Anda di halaman 1dari 45

Varises

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Varises adalah pelebaran pembuluh balik. Kata varises berasal dari bahasa Latin yang berarti memutar, "varix".[1] Varises (Varicose Vein) merupakan pelebaran vena yang sering terjadi di vena superfisial, dan yang banyak terjadi di ekstremitas bawah

Epidemiologi
secara umum mengenai 10-20% dari populasi keseluruhan, [2] terjadi 2-3 kali lebih sering pada perempuan dari laki-laki. hampir setengah dari pasien memiliki riwayat keluarga penderita varises.[3]

Faktor Risiko
1. Adanya trauma secara langsung pada katup vena yang menyebabkan kerusakan 1 atau lebih katup. 2. Terlalu lama berdiri. 3. Kelebihan berat badan (overweight) 4. Menumpangkan kaki saat duduk 5. Memakai Pakaian yang terlalu mengompresi (ketat).[2]

Klasifikasi
1. varises primer : varises yang berasal dari vena superfisial 2. varises sekunder : varises yang timbul akibat insufisiensi vena deep, inkompentensi vena perforating, atau akibat oklusi vena deep yang dapat menyebabkan dilatasi atau pembesaran dari vena superfisial.[3]

Varises dapat terjadi di vena di daerah mana saja, namun paling banyak terjadi di Vena Safena di kaki dan percabangannya.[3] Varises juga dapat terjadi di area anorektal yang dikenal sebagai Ambeyen (hemorrhoids), di esofagus (esophageal varices), dan spermatic cord (varikosel). [2]

Manifestasi Klinis
dilatasi vena pada varises terjadi akibat inkompetensi katup vena dan menyebabkan aliran darah menjadi stasis di bawah, membentuk bendungan, hal ini menjadikan terjadinya edema akibat tingginya tekanan di vena, nyeri, dan trombosis. Efek yang timbul yaitu edema yang persisten di ekstremitas dan menyebabkan perubahan sekunder pada kulit yaitu iskemik, dermatitis stasis, dan ulserasi. ulser dapat menjadi kronis bila luka sulit disembuhkan dan terjadi infeksi. perlu diingat bahwa pada varises jarang terjadi embolisme, hal ini yang membedakan dengan trombosis pada vena deep.[4]

Pilihan Terapi
Dibawah ini ada beberapa pilihan terapi yang akan disarankan oleh dokter yaitu : 1. Penggunaan stoking khusus (compression stocking) 2. Skleroterapi 3. Endovenous Laser Treatment (EVLT) 4. Ligasi vena 5. Vein Stripping 6. Ambulatory Phlebectomy[5]

Rabu, 05 Juni 2013 - 08:25:22 WIB Macam-Macam Varises Dan Cara Mengatasinya Diposting oleh : Administrator Kategori: Kesehatan - Dibaca: 1947 kali

Varises adalah pembengkakan yang terjadi pada pembulu darah yang berada di dekat permukaan kulit, pembengkakan pembuluh darah ini mengakibatkan munculnya urat biru halus di permukaan kulit. Meski dapat muncul di bagian tubuh mana pun, namun pada umumnya gangguan ini muncul pada area kaki dan perut. Pembengkakan tersebut terjadi karena adanya tekanan darah yang begitu kuat pada pembuluh darah yang menyebabkan adanya distorsi pada pembuluh darah tersebut.

Jika dibandingkan dengan pembuluh darah lain di tubuh, pembuluh darah yang berada di kaki memiliki tugas yang sangat berat karena harus mengalirkan kembali darah ke jantung. Jika tekanan yang terjadi lebih kuat dari katup pembuluh darah maka darah akan terakumulasi pada pembuluh darah tersebut dan mengakibatkan munculnya urat biru halus di sekitar permukaan kulit.

Untuk lebih mudahnya dapat kita analogikan dengan selang air yang menggelembung karena banyaknya air yang harus dialirkan namun katup atau lubang pada selang tersebut terlalu kecil.

Penyebab

Banyak sekali hal dan faktor yang dapat memicu terjadinya varises di sekitar kaki dan tubuh anda, tentu saja telah bercampur dengan mitos atau keyakinan segelintir orang yang sama sekali tidak bisa dibuktikan. Salah satu penyebab yang tidak bisa dibuktikan adalah berdiri terlalu lama. Anda tentu sering membaca di blog kesehatan lain tentang salah satu penyebab tersebut.

Kami tekankan kembali bahwa itu hanyalah keyakinan mereka saja dan sama sekali tidak bisa dibuktikan secara medis. Di bawah ini kami uraikan beberapa penyebab varises yang kami kutip dari ahli kesehatan :

Faktor usia, biasanya muncul ketika usia seseorang mulai menginjak umur 40 tahun ke atas. Ini lah fakta yang ada di lapangan dan bisa dibuktikan di sekitar anda. Berat badan, memiliki berat badan yang tidak wajar meningkatkan resiko seseorang terkena gangguan ini. Tekanan berat badan pada kaki dapat mengakibatkan pembengkakan pada pembuluh darah.

Perubahan hormon tubuh Penggunaan obat-obatan yang mengandung estrogen dan progesteron Terkena paparan sinar matahari Faktor genetic, faktor keturunan menjadi salah satu penyebab yang diyakini oleh ahli medis. Banyaknya kasus yang ditemukan pada para pasien menimbulkan keyakinan kuat akan hal ini. Faktor gender, diakui atau tidak, varises lebih banyak menyerang kaum wanita. Bukan berarti bahwa kaum pria tidak dapat terkena gangguan ini, namun jika anda wanita maka resiko terhadap varises jauh lebih besar dibanding pria.

