Anda di halaman 1dari 51

ASKEP MCI

Oleh : Ns Hotnida Simatupang Skep.


Slide 001

PENGERTIAN
Miokardium Infark (MCI) adalah proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat, sehingga aliran darah ke koroner berkurang (Brunner&Suddarth, 2001) Miokardium Infark (MCI) adalah nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu (IPD,2006)
Slide 002

Lanjutan ..

Miocardium Infark (MCI) adalah penyakit arteri koroner yang disertai kerusakan jaringan dan nekrosis. Kerusakan arteri koroner dapat ditandai oleh adanya trombosis, arterisklerosis atau spasme. Jaringan Jantung yang terganggu pada aliran darah dari arteri yang sakit akan menjadi iskemik dan mekrotik mengakibatkan infark (Hudak&Gallo, 1997)

ANATOMI JANTUNG

Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organorgan muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 89 cm seta tebal kira-kira 6 cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.

Selaput yang membungkus jantung disebut pericardium dimana teridiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara pericardium dan epicardium. Epicardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endocardium.

Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awan atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik Diantara atrium kanan dan ventrikel kana nada katup yang memisahkan keduanya yaitu ktup tricuspid, sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel.

Etiologi
Merokok HIPERTENSI (tekanan darah tinggi): 140/90 atau sedang dalam pengobatan antihipertensi Usia Pria > 45 tahun, dan wanita > 65 tahun Adanya riwayat keluarga langsung/sedarah yang menderita penyakit jantung/stroke: Jika Pria : < 55 tahun Jika Wanita : < 65 tahun Kegemukan DIABETES MELLITUS ( DM ) Malas berolah raga CHOLESTROL TINGGI / Kadar triglicerida tinggi

Patofisiologi

TANDA DAN GEJALA


Keluhan utama adalah nyeri dada yang tibatiba dan berlangsung terus menerus dan menetap > 30 menit,. Rasa nyeri yang tajam dan berat seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas, seperti rasa ditindih barang berat, nyeri menjalar umumnya ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, punggung dan daerah epigastrium Mual Muntah

Lanjutan ..

Sesak nafas, Pusing, Keringat dingin, Berdebar-debar, Takikardia, Kulit pucat, Kulit dingin dan Hipotensi.

Lanjutan. Pada infark yang berat, terdapat dyspneu dan cyanosis akibat payah jantung. Denyut jantung bisanya bertambah tetapi dapat pula berkurang. Sering terjadi arytmia seperti ekstrasistole dan fibrilasi atrium. Pada auskultasi di paru-paru terdengar ronchi basah akibat kongesti paruparu dan edema. Friction rub bising gesekan pericardium ada hari kedua atau ketiga. Kelainan EKG lebih penting dari pada pemeriksaan fisik. Didapatkan gelombang Q abnormal, elevasi segmen ST dan gelombang T terbalik

Tes Diagnostik
EKG gelombang Q lebar (> 0,04 detik) atau dalam (>25% dari gelombang QRS). Gelombang ST elevasi pada lead sesuai dengan area infark. Gelombang P berubah (dapat terjadi cepat, beberapa jam hingga beberapa minggu setelah infark). Pada awal infark gelombang T dalam beberapa jam sampai dengan beberapa hari gelombang T menjadi inverted.

Ekokardiograpi Laboratorium : Creatinin Fosfokinase (CPK) atau CK (Kreatinkinase) menigkat dalam 4-8 jam, kemudian kembali normal setelah 48-72 jam. CKMB mencapai puncak 20 jam setelah infark

SGOT-SGPT meningkat dalam 12 jam pertama LDH meningkat dalam 24 jam pertama Leukosit mencapai 12.000-15.000 dalam beberapa jam dan bertahan 3-7 hari Peningkatan LED terjadi lambat, mencapai puncaknya dalam 1 minggu dan dapat bertahan 1 2 minggu

Pemeriksaan Radiologi : Berguna bila ditemukan adanya bendungan jantung (gagal jantung) atau Cardiomegali MRI (Magnetik Resonance Imaging). Statistik: -penyebab kematian no.1 -kematian 53,5 / 100 000

Komplikasi
Gagal jantung kongestif Syok kardiogenik Infark miokard yang meluas Emboli pulmonal Perikarditis Ruptur ventrikular Aneurisma ventrikular.

