Anda di halaman 1dari 20

Laporan Kasus

PENDAHULUAN
Di Indonesia, karsinoma ovarium menduduki urutan keenam terbanyak dari tumor ganas pada wanita setelah karsinoma serviks uteri, payudara, kolorektal, kulit dan limfoma.1 Karsinoma ovarium merupakan keganasan organ visceral dan dianggap sebagai pembunuh diam-diam (Silent killer wanita saat ini.! Dari data "#$ menyatakan lebih dari %& ' penderita terdapat di negara sedang berkembang dan dari penderita ini datang dengan stadium lan(ut. #al ini diakibatkan antara lain oleh karena per(alanan karsinoma ovarium tidak diketahui)tanpa ge(ala disamping kurangnya kesadaran)pengetahuan untuk pemeriksaan berkala dan kurangnya sarana diagnosis.* Ke(adian karsinoma ovarium didapatkan pada 1 . "anita dengan riwayat keluarga kanker ovarium, ! . "anita yang hidup di negara industri modern, * . "anita multipara, + . "anita yang tidak menggunakan kontrasepsi oral, % . "anita yang sulit hamil, dan , . "anita yang menggunakan obat-obat pemicu ovulasi.+,% -tiologi dari karsinoma ovarium belum diketahui dengan pasti tetapi ada faktor predisposisi utama yang diduga sebagai penyebabnya. .aktor-faktor tersebut adalah / faktor genetik, usia, paritas, bahan kimia eksogen, faktor ovulasi, diet., Karsinoma ovarium stadium awal biasanya tidak ada ge(ala atau sering tidak khas berupa haid yang tidak teratur pada premenopause, sering buang air kecil, konstipasi, perdarahan abnormal pervaginam, rasa tidak nyaman di abdomen dan distensi abdomen. 0ada saat didiagnosis 1 2& ' penderita sudah berada pada stadium III dan I3.2,4 0ada stadium lan(ut, penderita sering memberikan keluhan yang berhubungan dengan adanya asites, metastase omentum atau usus yaitu distensi abdomen, rasa penuh, konstipasi, mual, tidak ada nafsu makan, cepat rasa kenyang.4 5anda terpenting adalah menemukan adanya massa dipelvik pada pemeriksaan fisik. 6assa yang ireguler dan terfiksasi dipelvis merupakan dugaan yang kuat adanya keganasan ovarium. Diagnosis pasti untuk kanker ovarium hanya dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan pasca bedah melalui pemeriksaan 07. 8aparatomi eksploratif disertai biopsi potong beku (frozen section masih merupakan prosedur diagnostik yang paling berguna untuk mendapat gambaran

Laporan Kasus
sebenarnya mengenai tumor dan perluasannya serta menentukan strategi penanganan selan(utnya.! 0enanganan utama tumor ganas ovarium adalah dengan tindakan pembedahan(sitoreduktif , dilan(utkan kemoterapi. 9adioterapi dan imunoterapi atau kombinasi diantaranya, dilakukan pada kasus-kasus tertentu yang tidak bisa dilakukan kemoterapi.!,4 :ecara umum prognosis karsinoma ovarium adalah buruk. #al ini disebabkan oleh karena 2& ' penderita datang dalam stadium lan(ut. 0erbandingan stadium klinis dan kelangsungan % tahun memberikan angka-angka sebagai berikut / stadium I ; ,&-4& ', stadium II ; !%-%& ', stadium III dan I3 ; %-1& '.4 <erikut ini akan dilaporkan sebuah kasus karsinoma ovarium. Kasus ini menarik karena pada awalnya kasus ini sudah didiagnosa tumor (inak tapi setelah pemeriksaan 07 (parafin blok menun(ukan perubahan kearah tumor ganas ovarium.

Laporan Kasus
LAPORAN KASUS

Identitas
=ama >mur <angsa 0eker(aan 7gama 5empat 8ahir 7lamat 0endidikan =ama suami 0eker(aan suami 69: / =y. =ova "owiling / !4 tahun / Indonesia / I95 / Kristen 0rotestan / 5omohon / 0aslaten II lingk. I3, 5omohon / :67 / 5n. ?. :upit / :wasta / 1% 7pril !&&!