Jenis-jenis

Gangguan ini dapat muncul di semua bagian tubuh anda termasuk perut dan wajah. Banyaknya kasus varises pada kaki yang sering ditemukan menyebabkan adanya anggapan bahwa pembengkakan pada pembuluh darah hanya ada pada daerah kaki. Berikut kami rangkumkan beberapa jenis varises di lihat dari segi tempat munculnya gangguan tersebut:

Pada kaki, jenis ini merupakan jenis yang paling umum dan mudah ditemukan pada wanita yang menginjak usia 40 tahun ke atas. Pada perut, secara garis besar jenis ini tidak ada bedanya dengan tipe pertama. Perbedaan satusatunya adalah tempat kemunculannya. Pada pinggul, biasanya muncul saat seseorang berada pada masa kehamilan. Pada saat kehamilan terjadi perubahan hormonal dan aliran darah yang meningkat, hal tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah yang pada ahirnya memicu munculnya varises

Langkah pengobatan

Tingkatkan sirkulasi darah anda, lakukan olahraga seperti berjalan kaki, mengendarai sepeda dan berlari adalah salah satu cara untuk melancarkan sirkulasi darah anda pada daerah kaki, selain tiu dengan berolahraga anda dapat terus memastikan tubuh anda dalam keadaan sehat dan bugar. Lakukan hal di atas secara rutin, jika sirkulasi darah anda telah normal maka lambat laun pembengkakan pembuluh darah tersebut hilang dengan sendirinya dan terhindar dari berbagai daftar penyakit berbahaya lainnya.

Mengurangi beban pada kaki, hal ini bisa dimulai dengan cara menurunkan berat badan hingga berat badan anda ideal. Kompres dengan air hangat, gunakan kain lembut yang sudah anda rendam dengan air hangat. Hal ini membantu katup pembuluh dara dapat terbuka secara maksimal sehingga darah yang terakumulasi di dalamnya dapat segera naik ke organ jantung.

Semua cara di atas sebenarnya bertumpu pada bagaimana melancarkan kembali peredaran darah anda dan membuka katup semaksimal mungkin agar tidak ada lagi darah yang terkumpul pada pembuluh darah hingga menyebabkan pembengkakan, (sumber : www.janggleng.com).

Varises
June 20, 2013 | Filed under: Kesehatan and tagged with: cara mencegah varises, cara menghilangkan varises, cara mengobati varises, gejala timbulnya varises, penyebab varises

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Varises Varises penyakit yang biasa muncul dibagian kaki tepatnya pada bagian betis ini memang tidak terlalu berbahaya namun akan berbahaya bila varises tumbuh pada bagian vital tubuh seperti esophagus, scrotum dan vulva. Varises adalah sebuah kondisi dimana pembuluh vena normal mengalami pelebaran atau dilatasi akibat pengaruh peningkatan tekanan vena. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah, sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Varises dapat mengahambat peredaran darah yang menyebabkan tubuh kita akan merasa nyeri dan lelah. Bentuk varises cenderung berwarna kehijauan dan ukurannya bervariasi, berukuran besar dan juga kecil, bisa memanjang dan juga pendek. Varises dapat terjadi dimana saja pada bagian tubuh pada kaki, tangan, esophagus, scrotum dan vulva. Namun yang paling sering yaitu pada bagian betis. Penyakit varises pada kaki terutama disekitar betis akan membentuk urat-urat yang menonjol keluar. Bagi wanita yang bekerja dan sangat mementingkan penampilan penyakit ini sangat mengganggu dan mengurangi rasa percaya diri dengan bentuk otot otot yang menonjol keluar.

Penyebab Varises pada Kaki

Memakai sepatu hak tinggi Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal. Faktor keturunan Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan. Kehamilan Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat. Terlalu banyak berdiri Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri,

usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung. Kurang gerak Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Merokok Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. Kolesterol tinggi Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

Gejala / Tanda tanda Varises

Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah. Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai. Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy). Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh. Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah. Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebirubiruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Pencegahan dan Pengobatan Varises

Setelah beraktivitas seharian, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah terkena varises usahakan tidur dengan posisi seperti ini untuk melancarkan peredaran darah ke jantung. Lakukan olahraga secara rutin Usahakan agar tidak berdiri terlalu lama Jangan memijat terlalu keras daerah varises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Sering duduk berselonjor kaki Perbanyak makan yang berserat tinggi, dan kurangi yang mengandung protein hewani

Pengobatan Alernatif untuk Varises

Minum jus campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah. Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli, air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur).

Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon. Berendam bergantian di air hangat (suhu 41-43 derajat Celcius) dan air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masing-masing selama 15-30 detik dan di ulang selama 30 menit, untuk melancarkan peredaran darah serta menguatkan dinding pembuluh darah. Atau semprotkan kaki secara bergantian, terutama di daerah betis bagian belakang, dengan air panas dan air dingin seperti di atas. Pijat refleksi di ujung saraf telapak kaki dapat membantu membuang tumpukan kristal dari sisa metabolisme di ujung-ujung syaraf, atau lakukan akupunktur dan akupresur di titik-titik tertentu.

