Anda di halaman 1dari 8

KONSEP BAGI HASIL DALAM PERBANKAN SYARIAH Oleh: Ach.

Bakhrul Muchtasib PENDAH L AN Perbankan syariah di Indonesia telah mengalami perkembangan dengan pesat, masyarakat mulai mengenal dengan apa yang di sebut Bank Syariah. Dengan di awali berdirinya pada tahun 1992 oleh bank yang di beri nama dengan Bank uamalat Indonesia !B I", sebagai pelopor berdirinya perbankan yang berlandaskan sistem syariah, kini bank syariah yang tadinya diragukan akan sistem operasionalnya, telah menun#ukkan angka kema#uan yang sangat mempesonakan. Bank syariah mulai digagas di Indonesia pada awal periode 19$%&an, di awali dengan pengu#ian pada skala bank yang relati' lebih ke(il, yaitu didirikannya Baitut )amwil&Salman, Bandung. Dan di *akarta didirikan dalam bentuk koperasi, yakni +operasi ,idho -usti.1Berangkat dari sini, a#lis .lama Indonesia ! .I" berinisiati' untuk memprakarsai terbentuknya bank syariah, yang dihasilkan dari rekomendasi /okakarya Bunga Bank dan Perbankan di 0isarua, dan di bahas lebih lan#ut dengan serta membentuk tim kelompok ker#a pada usyawarah 1asional I2 .I yang berlangsung di 3otel Syahid *akarta pada tanggal 22&24 5gustus 199%.2 5wal berdirinya bank Islam, banyak pengamat perbankan yang meragukan akan eksistensi bank Islam nantinya. Di tengah&tengah bank kon6ensional, yang berbasis dengan sistem bunga, yang sedang menan#ak dan men#adi pilar ekonomi Indonesia, bank Islam men(oba memberikan #awaban atas keraguan yang banyak timbul. *awaban itu mulai menemukan titik #elas pada tahun 1997, di mana Indonesia mengalami krisis ekonomi yang (ukup memprihatinkan, yang dimulai dengan krisis moneter yang berakibat sangat signi'ikan atas terpuruknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang men(apai rata&rata 78 per tahun itu tiba&tiba an#lok se(ara spektakuler men#adi minus 148 di tahun 199$, atau ter#un sebesar 228. In'lasi yang ter#adi sebesar 7$8, #umlah P3+ meningkat, penurunan daya beli dan kebangkrutan sebagian besar konglomerat dan dunia usaha telah mewarnai krisis tersebut.9Indonesia telah berada pada ambang kehan(uran ekonomi, hampir semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan negati'. Sektor konstruksi merupakan sektor yang mengalami pertumbuhan negati' paling besar, yaitu minus :%8 karena di akibatkan tingkat bunga yang sangat tinggi, penurunan daya beli, dan beban hutang yang sangat besar. Sektor perdagangan dan #asa mengalami kontraksi minus 218, sektor industri manu'aktur menurun sebesar

1 Sya'iI 5ntonio, Bank Syariah; Wacana Ulama dan Cendekiawan, !*akarta; )a<kia Institut dan Bank Indonesia, 1999". h. 27$ 2 ibid 9 =ainul 5ri'in. Memahami Bank Syariah; Lingkup, Peluang, Tantangan dan Pr !pek, !*akarta; 5l6abet, 2%%%". 0et. 9. h. 6