Anamnesis Utama
Keluhan >tama / 0erut terasa membesar rasa bengkak pada perut kiri bawah dirasakan se(ak ! bulan yang lalu 9iwayat operasi bersamaan dengan itu terasa perut kembung) tegang dan rasa sakit pada bagian pusar perdarahan dari (alan lahir diluar haid (@ / 5ahun 1AA% / $perasi kista ovarium, * hari setelah melahirkan, di 9: Bunung 6aria 5omohon, oleh dokter ahli. 9iwayat 0enyakit Dahulu <7K <7< 9iwayat keputihan / hipertensi, (antung, hati, paru-paru, gin(al hati, (@ / biasa / biasa / (@ gula 9iwayat 0enyakit :ekarang / -

Laporan Kasus
Anamnesis Obstetrik-Ginkologi
7. #al perkawinan dan kehamilan dahulu Kawin >mur saat menikah :tatus sekarang Kehamilan <. #al haid 6enarche :iklus 8ama haid 6enopause Keputihan 0enyakit kelamin 0emeriksaan 07 terdahulu / 1+ tahun / !4-*& hari / * hari, sakit waktu haid hingga tidak dapat beker(a (@ nyeri pelvik (@ / (@ / (@ / (@ / 5ahun 1AA% / opersi kista ovarium hasil tidak ganas C. 0enyakit, operasi, dan pemeriksaan dahulu / 1 kali / umur !* tahun / kawin / 7nak ke-1 , spt lbk hidup, tahun 1AA% 7nak ke-! , spt lbk hidup, tahun 1AA2

0emeriksaan ginekologi sebelumnya / (@

Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan >mum !. Kesadaran *. 5ensi +. =adi %. 0ernapasan ,. :uhu badan 2. "arna kulit 4. -dema A. 0upil 1&. Kepala 11. 8idah / cukup / compos mentis / 1!&)4& mm#g / 4& D)menit / *, D)menit / *,,4 C / kuning langsat / (@ / isokor / simetris, con(. an @)@, scl.ict. @)@ / tak

Laporan Kasus
1!. Bigi 1*. Kerongkongan 1+. 8eher 1%. Dada 1,. ?antung 12. 0aru-paru 14. 0erut 1A. #ati !&. 8impa !1. Kelamin !!. 5angan !*. Kaki !+. :tatus neurologis / caries (E / hiperemis (@ / pembesaran KB< (@ / ?aringan parut pada bagian dada kanan / bising (@ / rh @)@, wh @)@ / status lokalis / sukar dievaluasi / sukar dievaluasi / tidak ada kelainan / akral hangat / akral hangat, edema (/ refleks fisiologis E E E E

Status Lokalis
Abdomen Inspeksi 0alpasi 0erkusi 7uskultasi

/ / datar / lemas, teraba massa ! (bpst, kistik-padat ukuran sekitar !&D!& cm. =yeri (/ "D (@ / peristaltik (E normal /

Status Ginekologi
Inspeksi Inspekulo 0D / / /

fluksus (@ , fluor (@ , vulva)vagina tak ada kelainan fluksus (@ , fluor (@ , vulva)vagina tak ada kelainanF porsio / lividae (@ , licin, $>- tertutup fluksus (@ , fluor (@ , v)v takF porsio / licin, kenyal, nyeri goyang (@ , $>- tertutup C.ut / besar dan konsistensi biasa 7)0 Kanan Kiri / lemas, massa (- , nyeri(/ teraba massa kistik-padat, ukuran !&D!& cm

Kavum dauglasi / lemas, tak menon(ol, nyeri(-

Laporan Kasus
Laboratorium waktu masuk /
#b / 1%,4 g' 8eukosit / A&&&)mm* 5rombo / *!1.&&&)mm*