Oookee.. Semoga Bermanfaat

Varises adalah vena normal yang mengalami dilatasi akibat pengaruh peningkatanan tekanan vena yang merupakan suatu manifestasi yang dari sindrom insufiensi vena dimana pada sindrom ini aliran darah dalam vena mengalami arah aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti. Varises disebabkan karena berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena. Menyebabkan pembuluh vena melemah dan tidak mampu mengalirkan darah ke jantung. Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan. Gejala klinis atau ciri-ciri terkena varises:

Terlihat tonjolan otot pada kaki Kaki terasa berat Terasa Nyeri, gatal, rasa terbakar Keram pada malam hari Perubahan kulit dan kesemutan

Berikut ini adalat tips bagaimana cara menghilangkan varises: 1. Kurangi kebiasaan memakai high heels Untuk anda yang hobi menggunakan sepatu hak tinggi, sebaiknya mulailah mengurangi kebiasaan tersebut. Usahakan membeli hak yang tidak lebih dari lima centimeter. 2. Kurangi/hindari kebiasaan berdiri terlalu lama Namun jika pekerjaan memaksa anda untuk berdiri dalam waktu yang lama, usahakan agar anda tidak berdiri dengan keadaan yang sama dalam waktu yang lama. Bergeraklah sedikit agar pembuluh darah tidak kaku. 3. Kurangi konsumsi gula, garam dan goreng-gorengan Semua itu bisa menyebabkan anda menjadi pengidap kolesterol tinggi dan kencing manis yang dapat berisiko memiliki varises. 4. Perbanyak makan sayur dan buah Makanan yang sehat dapat menghindari terjadinya varises. Sayuran dan buah yang mengandung banyak serat dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah seperti bawang-bawangan dan jahe. Jangan lupa mengkonsumsi vitamin B kompleks, C, E, B6, asam folat, magnesium, kalsium dan zinc. Hindari makanan pedas seperti lada hitam khususnya saat urat Anda membengkak. 5. Rajin berolahraga Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Karena sifatnya yang memacu jantung dan melancarkan aliran darah, sehingga dapat menghindari terjadi varises. Olahraga seperti jogging, jalan cepat, bersepeda dan berenang sangat baik untuk memperlancar aliran darah.

Varises sebenarnya tidak begitu berbahaya, tapi yang membuat kita risih dan ingin menghilangkan varises yaitu karena tampilan kita jadi kurang pede dengan munculnya otot-otot yang biasanya berada di belakang betis dll.

anda-tanda Munculnya Varises Pada Kaki Anda


7 months ago by Admin 0

Varises adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sistem pemubuluh darah yang tidak lancar. Tanda-tanda paling menonjol adalah munculkan benjolan seperti otot yang tampak pada kaki anda. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor seperti terlalu lama berdiri, seringnya mengenakan sepatu hak tinggi, rokok, diabetes serta hipetensi. Anda jangan pernah sepelekan penyakit varises, karena jika tidak ditangani dengan serius, maka bisa mengakibatkan varises kronis yang akan mengganggu aktivitas anda. Lalu bagaimana mengetahui ciri-ciri penyakit varises, sehingga anda dapat mengantisipasi sebelum terjadi varises kronis? Berikut adalah tanda-tanda paling mencolok ketika kaki anda akan terkena penyakit varises. 1. Kondisi tubuh kaki yang lelah, panas dan pegal pada kaki karena berdiri terlalu lama. 2. Seringnya terjadi kram atau otot tegang pada saat anda dalam konsisi santai atau tiduran. 3. Perubahan pada warna kulit kaki. Biasanya ketika kaki anda akan terkena verises maka akan tampak otot-otot berwarna biru pada kulit anda. 4. Ketika kaki anda terdapat luka, maka sulit/lama sembuhnya itu disebabkan karena kandungan gula darah yang terlalu tinggi. 5. Munculnya benjolan berkelok-kelok pada kaki anda, itu merupakan pembuluh vena yang melemah sehingga akan timbul ke kulit kaki anda.

Itulah ciri-ciri kaki anda akan terkena penyakit varises, jadi kenali terlebih dahulu tandatandanya sebelum anda mengalami dan mengganggu aktivitas anda.

Penyebab Varises & Pengobatannya


Kebanyakan dari kita pasti sudah pernah mendengar jenis penyakit yang satu ini.Varises adalah salah satu kelainan pada tubuh yang terjadi pada bagian pembuluh darah vena. Pembuluh darah ini bertugas membawa darah yang merupakan sisa metabolisme kembali ke jantung. Namun, karena adanya kelainan yang disebut dengam varises, peredaran darah terhambat pada bagian betis dan tungkai kaki karena menahan berat badan. Penyakit varises juga dapat timbul pada lengan. Biasanya, varises ditandai dengan adanya urat-urat halus yang kelihatan menyembul di bagian betis kaki. Penyebab varises adalah menurunnya elastisitas dinding pembuluh darah vena. Pembuluh ini harus kuat karena proses bekerjanya berlawanan arah dengan gravitasi bumi demi mengangkut darah kembali ke jantung. Ketika katup pembuluh yang berfungsi menahan darah menjadi rusak, maka darah akan berkumpul dan bergumpal sehingga aliran darah tersumbat. Beberapa faktor yang menjadi pemicu timbulnya hal ini adalah sebagai berikut :

Terlalu sering atau terlalu lama mengenakan sepatu berhak tinggi. Frekuensi berdiri yang terlalu sering dan terlalu lama sehingga memaksa pembuluh darah vena untuk bekerja lebih keras. Faktor genetik dan perubahan hormon. Penyakit kencing manis dan kolesterol tinggi. Gaya hidup tidak aktif atau kekurangan gerak. Kebiasaan merokok dan minum minuman keras. Kehamilan.

