Anda di halaman 1dari 10

PEMANFAATAN BIOMASSA KARANG HELIOFUNGIA ACTINIFORMIS SEBAGAI BIOSORBEN ION CU2+

DEWI SARTIKA

PENDAHULUAN

Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam berat yang banyak dimanfaatkan dalam industri, terutama dalam industri elektroplating dan industri logam (aloi)

MENGAPA KARANG HELIOFUNGIA ACTINIFORMIS SEBAGAI BIOSORBEN ???

Menurut Veron (1995) terumbu karang merupakan endapan massif (deposit) padat kalsium CaCO yang dihasilkan oleh karang dengan sedikit tambahan dari alga berkapur (Calcareous algae) dan organisme lain yang mensekresikan kalsium karbonat Cu Kandungan CaCO yang terdapat pada karang dapat mengikat logam berat melalui proses penukaran ion sehingga karang berpotensi sebagai biosorben logam berat.
3

Metode penelitian
bahan
Bahan bahan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah biomassa Heliofungia actiniformis kering, larutan , Cu NO .3H O HCl 0,1,
3 2 2

Alat
Alat alat yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah alat alat gelas yang umum digunakan, stirrer magnetic, Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) Buck Scientific Model 205 VGP, PH meter, lumpang , neraca digital, ayakan, spektrofotometer FTIR 8201 PC Shimadzu

HNO 3 0,1M , H 2SO 4 0,1M , CH 3COOH 0,1 M,

etilendiamin tetra asetat (EDTA) 0,1 M, Natrium karbonat 0, 1M , Natrium bikarbonat 0,1 M, Natrium sitrat 0, 1M dan Kalium klorida 0,1M , akuades, kertas pH, kertas saring whatman, alumunium foil, kertas dan label.

Penyiapan biosorben karang Penyiapan biosorben karang Heliofungia actiniformis Heliofungia actiniformis Karang Heliofungia actiniformis Karang Heliofungia actiniformis dicuci bersih , Setelah itu dicuci bersih , Setelah itu dikeringkan pada temperatur 80oC dikeringkan pada temperatur selama 12 jam, kemudian 80oC selama 12 jam, kemudian dihaluskan dan diayak dengan dihaluskan dan diayak dengan ukuran lolos saringan 100 mesh ukuran lolos saringan 100 mesh tetapi tidak lolos saringan 230 tetapi tidak lolos saringan 230 mesh diambil dan disimpan pada mesh diambil dan disimpan pada tempat dingin dan kering di bawah tempat dingin dan kering di sinar matahari. bawah sinar matahari.

Prosedur kerja

Penentuan waktu kontak optimum 200 gram biosorben karang ke dalam 50 mL larutan Cu NO .3H O 10 mg/L . diaduk dengan stirer pada variasi waktu kontak (10, 20,30,40,50,60,70,80,90 dan 100 menit). Disaring dan konsentrasi sisa ion Cu2+ dalam larutan ditentukan dengan menggunakan (SSA).. Waktu kontak yang optimal dipakai pada penentuan Ph optimum
3 2 2

Penentuan pH optimum 200 gr biosorben karang dimasukkan dalam 50 mL larutan Cu NO .3H O 10 mg/L pada variasi pH (2, 3, 4, 5, 6, dan 7).Campuran diaduk dengan stirer (150 rpm) pada waktu kontak yang optimal. Campuran disaring, dan konsentrasi sisa ion Cu2+ dalamlarutan ditentukan dengan menggunakan (SSA). pH optimum yang diperoleh selanjutnya dipakai pada penentuan kapasitas biosorpsi.
3 2 2

Penentuan kapasitas biosorpsi 200 gram ke dalam 50 ml larutan Cu NO .3H O (pH optimum) dengan variasi konsentrasi 10, 20, 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 mg/L . Campuran diaduk dengan stirer selama waktu kontak yang optimum, lalu disaring. Sisa ion Cu2+ dalam larutan ditentukan dengan menggunakan (SSA).
3 2 2

Analisis spektrum FTIR


menyiapkan dua jenis perlakuan sampel yang berbeda. Pertama blanko, yaitu biomassa karang (jumlah optimum). Kedua merupakan biomassa karang dengan jumlah yang sama tetapi telah direndam dalam larutan Cu NO 3 2 .3H 2O (pH dan konsentrasi optimal) selama waktu optimum dan dikeringkan pada suhu 80 oC. Sampel selanjutnya dianalisis dengan menggunakan FTIR.

Penentuan desorpsi ion Cu2+ oleh biomassa karang Heliofungia actiniformis larutan asam (HCl HNO 3 dan H 2SO 4 , CH 3COOH (EDTA), Natrium karbonat , Natrium bikarbonat , Natrium sitrat dan Kalium klorida pada konsentrasi 0,1M. Biosorben karang optimal 200 gram yang telah mengikat ion CU 2dimasukkan ke dalam 25 mL agen pengdesorpsi. Campuran diaduk dengan stirer pada waktu kontak optimum lalu disaring.

Biomassa karang Heliofungia actiniformis berpotensi menghilangkan ion tembaga dengan waktu kontak optimum 80 menit, pH 3 dengan kapasitas biosorpsi 17,85 mg/g. Proses biosorpsi ion tembaga ini mengikuti model reaksi orde dua (k2ads 1,70 g/mg.menit-1) dengan nilai Efektifitas desorpsi tertinggi (99,56%) didapatkan dengan menggunakan larutan pengdesorpsi CaCO 30,1M.

TERIMAH KASIH..... WASSALAM....