Anda di halaman 1dari 2

Bagaimana cara melakukan pencegahan diare yang benar dan efektif?

1. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun. 2. Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur. 3. Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang cukup. 4. Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar . 5. Buang air besar di jamban. 6. Membuang tinja bayi dengan benar. 7. Memberikan campak. imunisasi

Kenali tanda-tanda bahaya dehidrasi : Anak tidak sadar atau lesu lunglai Anak malas minum Mata tampak cekung Tidak keluar air mata Cubitan kulit perut kembali sangat lambat

AWAS!

DEHIDRASI
pada

ANAK DIARE
..

SEGERA BAWA ANAK KE PUSKESMAS atau RUMAH SAKIT TERDEKAT !

Diare adalah suatu kondisi


dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari.

1. Berikan cairan lebih banyak dari biasanya. Teruskan ASI lebih sering dan lebih lama. Anak yang mendapat ASI eksklusif, beri oralit atau air matang sebagai tambahan. Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif, berikan susu seperti biasa dan oralit atau cairan rumah tangga (kuah sayur, air matang, sari buah, air tajin, dll). 2. Berikan zinc selama 10 hari. 3. Minum antibiotik secara teratur apabila diberikan oleh dokter. 4.

4. Berikan anak makanan untuk mencegah kekurangan gizi. Tetap berikan makan sesuai umur anak dengan menu seperti saat sehat. 5. Bawa anak ke petugas kesehatan bila: Berak cair lebih sering Muntah berulang Sangat haus Makan dan minum hanya sedikit Timbul demam Berak berdarah Tidak membaik dalam 3 hari

Dehidrasi

adalah gangguan dimana terjadi kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. Beberapa penyebabnya adalah diare, muntah-muntah, dan demam tinggi.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan diare merupakan penyebab kedua kematian anak di dunia dengan 1,5 juta anak meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini. Dehidrasi yang disebabkan diare merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita.

Anda mungkin juga menyukai