Gejala Penyakit Varises


Gejala awal penyakit varises ditandai dengan kaki dan tungkai yang terasa berat untuk digerakkan. Kemudian, otot dan bagian di sekitar kaki mudah terasa sakit, pegal, panas dan kaku dan bahkan kram walaupun ketika bersantai. Frekuensi timbulnya rasa sakit paling sering dialami ketika menjelang malam. Kaki membengkak dan perubahan warna kulit di sekitar mata kaki, bahkan luka yang sulit disembuhkan. Pembuluh darah rambut melebar seperti membentuk jaring laba-laba dan bagian betis terlihat ada urat berwarna kebiruan dan berkelok.
Cara mencegah varises

Pencegahan varises dapat dilakukan dengan menghindari berdiri terlalu lama, senam yoga, posisi kaki dan tungkai lebih tinggi daripada jantung yang

dilakukan selama 20 menit ketika berbaring, mengkonsumsi banyak sayur dan buah yang mengandung serat tinggi seperti bawang merah dan putih, jahe, cabai merah, serta makanan yang mengandung vitamin B kompleks, E, C, B6, kalsium, magnesium, zinc dan asam folat. Biasakan melakukan olahraga rutin pada otot kaki dengan bersepeda, jogging, dan renang. Jalan santai juga dapat mencegah varises disertai duduk dengan kaki, panggul, ataupun tungkai berselonjor. Satu hal yang perlu benar-benar Anda ketahui adalah tidak melakukan pemijitan berlebihan pada bagian tubuh yang bervarises dengan harapan pembuluh darah akan lancar. Cara tersebut justru dapat membuat pembuluh vena pecah, karenanya pijit secara ringan namun rutin dengan minyak.
Cara mengobati varises Pengobatan varises dilakukan berdasarkan jenis varises yang dialami.

Varises Dalam Kulit : Pengobatan dilakukan dengan obat yang berfungsi untuk memperkuat dingin vena dan bantuan dengan stocking khusus untuk penderita varises. Varises Spider Navy : Varises jenis ini berada pada tingkat masalah yang ringan dan dapat diatasi dengan menggunakan sinar laser. Dapat juga dilakukan dengan alat listrik untuk mengecilkan pembuluh darah melalui zat tertentu. Varises Reticular Varicose Veins : Kondisi ini tergolong parah sehingga harus diberikan obat serta suntikan untuk mencegah iritasi sekaligus menutup aliran darah. Selain itu, penderita diharuskan memakai stocking khusus untuk penyakit varises. Varises Kronis : Ini adalah tingkat yang paling parah di mana diharuskan melakukan pembedahan jika pengobatan dengan suntik tidak bermanfaat. Penderita varises kronis wajib mengenakan stocking khusus setiap saat ketika beraktifitas, olaharaga dan tidak memakai sepatu tinggi.

Apapun pengobatan yang Anda rasa sesuai untuk digunakan, pilihan paling bijaksana adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang berpengalaman. Tindakan pencegahan sebaiknya Anda lakukan sedini mungkin yakni dari sekarang!

Ciri-Ciri Varises
Ciri-Ciri Varises

Kenali dari mulai sekarang ciri-ciri varises, kemudian segera anda melakukan pengobatan varises secara herbal melalui obat varises herbal ACE MAXS yang merupakan obat paling ampuh untuk varises dan mampu mengobati varises secara aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Varises merupakan salah satu gangguan atau kelainan pada pembuluh darah vena. Kelainan pada pembuluh darah vena ini mengakibatkan fungsi pembuluh darah vena menurun. Fungsi darah vena yaitu membawa darah hasil metabolism ke jantung, namun bagi penderita varises pengaliran darah kejantung ini mengalami gangguan. Penyebab varises Varises disebabkan oleh faktor turunan yang diturunkan orang tua kepada anaknya. Selain itu penyebab varises juga bisa karena merokok, badan kurang bergerak atau tidak sering berolahraga, memakai hak tinggi, kolestrol dan diabetes. Ciri-ciri varises Adapun ciri-cirinya ialah sebagai berikut :

Kaki terasa kaku dan sulit digerakan Kaki atau tangan sering keram

Kaki membengkak Menonjolnya aliran pembuluh darah pada betis kaki, tangan dan bagian organ testis Pelebaran pembuluh darah yang menonjol semakin luas berbelok dan warna kebiru-biruan

Pengobatan varises paling ampuh ialah obat herbal varises ACE MAXS Bagi anda yang mengalami ciri-ciri diatas, anda tidak perlu lagi khawatir, karena kami disini mempunyai bahan pengobatan yang paling tepat dan paling baik dalam mengatasi varises anda yaitu ace maxs. Ace maxs ini telah banyak dikonsumsi dikalangan masyarakat sebagai bahan pengobatan berbagai macam jensi penyakit maupun penyakit varises anda. Ace maxs yang mampu mengobati berbagai macam jenis penyakit ini sering disebut dengan obat multikhasiat yang berkhasiat tinggi.

