Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAMAN PANGAN (AGH 340) BUDIDAYA PADI SAWAH dan PENGARUH PERLAKUAN PEMUPUKAN pada

PADI (Oryza Sativa)

Disusun oleh : Aufal Anief Mangkubumi (A24110172)

Asisten Praktikum : Fitri Gumayanti Arini Falahiyah Erna Siaga Yulisda Eka Wardani Gerland Akhmadi Donatila Faranso (A24100149) (A24100154) (A24100157) (A24100189) (A24100197) (A24100204)

Dosen : Dr. Ir. Heni Purnamawati, M.Sc Agr.

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

PENDAHULUAN Latar belakang Beras merupakan bahan pangan sebagian besar penduduk Indonesia (96,87% penduduk Indonesia) dan merupakan penyumbang lebih dari 65% kebutuhan kalori (Pranolo, 2001). Perkembangan produksi padi baik di Indonesia maupun negara lain penghasil padi terjadi setelah tahun 1960 dengan lahirnya revolusi hijau. Teknologi revolusi hijau telah mentransformasikan pertanian menjadi pertanian berinput luar tinggi (High External Input Agriculture, HEIA). Peningkatan produksi Yang tinggi disebabkan oleh peningkatan input dari luar terutama pupuk urea yang sangat tinggi, namun penggunaan aplikasi pupuk kimia yang tinggi tersebut tanpa pengembalian bahan organik ke lahan menyebabkan ketidak seimbangan hara tanah dan penurunan efisiensi serta meningkatkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu muncul sistem pertanian yang berinput luar rendah dan berkelanjutan (Low External Input Sustainable Agriculture, LEISA) atau sering disebut dengan pertanian organik. Selain itu permasalahan komoditas pangan yang masih bertumpu pada beras menyisakan pekerjaan rumah bagi setiap pihak untuk mereduksi permasalahan yang terjadi. Permasalahan yang timbul misalnya konversi lahan sawah hingga menurunkan produktivitas, gangguan organisme penyakit tanaman, kesulitan produksi dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehingga melakukan ekspor besar-besaran, pengupayaan pasca panen bahkan penerapan regulasi pertanian, dll. Berdasarkan hal tersebut diperlukan upaya untuk mengasah kemampuan sumberdaya manusia dalam meningkatkan komoditas pertanian beras. Salah satu yang dapat dilakukan adalah memberikan pembelajaran kepada mahasiswa terkait bagaimana budidaya padi. Dengan kata lain urgensi produktivitas dan budidaya padi menjadi latar belakang kegiatan pembelajaran mahasiswa dan menganalisis bagaimana proses tersebut dilakukan serta mengkaji hasil yang telah dicapai dalam laporan akhir budidaya padi. Pada praktikum mata kuliah Ilmu Tanaman Pangan ini mahasiswa diajarkan cara budi daya padi sawah dengan berbagai metode, perlakuan pupuk dan sistem pertanian seperti HEIA dan LEISA.

Tujuan 1. Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai karakter agronomi padi sawah. 2. Mahasiswa dapat menerapkan budi daya padi sawah dengan teknologi terpilih 3. Mahasiswa dapat menerapkan teknik pengamatan berbagai peubah pada penelitian padi sawah.

BAHAN DAN METODE 1. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru Institut Pertanian Bogor pada hari Rabu pukul 07.00-10.00 WIB. 2. Bahan dan Alat Benih padi varietas Mentik Wangi Pupuk anorganik (NPK Kujang 30:6:8) Pupuk Organik (Pupuk kandang) Pupuk hayati Pestisida Peralatan budi daya (meteran, Ajir, ember, timbangan, landak)

3. Metodologi a. Perlakuan masing-masing kelompok : P1: HEIA, 400 kg/ha pupuk NPK Kujang 30:6:8 P2: LEISA, 300 kg/ha pupuk PK Kujang 30:6:8 + pupuk kandang 10 ton per hektar

