Anda di halaman 1dari 58

PEMANTAUAN TERAPI PASIEN KEMOTERAPI OLEH APOTEKER

Sri Hartini Instalasi Farmasi RS Hasan Sadikin

PENDAHULUAN
Farmasi produk

Farmasi klinik

PENDAHULUAN
Peranan

apoteker farmasi klinis di rumah sakit adalah dengan menjamin penggunaan obat oleh pasien secara tepat, aman, dan terjangkau

Terapi rasional

TUJUAN SEMINAR
Pada akhir seminar diharapkan peserta memahami : 1. Pemantauan terapi obat 2. Cara pengambilan data 3. Evaluasi data & kesimpulan 4. Memberikan masukan jika ada masalah, kepada :
a. b. c. d. Dokter yg merawat Perawat Pasien dan keluarganya Dll

PEMANTAUAN TERAPI OBAT (PTO)

Definisi PTO adalah proses yang memastikan bahwa seorang pasien mendapatkan terapi dengan obat yang efektif, murah , dengan memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek samping.

DASAR PELAKSANAAN
I.

SK MenKes
No. 1197/MenKes/SK/X/2004 Tentang standar pelayanan farmasi Rumah Sakit BAB VI Kebijakan dan prosedur meliputi pelayanan produk & klinik 6.2.2 Dispensing sediaan farmasi berbahaya 6.2.3 Pemantauan dan pelaporan efek samping obat 6.2.4 Pelayanan informasi obat 6.2.5 Konseling 6.2.7 Ronde/visite 6.2.8 Pengkajian penggunaan obat

DASAR PELAKSANAAN
II. SK MenPan
No. 140/KEP/M.PAN/11/2003 Tentang jabatan fungsional apoteker

III. SKB MENKES dan Ka. BAKN


No. 1739/MENKES/SKB/XII/2003 dan No. 53/2003 Juklak Jabatan Fungsional

IV. SK MENKES
No. 1581/MENKES/SK/11/2003 Juknis Jabatan Fungsional

PEMANTAUAN TERAPI OBAT KENAPA DIPERLUKAN ?


1. 2. 3. 4. 5.

6.
7.

Polifarmasi Penggunaan obat berbahaya Efek samping Kesalahan pengobatan Ketidakpatuhan pasien Biaya obat Dll

MASALAH PENGGUNAAN OBAT (DRPS)


1.

2.
3. 4. 5. 6.

7.

Indikasi yang tidak diobati Tidak ada indikasi tapi diterapi Dosis kurang atau berlebih Terjadi efek merugikan Terjadi efek samping Alergi Pasien tidak patuh pada jadual regimen obatnya

KRITERIA PASIEN
Prioritas pasien PTO :
1. 2. 3. 4. Anak anak dan lanjut usia Menerima obat > 5 Multi diagnosis Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati 5. Menerima obat dg indeks terapi sempit 6. Menerima obat sitotoksik 7. Menerima obat yg sering diketahui menyebabkan reaksi obat merugikan (ROM)

PEMANTAUAN TERAPI OBAT (PTO)

Syarat apoteker untuk melaksanakan PTO


1. Memahami farmakoterapi penyakit 2. Memahami intrepretasi data rekam medis 3. Mengkaji manfaat terapi 4. Memantau efek merugikan 5. Solusi masalah obat

PERSIAPAN PTO
1. 2.

3.

Pelajari rekaman medik penderita Buat resume pengobatan (profil pengobatan penderita atau catatan pemantauan) Pendekatan kepada dokter, perawat dan pasien

PELAKSANAAN PTO
1.

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Pemilihan pasien Pembuatan catatan awal Perkenalkan diri pada pasien Penjelasan pada pasien hal yang mungkin terjadi Pengambilan data Evaluasi Rekomendasi

PEMANTAUAN TERAPI OBAT KEMOTERAPI


Dasar pemantauan
1. Obat sitotoksik mempunyai mekanisme kerja yang tidak selektif sehingga sel normal juga akan dihambat /dihentikan pertumbuhannya 2. Penyiapan obat secara khusus 3. Regimen kemoterapi obat tunggal atau kombinasi contoh : BEP, FOLFOX,FEC dll 4. Sering terjadi efek merugikan

PEMANTAUAN TERAPI KEMOTERAPI


Kombinasi dg tujuan
1. Mengurangi efek samping 2. Mengurangi resistensi obat 3. Meningkatkan kerja obat dengan mekanisme kerja berbeda