Ace maxs adalah ramuna kesehatan yang terbuat dari kulit manggis dan daun sirsak. Kulit manggis ini memilki kandungan XANTHONE yang sangat tinggi dibandingkan dengan buah lainnya. Kandungan xanthone ini berfungsi untuk membunuh penyakit varises anda didalam tubuh. Selain itu bahan acemaxs selanjutnya ialah daun sirsak. Daun sirsak ini memilki kandungan Mineral, Nutrisi dan kandungan lainnya yang mampu memperkebal daya tahan tubuh. Baca selengkapnya >>> Jadi bila anda mengalami ciri-ciri varises, anda tidak perlu lagi khawatir, segeralah anda melakukan pengobatan varises anda dengan cara memilih

pengobatan yang efektip melalui ace maxs yang aman tanpa efek samping. Bila anda memilih ace maxs sebagai bahan pengobatan varises anda berarti anda telah melakukan pengobatan varises anda dengan tepat dan baik. Bagi anda yang berminat dan ingin memesan langsung ace maxs, anda bisa langsung mengirimkan pesan dengan format pemesanan seperti di bawah ini :

Diagnosis Varises Vagina


Umumnya varises vagina diderita oleh wanita usia tua dimana elastisitas pembuluh vena dan katup-katupnya keras dan banyak duduk ataupun berdiri dalam waktu lama serta kurang berolahraga juga dapat mengalami varises vagina. Selain itu, wanita obesitas dengan pola makan tinggi lemak, wanita dengan penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, serta wanita hamil pun memiliki resiko tinggi terhadap varises vagina. Wanita hamil dengan riwayat melahirkan banyak anak (multipara) akan meningkatkan resiko terjadinya varises vagina. Karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah shingga menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah. Terakhir, faktor keturunan juga turut andil dalam terjadinya varises vagina. Wanita hamil lebih mengalami varises vagina karena tekanan rongga perut yang cenderung meningkat. Wanita hamil juga mengalami perubahan hormonal terutama peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan bertambahnya elastisitas dinding pembuluh darah. Akibatnya dinding pembuluh darah baik arteri maupun vena makin lentur dan terjadilah pelebaran pembuluh darah tersebut.

Terjadinya pelebaran pembuluh darah ini diperlukan untuk memenuhi nutrisi dan kebutuhan janin dalam rahim. Varisesvagina bisa terjadi pada sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terlihat pada kehamilan trisemester akhir atau pada diatas minggu ke-32 dimana hormon progesteron semakin menigkat kadarnya.

Untuk mengetahui ada tidaknya varises vagina ketika hamil, perhatikan area genital apakah terdapat perubahan warna . Lalu raba dengan menggunakan sarung tangan steril apakah terdapat tonjolan atau pembengkakan didaerah vagina. Jika jumlah varisesnya banyak dan berada pada di beberapa tempat serta ukurannya besar-besar, maka sebaiknya proses persalinan ibu dilakukan dengan operasi sectio cesaria. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa apabila varises ini banyak dan lebar maka pada proses persalinan, varises bisa pecah sehingga menimbulkan pendarahan hebat dan sulit diatasi. Hal ini justru akan menimbulkan bahaya bagi ibu maupun janin. Namun bila varises vagina masih tergolong ringan dan kecil, ibu hamil masih dapat melahirkan secara normal dibawah pengawasan dokter. Setelah bayi lahir, biasanya pembuluh darah akan kembali mengecil dan sekitar 75% akan menghilang. Varises vagina dapat diobati. Salah satu cara pengobatan terbaik adalah mencari sumber bendungan dan mengobatinya baik secara konservatif maupun operatif seperti sirosis hati, varises esofagus, tumor abdomen seperti mioma uteri yang besar dan kista ovarium yang cukup besar.

Varises Vagina
Varises vagina adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) maupun selaput lendir (mukosa) yang ditandai dengan pembuluh darah yang lebar dan berkelok-kelok melingkar. Sama halnya dengan kaki, varises vagina terjadi akibat kelainan katup dalam pembuluh darah itu. Penyebab varises vagina biasanya karena elastisitas dinding pembuluh darah vena yang melemah akibat tekanan darah yang tinggi atau bendungan pada beberapa organ tubuh . Kedua hal ini menyebabkan tersendatnya darah di pompakan ke jantung dalam jangka waktu yang cukup lama. Faktor usia dan kehamilan diduga menjadi faktor resiko terjadinya varises vagina. Usia tua menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena, sehingga katup-katupnya juga ikut melemah. Sementara kehamilan diduga dapat menjadi faktor pencetus terjadinya varises vagina karena tekanan rahim yang membesar dan menekan perut, sehingga aliran darah di daerah itu menjadi terganggu. Semakin tua usia kehamilan maka kemungkinan terjadinya varises vagina semakin besar. Selain itu obesitas juga berpengaruh pada terjadinya varises vagina. Pada wanita yang obesitas, lemak yang berlebihan akan menganggu aliran darah vena sehingga membebani katup-katup di pembuluh darah vena itu.

Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya varises vagina ialah wanita yang duduk atau berdiri terlalu lama. Posisi duduk atau berdiri dalam wktu lama akan menyebabkan peningkatan tekanan aliran darah dari tangan/kaki ke arah jantung. Jika berlangsung lama, maka fungsi katup-katup pembuluh vena akan terganggu. Lokasi varises yang paling berbahaya dan sulit didiagnosis adalah pelebaran pembulouh darah vena di daerah pelebaran pembuluh darah vena didaerah segmen bawah rahim. Pembuluh darahnya yang besar dan berkelok-kelok dapat menimbulkan pendarahan hebat (massive) yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Gejala varises vagina biasanya disertai dengan tanda adanya varises di tempat lain seperti vulva, terutama labia mayora (bibir luar), varises di tungkai dan ambeien. Terkadang beberapa wanita merasa cepat lelah dan kaku di kemaluan bisa berjalan agak jauh merasa adanya ganjalan ketika berhubungan intim atau perasaan tidak nyaman lainnya tergantung besra kecilnya varises yang sudah terbentuk. Jika varises sangat besar maka buang air kecil menjadi tersendat-sendat (anyang-anyangan).