198. Semua berakibat dari implikasi krisis moneter yang menggun(ang Indonesia.: +ondisi terparah ditun#ukkan oleh sektor perbankan, yang merupakan penyumbang dari krisis moneter di Indonesia. Banyak bank&bank kon6ensional yang tidak mampu membayar tingkat suku bunga, hal ini berakibat atas ter#adinya kredit ma(et. Dan n n"per# rming l an perbankan Indonesia telah men(apai 7%8.4 5kibat dari hal tersebut, dari bulan #uli 1997 sampai dengan 19 aret 1999, pemerintah telah menutup sebanyak 44 bank, di samping mengambil alih 11 bank !B)>" dan 9 bank lainnya di bantu untuk melakukan rekapitalisasi. Sedangkan bank B. 1 dan BPD harus ikut direkapitalisasi. Dari 2:% bank yang ada sebelum krisis moneter, hanya tinggal 79 bank swasta yang dapat bertahan tanpa bantuan pemerintah dan dinyatakan sehat, sisanya pemerintah dengan terpaksa harus melikuidasinya.? Salah satu dari 79 bank tersebut, terdapat Bank uamalat Indonesia yang mampu bertahan dari terpaan krisis ekonomi, yang nyata memiliki sistem tersendiri dari bank&bank lain, yaitu dengan memberlakukan sistem operasional bank dengan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil yang diterapkan dalam perbankan syariah sangat berbeda dengan sistem bunga, di mana dengan sistem bunga dapat ditentukan keuntungannya diawal, yaitu dengan menghitung #umlah beban bunga dari dana yang di simpan atau dipin#amkan. Sedang pada sistem bagi hasil ketentuan keuntungan akan ditentukan berdasarkan besar ke(ilnya keuntungan dari hasil usaha, atas modal yang telah diberikan hak pengelolaan kepada nasabah mitra bank sayariah. .ntuk mengetahui lebih lan#ut tentang sistem bagi hasil pada perbankan syariah, penulis akan men(oba menguraikan bagaimana sistem tersebut diberlakukan.

: 4

ibid. h. 6i ibid ? ibid$ h. 6ii

PEMBAHASAN A. Pe!"ertia! Sistem bagi hasil merupakan sistem di mana dilakukannya per#an#ian atau ikatan bersama di dalam melakukan kegiatan usaha. Di dalam usaha tersebut diper#an#ikan adanya pembagian hasil atas keuntungan yang akan di dapat antara kedua belah pihak atau lebih. Bagi hasil dalam sistem perbankan syariah merupakan (iri khusus yang ditawarkan kapada masyarakat, dan di dalam aturan syariah yang berkaitan dengan pembagian hasil usaha harus ditentukan terlebih dahulu pada awal ter#adinya kontrak !akad". Besarnya penentuan porsi bagi hasil antara kedua belah pihak ditentukan sesuai kesepakatan bersama, dan harus ter#adi dengan adanya kerelaan !%n"Tar dhin" di masing&masing pihak tanpa adanya unsur paksaan. ekanisme perhitungan bagi hasil yang diterapkan di dalam perbankan syariah terdiri dari dua sistem, yaitu; a. Pro'it Sharing b. ,e6enue Sharing 1. Pengertian Pro'it Sharing Pr #it !haring menurut etimologi Indonesia adalah bagi keuntungan. Dalam kamus ekonomi diartikan pembagian laba.7 Pr #it se(ara istilah adalah perbedaan yang timbul ketika total pendapatan !t tal re&enue" suatu perusahaan lebih besar dari biaya total !t tal c !t".$ Di dalam istilah lain pr #it !haring adalah perhitungan bagi hasil didasarkan kepada hasil bersih dari total pendapatan setelah dikurangi dengan biaya&biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.9 Pada perbankan syariah istilah yang sering dipakai adalah pr #it and l !! !haring, di mana hal ini dapat diartikan sebagai pembagian antara untung dan rugi dari pendapatan yang diterima atas hasil usaha yang telah dilakukan. Sistem pr #it and l !! !haring dalam pelaksanaannya merupakan bentuk dari per#an#ian ker#asama antara pemodal !'n&e!t r" dan pengelola modal !enterpreneur" dalam men#alankan kegiatan usaha ekonomi, dimana di antara keduanya akan terikat kontrak bahwa di dalam usaha tersebut #ika mendapat keuntungan akan dibagi kedua pihak sesuai nisbah kesepakatan di awal per#an#ian, dan begitu pula bila usaha mengalami kerugian akan ditanggung bersama 1% sesuai porsi masing&masing. +erugian bagi pemodal tidak mendapatkan kembali modal in6estasinya se(ara utuh ataupun keseluruhan, dan bagi pengelola modal tidak mendapatkan upah@hasil dari #erih payahnya atas ker#a yang telah dilakukannya. +euntungan yang didapat dari hasil usaha tersebut akan dilakukan pembagian setelah dilakukan perhitungan terlebih dahulu atas biaya&biaya yang
7 $ 9

uhammad, Mana(emen Bank Syariah, !Aogyakarta; .PP 5 P A+P1, 2%%2" h. 1%1 0ristopher Pass dan Bryan /owes, )amu! Lengkap *k n mi, !*akarta ; Brlangga, 199:"Bdisi ke&2 , h. 49:

)im Pengembangan Perbankan Syariah IBI, ) n!ep, Pr duk dan 'mplementa!i +pera!i nal Bank Syariah, !*akarta ; D#ambatan, 2%%1", h. 2?: surat
1% urasa Sarkaniputra, Direktur Pusat Pengka#ian dan Pengembangan Bkonomi Islam, Surat )anggapan atas .I, *akarta, 29 5pril 2%%9. h. 9

telah dikeluarkan selama proses usaha. +euntungan usaha dalam dunia bisnis bisa negati', artinya usaha merugi, positi' berarti ada angka lebih sisa dari pendapatan dikurangi biaya&biaya, dan nol artinya antara pendapatan dan biaya men#adi balance$,, +euntungan yang dibagikan adalah keuntungan bersih !net pr #it" yang merupakan lebihan dari selisih atas pengurangan t tal c !t terhadap t tal re&enue. 2. Pengertian ,e6enue Sharing -e&enue Sharing berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata yaitu, re&enue yang berartiC hasil, penghasilan, pendapatan. Sharing adalah bentuk kata ker#a dari !hare yang berarti bagi atau bagian.12 -e&enue !haring berarti pembagian hasil, penghasilan atau pendapatan. -e&enue !pendapatan" dalam kamus ekonomi adalah hasil uang yang diterima oleh suatu perusahaan dari pen#ualan barang&barang .g d!/ dan #asa&#asa .!er&ice!/ yang dihasilkannya dari pendapatan pen#ualan .!ale! re&enue/$,0 Dalam arti lain re&enue merupakan besaran yang menga(u pada perkalian antara #umlah ut put yang dihasilkan dari kagiatan produksi dikalikan dengan harga barang atau #asa dari suatu produksi tersebut.1: Di dalam re6enue terdapat unsur&unsur yang terdiri dari total biaya .t tal c !t/ dan laba .pr #it/$ /aba bersih .net pr #it/ merupakan laba kotor .gr !! pr #it/ dikurangi biaya distribusi pen#ualan, administrasi dan keuangan.14 Berdasarkan de6inisi di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa arti re&enue pada prinsip ekonomi dapat diartikan sebagai total penerimaan dari hasil usaha dalam kegiatan produksi, yang merupakan #umlah dari total pengeluaran atas barang ataupun #asa dikalikan dengan harga barang tersebut. .nsur yang terdapat di dalam re&enue meliputi total harga pokok pen#ualan ditambah dengan total selisih dari hasil pendapatan pen#ualan tersebut. )entunya di dalamnya meliputi modal !capital" ditambah dengan keuntungannya !pr #it". Berbeda dengan re&enue di dalam arti perbankan. Aang dimaksud dengan re&enue bagi bank adalah #umlah dari penghasilan bunga bank yang diterima dari penyaluran dananya atau #asa atas pin#aman maupun titipan yang diberikan oleh bank.1? -e&enue pada perbankan SyariDah adalah hasil yang diterima oleh bank dari penyaluran dana !in&e!ta!i" ke dalam bentuk akti6a produkti', yaitu penempatan dana bank pada pihak lain. 3al ini merupakan selisih atau angka lebih dari akti6a produkti' dengan hasil penerimaan bank.17

11 Syamsul Ealah, P la Bagi 1a!il pada Perbankan Syariah, Islam, *akarta, 2% 5gustus 2%%9 12 19

akalah disampaikan pada seminar ekonomi

*ohn

. B(hols dan 3assan Shadily, )amu! 'nggri! 'nd ne!ia, !*akarta ; P). -ramedia, 1994", 0et. ke&21

0ristopher Pass dan Bryan /owes, )amu! Lengkap *k n mi, !*akarta ; Brlangga, 199:", Bdisi ke&2, h. 4$9

1: urasa Sarkaniputra !Direktur Pusat Pengka#ian dan Pengambangan Bkonomi Islam", !urat kepada )etua Umum MU', tentang 'atwa .I 1o.14@DS1& .I@IF@2%%%, )gl 1$ Eebruari 2%%9 14 1?

