Anda di halaman 1dari 22

Tugas Teknik Kromatografi

GC Detectors
Ideal Detector Characteristics: 1. Universal Response 2. High Sensitivity 3. Reproducible 4. Large linear Dynamic Range 5. Fast Response Time 6. Non-Destructive

Detektor hantar panas (TCD) merupakan detektor yang banyak digunakan untuk Gas Liquid Chromatography. Detektor hantar panas bekerja berdasarkan perbedaan daya hantar panas (heat transfer) antara gas pembawa dalam keadaan murni terhadap daya hantar panas gas pembawa yang mengandung cuplikan. Gas pembawa yang dapat digunakan adalah hidrogen dan helium. Helium merupakan gas pembawa yang cocok untuk detektor konduktivitas termal karena konduktivitas termalnya jauh lebih besar daripada kebanyakan senyawa organik dan tidak memiliki suatu bahaya ledakan. Kepekaan detektor konduktivitas termal dapat ditingkatkan dengan menjalankan elemen elemen pada temperatur yang lebih tinggi dengan memberikan suatu arus jembatan yang besar, tetapi melibatkan harapan hidup elemen tersebut kecil. Detektor ini secara umum tidak bersifat menghancurkan. Detektor ini relatif sederhana, tidak mahal, memiliki kepekaan yang cukup bagi banyak kegunaan.

TCD: THERMAL CONDUCTIVITY DETECTOR

THE BRIDGE CIRCUIT FOR TCD DETECTOR

Masing-masing filamen dapat juga dihubungkan dengan kolom kromatografi, namun harus sangat identik (jenis, bahan, panjang, diameter kolom dan fasa diam). Sebelum alat dinyalakan, gas pembawa harus sudah dialirkan ke dalam kedua kolom pada kecepatan alir yang sesuai untuk menghindari oksidasi filamen oleh O2 dari udara. Detektor ini dapat mendeteksi perubahan konduktivitas termal dari kolom limbah dan membandingkannya dengan referensi aliran gas pembawa.

Semua senyawa organik dan anorganik, memiliki konduktivitas termal yang berbeda dari helium, maka semua senyawa dapat dideteksi dengan detektor ini. TCD sering disebut detektor universal karena menanggapi semua senyawa. TCD dapat digunakan tanpa kalibrasi dan konsentrasi komponen sampel dapat diperkirakan oleh rasio luas puncak analit untuk semua komponen (puncak) dalam sampel. TCD juga digunakan dalam analisis gas tetap (argon, oksigen, nitrogen, karbon dioksida) karena menanggapi semua zat murni tidak seperti FID yang tidak dapat mendeteksi senyawa yang tidak mengandung ikatan karbon-hidrogen

Schematic Diagram of Gas Chromatography

Schematic Diagram of Gas Chromatography

BEBERAPA APLIKASI GC-TCD


1. GC/TCD analysis of natural gas sample on a single HP-PLOT Q column (2000) 2. Analisis of permanent gasses and methane with the agilent 6820 gas chromatograph (2003) 3. Analysis of bio gas and purified biogas 4. Analysis of bio-ethanol by gas chromatogaphy ( 2012)

KONDISI PADA ARTIKEL 1

KONDISI PADA ARTIKEL 2

KONDISI PADA ARTIKEL 3

KONDISI PADA ARTIKEL 4

PENGAMATAN PADA ARTIKEL 1

PENGEMBANGAN DARI KOLOM HP-PLOT Q

PENGAMATAN PADA ARTIKEL 3 SISTEM COLOUMN SWITCHING TCD DETECTION


Technique: GC-TCD with column switching Column 1: HaySep T, 0.5 m x 1/8 inch ID Stationary Phase: Ethylenglycoldimethacryalate 80-100 mesh

Column 2: HaySep Q, 0.5 m x 1/8 inch ID


Stationary Phase: Divinylbenzene 80-100 mesh Column 1: CP-Molsieve 13X, 1.5 m x 1/8 inch ID Stationary Phase: Zeolyt type X 80-100 mesh

PENGAMATAN PADA ARTIKEL 3 SISTEM COLOUMN SWITCHING TCD DETECTION

TERIMA KASIH