Varises Di Vagina
Penyebab varises vagina biasanya karena elastisitasnya dinding pembuluh darah vena yang melemah akibat tekanan darah vena yang tinggi atau adanya bendungan pada beberapa organ tubuh. Kedua hal ini menyebabkan tersendatnya darah yang dipompakan ke jantung dalam jangka waktu yang cukup lama. Faktor usia dan kehamilan di duga menjadi faktor resiko terjadinya varises vagina. Usia tua menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena sehingga katup-katupnya juga ikut melemah. Sementara kehamilan diduga dapat menjadi faktor pencetus terjadinya varises vagina karena tekanan rahim yang membesar dan menekan perut, sehingga aliran darah didaerah itu menjadi terganggu.

Semakin tua usia kehamilan maka semakin besar. Selain itu, obesitas juga dapat berpengaruh pada terjadinya varises vagina. Pada wanita yang obesitas, lemak yang berlebihan akan mengganggu aliran darah vena sehingga membebani katup-katup di pembuluh darah vena itu. Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya varises vagina ialah wanita yang duduk atau berdiri terlalu lama. Posisi duduk atau berdiri dalam waktu lama akan menyebabkan -peningkatan tekanan lairan darah dari tangan/kaki

ke jantung. Jika berlangsung lama, maka fungsi katup-katup pembuluh darah vena akan terganggu.

Varises Vagina Pada Wanita Hamil


Wanita hamil lebih mudah mengalami varises vagina. Selain karena tekanan rongga perut yang cenderung meningkat, mereka juga mengalami perubahan hormonal terutama peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan bertambahnya elastisitas dinding pembuluh darah. Akibatnya dinding pembuluh darah baik arteri maupun vena makin lentur dan terjadilah pelebaran pembuluh darah tersebut. Terjadinya pelebaran pembuluh darah ini diperlukan untuk memenuhi nutrisi dan kebutuhan janin dalam rahim. Varises vagina bisa terjadi pada sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terlihat pada kehamilan trisemester akhir atau pada diatas minggu ke 32 dimana hormon progesteron semakin meningkat kadarnya.

Untuk mengetahui ada tidaknya varises vagina ketika hamil, wanita hamil disarankan untuk memperhatikan are agenital, apakah terdapat perubahan warna atau tidak. Lalu raba dengan memakai sarung tangan steril apakah terdapat tonjolan atau pembengkakan didaerah vagina. Jika jumlah varisesnya banyak dan berada dibeberapa tempat serta ukurannya besar-besar, maka sebaiknya proses persalinan ibu dilakukan dengan operasi sesar. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa apabila

varises ini banyak dan lebar maka pada proses persalinan, varises bisa pecah sehingga menimbulkan pendarahan hebat dan sulit diatasi. Hal ini justru akan membahayakan bagi ibu maupun janin. Namun bila varises di vagina masih tergolong ringan dan kecil, ibu hamil masih dapat melahirkan secara normal dibawah pengawasan dokter, setelah bayi lahir, biasanya pembuluh darah akan kembali mengecil dan sekitar 75% akan menghilang. Varises vagina dapat diobati. Salah satu cara pengobatan terbaik adalah mencari sumber bendungan dan mengobatinya baik konservatif maupun operatif. Tindakan pencegahan dilakukan dengan menghindari faktor-faktor resiko varises di vagina. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan : 1. Hindari penggunaan sepatu berhak tinggi. Pilih sepatu dengan ukuran hak 2 cm agar aliran darah menuju jantung tidak terhambat. 2. Pada saat tidur jangan hanya berbaring pada satu posisi saja. Berbaringlah dengan beberpa posisi tertentu untuk menghindari tekanan pada pembuluh darah disatu tempat saja. 3. Olahraga secara teratur akan meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena. 4. Hindari berdiri terlalu lama 5. Jangan duudk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat mengajmbat peredaran darah. 6. Hindari penggunaan pakaian sempit atau ketat pada bagian pinggang, paha, dan kaki. 7. Biasakan dengan mengonsumsi vitamin C dan E dari jus buah-buahan segar.

Penyakit Varises Pada Kaki


Bila di kaki anda terlihat urat-urat halus menyembul di sekitar betis belakang bisa jadi anda terkena kelainan yang disebut varises. Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi menyangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena terlambat disekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan.

Penyebab varises adalah:

Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggip mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya. Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang menganggu aliran darah.

Pemicu terjadinya varises adalah : 1. Faktor Keturunan Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia myda kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan. 2. Kehamilan Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya beray badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.

