Anda di halaman 1dari 12

OLEH : ADITYA PUTRA 10101041

Nama : Arthur Ebenezer Jenis kelamin : laki-laki Umur : 8 bulan BB : 7,6 Kg Anamnese Keluhan utama : Kejang RPS : -Kejang 2 kali durasi 5 menit -Kejang pertama jam 15.00, suhu : 39,8oC -Kejang ke dua jam 19.30, suhu 39,1oC -Batuk 2 minggu -Pilek 1 hari RPD : Riwayat kejang (-) RPK : Rpsos: -

Tingkat kesadaran : Compos Mentis Vital sign : -nadi : 120x/menit -Frekuensi Napas : 36x/menit -Suhu : 39,30C -Tekanan darah :PF :- Kepala dan leher : Conjugtiva anemis -Thorax : -suara pernapasan : Vesikular -Retraksi Ringan (+) -Abdomen : soepel, bising usus (+) -Extremitas : Tonus otot baik dan akral hangat Pemeriksaan penunjang : Darah, EEG, pungsi lumbal Diagnosis : Kejang demam simplek DD : meningitis dan enchepalitis Pengobatan :

-Propiretik 80 mg -Inj. Cefotaxime 3x250 mg -Inj. Ranitidin 3x7,5 mg -Sanmol drop 4x0,8 mg -Jika demam >38,50CInj. Parastamol 80 mg

Kejang

demam adalah bangkitan kejang yang timbul akibat kenaikan suhu rectal >38oC yang disebabakan oleh suatu proses extracranial. Secara umum kejang demam dibagi atas kejang demam simplek dan kejang demam kompleks. Kejang demam simpleks, kejang <15 menit Kejang demam kompleks, kejang > 15 menit

: 6 bulan 4 tahun Lama : < 15 menit Sifat : umum tonik klonik Kelainan saraf (-), sebelum/sesudah Frekuensi : < 4x/tahun EEG : Normal (1 minggu bebas panas) Timbul kejang pada 16 jam pertama setelah demam meningkat
Umur

Amerika

serikat (USA) : 2-5% Eropa Barat : 2-5 % India : 5-10 % Jepang : 8,8 % Guam : 14% Hongkong : 0,35% China : 0,5-1,5% Indonesia : 2-5%

Darah

lengkap Pungsi Lumbal EEG

Diazepam : IV 0,3-0,5 mg/KgBB dosis maksimal 20 mg bila tidak berhenti ulangi, atau Diazepam rectal : 0,5-0,75 mg/KgBB atau 5 mg dg BB <10 Kg dan 10 mg dg BB > 10 Kg Bila tidak berhenti Fenitoin dosis awal 10-20 mg/KgBB IV perlahan-lahan dengan kecepatan 1mg/KgBB/menit, selanjutnya 4-8 mg/KgBB/hari, 12-24 jam setelah dosis awal. Setelah kejang berhenti, tunggu 4 jam Fenobarbital oral dengan loading dose, dosis awal 8-10 mg/KgBB/hari, selama 2 hari 4-5 mg/KgBB/ hari, dibagi 2. Tapi pada kejang demam sederhana tidak diberikan fenobarbital. Antipiretik

Profilaksi

intermiten, diazepam 0,5 mg/KgBB/hari Profilaksis continius, fenobarbital 4-5 mg/ KgBB/hari dengan syarat setelah 6-12 bulan tanpa ada kejang dilakukan tappering off 1-2 bulan. Ada pun profilaksis lain adalah asam valrpoat 1540 mg/ KgBB/ hari. Sedangkan golongan karbamazepin dan fenitoin tidak untuk profilaksis terus menerus.

Pusponegoro,

Hardiono. D, et all. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam. 2006. IDAI Baumann, Robert. J. Pediatric Febrile Seizure. 2013. [diakses tanggal 14 desember 2013]. http://emedicine.medscape.com/article/1176205overview#showall Deliana, Melda. Tatalaksana Kejang Demam Pada Anak. 2002. Sari Pediatrik.Vol. 2. IDAI. [diakses tanggal 14 desember 2013]. http://saripediatri.idai.or.id/edisi.asp?q=36 Mclintosh, Neil. Et all. Textbook Of Pediatrics. 2001. USA. Churchill Livingstone.