Diagnosa kerja Sikap

0!7&, !4 th, dengan susp. 5umor padat ovarium

/ - 69:, 8ab. 8engkap, -KB, 9encana >:B, 9encana I30, 9oboransia - 8aparatomi 3C

Follow Up :
!-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 11&)2& mm#g, =.4& D)m, 9. !+ D)m Kon(ungtiva anemis @)@F sklera ikterik @)@ ?antung)paru / dalam batas normal 7bdomen / Inspeksi 0alpasi 0erkusi #asil >:B / datar / lemas, teraba massa ! (bpst, kistik-padat, ukuran sekitar !&D!& cm, nyeri (@ / "D (@ / vesika urinaria sedikit terisi, uteru sulit dinilai, tampak gambaran massa dengan hiperekhoik, multilokuler dengan Ginternal echoH, (uga gambaran sonoluschen. 6assa tumor mengisi hampir seluruh rongga abdomen. 7scites tidak (elas, papil (@ . Kesan / kista ovarium multilokuler musinosum sinsitra 7 / 0!7&, !4 tahun dengan kista ovarium multilokuler musinosum sinistra 0 / 0ersiapan laparatomi 3C 5) lain lan(utkan 7uskultasi / (E normal $ / K> cukup, kesadaran / compos mentis

Laporan Kasus
%-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 11&)2& mm#g, =.4+ D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,+ C Kon(ungtiva anemis @)@F sklera ikterik @)@ ?antung)paru / dalam batas normal 7bdomen / Inspeksi 0alpasi 0erkusi / datar / lemas, teraba massa ! (bpst, kistik-padat, ukuran sekitar !&D!& cm, nyeri (@ / "D (@ / BD: / 2*, >rea / 1+, Creatinin / 1,&, 0rot. 5otal / ,,2, 7lb / +,+, B$5 / !%, B05 / 14, C5 / 4I, <5 / !I #asil ekspertise -KB / -KB dalam batas normal #asil ekspertise D-foto paru / c)p dalam batas normal 7 / 0!7&, !4 tahun dengan kista ovarium multiloculer musinosum sinistra 0 / 9encana laparatomi 3C pada tanggal !*-&%-!&&! 5) lain lan(utkan 7uskultasi / (E normal #asil laboratorium $ / K> cukup, kesadaran / compos mentis

$$-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 1*&)A& mm#g, =.4+ D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,, C Kon(ungtiva anemis @)@F sklera ikterik @)@ ?antung)paru / dalam batas normal 7bdomen / Inspeksi 0alpasi 0erkusi / datar / lemas, teraba massa ! (bpst, kistik-padat, ukuran sekitar !&D!& cm, nyeri (@ / "D (@ 7uskultasi / (E normal $ / K> cukup, kesadaran / compos mentis

Laporan Kasus
7 / 0!7&, !4 tahun dengan kista ovarium multiloculer musinosum sinistra 0 / preoperasi laparatomi 3C

5anggal !*-&+-!&&! dilaksanakan operasi Laporan Operasi K> pre-$0 / cukup, C6F :b. *,,,C Diagnosa pre-$0 / 0!7&, !4 tahun dengan kista ovarium multiloculer musinosum sinistra ?enis operasi ?alannya operasi / laparatomi 3C / 5.1!&)4& mm#g, =. 4+ D)m, 9. !+ D)m,

0enderita dibaringkan telentang diatas me(a operasi, dilakukan tindakan general anastesi. Dalam keadaan narkose dilakukan disinfeksi perut dan sekitarnya, kemudian ditutup dengan doek steril kecuali lapangan operasi. Insisi pada abdomen, samping luka operasi lama, diperluas sampai 1& cm diatas pusat. Insisi diperdalam sampai peritoneum, peritoneum dibuka, tampak massa kistik, terdapat perlekatan antara massa dengan peritoneum. 0elekatan dibebaskan. Dilakukan eksplorasi ternyata kista ovarium sinistra ukuran *&D+& cm, tuba dan ovarum deDtra tidak ada. >terus besar biasa, terdapat perlekatan korpus depan bawah dengan dinding abdomen. Cairan asites (@ . -ksplorasi lan(ut permukaan hepar sukar dievaluasi oleh karena tertutup omentum. Diputuskan dilakukan salpingo-ooforektomi sinistra. ?aringan kista ovarii diperiksa 3C cystadenoma dengan peradangan padat E fibrosis. Kavum abdomen dibersihkan dari sisa-sisa darah dan dipasang drain abdomen. Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis sampai kulit. Kulit di(ahit secara simpul dengan sutera. 8uka operasi ditutup dengan kasa <etadine. $perasi selesai. K> 0ost operasi / 5.1!&)4& mm#g, =. 4& D)m, 9. !& D)m, :b. *,,%C 0erdarahan / ,&& cc Diuresis :ikap / %&& cc / - kontrol 5, =, 9, :b dan perdarahan - puasa sampai peristaltik (E - infus 98 dan &,% ' ! / ! - cek #b post op. ?ika #b J 1& gr ' transfusi

