Anda di halaman 1dari 17

TK 5031

DEAKTIVASI KATALIS

Subagjo Lab. Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis Departemen Teknik Kimia ITB 2002

DEAKTIVASI KATALIS
Pendahuluan
Katalis: zat yang mempercepat reaksi tanpa terkonsumsi atau tanpa ikut bereaksi secara permanen
Implikasi yang terkandung dalam definisi tsb: tidak mempengaruhi sifat termodinamika reaksi
G, H tidak berubah K tidak berubah mempercepat reaksi ke kanan maupun ke kiri

selektif terhadap suatu reaksi tertentu

Pada kenyataannya
katalis tidak abadi, katalis mengalami perubahan kimia dan fisika yang ireversibel katalis kehilangan aktivitasnya katalis terdeaktivasi

Harga katalis mahal Harga katalis = f(1/laju deaktivasi) Deaktivasi menentukan rancangan katalis : formula, metode pembuatan, bentuk dll. Deaktivasi menentukan rancangan dan operasi proses berkatalis, contoh: FCC Mekanisme deaktivasi perlu difahami. Periode Deaktivasi: Deaktivasi-awal (deaktivasi cepat), laju deaktivasi melambat Deaktivasi-tetap (deaktivasi lambat), laju deaktivasi tetap

Deaktivasi-Awal Katalis
Deaktivasi awal berlangsung cepat mencapai keadaan tunak aktivitas Aktivitas meningkat cepat dan mencapai tunak akibat interaksi komponen reaksi dg permukaan katalis

waktu operasi

Aktivitas turun cepat dan mencapai tunak akibat deaktivasi pusat-aktif yg sangat aktif

Deaktivasi-Awal Katalis
Dalam industri
pada periode deaktivasi-awal (cepat), katalis harus dilayani dengan hati-hati, karena sangat menentukan umur katalis Pada periode deaktivasi tetap, laju reaksi dipertahankan konstan dengan menaikkan temperatur secara bertahap hingga batas yg diijinkan

Dalam penelitian kinerja katalis harus diukur pada saat


katalis telah mencapai keadaan tunak

Deaktivasi
Pola umum deaktivasi

Aktivitas
aktivitas awal

Penurunan aktivitas
bertahap: hidrotreating (tahun) cepat : FCC/RCC (menit) dapat dinyatakan dengan berbagai cara.

batas aktivitas ekonomik

Waktu operasi

Penanggulangan Deaktivasi
1. Modifikasi Katalis Alternatif katalis yang kurang aktif
Oksidasi SO2 dg kat Pt diganti dg V2O5 yg lebih tahan thdp racun As

Kombinasi komponen aktif-penyangga


Matriks dlm RCC dimanfaatkan juga untuk menelan logam-logam

Penambahan promotor
Penambahan K utk menetralkan pusat asam pd Al2O3 (mengurangi kokas) Peningkatan stabilitas Al2O3 dg menambah SiO2 Pencegahan sintering dan coking pd Pt/ Al2O3 dg menambah Re Penambahan promotor untuk netralisasi racun:
Antimony (garam kompleks Sb) untuk menangkap logam2 dalam residu umpan RCC Penambahan Copper chromite dalam Ni untuk menanggulangi racun S

Penanggulangan Deaktivasi
2.

Desain Reaktor untuk Reaksi dg Deaktivasi Cepat


Deaktivasi sangat cepat: reaktor fluidized bed deaktivasi agak cepat: slurry reactor, moving bed reactor

3.

Penambahan Volum Unggun Katalis


(memperpanjang waktu penggantian katalis) Katalis LTSC teracuni oleh S yang lolos dari desulfurisasi

4.

Penyingkiran Senyawa Racun dari Umpan


S dari gas bumi utk Steam Reforming : desulfurisasi: Fe2O3, ZnO Seny. oksigen dlm umpan sintesis amoniak: absorpsi CO2, metanasi, kondensasi air pada temperatur rendah

5.

