Anda di halaman 1dari 3

Strategi Lulus Sertifikasi Dosen 2014

Perkenalkan, saya Johny Koynja , Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram. Tanggal 11 Desember 2013 (11-12-13) merupakan angka keberuntungan saya dilihat dari sudut numerology karena saya secara sah dan meyakinkan dinyatakan lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang 2 Tahun 2013. Kegembiraan dan kebahagian tersebut saya share kepada rekanrekan Dosen yang mungkin belum lulus Serdos atau sama sekali belum mengikuti Serdos. Apalagi seleksi Serdos 2014 saya prediksi akan lebih sulit dan lebih ketat, auranya sudah saya rasakan ketika mengikuti seleksi Serdos 26 November 2013. Seberapa pintar atau pandainya Anda sebagai Dosen, tetap saja Anda harus melewati lubang jarum yang bernama Serdos, karena : 1. Ada Beberapa penambahan isian Deskripsi Diri. 2. Harus mengikuti ToEP (Test of English Proficency ) dan Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) Berikut ini, saya uraikan beberapa Strategi untuk lulus Sertifikasi Dosen 20141 1. Pelajari dan pahami 24 butir kisi-kisi Deskripsi Diri dan bobotnya dengan benar, karena masing-masing butir isian Deskripsi Diri memiliki bobot tertentu. 2. Paparkan Deskripsi Diri yang menekankan pada contoh nyata yang mempunyai latar belakang pengalaman disertai contoh, bukan berupa wacana atau keinginan yang akan terjadi. Latar belakang pengalaman harus memperhatikan keterkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuni. Hal ini ada hubungannya dengan 24 butir kisi-kisi deskripsi diri yang masingmasing harus disertai minimal 3 contoh nyata yang harus dijelaskan minimal 150 kata. Lebih penting lagi pelihara konsistensi keterkaitan antar butir dalam unsur-unsur yang disertakan.

Strategi untuk lulus Serdos 2014 bagi saya sangat relative , tergantung kemampuan intelligentsia seorang Dosen.

3. Hindari Kemiripan Deskripsi Diri, karena dari hasil evaluasi Serdos, terbanyak Dosen tidak lulus sertifikasi dikarenkan gagal menyusun Deskripsi Diri karena mirip dengan yang lain. Tunjukkan bahwa Anda adalah Dosen yang memiliki integritas dengan tidak menyontek Deskripsi Diri Dosen yang lain. Masa Dosen menyontek malu-malu donk !!! Proses verifikasi pertama kali dilakukan oleh program komputer atau sistem, setelah itu oleh asesor , dengan cara memeriksa kata per susunan kata dalam kalimat. Deskripsi diri hendaknya jangan normatif atau umum, tetapi harus unik dan spesifik disertai unsur-unsur konteks, waktu, kuantitas, tempat dan sebagainya. 4. Siapkan draft. Anda sebagai peserta selesksi Serdos diharapkan membuat lebih dulu draft jawaban 24 butir kisi-kisi Deskripsi Diri. Ingat, sistem hanya menerima jenis data text (plain text), sehingga diminimalisir kode-kode program tersembunyi yang turut serta saat menyalinnya. Disarankan gunakan text editor seperti Notepad untuk Windows atau Gedit untuk Linux, bukan MS Word atau OpenOffice, sehingga tidak perlu gambar, tabel, atau simbol-simbol character khusus lainnya. Ingat pula harus ada keterkaitan antara Curriculum Vitae dengan Deskripsi Diri. 5. Hati-hati terhadap butir-butir sulit dengan konsistensi (misalnya keterkaitan antar butir kisi-kisi deskripsi diri), target kerja yang telah berhasil dilakukan, kendali diri (misal mampu dikritik dan tidak emosional, tetapi mampu menggunakan kritikan untuk mengembangkan diri, serta berikan 3 contoh pengalaman ), tanggung jawab serta keteguhan pada prinsip. Perluas pengalaman agar jangan sampai kehabisan kata-kata saat menulis Deskripsi Diri. 6. EVaReS (External Validity Reinforcement Strategy). Pentingnya strategi penguatan dari luar kampus. Dosen akan sangat beruntung bila karyanya langsung bisa dilihat hasilnya melalui web. Perbanyak sumber-sumber eksternal web, baik berupa situs pribadi yang berisi kegiatan belajar mengajar, situs dari perguruan tinggi, situs lokal, media massa, atau situs khusus serdos, untuk memudahkan asesor menilai kebenaran deskripsi diri.

7. Banyak berlatih untuk menyelesaikan soal ToEP (Test of English Proficency ) dan Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA). Pengalaman saya mengikuti ToEP (Test of English Proficency ) untuk Serdos ternyata tidak sesulit bila dibandingkan dengan substansi soal pada TOEFL Institutional atau TOEFL IBT yang pernah saya ikuti untuk leleksi Ph.D Candidate. Demikian halnya dengan Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) yang berisi soal Matematika Logika Sistematis menuntut Anda harus banyak berlatih memecahkan soal untuk kedua jenis test tersebut dengan waktu yang singkat, dan itu butuh akselerasi tinggi. Akhirnya . . . saya hanya bisa bantu Anda dengan Doa . Kalau Anda tetap tidak lulus Serdos, yaa. . . . siap-siap saja, Anda akan segera dicabut fungsional Dosen -nya dan ramai-ramai menjadi pegawai administrasi kampus meski Anda bergelar Doktor. Karena hanya Dosen yang memiliki sertifikat yang boleh mengajar (menjadi akademisi). Untuk saat ini (sebelum lulus Serdos), Anda hanya dianggap Dosen jadijadian yang sebenarnya tidak berwenang untuk mengajar Mahasiswa .