Anda di halaman 1dari 2

Traumatic injury adalah injury yang dapat bersifat fisik (badan) atau emosional yang dihasilkan oleh luka

luka fisik atau mental, atau shock. Traumatic dental injury atau dental trauma merupakan injury yang terjadi pada mulut, termasuk gigi, bibir, gusi, lidah, dan tulang rahang. Traumatic dental injury umumnya merupakan kombinasi trauma jaringan lunak peri-oral, gigi, dan jaringan pendukungnya. Menurut frekuensi terjadinya antara lain: 1. kekerasan inter personal 2. sporting injuries (olahraga) 3. jatuh 4. kecelakaan lalu lintas 5. industrial trauma Dentoalveolar injury dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Pada masa kanak-kanak dan balita, penyebab utamanya biasanya adalah jatuh, terutama pada usia setahun pertama. Penyebab lainnya dapat berupa kekerasan yang dilakukan pada anak. Pada masa remaja, penyebabnya umumnya adalah olahraga. Pada usia dewasa, biasanya penyebabnya adalah karena kecelakaan dalam berkendara, jatuh, olahraga, dan kecelakaan pabrik. Klasifikasi Fraktur Dentoalveolar Menurut WHO 1. Trauma pada Jaringan Keras Gigi dan Pulpa Infraksi Mahkota Fraktur sebagian atau pecahnya enamel tanpa kehilangan substansi gigi lainnya. Fraktur Mahkota Fraktur yang mengenai enamel dan dentin tanpa mengenai pulpa. Komplikasi Fraktur Mahkota Fraktur mahkota yang tidak hanya mengenai enamel dan dentin, namun juga pulpa. Fraktur Mahkota-akar Fraktur yang mengenai enamel, dentin dan sementum namun tidak mengenai pulpa. Komplikasi Fraktur Mahkota-akar Fraktur yang melibatkan kerusakan enamel, dentin, sementum dan pulpa. Fraktur Akar

Fraktur yang mengenai dentin, sementum dan pulpa. 2. Trauma pada Jaringan Periodontal Concussion Trauma pada jaringan pendukung gigi tanpa disertai kehilangan gigi. Subluxation Trauma pada jaringan sekitar gigi disertai adanya kehilangan jaringan yang abnormal namun tidak ada peristiwa lepasnya gigi. Intrusive Luxation (central dislocation) Lepasnya gigi dari tulang alveolar disertai dengan fraktur pada soket alveolar. Extrusive luxation (peripheral dislocation, Partial avulsion) Lepasnya gigi sebagian diluar soket alveolar Lateral luxation Lepasnya gigi pada arah selain axial, biasanya disertai dengan fraktur soket alveolar. Retained Root Fracture Fraktur dengan retensi pada segmen akar namun kehilangan segmen mahkota diluar soket alveolar. Exarticulation (complete avulsion) Lepasnya gigi secara keseluruhan dari alveolar soket Miloro M. 2004. 2nd .edition Petersons Principles of Oral and Maxillofacial Surgery. BC Decker Inc. London. P 387