3. Kurang Gerak Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. 4. Merokok Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. 5. Terlalu Banyak Berdiri Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah di jantung. 6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis Kedua jenis penyakit kolesterol tinggi dan kencing manis ini berhubungan erat dengan masalah , peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises. 7. Memakai hak sepatu tinggi Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit tak berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal. =====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Varises dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini! =====================================
Page 2 of 2

Jika di kaki anda terlihat urat-urat halus menyembul di sekitar betis anda belakang, mungkin anda terserang kelainan penyakit yang disebut varises. Kelainan ini dapat terjadi di pembuluh vena (darah balik) yang mempunyai fungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh untuk kembali ke jantung. Penyakit ini menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat badan tubuh. Varises juga dapat terjadi di lengan dan di vagina. Dibawah ini beberapa jenis varises dan cara mengatasinya : 1. Varises Jenis Spider Navy Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, keniasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal. Varises ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu wajah, pangkal lengan, paha, dan lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, unutk mengecilkan dan mengerutkan pembuluh darah. 2. Varises Dalam Kulit Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stoking khusus varises. Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehinga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stoking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penceritanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

3. Varises Reticular Varicose Veins Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap :

Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Memberikan suntuikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari jalan lain melalui pembuluh vena tang normal. Setelah disuntik, anda harus menggunakan stoking varises, dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang, dan joging agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

4. Varises Kronis Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal. Ada berbagai obat-obatan yang harus anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stoking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Penyakit Varises
Jika di kaki anda terlihat urat-urat halus menyembul di sekitar betis anda belakang, mungkin anda terserang kelainan penyakit yang disebut varises. Kelainan ini dapat terjadi di pembuluh vena (darah balik) yang mempunyai fungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh untuk kembali ke jantung. Penyakit ini menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat badan tubuh. Varises juga dapat terjadi di lengan dan di vagina. Dibawah ini beberapa jenis varises dan cara mengatasinya : 1. Varises Jenis Spider Navy Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, keniasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal. Varises ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu wajah, pangkal lengan, paha, dan lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, unutk mengecilkan dan mengerutkan pembuluh darah. 2. Varises Dalam Kulit Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stoking khusus varises. Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehinga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stoking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penceritanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

3. Varises Reticular Varicose Veins Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap :

Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Memberikan suntuikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari jalan lain melalui pembuluh vena tang normal. Setelah disuntik, anda harus menggunakan stoking varises, dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang, dan joging agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

4. Varises Kronis Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal. Ada berbagai obat-obatan yang harus anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stoking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Cara Menghindari Varises


Umumnya varises terjadi di kaki bagian betis, bisa juga di saluran mulut ke perut (esofagus) yang sering berhubungan dengan kerusakan fungsi hati. Kerusakan sel hati dapat mengganggu kemampuannya menyaring darah. Akibatnya aliran darah ke hati menjadi tidak lancar dan membentuk tonjolan pembuluh darah di esofagus. Jika bendungan darah tersebut pecah dan masuk ke jalan pernapasan. Varises juga dapat timbul di rahim. Wanita lebih beresiko tinggi terkena penyakit varises karena kontraksi vena wanita lebih lemah dibanding pria, dan kulit wanita lebi lunak. Ada banyak cara menghindari varises, diantaranya adalah: 1) Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selam 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi ini sepanjang malam, untuk melancarkan peredaran darah ke jantung. 2) Lakukan yoga setiap hari 3) Jangan berdiri terlalu lama 4) Olahraga rutin untuk melatih otot kaki : jalan santai, jalan cepat, joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari) 5) Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan. 6) Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe, dan cabai merah. Juga makanan yang kaya akan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium, dan zinc. 7) Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein. 8) Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai, dan panggul.

=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Varises dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini! =====================================

Page 2 of 2

Jika di kaki anda terlihat urat-urat halus menyembul di sekitar betis anda belakang, mungkin anda terserang kelainan penyakit yang disebut varises. Kelainan ini dapat terjadi di pembuluh vena (darah balik) yang mempunyai fungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh untuk kembali ke jantung. Penyakit ini menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat badan tubuh. Varises juga dapat terjadi di lengan dan di vagina. Dibawah ini beberapa jenis varises dan cara mengatasinya : 1. Varises Jenis Spider Navy Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, keniasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal. Varises ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu wajah, pangkal lengan, paha, dan lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga

terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, unutk mengecilkan dan mengerutkan pembuluh darah. 2. Varises Dalam Kulit Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stoking khusus varises. Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehinga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stoking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penceritanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

3. Varises Reticular Varicose Veins Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap :

Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Memberikan suntuikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari jalan lain melalui pembuluh vena tang normal. Setelah disuntik, anda harus menggunakan stoking varises, dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang, dan joging agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

4. Varises Kronis Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal. Ada berbagai obat-obatan yang harus anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stoking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Mencegah Varises Di Kaki


Varises adalah pembuluh vena yang membengkak dengan bentuk tidak lazim yang umumnya muncul pada kaki. Varises pada kaku dialami oleh satu dari lima orang dewasa, dan terutama lebih sering dijumpai pada wanita Para pakar kesehatan menduga bahwa varises adalah sesuatu yang diturunkan meskipun faktor-faktor lain seperti fluktuasi hormonal dan kelebihan berat badan dapat memperngaruhi pembentukannya. Varises terjadi ketika satu ada katup lebih tidak dapat menutup. Ketika ini terjadi, darah terhentu dan meregangkan pembuluh vena, lebih jauh melemahkan dinding pembuluh darah. Dengan semakin melemahnya pembuluh vena menjadi semakin besar dan lebar seiring dengan pertambahan waktu dan mulai tampak seperti bongkahan rantai yang berkelok-kelok di bawah kulit. Berbeda dengan arteru, vena memiliki katup yang membuat darah mengalir menuju jantng. Pembuluh vena yang sehat memiliki pembuluh dengan katup yang menutup untuk mencegah darah agar tidak mengalir mundur saat kembali ke jantung. Pada kasus varises, dinding pembuluh memburuk sehingga katup tak mampu berfungsi dengan baik.