OBAT KEMOTERAPI
Penggolongan

obat berdasarkan mekanisme kerja (AHFS)


1. Fase spesifik siklus sel
a. b. c.

Etoposid Docetaxel Vinblastin dll

2. Fase non spesifik siklus sel


Gol.Pengalkilasi

3. Gol. Tidak terklasifikasi

MASALAH KEMOTERAPI
Sifat

obat Dosis Jadual pemberian Ekstravasasi Efek samping Nyeri

PEMANTAUAN SIFAT OBAT


Iritan
Obat iritan dapat menyebabkan nyeri lokal pd tempat injeksi, rasa terbakar

Contoh:
i. ii. iii. iv. Paclitaxel Daunorubicin Etoposide dll

PEMANTAUAN SIFAT OBAT


Vesikan
Obat dapat menyebabkan iritasi intravaskular, ulser karena kerusakan jaringan lunak

Contoh:
i. ii. iii. iv. v. vi. Dactinomycin Epirubicin Mitomycin Vinblastin Vinorelbine dll

PEMANTAUAN SIFAT OBAT


Saran urutan pemberian obat sitostatika adalah obat bersifat vesikan diberikan terlebih dahulu :
1. Integritas vena paling baik pada awal prosedur 2. Kemungkinan vena akan teriritasi oleh obat lain atau pergerakan dapat dihindari

CONTOH PEMANTAUAN OBAT


Cisplatin
1. Nefrotoksik 2. Diperlukan penilaian fungsi ginjal 3. Klirens ginjal < 50 ml/dt tidak disarankan 4. Pemberian terlindung cahaya 5. Menyebabkan gangguan elektrolit
a. b.

Hipomagnesium Hipokalemia 40-120 mg/m2 iv 3-4 minggu

6. Dosis
a.

CONTOH PEMANTAUAN OBAT


6. Prinsip pemberian
a. Iritan, maka jika kombinasi diberikan setelah obat lain b. Monitoring serum kreatinin c. Pemberian obat antiemetik kuat d. Pemberian hidrasi diperlukan jika dosis > 40mg/m2 e. Pemberian suplemen KCL 20mg dlm 250ml NaCl dlm 1 jam & MgSO4 20% dlm 500ml D5% dlm 2 jam f. Furosemid dpt diberikan untuk mencegah kelebihan cairan

PEMANTAUAN DOSIS
Berdasarkan

luas permukaan tubuh

Hampir semua obat sitotoksik, dosis obat berdasarkan luas permukaan tubuh

c/ perhitungan

BSA (m2)= tinggi (cm) X berat (kg)


3600

Atau dengan normogram

PEMANTAUAN DOSIS
Berdasarkan bersihan ginjal c/ Karboplatin Dosis = 2-6 AUC( 25 + Kliren ginjal)

2 = jika tiap minggu 6 = jika 3 minggu sekali


Atau berdasarkan luas permukaan tubuh : 400mg/m2

PEMANTAUAN DOSIS
Contoh perhitungan kliren ginjal Cockcroft & Gault
Kliren = (140 usia) X bobot badan (kg) 72 x serum kreatinin

Untuk pasien wanita x 0,85


Jellife

Kliren = 98 0,8 (usia-20) Serum kreatinin Untuk ps wanita x 0,9

JADUAL PEMBERIAN OBAT


Neo

ajuvan : obat diberikan untuk menghilangkan tumor primer, sehingga dapat dilakukan radiasi atau operasi
Diberikan 1 3 siklus setiap 1-3 minggu

Ajuvan

: obat diberikan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker


Diberikan 2 minggu setelah operasi 5 6 siklus setiap 1 3 minggu

EKSTRAVASASI
Ekstravasasi adalah kebocoran atau instilasi tak sengaja obat sitostatik ke :
1. Jaringan perivaskuler 2. Jaringan subkutan

Faktor obat
1. 2. 3. 4. 5. Potensi vesikan Konsentrasi obat Osmolaritas PH Lama paparan

PEMANTAUAN EFEK SAMPING OBAT


Efek samping yang sering tejadi :
1. Disfungsi gastro intestinal
a.
b. c.