0ristopher Pass dan Bryan /owes, +p$cit$, h. :79 5kmal Aahya, Pro'it Distribution. http@@www.i'ibank.go.id 17 'bid

Perbankan SyariDah memperkenalkan sistem pada masyarakat dengan istilah -e&enue Sharing, yaitu sistem bagi hasil yang dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya pengelolaan dana.1$ /ebih #elasnya -e&enue !haring dalam arti perbankan adalah perhitungan bagi hasil didasarkan kepada total seluruh pendapatan yang diterima sebelum dikurangi dengan biaya&biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.19 Sistem re&enue !haring berlaku pada pendapatan bank yang akan dibagikan dihitung berdasarkan pendapatan kotor .gr !! !ale!/, yang digunakan dalam menghitung bagi hasil untuk produk pendanaan bank.2% B. #e!is$%e!is Aka& Ba"i Hasil Bentuk&bentuk kontrak ker#asama bagi hasil dalam perbankan syariah se(ara umum dapat dilakukan dalam empat akad, yaitu Mu!yarakah, Mudharabah, Mu2araah dan Mu!a3ah. 1amun, pada penerapannya prinsip yang digunakan pada sistem bagi hasil, pada umumnya bank syariah menggunakan kontrak ker#asama pada akad Mu!yarakah dan Mudharabah$ a. Mus'arakah (4 int 5enture Pr #it 6 L !! Sharing) 5dalah men(ampurkan salah satu dari ma(am harta dengan harta lainnya sehingga tidak dapat dibedakan di antara keduanya.21 Dalam pengertian lain mu!yarakah adalah akad ker#asama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing&masing pihak memberikan kontribusi dana !atau amal@e7perti!e" dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.22 Penerapan yang dilakukan Bank Syariah, mu!yarakah adalah suatu ker#asama antara bank dan nasabah dan bank setu#u untuk membiayai usaha atau proyek se(ara bersama&sama dengan nasabah sebagai inisiator proyek dengan suatu #umlah berdasarkan prosentase tertentu dari #umlah total biaya proyek dengan dasar pembagian keuntungan dari hasil yang diperoleh dari usaha atau proyek tersebut berdasarkan prosentase bagi&hasil yang telah ditetapkan terlebih dahulu.29 b. Mu&harabah !Tru!tee Pr #it Sharing" 5dalah suatu pernyataan yang mengandung pengertian bahwa seseorang memberi modal niaga kepada orang lain agar modal itu diniagakan dengan per#an#ian keuntungannya dibagi antara dua belah pihak sesuai per#an#ian, sedang kerugian ditanggung oleh pemilik modal.2:

1$ Dewan SyariDah 1asional, 1impunan 8atwa 9ewan Syari:ah ;a!i nal Untuk Lembaga )euangan Syari:ah, Bd. 1, Diterbitkan atas +er#asama Dewan SyariDah 1asional& .I dengan Bank Indinesia, 2%%1, h. $7 19 2% 21

)im Pengembangan Perbankan Syariah Institut Bankir Indonesia, L k$Cit$

5kmal Aahya, L k$Cit 5bdurrahman 5l *a<iri, %l 8i3h %laa al Mad2ahibul %rbaah, !/ebanon ; Darul Eikri, 199:", *ilid 9, h. ?9 22 . Sya'ei 5ntonio, Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum, !*akarta; )a<kia Institute dan BI, 1999" 0et. ke&I, h. 129
29 Indra *aya lubis, Tin(auan Mengenai ) n!ep!i %kuntan!i Bank Syariah, Disampaikan pada Pelatihan G Praktek 5kuntansi Bank Syariah BB *&Bkonomi Islam, .I1 Syari' 3idayatullah *akarta, 2%%1. h. 1$ 2:

5bdurrahman al *a<iri, +p$ Cit$ h. 9:

+ontrak mudharabah dalam pelaksanaannya pada Bank Syariah nasabah bertindak sebagai mudharib yang mendapat pembiayaan usaha atas modal kontrak mudharabah. Mudharib menerima dukungan dana dari bank, yang dengan dana tersebut mudharib dapat mulai men#alankan usaha dengan membelan#akan dalam bentuk barang dagangan untuk di#ual kepada pembeli, dengan tu#uan agar memperoleh keuntungan !pr #it".24 5dapun bentuk&bentuk mudharabah yang dilakukan dalam perbankan syariah dari penghimpunan dan penyaluran dana adalah; *. +abu!"a! Mu&harabah. Aaitu, simpanan pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat atau beberapa kali sesuai per#an#ian.,2. De./sit/ Mu&harabah. Aaitu, merupakan in6estasi melalui simpanan pihak ketiga !perseorangan atau badan hukum" yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam #angka waktu tertentu !#atuh tempo", dengan mendapat imbalan bagi hasil.27 9. I!0estai Mu&harabah A!tar Ba!k (IMA). Aaitu, sarana kegiatan in6estasi #angka pendek dalam rupiah antar peserta pasar uang antar Bank Syariah berdasarkan prinsip mudharabah di mana keuntungan akan dibagikan kepada kedua belah pihak !pembeli dan pen#ual serti'ikat I 5" berdasarkan ni!bah yang telah disepakati sebelumnya.2$ 1. Meka!is2e Perhitu!"a! Ba"i Hasil Belum adanya standar pola operasi yang dikeluarkan oleh otoritas moneter men#adikan bank&bank syariah yang pada saat ini sudah beroperasi melakukan adopsi atau menyusun pola operasi se(ara sendiri&sendiri. +etidakseragaman pola operasi yang diterapkan yang pada akhirnya akan mempersulit otoritas moneter, pemilik dana serta bank yang bersangkutan melakukan kontrol serta mengukur tingkat kepatuhan dan keberhasilan dari usaha bank&bank tersebut. Berikut (ontoh (ara menghitung bagi hasil pada bank syariah ; 1. enghitung saldo rata&rata dari sumber dana bank yang berdasar data dari hasil perhitungan di atas. -iro Hadiah ; ,p. ?%.%%% )abungan udharabah ; ,p. 14%.%%% Deposito udharabah 1 bulan ; ,p. 4%.%%% Deposito udharabah 9 bulan ; ,p. :%.%%% Deposito udharabah ? bulan ; ,p. 174.%%% Deposito udharabah 12 bulan ; ,p. 74.%%% )otal Sumber Dana ; ,p. 44%.%%%

5bdullah Saeed, Bank '!lam dan Bunga; Studi )riti! dan 'nterpreta!i ) ntemp rer tentang -iba dan Bunga, !Aogyakarta; Pustaka Pela#ar, 2%%9", 0et. ke&1. h. 1%%
2? 27 2$

24

5bdul 5<is, et al.,!ed." *n!ikl pedi 1ukum '!lam$ !*akarta; I(htiar Baru 2an 3oe6e, 199?" h. 119$ 'bid. 5kmal Aahya, Pro'it Distribution, http@@www.i'ibank.go.id

2.