Laporan Kasus
- <alance cairan - 7mpicillin in(. *D1 gr I3 (skin test - 6etronidaKole drip !D&,% gr - 7linamin in( *D1 amp - 5ransamin in( *D1 amp - 3it C in( *D1 amp

$&-"&-$""$
: / kel. (@ 5. 11&)4& mm#g, =.44 D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,,C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal 7bdomen / Inspeksi Drainase Diuresis 8aborarorium / #b 8euko / datar, luka operasi tertutup verband, perembesan (@ / %& cc / 2&& cc / 1*,, g)d8 / 11.4&& 7uskultasi / peristaltik usus (E lambat, flatus (E $ / K> / cukup, Kes / C6

5rombo / !!!.&&& 7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: hari I a.i cystadenoma ovari musinosum dengan peradangan padat E fibrosis 0 / - 5) in(eksi lan(utkan - $bservasi 5, =, 9, :b - minum sedikit-sedikit

$#-"&-$""$
: / kel. (@ 5. 11&)4& mm#g, =.44 D)m, 9. !& D)m, :b. *,,4C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal $ / K> / cukup, Kes / C6

Laporan Kasus
7bdomen / Inspeksi Drainase Diuresis / datar, luka operasi tertutup verband, perembesan (@ / %& cc / 1&&& cc 7uskultasi / peristaltik usus (E

7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: hari II a.i cystadenoma ovari musinosum denga peradangn padat E fibrosis 0 / - $bservasi 5, =, 9, :b - 5erapi lan(utkan

$'-"&-$""$
: / kel. (@ 5. 1&&),& mm#g, =.4+ D)m, 9. !& D)m, :b. *2,+C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal 7bdomen / Inspeksi Drainase Diuresis / datar, luka operasi tertutup verband, perembesan (@ / %& cc / 2&& cc 7uskultasi / peristaltik usus (E $ / K> / cukup, Kes / C6

7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: hari III a.i cystadenoma ovari musinosum denga peradangan padat E fibrosis 0 / - aff drain - <ladder training - 5erapi oral ciprofloDacin *D%&& mg metronodaKole *!D1 tab - 9oboransia

("-"&-$""$
: / kel. (@ 5. 11&)4& mm#g, =.4+ D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,4C Keadaan luka baik $ / K> / cukup, Kes / C6

1&

Laporan Kasus
7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: hari 3II a.i cystadenoma ovari musinosum dengan peradangn padat E fibrosis 0 / - 5D lan(utkan - Cek hasil 07

$-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 1!&)4& mm#g, =. 44 D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,2C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal 7bdomen / lemas, nyeri tekan (@ , luka hecting baik #asil 07 / gambaran histopatologik sesuai dengan cystadenoma ovarium musinosum yang mengalami perubahan malignansi men(adi cystadenocarcinoma 7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: hari IL a.i cystadenoma ovari musinosum dengan peradangan padat E fibrosis. 07/ Cystadenocarcinoma 0 / - lapor konsulen advis / kemoterapi C70 hari 1&-1+ 0ost operasi *D serial lalu kontrol C7 1!% - 9oborantia - 7ntibiotika - 8ab lengkap $ / K> / cukup, Kes / C6

&-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 1!&)4& mm#g, =. 4& D)m, 9. !& D)m, :b. *,,2C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal 7bdomen / lemas, nyeri tekan (@ , luka hecting baik #asil laboratorium / #b / 1!,2 8euko / A.4&& 5rombo / *%* $ / K> / cukup, Kes / C6

