Anda di halaman 1dari 8

6.2.0. PEDOMAN KEADAAN DARURAT 6.2.1.

UMUM Banyak krieteria, definisi dan syarat -syarat yang diperlukan untuk dijadikan landasan, agar suatu keadaan dapat dikatakan sebagai suatu kedaan darurat. Nam un secara umum dapat dinyatakan bahwa Keadaan Darurat adalah keadaan sedem ikian rupa yang m engharuska n dilaksanakan tindakan segera karena mengandung resiko terhadap lingkungandan hajat hidup orang banyak, tidak dapat ditanggulangi oleh kem am puan sendiri dan diperlukan kewenangan serta koordinasi lintas fungsi m aupun sektoral. Berdasarkan kondisi tersebut maka diperlukan langkah -langkah pencegahan tertentu agar tidak terjadi Keadaan Darurat. namun apabila karena satu dan lain hal Keadaan Darurat tidak dapat dicegah, maka penanggulangannya harus dapat

!prat

OrW"Ir. '''

urrr-ILd V I IVimpiPAJtIV1tIN Kt,

LIAKARAN
tiiihha i i

VI

1 1 / 63

dilakukan dengan c.;,r2 -,.::, dapat dihindart.

-,::,.:

'Lin

JAL

''' ..'" ""l''1141 \ .ing lebih lugs


: . . . . . . a a n

Untuk rnengakomodasi p(:- - ;.: - :;;Jhan (11niA!.(11i, ( 1111 ; 1 k;1kilptstiti,om suatu tuntutan, ri 4 ); prosedur maupun pedorri;, v au4 rnenjadi jelas bag, kornando/koordin;f2-1.:(1:11::111 (11111:81=11,411;42iii1111111t1tIllfgngrIMInagSliabwaagbi berbagai pihak pelaksana p' 'j terlit,:it dalaiti Ort),Iiw.,1..11\0;0;1.1{1 1);Ilurat. vvalaupun pada prinsipnya '..c:7 la roTirir.iy.i Koki.lAil t):11(11:1t monirliiiyai tujuan sama, namun untuk mendap%Jfv;,n buatu bontuk () Rirurat yang dapat diandalkan s e s u a i ; , ( :f un t uk a nn ya , m ok i t O r. 1 1 1 1 - .. 1 .. 1 1 \ t :1 t i a . i n Darur a t harus disesuaikan d e n g a n (',i'ri;dif:e.clitag k(( iiii,1 (iii opc1,1!.101),11 toim,1!;uk potensi sumber baha ya yang ar' - ; jumlah perill;w ili Pt% 1 1 . 1 nokiiiLkii); 1 1 1 ko. 1 ( 1 . 1 . 1 1 , Darurat yang tersedia, sarana trar ' / . / , ' % ; ; S i c S Y S t f f i l i k 1 ) I i l t i l l i k i 1 ! . 1 , i ; 1 1 , 1 : 1 1 1 , i o m i
6.2.2. PENGERTIAN KEADAAN DAMMA I ._19,1111.:1.1 1\c`J:1;111

Y ang dima ks ud Kea daan Da r11 f ;., 1 secara umum adalah suatu

\,111,) ,11:.(1)(11kan di atas, 11,0,111 I(11).1 \.(11,) iiiongharuskan dilaksanakan tindakan segera karc;r1;1 rrion(iiinduno 10:.11,0 lingkungan dan hajat hidup orang banyak, (1;11),i1 (Ilimik)0(11.11101 kernampuan sendiri dan diperlukan kevir;r1;inf1:1ri lintas fungst :.oktoral. Keadaan darurat dimaksud antara lain di;ifrit);iik;in oloti
y;jr,(1

1. Faktor Teknis a Kebakaran h Tumpahan / Kebocoran filirrok c Pen yebaran G %- f, M udah Torbakin d Dan lain-lain. 2. Faktor Alam a Gempa Burni b Banjir o Angin Topan d Gelombang Pasang e Dan lain-lain. Adapun tingkatlsifat keadaari darurat 11;11);11 1 Keadaan darurat kecil I (. 11 p )I.1)11(11,.111!.(q),i(J.ii beiikut k(r,1(1:1:111 41,11(11,11 \ .111i) (1.tp;ii diatasi oleh v,111,) Lim k1 i(1,14111 V:mg tidak dapat
(111),Ititti
oI0.1

',11;011

lokasi setempat, tanpa haritu:in d;iri Keadaan darurat %odd:in() ;Jdalati diatasi sendiri ,(:terrip;it, 3. Keadaan darurat 1)(f);Jr
suatu lokasi

lain.