enghitung rata&rata pelemparan dana yang dilakukan oleh bank dalam sebulan, kemudian menghitung #umlah total pelemparan dana baik dalam bentuk pembiayaan bagi hasil, #ual beli maupun SBP.. *umlah posisi rata&rata pelemparan dana dari hasil perhitungan diatas adalah ; Pembiayaan ; ,p. :$%.%%% SBP. ; ,p. 1%%.%%% 9. enghitung #umlah pendapatan yang akan dibagikan kepada nasabah, dengan menghitung #umlah dari ; Pendapatan Pembiayaan ; ,p. $.%%% Pendapatan SBP. ; ,p. 2.%%% Dalam menghitung #umlah pendapatan yang akan dibagikan kepada nasabah dapat dilakukan dengan (ara sebagai berikut ; a. embandingkan antara )otal 5kti6a Produkti' dengan )otal Dana Pihak III, dalam hal ini )otal 5kti6a Produkti' I )otal Dana Pihak III. )otal dana Pihak III ,p. 44%.%%% semua digunakan sebagai sumber dana akti6a produkti'. Dengan rin(ian ,p. :$%.%%% dialokasikan kedalam pembiayaan dan ,p. 7%.%%% kedalam SBP. b. enghitung porsi pendapatan yang dibagikan dari masing&masing #enis akti6a produkti' berdasarkan alokasi sumber dana diatas. Pembiayaan ; !:$%.%%%@:$%.%%%" J $.%%% K $.%%% SBP. ; !7%.%%%@1%%.%%%" J 2.%%% K 1.:%% L *umlah total pendapatan di bagikan 9.:%% :. Perhitungan bagi hasil nasabah a. enghitung #umlah pendapatan dibagikan untuk masing&masing dana )abungan ; !14%.%%%@44%.%%%" J 9.:%% K 2.4?: Deposito 1 bulan ; !4%.%%%@44%.%%%" J 9.:%% K $44 Deposito 9 bulan ; !:%.%%%@44%.%%%" J 9.:%% K ?$: Deposito ? bulan ; !174.%%%@44%.%%%" J 9.:%% K 2.991 Deposito 12 bulan ; !74.%%%@44%.%%%" J 9.:%% K 1.2$2 b. enghitung pendapatan bagi hasil yang akan dibayarkan kepada masing& masing #enis dana sesuai dengan kesepakatan nisbah )abungan ; :4@1%% J 2.4?: K 1.14: Deposito 1 bulan ; ?4@1%% J $44 K 44? Deposito 9 bulan ; ??@1%% J ?$: K :41 Deposito ? bulan ; ??@1%% J 2.991 K 1.97: Deposito 12 bulan ; ?7@1%% J 1.2$2 K $49 (. enghitung ekui6alen rate untuk masing&masing #enis sumber dana untuk #angka waktu 91 hari )abungan ; !1.14:@14%.%%%" J 9?4@91 J 1%%8 K 9.%?8 Deposito 1 bulan ; !44?@4%.%%%" J 9?4@91 J 1%%8 K 19.%98 Deposito 9 bulan ; !:41@:%.%%%" J 9?4@91 J 1%%8 K 19.2$8 Deposito ? bulan ; !1.97:@174.%%%" J 9?4@91 J 1%%8 K 19.2$8 Deposito 12 bulan ; !$49@74.%%%" J 9?@91 J 1%%8 K 19.:98

Pada umumnya bank&bank syariah di Indonesia dalam perhitungan bagi hasilnya menggunakan sistem bobot pada setiap dana in6estasi, dengan mengalikan prosentase bobot tersebut dengan saldo rata&rata. Semakin labil in6estasi tersebut semakin ke(il bobot yang dikenakan, dan semakin stabil in6estasi maka semakin besar bobot yang dikenakan pada in6estasi tersebut, hal ini diterapkan sebagai bentuk dari pengamanan risiko pada setiap dana in6esatasi. Bobot akan mempengaruhi besarnya bagi hasil yang akan didistribusikan sehingga akan berdampak pada bagi hasil yang akan diterima oleh pemilik dana.293al ini dapat dilihat dari (ontoh perhitungan sistem re6enue sharing yang menggunakan bobot pada tabel diatas.

KESIMP LAN Sistem bagi hasil yang diterapkan di dalam perbankan syariah terbagi kepada dua sistem, yaituC pertama$ Pro'it Sharing yaitu sistem bagi hasil yang didasarkan pada hasil bersih dari pendapatan yang diterima atas ker#asama usaha, setelah dilakukan pengurangan&pengurangan atas beban biaya selama proses usaha tersebut. )edua$ ,e6enue Sharing adalah sistem bagi hasil yang didasarkan kepada total seluruh pendapatan yang diterima sebelum dikurangi dengan biaya& biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Di dalam perbankan syariah Indonesia sistem bagi hasil yang diberlakukan adalah sistem bagi hasil dengan berlandaskan pada sistem re6enue sharing. Bank syariah dapat berperan sebagai pengelola maupun sebagai pemilik dana, ketika bank berperan sebagai pengelola maka biaya tersebut akan ditanggung oleh bank, begitu pula sebaliknya #ika bank berperan sebagai pemilik dana akan membebankan biaya tersebut pada pihak nasabah pengelola dana.

29

5kmal Aahya,