in 5uhsin,.200)) katalase dan glutation peroksidase 'n.im6en.im ini dapat menekan dan juga dapat menghambat pembentukan radikal bebas dengan cara memutus reaksi rantai dan mengubahnya menjadi produk lebih stabil, reaksi ini disebut chain!breaking!antioxidant. 2) *ntioksidan sekunder (antioksidan eksogen atau antioksidan non en.imatis). %ontoh antioksidan sekunder ialah &itamin ', &itamin %, L6 karoten, isofla&on, asam urat, bilirubin, dan albumin. Senya#a6senya#a ini dikenal sebagai penangkap radikal bebas (scavenger free radical). 3) *ntioksidan tersier, misalnya en.im /H*6repair dan metionin sulfoksida reduktase yang berperan dalam perbaikan biomolekul yang dirusak oleh radikal bebas (1inarsi, 2007). S-&'*+ a%ti$"#i)a% *ntioksidan sangat beragam jenisnya. +erdasarkan sumbernya antioksidan dibagi dalam dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami).

1"

:) *ntioksidan sintetik /iantara beberapa contoh antioksidan sintetik yang diijinkan untuk makanan, ada lima antioksidan yang penggunaannya meluas dan menyebar di seluruh dunia, yaitu butil hidroksi anisol (+,*), butil hidroksi toluen (+,"), propil galat, tert!butil hidroksi "uinon ("+,M) dan tokoferol. *ntioksidan tersebut merupakan antioksidan alami yang telah diproduksi secara sintesis untuk tujuan komersial (>okorni et al.,200:). 2) *ntioksidan alami *ntioksidan alami di dalam makanan dapat berasal dari! Senya#a antioksidan yang sudah ada dari satu atau dua komponen makanan Senya#a antioksidan yang terbentuk dari reaksi6reaksi selama proses pengolahan Senya#a antioksidan yang diisolasi dari sumber alami dan ditambahkan ke makanan. -ebanyakan senya#a antioksidan yang diisolasi dari sumber alami adalah berasal dari tumbuhan. -ingdom tumbuhan, *ngiosperm memiliki kira6kira 200.000 sampai 300.000 spesies dan dari jumlah ini kurang lebih 400 spesies yang telah dikenal dapat menjadi bahan pangan manusia. (solasi antioksidan alami telah dilakukan dari tumbuhan yang dapat dimakan, tetapi tidak selalu dari bagian yang dapat dimakan. *ntioksidan alami terbesar di beberapa bagian tanaman, seperti pada kayu, kulit kayu, akar, daun, buah, biji, dan serbuk sari (>okorni et al., 200:). Senya#a antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senya#a fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan fla&onoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam6asam organik polifungsional. Iolongan fla&onoid yang memiliki akti&itas antioksidan meliputi fla&on, fla&onol, isofla&on, kateksin, fla&onol dan kalkon. Sementara turunan asam sinamat meliputi asam kafeat, asam ferulat, asam klorogenat, dan lain6lain. Senya#a antioksidan polifenolik ini adalah multifungsional dan dapat bereaksi sebagai!

1*

a) >ereduksi b) >enangkap radikal bebas c) >engkelat logam d) >eredam terbentuknya singlet oksigen -ira6kira 2A dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuhan diubah menjadi fla&onoid atau senya#a yang berkaitan erat dengannya, sehingga fla&onoid merupakan salah satu golongan fenol alam terbesar. ?ebih lanjut disebutkan bah#a sebenarnya fla&onoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau, sehingga pastilah ditemukan pula pada setiap telaah ekstrak tumbuhan. -ebanyakan dari golongan dan senya#a yang berkaitan erat dengannya memiliki sifat6sifat antioksidan baik di dalam lipida cair maupun dalam makanan berlipida (>okorni et al., 200:). M*"a%i#&* "*+/a a%ti$"#i)a% ksidasi dapat dihambat oleh berbagai macam cara diantaranya mencegah masuknya oksigen, penggunaan temperatur yang rendah, inakti&asi en.im yang mengkatalis oksidasi, mengurangi tekanan oksigen dan penggunaan pengemas yang sesuai. %ara lain untuk melindungi terhadap oksigen adalah dengan menggunakan bahan tambahan spesifik yang dapat menghambat oksidasi yang secara tepat disebut dengan penghambat oksidasi (oxidation inhibitor), tetapi baru6baru ini lebih sering disebut antioksidan (>okorni et al., 200:). 5ekanisme yang paling penting adalah reaksi antara antioksidan dengan radikal bebas (Iordon, :CC0). ,al inilah yang diharapkan terjadi pada penelitian ini, yaitu adanya reaksi antara radikal bebas (R S) yang dihasilkan oleh asap rokok dengan fraksi fla&enoid dari ekstrak daun salam di dalam tubuh tikus putih #istar. ,. E"#t+a"#i )a-% #ala& 'kstraksi adalah penarikan .at pokok yang diinginkan dari bahan mentah obat dan menggunakan pelarut yang dipilih dimana .at yang diinginkan dapat larut. +ahan mentah obat yang berasal dari tumbuh6tumbuhan ataupun he#an tidak perlu diproses lebih lanjut kecuali dikumpulkan atau dikeringkan. "iap6tiap bahan mentah obat disebut ekstrak, tidak mengandung hanya satu unsur saja tetapi

