Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS JURNAL Topical Fluorides in Caries Prevention and Management: A North American Perspective Fluoride Topikal Dalam Pencegahan

Dan Manajemen Karies: Seb ah Perspek!i" Dari Amerika U!ara Journal of Dental Education ( !!"#

#leh: $%&RINA 'IS%LITA (()**(*+)),-

UNI'%RSITAS PADJADJARAN $AKULTAS K%P%RA.ATAN PR#$%SI K%P%RA.ATAN ANAK AN/KATAN 00'I &ANDUN/ ()*+1()*2

&A& I P%NDA3ULUAN An. I, usia 9 tahun, dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin pada tanggal 15 November !1". #lien datang ke rumah sakit dengan keluhan demam tinggi dan men$ret. Ibu klien mengatakan klien sudah demam se%ak 1& hari S'RS. Saat pertama demam, ibu klien membawa klien berobat ke bidan, setelah " hari klien masih demam, setelah itu ibu klien membawa klien berobat ke puskesmas dan tetap tidak ada penurunan demam. #lien kemudian dibawa ke rumah sakit al( ihsan dan diru%uk untuk dirawat di RSHS. Saat dilakukan pengka%ian klien sudah " hari bebas demam. #lien saat berusia " tahun mengalami masalah pada %antungn)a. #lien berobat %alan selama kurang lebih * bulan ke dokter anak di RSHS. +ada bulan desember tahun !!,, klien dioperasi -. Shunt di Rumah Sakit Harapan #ita. #lien di rawat di RS Harapan #ita selama kurang lebih dika%i klien sudah tidak ada demam lagi se%ak minggu. +engka%ian pada an.I dilakukan pada tanggal 1/ November !1". Saat hari sebelum pengka%ian. #lien mengeluh lemas dan mual. 0ari hasil pengka%ian didapatkan bahwa gigi geraham belakang bagian kiri dan kanan mulut klien berlubang. -erdasarkan penuturan klien dan orang tua klien, klien %uga %arang gosok gigi. 'elihat riwa)at kesehatan terdahulu klien )ang pernah mengalami operasi %antung adan)a gigi berlubang tentu sa%a dapat membaha)akan klien. 1igi berlubang dapat men%adi %alan masuk bakteri ke %antung, otak, maupun mata. 2leh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisis artikel ilmiah )ang berhubungan dengan perawatan gigi anak )ang mengalami karies gigi.

&A& II ANALISIS JURNAL Artikel ilmiah )ang ditulis oleh 3rnest Newbrun ini merupakan sebuah tin%auan literatur berbasis bukti 4evidence based) menun%ukkan bukti lengkap untuk keberhasilan langkah )ang digunakan saat ini untuk pen$egahan dan mana%emen karies menggunakan topical fluoride, dengan penge$ualian pernis fluoride dan penggunaan intervensi berbasis fluoride untuk pasien dengan hiposalivasi. Analisis artikel ini men)atakan bahwa tidak semua agen )ang digunakan untuk perawatan menggunakan fluoride )ang sama. +erbedaann)a terletak pada sen)awa )ang terkandung dan konsentrasi flouride dalam sen)awa. 0ari hasil analisis, fluoride varnish 45 5 Na67 dengan konsentrasi 8luoride seban)ak ppm 6 e8ekti8 menurunkan karies seban)ak "/5. 38ektivitas penggunaan topical fluoride dalam pen$egahan karies tergantung pada konsentrasi fluoride )ang digunakan, 8rekuensi dan durasi dari aplikasi, dan %umlah sen)awa fluoride )ang digunakan. Semakin terkonsentrasi fluoride dan semakin besar 8rekuensi aplikasi, semakin besar karies tereduksi. 6aktor(8aktor lain seperti kepraktisan, bia)a, dan kepatuhan %uga mempengaruhi terapi. Selain itu, pasien harus menggunakan dua atau tiga kali sehari selama setidakn)a satu menit pasta gigi ber fluoride )ang mengandung Na6, '6+, atau Sn6 4 1.!!!(1.5!! ppm fluoride 7, dan sekali sehari selama satu menit obat kumur )ang mengandung fluoride !,!5 persen Na6 4 "! ppm fluoride 7. 9ika pada lesi karies noncavitated terdapat lubang atau $elah, penerapan penutupan dengan menggunakan oklusal akan men%adi )ang paling terapi pen$egahan )ang tepat. 'ana%emen pasien )ang resiko tinggi karies memerlukan penggunaan beberapa intervensi pen$egahan dan modi8ikasi perilaku, selain penggunaan fluoride topikal. :ntuk anak di atas usia enam tahun di rekomendasikan perawatan fluoride. :ntuk terapi fluoride pada kun%ungan awal, agen konsentrasi tinggi, baik 1, " persen 6 A+6 gel 4 1 ."!! ppm fluoride 7 selama empat menit dalam baki atau 5 persen Na6 pernis 4 .*!! ppm fluoride7, harus diterapkan ,*!!