P3: LEISA, 200 kg/ha pupuk PK Kujang 30:6:8 + pupuk kandang 10 ton per hektar + pupuk cair hayati P4: LEISA, 100 kg/ha pupuk PK Kujang 30:6:8 + pupuk kandang 10 ton per hektar + Pupuk cair hayati P5: Pupuk kandang 10 ton/ha + pupuk cair hayati b. Satu kelompok besar mendapatkan 1 perlakukan pupuk c. Memasang ajir yang diikat dengan rafia untuk jarak tanam d. Menanam padi sesuai dengan ajir yang dipasang e. 1 MST dilakukan penyulaman. f. 3 MST dilakukan pengukuran BWD g. 4 MST dilakukan pemilihan tanaman contoh h. Pengamatan tanaman contoh yang meliputi tinggi tanaman, jumlah makan dan BWD, dilakukan juga penyiangan gulma dan pembuangan hama keong.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tinggi tanaman Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan 6 MST 7 MST 8 MST 9 MST

0.0709tn 0.3346tn 0.3170tn 0.1328tn 0.0090tn 0.1386tn 0.1383tn 0.0627tn

Jumlah anakan Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan 6 MST 7 MST 8 MST 9 MST

0.5988tn 0.3464tn 0.3508tn 0.2725tn 0.0271tn 0.1681tn 0.0168* 0.0512tn

BWD Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan 6 MST 7 MST 8 MST 9 MST

0.1234tn 0.0259* 0.2977tn 0.0049** 0.2697tn 0.4290tn 0.3411tn 0.1986tn

Pembahasan Praktikum dilaksanakan pada lahan sawah beririgasi dengan ukuran petak percobaan seluas 4 x 5 m2. Pengolahan tanah dilakukan dengan sistem olah tanah sempurna (maksimum tillage) yaitu meliputi pembajakan, penggaruan dan perataan. Pada saat pengolahan tanah pupuk kandang disebar dan dibenamkan. Benih disemai pada bedengan semai (nursery) yang telah disiapkan. Sebelumnya benih direndam dengan air garam agar dapat diketahui benih mana yang layak tanam dan tidak layak tanam. Benih yang layak tanam akan tenggelam dalam larutan tersebut sedangkan benih yang tidak layak tanam akan terapung karena pertumbuhan sel-sel benih kurang sempurna. Bibit dipindah tanam pada

umur 14 hari dengan 1-2 bibit per lubang tanam. Jarak tanam yang digunakan adalah jarak tanam legowo 2:1 dengan jarak antar tanaman 20 x 20 x 40 cm. Pupuk cair hayati yang diaplikasikan mengiktui prosedur yang tercantum pada kemasan. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. Penanaman dengan menggunakan varietas unggul penting dalam menghasilkan produksi padi yang baik dan melimpah. Pada praktikum ini, kami menggunakan benih padi varietas Mentik Wangi. Persemaian juga penting diperhatikan dan dipelihara dengan baik hingga bibitnya dapat ditanam di lahan sawah yang telah disediakan. Luas lahan semai seluas sekitar 4 - 5% dari luas lahan tanam. Lokasi persemaian harus dipilih yang pengairannya mudah dikelola, baik dan dekat dengan lahan tanam. Tanah diolah secara sempurna dan dibuat bedengan berukuran lebar 1-1,2m dan panjang sesuai dnegan ukuran petakan. Setelah itu benih ditebar langsung di atasnya, persemaian dipupuk 10-20 g N agar bibit tumbuh lebih baik. Pada Praktikum mata kuliah Ilmu Tanaman Pangan ini dilakukan pengamatan pada padi dengan berbagai macam perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelompok praktikum. Ada lima perlakuan yang dilakukan, yaitu P1: HEISA, 400 kg/ha pupuk NPK Kujang 30:6:8, P2: LEISA, 300 kg/ha pupuk NPK + pupuk kandang 10 ton/ha, P3: LEISA, 200 Kg/ha NPK + pupuk kandang + pupuk cair hayati, P4: LEISA, 100 Kg/ha NPK + pupuk kandang + pupuk cair hayati, P5: Pupuk kandang 10ton/ha + pupuk cair hayati. Variabel yang diamati adalah bagan warna daun, tinggi tanaman, dan jumlah anakan. Perlakuan tersebut memberikan dampak berbeda-beda terhadap variabel tanaman yang diamati. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil yang didapatkan. Pada tabel bagan warna daun perlakuan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap bagan warna daun padi pada 6 MST-9 MST. Ulangan perlakuan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap bagan warna daun pada 6 MST dan 8 MST sedangkan perlakuan pupuk berpengaruh nyata pada bagan warna daun saat 7 MST dan berpengaruh sangat nyata terhadap bagan warna daun pada 9 MST. Tabel tinggi tanaman menunjukkan bahwa