10

berbagai unsur, tergantung pada obat yang digunakan dan kondisi dari ekstraksi (*nsel, :C)C). 'kstraksi atau penyarian merupakan peristi#a perpindahan masa .at aktif yang semula berada dalam sel, ditarik oleh cairan penyari. >ada umumnya penyariakan bertambah baik bila permukaan serbuk simplisia yang bersentuhan semakin luas (*nsel, :C)C). 'kstrak adalah sediaan kering, kental atau cair yang dibuat dengan cara menyari simplisia nabati atau he#ani menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya matahari langsung (*nonim, :C8C). 'kstrak merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi .at aktif simplisia nabati dan he#ani menggunakan pelarut yang sesuai. (*nonim,.:CC7). Sistem pelarut yang digunakan dalam ekstraksi harus dipilih berdasarkan kemampuannya dalam melarutkan jumlah yang maksimum dari .at aktif dan seminimal mungkin bagi unsur yang tidak diinginkan (*nsel, :C)C). -riteria cairan penyari yang baik haruslah memenuhi syarat antara lain! 5urah dan mudah diperoleh Stabil secara fisika dan kimia +ereaksi netral "idak mudah menguap dan tidak mudah terbakar Selektif yaitu hanya menarik .at yang berkhasiat yang dikehendaki "idak mempengaruhi .at yang berkhasiat /iperbolehkan oleh peraturan (*nonim, :C)B). >ada penelitian kali ini yang menggunakan daun salam sebagai antioksidan pengambilan ekstraksinya dengan cara! simplisia yang telah kering dihaluskan sampai sehalus mungkin atau sampai membentuk serbuk, kemudian ambil simplisia tersebut sebanyak 70 mg, kemudian serbuk simplisia tersebut dimasukkan kedalam corong terpisah yang telah berisi campuran kloroform dan a@uadest dengan perbandinagn B0 ml N B0 ml, kocok campuran kloroform, a@uadest dan serbuk daun salam tersebut perlahan selama 20 menit. Setelah itu

1/

diamkan camputan ntadi sampai membentuk dua lapisan, yaitu lapisan kloroform (bagian ba#ah) dan lapisan a@uadest (bagian atas). Setelah membentuk dua lapisan ambil larutan kloroform dan a@uadest secara terpisah. Iunakan larutan a@uadest untuk membuat ekstrak fla&onoid. *mbil 70 ml larutan a@uadest dan tetesi dengan *moniak encer 0,7 ml. Iuanakan campuran tersebut sebagai ekstrak fla&onoid. 0. KERANGKA KONSEP RADIKAL BEBAS
SIGLET OKSIGEN SUPEROKSIDA

RADIKAL BEBAS

H2O2

RADIKAL HIDROKSIL

H 2O

Peroksidasi lemak, enzim ro!ein, "asa n#kleo!ida, $liko ro!ein

(Oudi >urnomo,.2008)

1.

(Oudi >urnomo,.2008) RADIKAL BEBAS


SIGLET OKSIGEN %i!& ' SUPEROKSIDA

SOD H 2 O2
Ka!alase eroksidase

RADIKAL BEBAS

RADIKAL HIDROKSIL %i!& A, ', E

H2O

Peroksidasi lemak, enzim ro!ein, "asa n#kleo!ida, $liko ro!ein

(Oudi >urnomo,.2008).

15

1. HIPOTESA PENELITIAN >emaparan asap rokok pada tikus tanpa induksi ekstrak daun salam dan yang dengan induksi daun salam terdapat perbedaan kadar S /, akan mengakibatkan peningkatan kadar S / pada tikus yang diinduksi ekstrak daun salam.

14

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. JENIS PENELITIAN >enelitian kali ini menggunakan jenis penelitian *nalitik 'ksperimental. >enelitian *nalitik 'ksperimental adalah eksplorasi fenomena dengan identifikasi, pengukuran, dan mencari hubungan antar &ariabel untuk menerangkan &enomena yang terjadi dengan memanipulasi &ariabel bebas terhadap &ariabel dependen. .. SAMPEL PENELITIAN Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah :7ekor tikus jantan galur 1istar dengan berat badan P 270 g. >enggunaan tikus jantan galur 1istar pada penelitian ini adalah karena tikus 4antan tidak memiliki hormon estrogen yang nantinya dapat berpengaruh pada hasil penelitian. 0. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN >enelitian dilakukan di ?aboratorium Fisiologi >rogram >endidikan /okter (>>/) =ni&ersitas (slam 5alang (=H(S5*). >enelitian ini dilakukan pada tanggal : 4anuari 20:0 sampai tanggal : *pril 20:0. 1. 2ARIABEL PENELITIAN $ariabel bebas pada penelitian ini adalah tikus jantan galur 1istar yang dipapar asap rokok selama 3 bulan. Sedangkan $ariabel terikat pada penelitian ini adalah kadar S / pada tikus jantan galur 1istar yag telah dipapar asap rokok dan telah diberi ekstrak daun salam. 3. ALAT DAN BAHAN PENELITIAN *lat yang digunakan dalam penelitian ini adalah! *lat membuat ekstraksi! "abung 'rlenmeyer 2 buah