INSIDEN
IM merupakan 15-20 % dari penyebab kematian Pada pria biasanya 2 kali lebih banyak kematian dari pada wanita Sering ditemukan pada pria antara 35-55 tahun, dengan serangan mendadak, tanpa ada gejala pendahuluan

PROGNOSIS
Prognosis bergantung pada luasnya infark, umur penderita dan cadangan tenaga myocardium. 15-25% meninggal dalam waktu 6 minggu, tetapi biasanya meninggal dalam waktu 48 jam setelah serangan .

kematian biasanya oleh :


1. Fibrilasi ventrikel 2. Syok akibat kerusakan myokardium yang berat (9%) 3. Payah jantung (40%) 4. Ruptur jantung (5-10%) 5. Embolus trombus, sangat berbahaya bila tersangkut pada alat vital seperti otak dan ginjal

Pengkajian
Air way : Kaji adanya sumbatan jalan nafas oleh lidah karena kesadaran menurun Breathing Pernafasan cepat dan dangkal Sesak nafas (dyspneu), rhonci (akumulasi cairan di paru), Circulation Kaji ekstremitas/akral dingin Kaji adanya sianosis Kaji capillary refill > 3 detik

Kaji nyeri dada : - Persepsi pasien tentang sakit dada - Lokasi nyeri akan menjalar ke dua lengan bagian dalam - Kaji kualitas nyeri dengan skala 0 10 - Kaji serangan dan lamanya sakit, serangan apakah secara tiba-tiba berangsur-angsur setelah beberapa menit atau setelah beberapa jam. - Faktor-faktor pencetus, seperti saat marah, emosi yang hebat, pada saat istirahat - Kaji faktor-faktor yang menghilangkan atau tidak akan hilang dengan istirahat, rebah posisi tidur atau obat Nitrigliserin. - Kaji tanda dan gejala pendukung lainnya seperti pusing, lemah, perasaan akan pingsan/Sincope

Kaji peningkatan suhu tubuh dan adanya keringat dingin dan pucat TD turun(hipotensi), HR meningkat (takikardia), nadi cepat dan halus, Aritmia (ekstra sistole), friction rub, palpitasi, penurunan nadi perifer,, distensi vena leher Peningkatan kolesterol, enzym jantung, fungsi lever dan elektrolit Disability Kaji tingkat kesadaran Eksposure Adanya edema ekstremitas Apakah ada hematom dan tanda perdarahan nyata

Folley Cateter Pemasangan cateter urine Jumlah urine perjam dan warnanya

Gastric Tube Muntah dan mual NGT dipasang bila pasien mengalami penurunan tingkat kesadaran Kaji faktor-faktor resiko lainnya seperti Perokok berat, hipertensi, diabetesmelitus, stres fisik dan mental, kurang berolah raga, hiper kolesterol dll. Adakah gelisah atau seperti ketakutan,

Riwayat penyakit sekarang Alasan MRS Menjelaskan riwayat penyakit yang dialami adalah pasien mengeluh sesak dan nyeri dada, sesak bertambah jika aktifitas, keadaan lemah dan nafsu makana menurun Riwayat kesehatan Dahulu Mempunyai riwayat vaskuler : hipertensi, jantung koroner, miokarditis, jantung kongenital, aritmia Mempunyai riwayat penyakit DM Riwayat kesehatan keluarga Terdapat riwayat pada keluarga dengan penyakit vaskuler : Hypertensi, penyakit metabolik :DM

Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri dada b.d iskemik miokard, ketidak seimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan miocard dan penurunan aliran darah koroner Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan jam klien merasa lebih enak/nyaman

Kriteria HASIL :
Klien mengungkapkan rasa nyeri berkurang sampai hilang Klien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik relaksasi Klien menunjukkan menurunnya tegangan, rileks, mudah bergerak Klien tampak tenang (perilaku tidak gelisah), tidak menyeringai, skala nyeri 1-3 Klien dapat bekerja sama dalam tindakan dan pengobatan Klien dapat menceritakan letak, faktor pencetus, gambaran nyeri

Rencana tindakan :
a.Anjurkan klien untuk melaporkan episode nyeri b.Kolaborasi dalam pemberian analgetik dan dokumentasikan tingkat perkembangan nyeri c.Anjurkan klien untuk bedrest d.Atur lingkungan yang tenang dan nyaman

e. Jelaskan penyebab dan kemungkinan faktor pencetus (fisik dan emosional) f. Monitoring dengan pemeriksaan ECG selama episode nyeri g. Jelaskan dan bantu dalam penghilangan nyeri seperi : - Perubahan posisi - Distraksi (aktivitas dan latihan pernafasan) - Latihan relaksasi

RASIONAL : a.Intervensi yang cepat dapat mencegah iskemia atau cedera lebih berat b.Nyeri berat, menetap, tidak menghilang dengan pemberian analgetik dapat mengidentifikasikan infark menetap. c.Aktivitas meningkatkan kebutuhan oksigen yang dapat menimbulkan nyeri.

lanjutan

d. Stimulasi lingkungan dapat

meningkatkan frekuensi jantung dan dapat menimbulkan hipoksia jarigan miokard, nyeri. e. Penejelasan dengan tenang dapat mengurangi stres yang berhubungan dengan takut dan ketidaktahuan

lanjutan . f. Pemantauan jantung dapat membantu membedakan varian angina akibat meluasnya infark g. Tindakan ini dapat membantu mencegah rangsang nyeri dari pusat otak yang lebih tinggi dengan menggantikan rasangsang nyeri dengan rangsangan lain, relaksasi menurunkan ketegangan otot, menurunkan frekuensi jantung, dapat memperbaiki isi sekuncup, dan meningkatkan indera kontrol klien terhadap nyeri.

2. Gangguan perfusi jaringan b.d


penurunan kontraktilitas otot jantung

Tujuan : Setelah dirawat selama 3X 24 jam perfusi jaringan baik


Kriteria Hasil : - T : 120/80, N : 88X/mnt, Urine 40-50 cc/jam,
pusing hilang - suhu Akral hangat, merah dan kering - Kapilary refill , 2 detik

Rencana Tindakan :
1. Berikan posisi nyaman dan observasi tanda-tanda syok 2. Observasi vital sign (N : T : S ) dan kapilarri refill setiap jam 3. Kolaborasi: - Pemberian infus RL 28 tts/menit - pemberian oksigenasi - Foto thorak - EKG - Lasix 1 ampul - Observasi produksi urin dan balance cairan - Periksan D.lengkap

Rasional :
1.Memenuhi kebutuhan perfusi otak dan jaringan 2.Untuk mengetahui fungsi jantung dalam upaya mengetahui lebih awal jika terjadi gaguann perfusi 3.RL untuk memenuhi kebutuhan cairan intra vaskuler, mengatasi jika terjadi asidosis mencegah kolaps vena. - Untuk memastikan anatomi jantung dan melihat adanya edema paru.

- Untuk melihat gambaran fungai jantung. - Memperkuat kontraktilitas otot jantung - Meningkatkan perfusi ginjal dan mengurangi udem - Melihat tingkat perfusi dengan menilai optimalisasi fungsi ginjal. - Untuk melihat faktor-faktor predisposisi peningkatan fungsi metabolisme klliensehingga terjadi peningkatan kerja jantung.