;J(1 ;1I;1.1 ,11;1111 litim1.1,111

1,11(11.11 V.11141 1114mihahayakan

(1;in imIlik

(111)(1111k.in iisaha dan

koordinasi langsung dari imit (1;1r1 irc.1,111..1 1(.1 lkslit ..H(.1111).1I


6.2.3. ORGANISASI KEADAAN r)ARIMA I

Sebuah organisasi keadaari (1;ir1ir;11 111q1(1,11,ity.i 11,tp,it penntah/komando laporan (.1;1n rwrillwili.""" ..1`1 ,I1.1 yang terlihat di dalarrt orrpitiv..is,s (1,4).11 n1(.11).01.111)1 personil tanggung jawahnya dengan (J;in t(i(1;1., Will 1,1 I1link.111

suatu garis ..ohinciga semua wowenang dan k o s a t u a n ya n g

:-/of)),/-Pi V

d.1
tiif

O
4

A F

11 /

/; h

;:t

r?ola

44 , , _ ' c 4 4 ) 1 4
,,Pi V
t .
,

- "
4 1 1 /
/

/0/

"

b 4 4 ( i t i M3g c
. 6 ( Irv4 "4'J

If-;'

ft

-1,*"

A/./1,141, ',A '" -

/0$4,
ir

A,
1 4

...0/. 4, re/A .(40 1,j/


c*10

4.4.94, 44.4 r

,0414

"ilirs/W
-c"
//I re7
'/4i'

',4

,0-

' ; .6

41 1

t 1, 431,

;;'

f/411

0 r1/44) 1401f4r-ge
7

V./"e =4'0' ' /

01,4Ply
4

1 . A 4 4 : 1 / 4 0 ; : e

W.,oe /

4 /4

i i4of 'WW1 t ie *iv " ,41040

144
4i

9 -100 44* 1 1/401,f, 401446 f

44

A"01 AltvAll

er,-.44,"ei 4 0 34 ~ loce . *' 4441.g -1.191/4* ,440


.
r

I'

1 1

0-

01

44141 lege ,elte

,4

tingkot ur
e t e n t W i a n

pet '10 1/W


";O'3(
tfiie .0'.#14$1410

trigetio Af(f

!V 04
V91,140$ 7'4 e --

47lor ,
Sioteejel,/".le

/401,0400.._1-,44 4,4011404,44444 rri rf //,'.1.; 04* r'1,

itt'

'A
# rx,rrifiaitan Cr; 0;,1 ,
-

sr

43: e e Y*1 *At *041.4 tike4ic;a1A71


e .
4, 1

If 1.17f edird 440 000f Ararat? :40 ItIPfi t A e l f W o e


ff 4

04 1 14 1 1 1 ~1 , ; 1

;.

A;;'Vt :0117

fttr61 )=.`re eA,17 r


4

:rat batty- -

I- "AIM 30104f

"'?

*wo,

tolicelArr1.Jrc +%

Ate-14hr

.."( e; -i(5'

" ri W1;0744.
. 1 0V 1 1 1
-

"ge

o 2 , f :

r t

,4.110X0r

,
.,s-1,111 ,,e*

e ..eot

t7(44 1:414'11
44

*4 y 42,Airj4 f:u"..
7.` Le-fittl t4hAV44:a

A"lf .10 ttlikrgf "S"

"111
PERTAMINA

PANDUAN K3LL
DIT. PEMASARAN & NIAGA
R e is ir I c e o k o tvb e 2 4

I. MANAJEMEN KEBAKARAN B A B V
terpadu, sating menunjang antara yang memberi perintah

dan yang R i e f l e r . b tu aa nn aa kn etlu aa nn cs aa ra on perasi penanggulangan dengan yang ma en la ks kt aa n sb a nn aka P antara yang memberi laporan dan yang menerima laporan, memberitahukan kepada yang diberitahu, antara yang memimpin op eras , Yen g yang melaksanakan operasi penanggulangan serta antara yang mem ! dan bantuan untuk kelancaran operasi penanggulangan Garis komando tersebut haws disikapi dengan disiplin dan kepatuhan layaknya seperti organisasi militer, demikian juga garis hierarki agar tidak turnpang tindih dan bertele-tele. Contoh organisasi keadaan darurat dimaksud seperti diuraikan berikut ini. 1. Koordinator Organisasi bertanggung jawab. Keadaan Darurat Instalasi bertugas dan

a Mengkoordinir atau memberi komando/perintah kepada semua fungsi dalam organisasi keadaan darurat. b Melapor kepada kepala-kepala Fungsi di tingkat unit yang terkait dengan kejadian keadaan darurat (sesuai ketentuan tentang laporan kejadian penting yang berlaku), serta melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan keadaan d arurat. Wakil Koordinator, bertugas dan bertanggung jawab a Sebagai Wakil Koordinator semua fungsi dalam organisasi keadaan darurat. Mengkoordinir kelancaran atas semua kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan keadaan darurat. c Kepada Koordinator Organisasi Keadaan Darurat. 3. Komandan satuan tugas penanggulangan keadaan darurat bertugas dan bertanggung jawab. a Mengkoordinir regu yang bertugas melaksanakan pena y a n g d i p e r l u k a n u n t u k p e n a n g g u l a n g a n k e a d a a n d a r u r anggulangan t keadaan darurat (regu inti).

