Anda di halaman 1dari 1

Pasien dengan koma hyperosmolar hiperglikemik non ketotik umumnya berusia lanjut.

Keluhan pasien HHNK sering berupa rasa lemah, gangguan penglihatan, kejang pada kaki. Dapat pula ditemukan keluhan mual dan muntah, namun lebih jarang jika dibandingkan dengan KAD. Kadang pasien dating dengan disertai keluhan saraf seperti letargi, disorientasi, hemiparesis, kejang atau koma. Sama seperti KAD pada pasien yang mengalami HHNK sering ditemukan adanya tanda-tanda dehidrasi berat seperti turgor kulit yang buruk, mukosa pipi, bibir dan lidah yang kering, mata cekung, perabaan ekstremitas yang dingin dan denyut nadi yang cepat dan lemah. Dapat pula ditemukan peningkatan suhu tubuh tak terlalu tinggi. Akibat gastroparesis dapat pula dijumpai distensi abdomen yang yang membaik setelah rehidrasi adekuat. Perubahan pada status mental dapat berkisar dari disorientasi sampai koma. Derajat gangguan neurologis yang timbul berhubungan secara langsung dengan osmolaritas efektif serum. Koma terjadi saat osmolaritas serum mecapai lebih dari 350 mOsm per Kg (350 mmol per kg). Secara klinis HHNK sulit dibedakang dengan KAD terutama bila hasil laboraturium seperti konsentrasi glukosa darah, keton dan analisis gas darah belum ada hasilnya. Berikut dibawah ini adalah beberap gejala dan tanda sebagai pegangan: Sering ditemukan pada usia lanjut usai lebih dari 60 tahun, semakin muda semakin berkurang, dan pada anak belum pernah ditemukan Hampir separuh pasien tidak mempunyai riwayat DM atau DM tanpa insulin Mempunyai penyakit dasar lain, ditemukan 85% pasien mengidap penyakit ginjal atau gangguan pada sistem kardiovaskuler, pernah ditemukan penyakit akromegali, tirotoksikosis dan penyakit Cushing. Sering disebabkan oleh obat-obatan, antara lain diuretic tiazid, furosemide, manitol, digitalis, reserpine, steroid, klopromazin, hidralazin, Dilantin, simetidin, dan haloperidol (neuroleptik) Mempunyai faktor pencetus misalnya infeksi, penyakit kardiovaskuler, aritmia, pendarahan, gangguan keseimbangan cairan, pankreatitis, koma hepatic dan operasi.

Temuan laboraturium awal pada pasien HHNK adalah konsentrasi glukosa darah yang sangat tinggi (>600 mg per dL) dan osmolaritas serum yang tinggi (>320 mOsm per kg air (normal 290 5)), dengan pH lebih besar dari 7.30 dan disertai ketonemia ringan atau tidak. Separuh pasien akan menunjukkan asidosis metabolic dengan anioin gap yang ringan (10-12). Jika anion gap yang berat (>12) harus dipikirkan asidosis laktat atau penyebab lain. Muntah dan penggunaan diuretic thiazide dapat menyebabkan alkalosis metabolik yang menutupi tingkat keparahan asidosis. Konsentrasi kalium dapat meningkatkan atau normal. Konsentrasi kreatinin, blood urea nitrogen (BUN), dan hematokrit hamper selalu meningkat. HHNK menyebabkan tubuh banyak kehilangan berbagai macam elektrolit.