Pengaturan Kondisi Proses (pada umumnya memperlambat deaktivasi)


operasi pada T serendah mungkin (target tetap tercapai) pH2 setinggi mungkin

Tipe Deaktivasi
Laju
lambat: normal cepat/sekaligus: kesalahan operasi/katalis

Reversibilitas
reversibel: deaktivasi sementara, katalis dapat diaktifkan kembali dg regenerasi ireversibel: permanen, katalis harus diganti

proses
mekanik: kerusakan partikel katalis, fouling termal/hidrotermal: kehilangan fasa aktif, perubahan fasa, sintering, pembentukan senyawa inert kimia: adsorpsi racun, pembentukan kokas

Penyebab Deaktivasi Mekanik Kerusakan partikel: penurunan sifat mekanik katalis secara
bertahap penyebab:
laju alir gas pengikisan tekanan pecah reaksi kehilangan perekat termal kehilangan perekat dan penurunan kekuatan mekanik

akibat : penyumbatan channeling, P meningkat hot spot Pencegahan:


perubahan formula dan metode pembuatan katalis penyesuaian kondisi operasi

Penyebab Deaktivasi
Fouling: pengendapan debu padatan pada permukaan katalis.
penyebab: Debu dlm umpan, karat dan hasil reaksi samping akibat: penyumbatan pori, penutupan permukaan aktif, ruang kosong antar partikel tersumbat oleh partikel yang menyatu dst. Pencegahan:
perlakuan awal umpan untuk menyingkirkan debu2 pengotor kondisi peralatan diperbaiki hindari reaksi samping

Penyebab Deaktivasi
Termal/Hidrotermal: Kehilangan komponen aktif/promotor penyebab: temperatur terlalu tinggi akibat: (deaktivasi ireversibel) kehilangan/penguapan komponen aktif, perubahan fasa (aktif tidak aktif), pembentukan senyawa tidak aktif dan sintering pencegahan: Tops < T maks. katalis contoh
Regenerasi katalis hidrotreating hot spot Mo menguap pada T > 800oC T metanasi terlalu rendah (< 150oC) terbentuk nikel karbonil menguap Kehilangan promotor K pada katalis reformasi kukus akibat bereaksi dg air menjadi KOH yg aktif dalam pembentukan kokas

Sintering:
partikel sangat lembut, Padatan sangat berpori Atmosfer reaktif
Pada Top ~ 1/3 1/2 titik leleh molekul menjadi mobile

Mekanisme sintering bermacam-macam


Penyangga memiliki titik lebur yg tinggi, pada temperatur tinggi dinding pori penyangga runtuh luas permukaan berkurang dan fasa aktif terperangkap. Contoh katalis reformasi-kukus untuk nafta: Ni/Al2O3 Fasa aktif terdispersi dalam bentuk partikel sangat halus, partikel kecil dapat bermigrasi/berdifusi dan bergabung menjadi partikel besar pusat aktif berkurang. Contoh Pt/Al2O3

Gambar (hal 194, 196 J. T. Richardson)

Sintering
Logam tanpa penyangga sangat mudah menderita sintering, apalagi bila ada H2 Kestabilan logam ~ Tleleh Ag < Cu < Au < Pd < Pt < Rh < Ru < Ir < Os O2 dan Cl2 mempercepat sintering dg cara perp. massa uap/permukaan
O2 membentuk oksida Cl2 membentuk oksiklorida

O2 dan Cl2 digunakan utk redistribusi Pt pd kat. Pt/Al2O3 pada T> 650oC aglomerasi tetap berlangsung tetapi distribusi berlangsung lebih cepat Penyangga dapat meningkatkan kestabilan: menurunkan dispersi, sehingga meningkatkan kestabilan Stabilitas penyangga MgO > Al2O3 > SiO2 > TiO2

Peracunan
Peracunan adsorpsi kuat suatu senyawa (disebut racun) Racun berasal dari umpan, reaktan, produk samping atau produk Peracunan: reversibel atau irevesibel, tergantung jenis katalis dan senyawa racun Contoh racun
Proses
Sintesis amoniak

Katalis
Fe

Racun

P: deaktivasi permanen.

T: deaktivasi sementara