b Mengkoordinir regu
p e n a n g g u l a n g a nk e a d a a nd a r u r a ts e l e s a i . p e n a n g g u l a n g a nk e a d a a nd a r u r a t( r e g uB a n t u ) .

yang

bertugas

melaksanakan

bantuanset e i ah

c Mengkoordinir regu yang bertugas menyiapkan perlengkapan Komandan satuan tugas BBM. bertugas dan bertanggung jawab t a omBbma h ka en dan mengumpulkan semua peralatan yang digunakan a Mengkoordinir regu yang bertugas menghentikan penyerahan K Mobil BBM) Tangki, RTW apal/Tanker, dan Lighter / Tongkang (regu penyerahan b Mengkoordinir regu EI yang bertugas menghentikan operas., n1nqki

pompa produk BM, menutup kra tangan-krangan dart dan bun (req. pompa) tim Mengkoordinir regu yang bet-twos menghentikan pembo dari kapal/tangker (requ honqkar)

ke DoP3 ngkartin

Rev

kto b

PANDUAN K3LL
r
2 ,

VI

DIT. PERTAMINA BAB

PE

MASARAN & NIAGA

Revisi Ke. 3 Oktober 2008 VI - 13 / 63

VI. MANAJEMEN KEBAKARAN

ri9 niener antara is operasi Yanr, g m en) . Qat.; lelak akan Pang tindih lay a k n y a .rti diuraikan tugas

5 Komandan satuan tugas Non BBM 1, bertugas dan bertan a Mengkoordinir regu yang bertu ggung jawab gas men ghentikan penyerahan, penerimaan dan pengamanan produk menghentikan (regu pelumas). b Mengkoordinir regu yang bertugas meng hentikan penerimaan dan pengamanan produk grease dan bahan kimia (regu grease).

penyerahan,

6. Komandan satuan tugas Non BBM 2, bertugas dan bertanggung jawab a Mengkoordinir regu yang bertugas menghentikan penyerahan / pengisian LPG ke botol -botol LPG dan ke Skid Tank LPG (regu botol LPG) b Mengkoordinir regu yang bertugas menghentikan penerimaan LPG dari kapal angkutan LPG (regu angkutan LPG) c Mengkoordinir regu yang bertugas menghentikan pompapompa produk LPG dan menutup krangan-krangan dari dan ke tangki LPG (regu pompa LPG)

dan

Il

u l a f u r -

ang terkit Ong jape _in psi dengan iarurat

7. Komandan satuan tugas penunjang, bertugas dan bertanggung jawab a Mengkoordinir regu yang bertugas melakukan pengamanan terhadap assets perusahaan. mengatur lalu lintas keluar/masuk kendaraan dari/ke instaasi, mengatur parkir kendaraan, meminta bantuan kepada aparat keamanan setempat serta melakukan himbauan kepada mas yarakat disekitarnya (regu pengamanan). b Mengkoordinir regu yang bertugas menyiapkan ambulance. perlengkapan P3K_ dan petugasnYa di tempat kejadian serta memberikan pertolongan pertama dan perawatan selanjutnya terhadap korban yang ada (regu kesehatan). c Mengkoordinir regu yang bertugas menyelamatkan dokumen/arsip yang bisa diselamatkan (regu dokumen/arsip). d M e n g k o o r d i n i r r e g u y a n g bertugas dan s menyiaPkan fasilitas a g erusahaan, termasuk semua sopi r , me ngel uar kan se mua ke nd ar aan p mobil tangki angkutan BBM auntuk segera meninggalkan lokasi kejadian dan logistik (regu transportasi). e Mengoordinir regu yang bertugas menghubungi personil yang terlibat keadaan dalam organisassi penanggulangan menghubungi (I da sekaligus rurat nas PMK dari instansi lain bila diperlukan sesuai

tugas

batJrat d

perintah dari koordinator atau wakilnya (regu penghubung).

e tang
an

PornPa"
< l 1

6.2.4. KETENTUAN DALAM PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT

Kebakaran
a . Keba kara n Kec il