Anda di halaman 1dari 6

Hukum ohm dan kirchoff Pembagi arus dan tegangan

Fungsi utama resistor di dalam suatu rangkaian listrik selain berfungsi sebagai pembatas arus listrik, resistor juga dapat digunakan sebagai pembagi arus dan tegangan listrik. Bila beberapa resistor dirangkaikan secara seri dengan sumber tegangaan listrik DC, maka pada tiap-tiap kaki resistor akan timbul beda potensial listrik yang berbeda-beda yang besarnya berbanding lurus dengan nilai hambatan resistor yang bersangkutan. Sebaliknya bila beberapa resistor dihubungkan secara paralel dengan sumber tegangan listrik DC maka akan terjadi pembagian arus listrik. Bila resistor hendak digunakan sebagai pembagi tegangan, maka resistor harus dipasang secara seri. Resistor sebagai pembagi tegangan dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.

Gambar 1. Resistor pembagi tegangan listrik Maka tegangan untuk tiap resistor dapat di hitung :

Bila resistor hendak digunakan sebagai pembagi arus, maka resistor harus dipasang secara paralel. Resistor sebagai pembagi arus dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.

Gambar 2. Resistor pembagi arus listrik Maka arus listrik yang mengalir melalui tiap-tiap resistor dapat dihitung sebagai berikut:

Mesh Pada analisa Mesh, perlu diperhatikan beberapa hal : 1. Rangkaian harus sebidang 2. Elemen aktif yang digunakan merupakan sumber 3. tegangan 4. Elemen aktif yang digunakan merupakan impedansi 5. Menggunakan hukum Ohm dan Kirchoff II 6. Menentukan arus setiap rangkaian tertutup 7. Membuat persamaan tegangan

Cara mendapatkan persamaan Mesh : 1. Tentukan harga setiap elemen dan sumber

2. Buat arus Mesh searah jarum jam pada setiap Mesh 3. Jika rangkaian hanya mengandung sumber tegangan, gunakan hukum tegangan Kirchoff mengelilingi setiap mesh 4. Jika rangkaian mengandung sumber arus, untuk sementara ubahlah rangkaian yang diberikan dengan mengganti setiap sumber seperti itu dengan rangkaian terbuka. Dengan menggunakan arus arus Mesh yang ditentukan ini, pakailah hukum Kirchoff II mengelilingi setiap Mesh atau Mesh super di dalam rangkaian ini.
TRANSFORMASI DELTAWAY

Jika sekumpulan resistansi yang membentuk hubungan tertentu saat dianalisis ternyata bukan merupakan hubungan seri ataupun hubungan paralel yang telah kita pelajari sebelumnya, maka jika rangkaian resistansi tersebut membentuk hubungan star atau bintang atau rangkaian tipe T, ataupun membentuk hubungan delta atau segitiga atau rangkaian tipe , maka diperlukan transformasi baik dari star ke delta ataupun sebaliknya.

Tinjau rangkaian Star () : Tinjau node D dengan analisis node dimana node C sebagai ground.

Tinjau rangkaian Delta () Tinjau node A dengan analisis node dimana node C sebagai ground :

Bandingkan dengan persamaan (1) pada rangkaian Star () :

Tinjau node B :

Bandingkan dengan persamaan (2) pada rangkaian Star () :

Perumusannya : Transformasi Star () ke Delta () :

Transformasi Delta () ke Star ():