Anda di halaman 1dari 35

Depresi Unipolar

YUNIASIH 11.2012.140

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

PENGERTIAN GANGGUAN AFEKTIF (MOOD DISORDER)


Mood : situasi emosi internal yang persisten dan

bertahan lama, dialami dan dirasakan secara subyektif. Mood mungkin naik / meningkat (elatif), normal (eutim), atau menurun (depresif)
Afek : ekspresi emosi yang dapat dilihat

(eksternal), bisa sesuai atau tidak dengan mood yang dirasakan individu

PENGERTIAN GANGGUAN AFEKTIF (MOOD DISORDER)

MOOD DISORDER

Depressive Disorder (Unipolar)

Manic Depressive (Bipolar)

Depresi A common mental disorder that presents with depressed mood , lost of interest or pleasure, feeling of guilt or low self-worth, disturbed sleep or appetite, low energy, & poor concentration

PENGERTIAN
Depresi Unipolar = Depresi Mayor

- tipe depresi yang paling serius - depresi tipe ini termanifestasikan dengan gabungan gejala gangguan dalam aktifitas kerja, belajar, tidur, makan dan kemampuan menikmati aktivitas sehari-hari - bersifat rekurens

EPIDEMIOLOGI
survey di Amerika Serikat terdapat kurang lebih 20%

pernah memiliki sejarah gangguan depresi Perempuan dapat mencapai 25% & lebih banyak dibandingkan laki-laki Hampir 50% onset diantara usia 20-50 tahun Indonesia : Survei Kesehatan Mental Rumah Tangga yang dilakukan di 11 kota oleh Jaringan Epidemiologi Psikiatri Indonesia tahun 2000, dimana 185 per 1000 penduduk rumah tangga dewas

EPIDEMIOLOGI
Jenis Kelamin

Usia
Status Perkawinan Faktor Sosial, Ekonomi, dan Budaya

ETIOLOGI
Faktor Biologis

- Perubahan Neurotransmitter norepinefrin, serotonin, dopamin


Faktor Psikososial

- Menurut Freud : kehilangan objek yang dicintai - Menurut Kane : stressor lingkungan, peristiwa kehidupan, kepribadian

ETIOLOGI

Faktor Genetik - Salah satu orang tua menderita gangguan mood tipe bipolar; kecenderungan terjadi 25% pada anak - Dua orang tua menderita gangguan mood tipe bipolar; kecenderungan terjadi 50-75% pada anaknya - Satu monozygote kembar mengalami bipolar; 4070% kecenderungan terjadi pada kembarannya

ETIOLOGI
- Satu dizygote kembar mengalami bipolar; kecenderungan 20% terjadi pada saudara kembarnya - Satu orang tua mengalami kelainan tipe depresif; 10-13% kecenderungan terjadi pada anaknya

PATOFISIOLOGI
Genetik

keluarga garis pertama dengan depresi berat, dengan onset umur dan depresi berulang memberikan resiko yang lebih besar
Hipotesis Amina Biogenik - Teori ini menyatakan bahwa dipresi disebabkan

karena kekurangan (defisiensi) senyawa monoamin, terutama serotonin & norepinefrin

MANIFESTASI KLINIS
Kehilangan energi Merasa sedih, tak berharga & merasa bersalah Sulit konsentrasi Menarik diri Hilang minat & kesenangan Berpikir tentang kematian & bunuh diri. Perubahan kemampuan kognitif Perubahan kemampuan bicara Perubahan dalam fungsi vegetatif

Semua gangguan ini menimbulkan masalah dalam hubungan interpresonal, sosial serta pekerjaan

Depresi biasanya berhubungan dengan gangguan lain

seperti serangan panik, penyalahgunaan obat, gangguan seksual dan gangguan kepribadian.

Cemas dan depresi berkait erat, sering sulit membedakan.

Hampir semua penderita depresi juga alami kecemasan,


namun tidak semua penderita cemas alami depresi.