perlakuan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman padi pada 6 MST 9 MST. Ulangan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman padi pada 6 MST 9 MST. Tabel jumlah anakan menunjukkan perlakuan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan pada 6 MST, 7 MST dan 9 MST sedangkan pada 8 MST perlakuan pupuk berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Ulangan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan pada 6 MST 9 MST. Data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan terhadap pertumbuhan tanaman padi dengan perlakuan pupuk sistem LEISA maupun HEISA. Tetapi, seharusnya terdapat perbedaan terhadap perlakuan pupuk sistem LEISA dan HEISA. Jika diamati secara visual di lapangan terdapat perbedaan warna daun dan ketinggian tanaman serta kesuburan tanaman padi. Namun, hal itu kembali pada objektivitas pengamat tanaman padi di lahan tersebut. Di lahan padi yang ditanami oleh praktikan terdapat OPT yang terdiri dari hama, penyakit dan gulma. Gulma yang tumbuh di lahan padi praktikan antara lain E. Collonum, Monochoria vaginalis, Leisia hexandra, Echinochloa crusgalli, Ciperus iria, Cyperus diformis, fimbristilis miliaceae dan lain sebagainya. Penanggulangan gulma tersebut dilakukan dengan mencabutnya dan

menenggelamkan secara manual atau dengan cara menggosok permukaan lahan yang terdapat gulma dengan landak. Hama yang ditemui di lahan praktikum padi sawah antara lain belalang dan keong. Penanggulangan hama keong dengan mengambil keong dan telurnya secara manual kemudian dibuang ke tempat yang jauh dari lahan praktikum padi sawah, sedangkan hama belalang belum ditanggulangi. Pada daun padi ada yang berwarna kuning, kemungkinan warna kuning tersebut tanda-tanda kekurangan unsur N namun tidak menutup kemungkinan terkena penyakit. Adapun kesalahan-kesalahan praktikan dalam pengamatan padi yaitu: berbedanya asumsi praktikan dalam mengamati Bagan Warna Daun, tidak akuratnya praktikan dalam mengukur tinggi tanaman padi, kebingungan dalam hal menghitung anakan tanaman padi yang tumbuh merumpun dan banyak sehingga adakalanya tidak akurat. Praktikum selanjutnya diharapkan agar pengamatan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga diperoleh data-data dan hasil yang lebih akurat.

KESIMPULAN Praktikum budidaya dan pengamatan padi sawah pada mata kuliah ITP, karakter agronomi yang diamati adalah jumlah makan, tinggi tanaman padi, Bagan Warna Daun dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Terdapat perbedaan pengaruh antara pemberian pupuk atau asing-masing metode perlakuan dengan tinggi tanaman, warna daun dan jumlah makan padi.

DAFTAR PUSTAKA Pranolo, T. 2001. Status Beras Kondisi Petani dan Lembaga Pangan. Dalam : Agribisnis dan Ketahanan Pangan : Akselerasi Inovasi dan Penerapan teknologi Padi, Seminar dan Ekspose Inovasi Teknologi Padi: Menjawab tantangan Perberasan Nasional. Departemen Pertanian. Jakarta. 14 hal.

