Anda di halaman 1dari 3

REFLEKSI KASUS PELVIC INFLAMATORY DISEASE

Nama : Yunita Dwi Herwati NIM : 2080310054

I.

Pengalaman Kasus Seorang pasien P1A0 29 tahun datang ke rumah sakit dengan mengeluhkan nyeri

pada perut kanan bagian bawah sejak beberapa hari yang lalu. Timbul sejak satu bulan yang lalu dengan nyeri yang dirasakan hilang timbul dan menjalar ke pinggang. Riwayat menstruasi : Teratur, tidak nyeri saat menstruasi, siklus 28 hari, lama haid sekitar 6 hari.

II.

Masalah yang Dikaji Apa diagnosis kerja untuk pasien tersebut, bagaimana cara mendiagnosisnya?

Apa terapi yang diberikan pada pasien tersebut?

III.

Analisis Kasus Pasien P1 A0 (29 tahun) datang ke Poli Kandungan dengan keluhan nyeripada

perut kanan bawah. Dari anamnesis dan rekam medis, diketahui pasien memilik riwayat operasi Appendiktomi 2 tahun yang lalu, serta riwayat nnfeksi saluran kencing 3 bulan yang lalu. Dari pemeriksaan USG, didapatkan gambaran perkabutan pada daerah adnexa. Pasien didiagnosis Adnexitis dan oleh dokter pasien diberikan terapi Amoxicillin, Metronidazole, dan Vitamin C. Adnexitis merupakan bagian dari Penyakit radang panggul/ PID. Adnexitis menunjuk pada peradangan yang lebih spesifik yaitu peradangan pada organ adnexa uteri, bisa berupa salpingitis (peradangan pada tuba falopii) dan/atau oopharitis (peradangan pada ovarium). Istilah Adnexa sendiri adalah tambahan atau struktur ekstra suatu organ, yang juga berperan dalam pelaksanaan fungsi organ utamanya. Pada organ reproduksi wanita, tuba falopi, ovarium, dan ligamentum merupakan adnexa dari organ uterus (Dorland, 1998).

Untuk menegakkan diagnosis penyakit radang panggul adalah hal yang sulit karena gejala dan tandanya tidak khas. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kriteria diagnostik dari PID ada tiga tingkatan: 1. Kriteria minimum (adanya satu atau lebih tanda klinis dan tanpa adanya diagnostik banding lain) Nyeri goyang serviks Nyeri tekan uterus Nyeri tekan adneksa 2. Kriterian tambahan : Suhu oral >38,3C Discharge vagina mukopurulen Leukosit dalam jumlah banyak pada pemeriksaan mikroskopik sekret vagina dengan salin Kenaikan Laju Endap Darah (LED)

Kenaikan >15 mm/jam mengindikasikan adanya PID. Sedangkan kenaikan >60 mm/jam menunjukkan adanya abses tubo-ovarii Peningkatan Protein Reaktif-C

Protein reaktif-C merupakan protein yang dihasilkan oleh hepar ketika terjadi inflamasi. Sehingga peningkatan protein reaktif-C menunjukkan adanyanya inflamasi atau infeksi bakteri. Kultur/ dokumentasi laboratorium adanya infeksi N. gonorrhoeae atau C. trachomatis 3. Kriteria diagnostik spesifik : Biopsi endometrium ditemukan endometritis USG transvaginal atau MRI memperlihatkan penebalan tuba yang penuh berisi cairan dengan atau tanpa cairan bebas di panggul atau kompleks tuba ovarii Laparoskopi dengan hasil yang konsisten PID Untuk membantu menyingkirkan diagnosis banding, dapat dialkukan pula: Urinalisis dan urin kultur, untuk mengevaluasi kemungkinan adanya infeksi saluran kemih/ pyelonephritis. Tes Kehamilan, jika hasil positif kemungkinan adanya kehamilan ektopik harus dipertimbangkan. (Neinsteinn, Lawrance S., 2008)

Pengobatan yang diberikan pada pasien ini erua medikamentasi per oral yakni Amoxicillin, Metronidazole, dan Vitamin C. Terapi oral dapat dipertimbangkan untuk
penderta PID ringan atau sedang. Pasien yang menerima terapi oral dan tidak menunjukkan perbaikan setelah 72 jam harus re-evaluasi untuk memastikan diagnosisnya dan diberikan terapi parenteral.

IV.

Dokumentasi 1. Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bagian bawah 2. Keluhan Tambahan : 3. Riwayat Penyakit Sekarang : Seorang pasien P1A0 usia 29 tahun merasa nyeri pada perut kanan bagian bawah sejak beberapa hari yang lalu. Riwayat Obstetri : I : , 4th, 3100gr, spontan, bidan Riwayat keguguran : (-) Riwayat pernikahan : Menikah 1x dengan suami sekarang Usia pernikahan : 6 tahun Riwayat menstruasi : Teratur, tidak nyeri saat menstruasi, siklus 28 hari, lama haid sekitar 6 hari.. Riwayat Operasi (SC, curetage, dll) : (-) Dx kerja Terapi : adnexitis : Amoxicillin. Metronidazole, vitamin C.

o o o o o

V.

Referensi Anwar, Muhammad, Baziad R., Ali, & Prabowo, Prajitno. 2011. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta. Neinsteinn, Lawrance S., etc. 2008. Adolescent Health Care: A Practical Guide. Lippincott Williams & Wilkins: Philadelphia. Halaman 819-823

Yogyakarta, 27 November 2012

Dr. Bambang Basuki, Sp. OG