Anorexia, mual muntah Stomatitis dan esophagitis Konstipasi atau diare


Rambut rontok Reaksi Cutaneous Anemia Trombositopenia Infeksi

2. Perubahan Cutaneus
a. b.

3. Pengaruh pd sumsum tulang


a. b. c.

EFEK SAMPING MUAL MUNTAH


Disebabkan

pasien stres Diperlukan obat anti emetik kuat contoh :

efek samping obat atau

Metoclopramid Ondansetron Granisetron Palanosetron , cukup seminggu sekali


Waspada

terhadap delay emesis Jika faktor stres, diperlukan

OBAT POTENSIAL MUAL MUNTAH


Kelas

1 - Low (<10%)

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5.

Bleomycin Cyclophosfamid oral Methotrexat < 50mg/m2 Vinkristin,vinblastin ,dll

Kelas

2 Moderately low(10 30%)

Asparaginase Cytarabin <1000mg/m2 Docetaxel Etoposid dll

OBAT POTENSIAL MUAL MUNTAH


Kelas

3 Moderate (30 60%)

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5.

Cyclophosfamide <750mg/m2 Doxorubicin 20-40 mg/m2 5-FU >1000mg Mitomycin >8mg /m2, dll

Kelas

4 Moderate High (60 90%)

Actinomycin Karboplatin 200-400mg/m2 Cisplatin ,50mg/m2 Metotrexat >1000mg/m2 Procarbazine oral ,dll

OBAT POTENSIAL MUAL MUNTAH


Kelas

5 (>90%)

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Carboplatin >500mg/m2 Cisplatin > 50mg/m2 Cyclophosfamide > 1500mg/m2 Dactinomycin Dacarbazin > 500mg/m2 Melphalan >80 mg/m2

CONTOH EFEK SAMPING CUTANEOUS HIPERPIGMENTASI

Adriamycin

Bleomycin

Cyclophosfamid

PEMANTAUAN INFEKSI
Kanker Hodkins Hub. sel normal Lympoid Resiko infeksi Encapsulasi bakteria, Pneumonitis pneumonia, h. simplex, varicella zoster,kemoterapi/radiasi Encapsulasi bakteri, pneumonitis pneumonia, h.simplex, varicella zoster, kemoterapi/radiasi Kemoterapi/radiasi

NHML

B sel 90% T sel 10%

Acute myelogenous leukemia

Myelogenous cell

Acute lymphoblastic B sel 90% leukemia T sel 10%


Chronic lymphocytic B sel 90% leukemia T sel 10%

Kemoterapi/radiasi
Atipical infeksi sekunder

PANDUAN ANTIINFEKSI PASIEN KANKER dgn NEUTROPENIA


Suhu

> 38,8 C + Neutropenia (< 500 neutrofil/ mm3) Dinilai kembali setelah 3 hari pemberian Low risk Oral : Ciprofloksasin + Co-amoxiclav iv : monoterapi kombinasi 2

PANDUAN ANTIINFEKSI PASIEN KANKER dgn NEUTROPENIA


High
a.

risk
Monoterapi : cefepime,ceftazidime atau carbapenem Kombinasi 2 obat : Aminoglikosida + Anti pseudomonas penisilin, cefepime, ceftazidime atau carbapenem

1. Tidak perlu vancomycin

b.

2. Perlu vancomycin
Vancomycin + Cefepime,ceftazidime atau carbapenem + aminoglikosida

Penyebab :
1. 2. 3. 4. 5.

PEMANTAUAN NYERI PADA KANKER


Kankernya sendiri Akibat terapi Terapi bedah Radiasi Prosedur lain

NYERI YG BERHUBUNGAN DGN TERAPI KANKER


Kemoterapi

1. Vesikan 2. Stomatitis & mukositis 3. Neuropati perifer: Vinkristin,vinblastin, cisplatin , paclitaxel 4. Konstipasi : penambahan laksan 5. Mual muntah 6. Kram perut 7. Nyeri tulang & sendi : jk diperlukan dr akan memberikan terapi morfin

PERSIAPAN PTO
Apoteker ceklist
a. b. c. d. e. Tepat pasien Tepat regimen Tepat dosis Tepat jadual Tepat pengenceran f. Tepat pencampuran g. Tepat pemberian h. Tepat pembayaran

APOTEKER CEK OBAT

DISKUSI DENGAN DOKTER

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

EVALUASI
Evaluasi

meliputi :