LAMPIRAN Tabel 1. Tinggi tanaman pada 6 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 2189.403785 3291.533688 3391.990632 8687.575697 Kuadrat tengah 437.880757 822.883422 178.525823 F hitung 2.45 4.61 3.30 Pr > F 0.0709 tn 0.0090 tn

Tabel 2. Tinggi tanaman pada 7 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 2297.419121 2963.031037 7109.62496 12173.97828 Kuadrat tengah 459.483824 740.757759 374.19079 F hitung 1.23 1.98 Pr > F 0.3346 tn 0.1386 tn

Tabel 3. Tinggi tanaman pada 8 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 2281.803705 2846.738475 6824.64905 11689.15818 Kuadrat tengah 456.360741 711.684619 359.19206 F hitung 1.27 1.98 Pr > F 0.3170 tn 0.1383 tn

Tabel 4. Tinggi tanaman pada 9 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 4897.902545 5394.444415 9537.59821 19540.25852 Kuadrat tengah 979.580509 1348.611104 501.97885 F hitung 1.95 2.69 Pr > F 0.1328 tn 0.0627 tn

Tabel 5. Jumlah anakan pada 6 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 896.018733 3343.108233 4562.843267 8690.546897 Kuadrat tengah 179.203747 835.777058 240.149646 F hitung 0.75 3.48 Pr > F 0.5988 tn 0.0271 tn

Tabel 6. Jumlah anakan pada 7 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 2202.824572 2660.993593 6973.12178 11823.83302 Kuadrat tengah 440.564914 665.248398 367.00641 F hitung 1.20 1.81 Pr > F 0.3464 tn 0.1681 tn

Tabel 7. Jumlah anakan pada 8 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 1787.785600 4757.375633 5707.03507 12111.55879 Kuadrat tengah 357.557120 1189.343908 300.37027 F hitung 1.19 3.96 Pr > F 0.3508 tn 0.0168 *

Tabel 8. Jumlah anakan pada 9 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 2626.392600 4345.437267 7183.28273 13884.49310 Kuadrat tengah 525.278520 1086.359317 378.06751 F hitung 1.39 2.87 Pr > F 0.2725 tn 0.0512 tn

Tabel 9. Bagan Warna Daun pada 6 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 0.97042083 0.54354583 1.83532917 3.29206897 Kuadrat tengah 0.19408417 0.13588646 0.09659627 F hitung 2.01 1.41 Pr > F 0.1234 tn 0.2697 tn

Tabel 10. Bagan Warna Daun pada 7 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 1.66715000 0.40615000 1.91785000 4.00827586 Kuadrat tengah 0.33343000 0.10153750 0.10093947 F hitung 3.30 1.01 Pr > F 0.0259 * 0.4290 tn

Tabel 11. Bagan Warna Daun pada 8 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 0.55873333 0.40806667 1.60843333 2.63741379 Kuadrat tengah 0.11174667 0.10201667 0.08465439 F hitung 1.32 1.21 Pr > F 0.2977 tn 0.3411 tn

Tabel 12. Bagan Warna Daun pada 9 MST Sumber keragaman Ulangan Perlakuan Galat Umum Db 5 4 19 28 Jumlah kuadrat 1.02793333 0.28180833 0.80206667 2.08810345 Kuadrat tengah 0.20558667 0.07045208 0.04221404 F hitung 4.87 1.67 Pr > F 0.0049 ** 0.1986 tn