3. Risiko terjadinya komplikasi b.d

inefektifitas penatalaksanaan regimen terapi, kondisi klien, pengobatan. Tujuan :


Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 minggu klien kembali dalam keadaan normal

Kriteria HASIL :
- Klien tampak membaik kondisinya - Komplikasi minimal

Rencana Tindakan
1. Monitor tanda dan gejala disritmia : - Frekuensi irama jantung abnormal, palpiatasi dan synkope - Gangguan hemodinamik, hipotensi - Kedaruratan jantung (henti jantung) 2. Pertahankan terapi oksigen sesuai program 3. Monitor tanda dan gejala syok kardiogenik - Takikardia, haluaran urin < 30 cc/jam - Gelisah, agitasi, perubahan fungsi mental - Takipnea, penurunan nadi perifer, kulit dingin, pucat, atau sianotik - MAP < 60 mmHg

4. Monitor tanda dan gejala gagal jantung kongestif dan penurunan jurah jantung : - Frekuensi jantung meningkat, nafas pendek dan meningkat - Bunyi nafas tambahan - Tekanan darah sistolik menurun,peningkatan gallop S 3/S4 - Edema perifer, distensi leher 5. Monitor tanda dan gejala tromboembolism : - Nadi perifer menurun , - Sianosis, nyeri tungkai

8. Monitor gejala dan tanda ruptur jantung - Hipotensi, distensi leher, takikardia 9. Kolaboratif : - Pengobatan Vasodilatasi, beta bloker, analegetik, sedatif, hipnotik - Terapi intravena, pemberian cairan dan obat - Pemeriksaan lab, Enzim jantung, elektrolit, , LED, Kimia darah - Pemeriksaan diagnostik, ECG, Ekokardiogram - Oksigenasi

Rasional :
1. Iskemia jaringan mengakibatkan tidak stabil secara elektrik menyebabkan disritmia, seperti kontraksi ventrikel prematur yang menimbulkan fibrilasi ventrikel dan kematian. Disritmia akibat reperfusi jaringan iskemia sekunder trombolitik. 2. Terapi suplemen oksigen meningkatkan sediaan oksigen sirkulasi pada jaringan miokard 3. Syok kardiogenik terjadi karena kehilangan /kerusakan miokard, penurunan isi sekuncup dan jurah jantung.

6. Monitor tanda dan gejala perikarditis - Nyeri dada perubahan pernafasan dan posisi - Gesekan perikardia; - Peningkatan suhu - Perubahan segmen ST 7. Monitor tanda dan gejala berulangnya IM : - Nyeri dada hebat - Peningkat dyspneu - Peningkatan ST elevasi dan gelombang Q abnormal pada ECG

4. Gagal

jantung kongestif disebabkan IM, yang menurunkan kemampuan ventrikel kiri untuk memompa darah, sehingga menurunkan curah jantung dan meningkatkan kongesti pulmonal. 5. Tirah baring lama meningkatkan viskositas darah dan penurunan curah jantung menunjang pembentukan trombus

6. Kerusakan pada epicardium menyebabkan menjadi kasar, yang cenderung mengiritasi dan menginflamasi jantung. 7. Tamponade jantung terjadi akibat akumulasi kelebihan cairan pada spasium perikardial yang menyebabkan kerusakan fungsi jantung dan penurunan curah jantung.

Pelaksanaan.
Pelaksanaan merupakan realisasi dari rencana keperawatan yang merupakan bentuk riil yang dinamakan implementasi, dalam implementasi ini haruslah dicatat semua tindakan keperawatan yang dilakukan terhadap klien dan setiap melakukan tindakan harus didokumentasikan sebagai data yang menentukan saat evaluasi.

Evaluasi
Evaluasi adalah merupakan tahap akhir dari pelaksaan proses keperawatan dan asuhan keperawatan evaluasi ini dicatat dalam kolom evaluasi dengan membandingkan data terakhir dengan data awal yang juga kita harus mencatat perkembangan pasien dalam kolom catatan perkembangan.