1. Penilaian terhadap keberhasilan pemantauan 2. Berdasarkan pelaporan kasus pemantauan 3. Sebagai bahan masukan kepada pihak yg terkait

CONTOH EVALUASI
Tabel Pemantauan efek samping obat dgn rejimen FAC di Salah Satu Ruang Perawatan
Nama A B C D E F G H Mual-muntah Rambut rontok Kuku hitam Kulit kering Perut sakit pegal-pegal Kulit menjadi hitam -

CONTOH EVALUASI
Tabel Pemantauan efek samping obat dgn rejimen CHOP di Salah Satu Ruang Perawatan
Nama CA CB CC Mual-muntah Rambut rontok Kuku hitam Kulit kering Perut sakit pegal-pegal Kulit menjadi hitam -

CONTOH EVALUASI
Tabel Pemantauan dosis obat dgn rejimen FAC di Salah Satu Ruang Perawatan

Dosis Nama Sesuai A B C D E F G H Tidak sesuai -

CONTOH EVALUASI
Tabel Pemantauan dosis obat dgn rejimen CHOP di Salah Satu Ruang Perawatan

Dosis Nama Sesuai CA CB CC Tidak sesuai -

CONTOH EVALUASI
Tabel Pemantauan jadual pemberian dgn rejimen CAF di Salah Satu Ruang Perawatan

Siklus Nama Sesuai A Tidak sesuai

B C D E F G H

CONTOH EVALUASI
Tabel Pemantauan jadual pemberian dgn rejimen CHOP di Salah Satu Ruang Perawatan
Siklus Nama Sesuai CA CB CC Tidak sesuai

CONTOH HASIL PEMANTAUAN


Ny. I usia 43 th Diagnosa : Ca Ovarium Terapi : Kemo ke 2 regimen CP (siklofosfamide + cisplatin) Kasus : setelah kemo ke 2 pasien mengalami drug eruption , dokter mengganti cisplatin dgn karboplatin

CONTOH HASIL PEMANTAUAN


Pemantauan apoteker :
1. cisplatin & karboplatin satu golongan 2. Pasien tdk mempunyai penurunan fs ginjal 3. Penelusuran pustaka AHFS, efek samping cisplatin a.l kulit kemerahan (rash)

Hasil diskusi dengan dokter :


Regimen kemoterapi diganti CA (cyclophospamide + adriamycin )

REKOMENDASI
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Deteksi masalah potensial Rekomendasi penanganan obat Rekomendasi pada dokter yang merawat Perbaikan terapi bersama dengan dokter Rekomendasi untuk perawat Pemantauan kepatuhan pasien pd regimen terapi

KESIMPULAN
1.

2.

3.

4.

PTO sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan farmasi di rumah sakit Apoteker harus dapat menentukan hasil PTO, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif Apoteker harus selalu meningkatkan pengetahuan yang mendukung untuk pelaksanaan PTO Diawali dengan kasus pasien yang telah dikuasai pemantauannya.

DAFTAR PUSTAKA
1. 2.

3.

4.

5.

Cipolle RJ, Strand LM, Morley PC, Pharmaceutical care Practice, Mc Graw-Hill, 1998 Charles, JP Siregar, Prof, Dr, MSc., Farmasi Klinik, Teori Dan Penerapan, Cetakan I, EGC, 2004 Boh Larry E.,Pharmacy Practice Manual A Guide to Clinical Experience 2 nd ed.,Lippincot and William, Philadelphia 2001 Lacy Charles F, Drug Information Handbook .,15th ed., LexiComp.,Ohio.,2007 Salimindo D.A., Drug Information Handbook for Oncology 4th ed.,LexiComp, Ohio.,2004

DAFTAR PUSTAKA
6.

7.

8.

9.

10.

McLeod D.C. and Miller W.A.,The Practice of Pharmacy, Harvey Whitney Book,1981 Craig C.R. and Robert E Stitzel, Modern Pharmacology with Clinical Applications, 6th ed.,Lippincott,2003 Barber N and Alan Wilson,Clinical Pharmacy Survival Guide,Churchil Livingstone, 1999 Wood, M.E., Philips, G.K, Hematology/Oncology Secrets, 3rd Edition. Philadelphia Pennsylvania: Hanley and Belfus, Inc., 2003. Mc. Evoy, G.K., et all., AHFS, Wisconsin, 2002.

TERIMA KASIH