Output SAS
The GLM Procedure Class Level Information Class ulangan perlakuan Levels 6 5 Values 1 2 3 4 5 6 P1 P2 P3 P4 P5 29 29 The GLM Procedure Dependent Variable: TT6 Source Model Error Corrected Total R-Square 0.609558 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4 DF 9 19 28 Sum of Squares 5295.585065 3391.990632 8687.575697 Coeff Var 24.44464 Type I SS 2004.051377 3291.533688 Type III SS 2189.403785 3291.533688 The GLM Procedure Dependent Variable: TT7 Source Model Error Corrected Total R-Square 0.415998 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4 DF 9 19 28 Sum of Squares 5064.35331 7109.62496 12173.97828 Coeff Var 33.13015 Type I SS 2101.322276 2963.031037 Type III SS 2297.419121 2963.031037 The GLM Procedure Dependent Variable: TT8 Source Model Error Corrected Total DF 9 19 28 Sum of Squares 4864.50913 6824.64905 11689.15818 Mean Square 540.50101 359.19206 F Value 1.50 Pr > F 0.2164 Mean Square 562.70592 374.19079 F Value 1.50 Pr > F 0.2167 Mean Square 588.398341 178.525823 F Value 3.30 Pr > F 0.0137

Number of Observations Read Number of Observations Used

Root MSE TT6 Mean 13.36136 54.65966 Mean Square F Value 400.810275 2.25 822.883422 4.61 Mean Square 437.880757 822.883422 F Value 2.45 4.61

Pr > F 0.0917 0.0090 Pr > F 0.0709 0.0090

Root MSE TT7 Mean 19.34401 58.38793 Mean Square F Value 420.264455 1.12 740.757759 1.98 Mean Square 459.483824 740.757759 F Value 1.23 1.98

Pr > F 0.3816 0.1386 Pr > F 0.3346 0.1386

R-Square 0.416156 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4

Coeff Var 28.50526 Type I SS 2017.770659 2846.738475 Type III SS 2281.803705 2846.738475

Root MSE 18.95236

TT8 Mean 66.48724 F Value 1.12 1.98 F Value 1.27 1.98 Pr > F 0.3815 0.1383 Pr > F 0.3170 0.1383

Mean Square 403.554132 711.684619 Mean Square 456.360741 711.684619

The GLM Procedure Dependent Variable: TT9 Source Model Error Corrected Total DF 9 19 28 R-Square 0.511900 DF 5 4 DF 5 4 Sum of Squares 10002.66032 9537.59821 19540.25852 Coeff Var 28.97489 Type I SS 4608.215904 5394.444415 Type III SS 4897.902545 5394.444415 The GLM Procedure Dependent Variable: JA6 Sum of Squares 4127.703630 4562.843267 8690.546897 Coeff Var 57.41742 Type I SS 784.595397 3343.108233 Type III SS 896.018733 3343.108233 The GLM Procedure Dependent Variable: JA7 Source Model Error Corrected Total DF 9 19 28 Sum of Squares 4850.71123 6973.12178 11823.83302 Mean Square 538.96791 367.00641 F Value 1.47 Pr > F 0.2293 Mean Square 1111.40670 501.97885 F Value 2.21 Pr > F 0.0693

Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan

Root MSE TT9 Mean 22.40488 77.32517 Mean Square F Value 921.643181 1.84 1348.611104 2.69 Mean Square 979.580509 1348.611104 F Value 1.95 2.69

Pr > F 0.1538 0.0627 Pr > F 0.1328 0.0627

Source Model Error Corrected Total R-Square 0.474965 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan

DF 9 19 28

Mean Square 458.633737 240.149646

F Value 1.91

Pr > F 0.1126

DF 5 4 DF 5 4

Root MSE JA6 Mean 15.49676 26.98966 Mean Square F Value 156.919079 0.65 835.777058 3.48 Mean Square 179.203747 835.777058 F Value 0.75 3.48

Pr > F 0.6626 0.0271 Pr > F 0.5988 0.0271

R-Square 0.410249 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4

Coeff Var 62.62533 Type I SS 2189.717642 2660.993593 Type III SS 2202.824572 2660.993593