1-

Ielas ukur %orong Iunting 5esin shaker 20 gram simplisia daun salam 20 ml alkohol 80 A *luminium foil 3 kandang tikus *lat penghisap rokok Spektrofotometer Spuit dan jarum suntik

+ahan membuat ekstraksi!

*lat penelitian!

+ahan penelitian! :7 ekor tikus jantan galur 1istar dengan berat badan P 270 g. Rokok

4. PROSEDUR KERJA %ara pengekstraksian daun salam! "imbang 20 gram daun salam yang telah dikeringkan kemudian potong6 potong dengan gunting sampai sekecil mungkin 5asukkan potongan daun salam kedalam tabung erlenmeyer kemudian rendam dengan *lkohol 80 A sebanyak 200 ml "utup tabung dengan aluminium foil dengan rapat 5asukkan dalam mesin shakker dan biarkan selama 2 jam *mbil tabung erlenmeyer yang berisi campuran daun salam dan elkohol tersebut kemudian masukkan kedalam lemari es dan biarkan selama 24 jam Setelah 24 jam saring campuran tersebut dengan menggunakan kertas saring

"2

5asukkan kembali hasil saringan tersebut kedalam lemari es /aun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Wal .! Simplisia /aun Salam

"imbang 20 gram simplisia dan potong sekecil mungkin

5asukkan potongan daun salam ke tabung 'rlenmeyer Rendam dengan *lkohol 80 A sebanyak 200 ml "utup tabung dengan aluminium foil dengan rapat 5asukkan kedalam mesin shakker dan biarkan selama 2 jam 2 jam kemudian ambil tabung erlenleyer dan masukkan kedalam lemari es

Saring campuran tersebut dengan kertas saring

?etakkan hasil saringan ke dalam ?emari 's

"1

%ara perlakuan terhadap tikus sebelum penelitian! *daptasikan tikus kepada lingkungan selama : minggu +eri makanan yang sesuai untuk tikus agar tikus tetap terjaga kesehatannya +eri minum pada tikus tersebut

>roses penelitian! >isahkan tikus menjadi 3 kelompok, masing masing kelompok berisi 7 tikus +eri tanda pada tiap6tiap kandang tikus agar tidak tertukar +eri perlakuan dengan memaparkan asap rokok pada tikus kandang * salama 3 bulan yang nantinya befungsi sebagai kontrol negatif +eri perlakuan dengan memaparkan asap rokok selama 3 bulan dan induksi daun salam B0 mg<kg ++<hari pada bulan kedua dan bulan ketiga pada tikus dalam kandang + dengan menggunakan spuit dan jarum suntik secara subkutan. "ikus dalam kandang inilah yang nantinya diteliti. 4angan beri perlakuan apapun pada tikus yang berada pada kandang %, karena tikus pada kandang % inilah yang akan dijadikan sebagai kontrol positif pada penelitian ini. Setelah 3 bulan berlangsung periksa kadar S / pada masing6masing tikus tiap kandang dengan menggunakan Spektrofotometer +andingkan hasil kadar S / dari ketiga tikus tersebut, apakah ada perbedaan kadar S / pada tikus kandang *, +, dan %. "ulis hasil perbandingan ?aporkan hasil sebagai laporan akhir penelitian.

""

"ikus jantan galur #istar :7 ekor tikus

-elompok * 7 ekor tikus

-elompok + 7 ekor tikus

-elompok % 7 ekor tikus -ontrol (Q)

-ontrol (6)

,e#an coba

Oes smoking Ho salam

Oes smoking Oes salam

Ho smoking no salam

>eriksa kadar S / masing6masing kelompok

+andingkan kadar S / "ulis hasil penelitian ?aporkan hasil penelitian

5. PENGUMPULAN DATA DAN ANALISA DATA >engumpulan data dan analisa data baru bisa dilakukan bila penelitian ini telah selesai dilakukan dan sudah menunjukkan hasilnya.

"*

6. DESAIN PENELITIAN /esain penelitian kali ini baru bisa dilakukan setelah penelitian ini selesai dilakukan dan telah menunjukkan hasil yang baik dan bisa untuk dilakukan penelitian selanjutnya

"0