11

Laporan Kasus
BD: / 1&& mg)d8 B$5 / +! >)8 7lb / *,2 g)8 peradangan padat E fibrosis 07 / cystadenocarcinoma 0 / - Konfirmasi 07 - lapor konsulen setu(u kemoterapi / - Cyclophospamide %&& mg - 7driamicyn +& mg - Cis 0lasin +& mg :ampai tanggal &,-&%-!&&! obat kemoterapi belum lengkap. Cr B05 -KB / &,2 / !1 / normal >reum 0rot / 1, mg)d8 / ,,A mg)d8

7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: hari L a.i cystadenoma ovari musinosum dengan

#-"#-$""$
<< *A kgF 5< 1+& cm :kor Karnofsky / A 8uas permukaan tubuh / 1,!! m! :kor -C$B / 1

Cyclophosphamide / %&& mg)m!F Kebutuhan %+, mgF disuntikkan %&& mg 7dryamycin / +! mg)m!F Kebutuhan %1,!+ mgF disuntikkan +& mg Cis 0latin / +! m)m!F Kebutuhan %1,!+ mgF disuntikkan +& mg 8apor supervisor ruangan / setu(u C70 (%&&F +&F +& Konfirmasi ulang hasil 07

"!-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 1!&)4& mm#g, =. 44 D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,2C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal 7bdomen / lemas, nyeri tekan (@ , luka hecting baik 7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: a.i cystadenoma ovari musinosum dengan peradangan padat E fibrosis 07 / Cystadenocarcinoma $ / K> / cukup, Kes / C6

1!

Laporan Kasus
0 / dilakukan kemoterapi C70 seri pertama

"%-"#-$""$
: / kel. (@ 5. 1!&)4& mm#g, =. 44 D)m, 9. !+ D)m, :b. *,,2C Con(. an @)@, scl. Ict. @)@ C)0 / dalam batas normal 7bdomen / lemas, nyeri tekan (@ , luka hecting baik 7 / 0!7&, !4 tahun, post :$: a.i cystadenoma ovari musinosum dengan peradangan padat dan fibrosis E post kemoterapi C70 serial I 07 / cystadenocarsinoma ovarii #asil konfirmasi hasil 07 / gambaran histologik sesuai dengan cysadenoma ovarium musinosum yang mengalami perubahan malignansi men(adi cystadenomacarcinoma 0 / - <oleh pulang, kontrol poliklinik - 9encana C70 II + minggu kemudian $ / K> / cukup, Kes / C6

1*

Laporan Kasus
DISKUSI
Mang akan dibahas dalam diskusi ini adalah / 1. Diagnosis !. 0enanganan *. Komplikasi +. 0rognosis ad. 1. Diagnosis 6elihat topografi ovarium hampir tidak mungkin untuk melakukan deteksi dini tumor ganas ovarium oleh karena sangat tersembunyi dan dapat men(adi besar tanpa disadari oleh penderita atau dapat (uga karena kanker ovarium stadium awal sering tidak menimbulkan ge(ala sehingga penderita baru berobat setelah merasa ada gangguan atau keadaan sudah lan(ut.1,! 0emeriksaan ginekologi dan palpasi abdominal akan didapatkan tumor atau massa, di dalam panggul dengan bermacam-macam konsistensi mulai dari yang kistik sampai yang solid (padat . Kondisi yang sebenarnya dari tumor (arang dapat ditegakkan hanya dengan pemeriksaan klinik. 0emakaian >:B dan C5 scan dapat memberi informasi yang berharga mengenai ukuran tumor dan perluasannya sebelum pembedahan. 8aparatomi eksploratif disertai biopsi potong beku (frozen section masih tetap merupakan prosedur diagnostik penting berguna untuk mendapat gambaran sebenarnya mengenai tumor dan perluasannya serta menentukan strategi penanganan selan(utnya.! Diagnosis pada kasus ini didasarkan pada anamnesa, pemeriksaan fisik (pemeriksaan ginekologis , pemeriksaan penun(ang dan laparatomi eksploratif yang disertai potong beku, dan pemeriksaan histopatologi. Diagnosis awal waktu masuk rumah sakit adalah suspek tumor padat ovarium. Ini dikarenakan pasien hanya mengeluhkan nyeri perut dan perut terasa tegang. 0emeriksaan fisik didapatkan abdomennya datar, dan pada perabaan teraba massa pada regio iliaka sinistra. 0ada pemeriksaan dalam didapatkan adneksa)parametrium sinistra teraba massa kistik)padat ukuran !&D!& cm. Data-