Root MSE 19.15741

JA7 Mean 30.59052 F Value 1.19 1.81 F Value 1.20 1.81 Pr > F 0.3495 0.1681 Pr > F 0.3464 0.1681

Mean Square 437.943528 665.248398 Mean Square 440.564914 665.248398

The GLM Procedure Dependent Variable: JA8 Source Mode Error Corrected Total DF 9 19 28 R-Square 0.528794 DF 5 4 DF 5 4 Sum of Squares 6404.52372 5707.03507 12111.55879 Coeff Var 60.30483 Type I SS 1647.148086 4757.375633 Type III SS 1787.785600 4757.375633 The GLM Procedure Dependent Variable: JA9 Source Mode Error Corrected Total R-Square 0.482640 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4 DF 9 19 28 Sum of Squares Mean Square F Value 6701.21037 744.57893 1.97 7183.28273 378.06751 13884.49310 Coeff Var Root MSE JA9 Mean 77.23254 19.44396 25.17586 Type I SS Mean Square F Value 2355.773103 471.154621 1.25 4345.437267 1086.359317 2.87 Type III SS 2626.392600 4345.437267 The GLM Procedure Dependent Variable: BWD6 Source Model Error Corrected Total R-Square 0.442500 DF 9 19 28 Sum of Squares Mean Square F Value 1.45673980 0.16185998 1.68 1.83532917 0.09659627 3.29206897 Coeff Var Root MSE BWD6 Mean 11.43080 0.310799 2.718966 Pr > F 0.1643 Mean Square 525.278520 1086.359317 F Value 1.39 2.87 Pr > F 0.1023 Mean Square 711.61375 300.37027 F Value 2.37 Pr > F 0.0543

Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan

Root MSE JA8 Mean 17.33119 28.73931 Mean Square F Value 329.429617 1.10 1189.343908 3.96 Mean Square 357.557120 1189.343908 F Value 1.19 3.96

Pr > F 0.3944 0.0168 Pr > F 0.3508 0.0168

Pr > F 0.3269 0.0512 Pr > F 0.2725 0.0512

Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan

DF 5 4 DF 5 4

Type I SS 0.91319397 0.54354583 Type III SS 0.97042083 0.54354583 The GLM Procedure

Mean Square 0.18263879 0.13588646 Mean Square 0.19408417 0.13588646

F Value 1.89 1.41 F Value 2.01 1.41

Pr > F 0.1434 0.2697 Pr > F 0.1234 0.2697

Dependent Variable: BWD7 Source Model Error Corrected Total R-Square 0.521527 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4 DF 9 19 28 Sum of Squares Mean Square F Value 2.09042586 0.23226954 2.30 1.91785000 0.10093947 4.00827586 Coeff Var Root MSE BWD7 Mean 12.51845 0.317710 2.537931 Type I SS Mean Square F Value 1.68427586 0.33685517 3.34 0.40615000 0.10153750 1.01 Type III SS 1.66715000 0.40615000 The GLM Procedure Dependent Variable: BWD8 Source Model Error Corrected Total R-Square 0.390148 Source ulangan perlakuan Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 5 4 DF 9 19 28 Sum of Squares Mean Square F Value 1.02898046 0.11433116 1.35 1.60843333 0.08465439 2.63741379 Coeff Var Root MSE BWD8 Mean 12.39012 0.290954 2.348276 Type I SS Mean Square F Value 0.62091379 0.12418276 1.47 0.40806667 0.10201667 1.21 Type III SS 0.55873333 0.40806667 The GLM Procedure Dependent Variable: BWD9 Source Model Error Corrected Total R-Square 0.615887 Source ulangan perlakuan DF 5 4 DF 9 19 28 Sum of Squares Mean Square F Value 1.28603678 0.14289298 3.38 0.80206667 0.04221404 2.08810345 Coeff Var Root MSE BWD9 Mean 9.230605 0.205461 2.225862 Type I SS Mean Square F Value 1.00422845 0.20084569 4.76 0.28180833 0.07045208 1.67 Pr > F 0.0121 Mean Square 0.11174667 0.10201667 F Value 1.32 1.21 Pr > F 0.2767 Mean Square 0.33343000 0.10153750 F Value 3.30 1.01 Pr > F 0.0604