DIAGNOSIS
Nama lain : Gangguan Depresi Mayor Kriteria diagnostik menurut DSM IV:
Munculnya 5 atau lebih simtom minimal 2 minggu dan
mempengaruhi perubahan dari kondisi sebelumnya. Salah satu simtom minimal adalah (1) mood depresif atau (2) hilangnya minat atau kesenangan

GANGGUAN UNIPOLAR
Simtom-simtomnya adalah: Mood depresif sepanjang hari, hampir setiap hari Hilangnya minat atau kesenangan pada semua aktivitas harian Hilangnya/ bertambahnya berat badan/ selera makan secara signifikan Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari Perasaan tidak berdaya atau bersalah yang berlebihan atau tidak sesuai Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau konsentrasi atau keragu-raguan hampir setiap hari Pemikiran tentang kematian yang berulang-ulang, ide bunuh diri tanpa rencana spesifik, atau usaha bunuh diri atau rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri

GANGGUAN UNIPOLAR
Prevalensi penderita gangguan depresi mayor : Lebih banyak pada perempuan Kelas ekonomi bawah Usia 20-an Cenderung kronis dan berulang
Semakin sering penderita mengalami gangguan depresi, durasi setiap episode akan bertambah dan keparahan akan meningkat

DIAGNOSIS BANDING
Bereavement (Kehilangan teman atau keluarga karena kematian)
Tabel 1. Pembeda antara bereavement dan episode depresi mayor Gejala Waktu Bereavement Episode depresi mayor

Kurang dari 2 Lebih dari 2 bulan bulan

Perasaan tidak Tidak ada berguna/tidak pantas


Ide bunuh diri Rasa bersalah, dll Perubahan psikomotor Tidak ada Tidak ada Agitasi ringan

Ada

Kebanyakan ada Mungkin ada Melambat

Gangguan fungsi

Ringan

Sedang Berat

DIAGNOSIS BANDING
Gangguan Afektif Disebabkan Karena Zat

efek samping obat (baik yang diresepkan atau tidak) dapat memperlihatkan gejala depresi, jadi suatu zat yang dapat mempengaruhi gangguan mood
Gangguan Bipolar

adanya mania atau hipomania mengidentifikasikan adanya gangguan bipolar (1) gangguan bipolar sering berawal dengan episode depresi (2) pasien bipolar mengalami episode depresi lebih lama dibandingkan dengan hipomania/mania

SPESIFIKASI DEPRESI MAYOR

SPESIFIKASI DEPRESI MAYOR

DERAJAT DEPRESI

PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN
Sasaran pada terapi : Perubahan biologis/efek

perubahan mood pasien, karena mood pasien dipengaruhi oleh kadar serotonin dan nor-epinefrin di celah sinaps dengan cara modulasi serotonin dan nor-epinefrin otak dengan agen-agen yang sesuai.
Tujuan terapi

: Menurunkan gejala depresi dan memfasilitasi pasien untuk kembali ke keadaan normal

PENATALAKSANAAN NON-FARMAKOLOGI

PENATALAKSANAAN NON-FARMAKOLOGI
Electroconvulsive Therapy (ECT)

- aman, efektif, tetapi masih kontroversi Indikasi ECT : - depresi berat - diperlukan respon yang cepat - respon terhadap obat jelek - merupakan treatmen pilihan terakhir

PENATALAKSANAAN FARMAKOLOGI

PENATALAKSANAAN FARMAKOLOGI

PENATALAKSANAAN FARMAKOLOGI
Obat-abat Antidepresan

LINI PERTAMA

Antidepresan Trisiklik (ATS) - terbukti efektif dalam mengatasi semua tipe depresi, terutama gangguan depresi jenis melankolis yang berat - Semua ATS mempotensiasi aktivitas NE dan5-HT dengan cara memblokde-uptakenya - Mempengaruhi system reseptor lain, maka selama terapi dengan ATS sering dilaporkan adanya efek samping pada sistim kolinergik, neurologik dan kardiovaskuler samping umum: antikolinergik dan hipotensi orthostatik

SSRI (selective serotonin re-uptake inhibitor ) - SSRI memiliki spektrum luas (sama seperti ATS) - Tidak ada efek samping sedative, antikolinergik, kardiovaskuler - Pasien yng gagal dengan terapi ATS

LINI KEDUA

LINI KETIGA

PROGNOSIS

TERIMA KASIH