1+

Laporan Kasus
data ini sudah mengarah pada tumor ovarium tetapi untuk menentukan bahwa tumor ini (inak atau ganas, diperlukan pemeriksaan penun(ang lainnya. 0emeriksaan penun(ang yang dilakukan pada pasien ini adalah >:B dan hasilnya menun(ukkan suatu kista ovarium multilokuler musinosum sinistra. :etelah dilakukan lap. 3C, menun(ukkan cystadenoma ovari musinosum dengan peradangan padatEfibrosis. Dari (aringan yang sama pula dilakukan pemeriksaan 07, dimana hasilnya menun(ukkan cystadenocarcinoma. <erdasarkan hasil pemeriksaan 07 (parafin blok pada pasien ini maka dapat ditegakkan diagnosa suatu carsinoma ovarium dengan gambaran histopatologi cystadenocarsinoma. ad. 2. Penanganan :esuai dengan kepustakaan bahwa pengobatan utama kanker ovarium adalah tindakan pembedahan dapat merupakan pengobatan tunggal atau perlu dilan(utkan dengan terapi ad(uvan, yaitu kemoterapi, radioterapi dan imunoterapi atau kombinasi diantaranya. 0embedahan dapat (uga sebagai tindakan primer pada penderita dengan penyakitnya yang ekstensif ialah dengan mengangkat sebanyak mungkin (aringan tumor, bila keadaan memungkinkan meskipun tidak semua (aringan tumor dapat diangkat seluruhnya (debulking . 0ada pasien ini tidak dilakukan debulking karena berdasarkan hasil dari pemeriksaan (aringan potong beku durante operasi menun(ukkan kista ovarium dan (uga tidak ditemukan adanya tanda-tanda keganasan seperti asites. :itostatika yang digunakan pada pasien ini adalah Cyclophospamide %&& mg, adriamycin +& mg dan Cis 0latinum +& mg. 0ada umumnya ker(a obat ini adalah menghambat metabolisme sel kanker. :elain itu (uga akan mempengaruhi sel normal. $leh karena itu pemberian sitostatika memerlukan syarat-syarat laboratorium yang ketat dan kondisi fisik yang cukup serta pengawasan pemberian yang teliti. 7dapun syarat laboratorium pada pemberian kemoterapi antara lain faal gin(al harus baik (ureum J +& mg ', kreatinin J 1,1 mg ' , dan faal hati baik #b 1 1& gr ', leukosit 1 %&&& )m8 dan trombosit 1 1&&.&&& )m8.

1%

Laporan Kasus
:etelah dilakukan pemeriksaan laboratorium lengkap, ternyata tidak ada kontraindikasi untuk pemberian sitostatika pada pasien ini. 0ada tanggal 2)%!&&!, diberikan seri pertama dari terapi sitostatika C70, berupa Cyclophospamide %&& mg)m! I3, 7driamycin +! mg)m ! I3, dan Cis-0latinum +! mg)m! I3. 0enderita tersebut diharuskan kembali pada minggu berikutnya untuk kontrol dan rencana berikutnya adalah hari pertama pada minggu ke-% se(ak pemberian pertama. ad. 3. Komplikasi Komplikasi pada karsinoma ovarium disebabkan proses mekanis ataupun proses metastasisnya. 0roses mekanis antara lain / adanya penekanan tumor terhadap organ-organ sekitarnya sehingga menimbulkan keluhan, seperti gangguan miksi, obstipasi, edema tungkai dan sebagainya. :edangkan (ika sudah bermetastase, keluhan yang timbul adalah tergantung se(auh metastase itu ter(adi. 0ada kasus ini belum ditemukan adanya komplikasi. <aik komplikasi yang disebabkan oleh proses mekanis maupun yang disebabkan oleh proses metastasisnya. ad. 4. P ognosis 0rognosis keganasan ovarium tergantung beberapa keadaan klinis antara lain / umur, stadium penyakit, status second look laparatomi, penampilan penderita. 0ada kasus ini, %-years survival rate-nya adalah +& ' karena umur penderita masih dibawah %& tahunF diatas %& tahun menurun hingga 1% '. 0ada pasien ini, karena tidak dilakukan surgical staging maka staging hanya bisa secara klinis, diperkirakan penyakitnya masih kanker ovarim stadium Ia (dengan kapsul kista yang masih utuh dan tanpa asites . Dengan demikian secara umum prognosisnya dubia ad bonam.