Pr > F 0.0249 0.4290 Pr > F 0.0259 0.4290

Pr > F 0.2468 0.3411 Pr > F 0.2977 0.3411

Pr > F 0.0055 0.1986

Source ulangan perlakuan

DF 5 4

Type III SS 1.02793333 0.28180833 The GLM Procedure

Mean Square 0.20558667 0.07045208

F Value 4.87 1.67

Pr > F 0.0049 0.1986

Level of ---------perlakuan Std Dev P1 3.1757939 P2 33.5157637 P3 10.2310508 P4 3.7722230 P5 26.6691395 Level of ---------perlakuan Std Dev P1 5.4213160 P2 22.4399852 P3 26.7012359 P4 6.3461537 P5 26.1967555 Level of ---------perlakuan Std Dev P1 0.47187569 P2 0.46332134 P3 0.20595307 P4 0.22583180 P5 0.19493589 Level of ---------perlakuan Std Dev P1 0.08366600

------------TT6----------N 6 6 6 6 5 Mean 59.6500000 45.5383333 66.5000000 60.8333333 38.0000000 Std Dev 3.5081334 26.0632541 6.0199668 4.1538737 21.5401950

------------TT7----------Mean 64.2833333 52.0916667 62.5833333 69.1333333 40.9400000 Std Dev 3.0590303 30.0312573 21.5749314 5.0871079 24.4647297

------------TT8Mean 70.2166667 56.3416667 75.0800000 75.6833333 52.8400000

------------TT9----------N 6 6 6 6 5 Mean 81.6500000 61.3833333 90.7333333 89.7716667 60.2400000 Std Dev 4.7022335 38.3753784 12.1756588 5.4441176 38.9620713

------------JA6----------Mean 20.5500000 32.3166667 18.1333333 20.0666667 47.2600000 Std Dev 4.6029338 21.0806467 4.2734841 5.3802107 26.9021932

------------JA7Mean 21.1666667 35.7625000 28.5000000 22.3833333 48.0500000

------------JA8----------N 6 6 6 6 5 Mean 20.0333333 36.9900000 17.5666667 21.1500000 51.8000000 Std Dev 5.1325108 25.1370603 4.6800285 6.2336987 31.2247498

------------JA9----------Mean 16.3333333 37.7333333 13.8166667 18.0166667 42.9400000 Std Dev 4.1950765 32.3004438 2.5063253 6.7324339 32.5847050

-----------BWD6Mean 2.76666667 2.86666667 2.70833333 2.75000000 2.46000000

-----------BWD7----------N 6 Mean 2.58333333 Std Dev 0.45789373

-----------BWD8----------Mean 2.45000000 Std Dev 0.45055521

-----------BWD9Mean 2.05000000

P2 0.25429641 P3 0.35449495 P4 0.31411251 P5 0.295

6 6 6 5

2.68333333 2.55000000 2.53333333 2.30000000

0.41190614 0.47222876 0.29439203 0.18708287

2.39166667 2.49166667 2.20000000 2.18000000

0.29396712 0.27279418 0.22803509 0.14832397

2.31666667 2.28333333 2.23333333 2.25000000

DOKUMENTASI KEGIATAN PRAKTIKUM BUDIDAYA PADI SAWAH

Gb 1. Lahan praktikum budi daya padi sawah

Gb 2. Pengamatan tinggi taman padi

Gb 3. Pengamatan warna daun dengan BWD

Gb 4. Bulir padi yang mulai berisi pada tanaman contoh

Gb 5. Pendataan hasil pengamatan

Gb 6. Tanaman padi sawah yang sudah berisi

Gb 7. Lahan praktikum budidaya padi sawah