langsung ke gigi empat kali per tahun . Selain itu, pasien harus menggunakan dua atau tiga kali sehari selama minimal 1 menit pasta gigi fluoride untuk pengobatan lesi karies non$avitated. :ntuk menghindari konsumsi )ang tidak disenga%a dan risiko 8luorosis di anak di bawah usia enam tahun , bilasan fluoride dan gel tidak boleh digunakan di rumah. Selan%utn)a, bila menggunakan pasta gigi fluoride, pada anak(anak tersebut harus diterapkan han)a sebesar bi%i ka$ang, harus diinstruksikan untuk tidak makan atau menelan pasta, dan harus meludah bersih setelah men)ikat. 'en)ikat gigi harus dilakukan di bawah pengawasan orangtua. 9urnal )ang ditemukan ini di$ari menggunakan media internet

s$holar.google.$om dengan kata kun$i evidence based management caries in children. ;alu ditemukan website resmi %urnal terkait, )aitu www.%dentaled.org .

&A& III P%M&A3ASAN #aries gigi merupakan pen)akit pada gigi )ang ban)ak di%umpai, di Indonesia prevalensi karies pada anak sekolah dasar hampir *!</! 5 40ep.#es.19*!7, sementara di AS 9" 5 dari populasi anak sekolah mempun)ai lesi karies 4'assler, ;udwi$k = S$hour 195 7. #aries gigi adalah suatu pen)akit dari %aringan kapur 4kalsium7 gigi, ditandai dengan kerusakan %aringan gigi, )ang dimulai pada permukaan gigi dalam area predileksin)a )aitu pit, 8isur, kontak proksimal dan se$ara progresi8 men)erang ke arah pulpa. #erusakan gigi termasuk di dalamn)a dekalsi8ikasi dari bahan(bahan anorganik dan desintegrasi dari bahan(bahan anorganik dari %aringan gigi. 0alam kasus An.I usia 9 tahun karies gigi disebabkan karena kurangn)a perhatian terhadap kebersihan mulut dan An.I %uga kurang suka memakan makanan )ang berserat seperti sa)ur )ang dapat membantu membersihkan gigi. +enangan karies gigi pada An.I ini, menurut %urnal )ang dikemukakan ditulis oleh 3rnest Newbrun anak )ang mengalami karies usia diatas enam tahun di rekomendasikan untuk perawatan fluoride. +asien harus menggunakan dua atau tiga kali sehari selama minimal 1 menit pasta gigi fluoride. Selan%utn)a, bila menggunakan pasta gigi fluoride, pada anak(anak tersebut harus diterapkan han)a sebesar bi%i ka$ang, harus diinstruksikan untuk tidak makan atau menelan pasta, dan harus meludah bersih setelah men)ikat. 'en)ikat gigi harus dilakukan di bawah pengawasan orangtua. Selain itu, harus dilakukan penambalan pada lubang gigi. +eran perawat sebagai educator, )aitu memberikan pengetahuan kepada klien dan keluarga mengenai perawatan gigi berlubang dapat dilakukan dengan menggunakan pasta gigi atau gel )ang mengandung tinggi fluoride. #eluarga sebagai pen)edia 8asilitas bagi anak harus dapat memilih %enis pasta gigi )ang baik bagi anak. Selain itu, keluarga %uga harus memotivasi klien agar ra%in menggosok gigi demi men$egah kerusakan gigi lebih lan%ut. Hal ini pun terkait peran keluarga sebagai family care, dimana kelurga berperan penting dalam pen)embuhan pada anak.

&A& I' SIMPULAN DAN SARAN

SIMPULAN +en$egahan dan mana%emen karies dapat menggunakan topical fluoride,

semakin terkonsentrasi fluoride dan semakin besar 8rekuensi aplikasi, semakin besar karies tereduksi. 6aktor(8aktor lain seperti kepraktisan, bia)a, dan kepatuhan %uga mempengaruhi terapi. +eran keluarga sangat penting dalam pen$egahan dan perawatan anak dengan karies gigi. #eluarga harus memotivasi anak agar ra%in menggosok gigi demi men$egah kerusakan gigi lebih lan%ut.

SARAN +emberian pendidikan kesehatan pada anak dan keluarga dapat dilakukan

dengan mengan%urkan keluarga untuk memilih pasta gigi anak )ang mengandung tinggi fluoride. Selain itu, keluarga %uga harus memotivasi anak dan dapat men%adi $ontoh untuk ra%in melakukan perawatan gigi dengan menggosok gigi minimal > sehari pada pagi hari dan sebelum tidur. 3valuasi %uga respon keluarga setelah pemberian pendidikan kesehatan.

DA$TAR PUSTAKA Newbrun, 3rnest. Topical Fluorides in Caries Prevention and Management: A North American Perspective 9ournal o8 0ental 3du$ation ?serial online@ !!1 ?$ited !1" Nov !@A vol *5, No.1! B 1!,/(1!/". Available 8romB httpBCCwww.%dentaled.orgC$ontentC*5C1!C1!,/.8ull.pd8Dhtml