1,

Laporan Kasus
KESI!PULAN
Karsinoma ovarium sulit dideteksi secara dini sehingga penderita biasanya datang pada stadium lan(ut. 0ada kasus ini, hasil pemeriksaan >:B dan laparatomi 3C menun(ukkan bahwa tumor ovarium (inak tapi setelah dilakukan pemeriksaan 07 (penilaian blok paraffin ternyata menun(ukkan suatu keganasan. Ini berarti diagnosa pasti Ca ovarium adalah lewat pemeriksaan histopatologi (penilaian blok parafin . 0rognosa pada kasus ini dubia ad bonam karena stadium klinisnya masih stadium I7 dan umur penderita masih dibawah %& tahun.

SARAN
0ada pasien disarankan untuk kontrol secara teratur untuk mengetahui respon sitostatika (uga dian(urkan untuk dilakukan second look laparatomi untuk melihat pembesaran tumor dan keberhasilan sitostatika. 0erlu adanya usaha-usaha untuk meningkatkan kepedulian masyarakat untuk dapat memeriksakan diri pada keadaan-keadaan rawan keganasan sehingga deteksi dini lewat pemeriksaan panggul secara rutin dapat dilakukan sehingga resiko kematian dalam kasus-kasus keganasan dapat ditekan. 0erlu adanya usaha-usaha progresif dari semua pihak dan semua sektor yang terkait untuk menurunkan angka resiko kematian dari semua kasus keganasan.

12

Laporan Kasus
DA"#AR PUS#AKA
1. 5ambunan, B $. Kanker $bvarium.Dalam / Diagnosis dan 5atalaksana :epuluh ?enis Kanker 5erbanyak di Indoensia. #ando(o 6. 0enerbit <uku Kedokteran -BC, ?akarta. 1AA1. 1+A-1,4. !. 0rawirohard(o :. 5umor ganas alat genital. Dalam / Ilmu Kandungan, -disi kedua, cetakan kedua, Mayasan <ina 0ustaka :arwono 0rawirohard(o, ?akarta, 1AA2. hal +&&-4. *. =ovak - 9, ?ones # ". Cancer ovarium. In / =ovaklIs 5eDt <ook og Bynecology, -d. Ath 5he "ilims adn "ilikins Company, >:7. 0age 2,+-A. +. 6oegni 6 -, <arnas <, Kemoterapi Kanker Binekologi, :ub. <ag. $nkologi, bagian $bstetri N Binekologi, .akultas Kedokteran >I, 9: D9. Cipto 6angunkusumo, ?akrta, 1A4*. %. Bynecology, <agian $bstetri N Binekologi .akultas Kedokteran >niversitas 0ad(a(aran, <andung, 1A4&. ,. Decherney # 7, 0ernoll 8 6, Current $bstetric N Bynecologic Diagnostics N 5reatment, -ight -dition, <oston, 1AA+. 2. .lorica ? 3, 9oberts " : / :creening for $varian Cancer, 7vailable from / http/))www.moffitt.usf.edu. 4. 8aila =, :yamsudin :. Kanker $varium. :ub <agian $nkologi bagian $bstetri dan Binekologi .K>I, ?akarta.1AA1.

14

Laporan )asus

MASALAH DIAGNOSIS DAN PENANGANAN KARSINOMA OVARIUM

Oleh :
Rommy Inkiriwang *' " *

Pembimbin :
Dr. Ny. H. Lumentut T, SpOG

$A%IAN&S!" O$S#E#RI'%INEKOLO%I RSUP !ANADO "AKUL#AS KEDOK#ERAN UNI(ERSI#AS SA! RA#ULAN%I

Laporan Kasus
!ANADO 2))2

!&