Ketika katup jantung berhenti bekerja, aliran darah menjadi terhenti terutama saat kita berdiri. Berbagai kejadian menunjukkan bahwa wanita memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk

menderita varises daripada pria. Varises dialami oleh satu dari empat wanita secara umum dan satu dari dua wanita berusia diatas empat puluh tahun. Tindakan perventif (pencegahan) sangat baik yaitu dengan cara menghindari faktor-faktor resiko terjadinya varises vagina. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan : 1. HIndari penggunaan sepatu berhak tinggi, namun gunakanlah sepatu dengan hak kurang dari 2 cm agar aliran darah menuju jantung tidak terhambat. 2. Pada saat tidur jangan hanya berbaring pada satu posisi saja, akan tetapi berbaringlah pada beberapa posisi tertentu untuk menghindari tekanan pada pembuluh darah di satu tempat saja. 3. Olahraga secara teratur akan meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena 4. Hindari berdiri terlalu lama 5. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat menghambat peredaran darah 6. Hindari menggunakan pakaian sempit atau ketat pada bagian pinggang, paha, dan kaki. 7. Biasakan mengonsumsi vitamin C dan E dari jus buah-buahan segar.

Varises Pembuluh Darah


Dalam bahasa awamya, penyakit varises pembuluh darah disebut dengan varies. Atau dalam bahasa kedokterannya adalah varicose vein. Penyakit varises ini umumnya dialami oleh kaum hawa. Perubahan hormone selama kehamilan, pra menstruasi atau menopause merupakan faktor penyebab varicose veins. Mengapa perempuan rentan mengidap penyakit varises ? hal ini dikarenanakan hormone perempuan cenderung mengakibatkan pengenduran dinding-dinding vena. Pada karyawan khususnya kaum perempuan yang aktivitas pekerjaannya banyak diisi dengan berdiri. Kondisi itu menyebabkan aliran darah tidak bersirkulasi dengan baik apabila bertahan pada posisi yang sama dalam wakt yang lama pula. Terapi penggantian hormone dan atauu penggunaan pil KB dicurigai juga mampu meningkatkan resiko terbentuknya varises. Mengonsumsi makanan pekat berkanji dan bergula berpotensi besar menyebabkan varises. Bahan-bahan makanan ini meninggalkan ampas dan tertumpuk dalam tubuh yang dapat menutupi dinding pembuluh darah. Faktor keturunan pada penyakit varises pembuluh darah, obesitas (berat badan yang terlalu besar memberi tekanan yang besar pada vena) dan kondisi darah (para penderita diabetes rentan mengidap varises). Pembuluh darah vena (pembuluh darah yang membawa darah kotor dari seluruh tubuh ke jantung). Pembuluh tersebut melebar lantaran elastisitasnya mengendor. Akibanya, katup-katup yang melekat pada vena tidak mampu lagi menahan aliran darah. Katp-katup yang rusak ini menyebabkan darah memenuhi dan memperbesar vena.

Gejala dari penyakit varises pembuluh darah ini adalah : 1. Biasanya terjadi di kaki, terutama pada getis. Namun tak menutuo kemungkinan, varicose veins dapat terjadi dibagian tubuh lain seperti disekitar dubur yang lazim disebut hemoroid (ambeien atau wasir) 2. Mungkin banyak yang tidak memperdulikan atau bahkan menyadari varises yang muncul di kaki atau betis. Hal itu dikarenakan, nyaris tak ada gejala yang muncul selain pembuluh vena yang terlihat tak beraturan dan terkadang membengkak. 3. Sejumlah penderita mengeluhkan gejala seperti sakit pada kaki, pembengkakan pada mata kaki, luka pada kulit disekitar mata kaki, luka ringan pada daerah varises. Horse chesnut dikenal sebagai obat untuk sirkulasi buruk sebuah gejala yang sering dirasakan oleh para penderita bawasir dan varises dan kerapkali direkomendasikan oleh para ahli herbal untuk digunakan bersama witch hazel. Untuk obay minum, tingtur aesculus (ekstrak herbal berbentuk cair) atau kapsul horse chesnut. Untuk obat luar, cobalah bentuk gel yang mengandung ekstrak witch hazel, mungkin dicampur dengan daun bilberi dan horse chestnut. Toko obat dan kesehatan langganan Anda mungkin bisa memberikan saran. Obat lain untuk membantu sirkulasi yang juga bisa membantu mengurangi gejala-gejala bawasir atau varises adalah asam lemak esensial yang ditemukan

dalam minyak starflower, minyak kismis hitam, atau minyak evening primrose.

Gangguan Varises
Gangguan varises adalah penyakit pada pembuluh darah balik (venae). Bisa terbentuk dipembuluh balik dimana saja. Sebagaimana kita ketahui, pembuluh vena memiliki semacama katup yang bisa membuka dan menutup oleh aliran darah yang melaluinya. Apabila katup pembuluh balik ini tidak berfungsi dengan baik, maka darah yang harusnya mengalir ke atas tubh menuju jantung sebagian akan mengalir balik turun oleh gaya berat darahnya. Darah yang mengalir balik ini yang akan tertahan dan mendesak dinding pembuluhnya sehingga vena melebar. Pelebaran pembuluh balik ini yang disebut penyakit varises. Penyakit varises ini paling sering terjadi ditungkai. Kita melihatnya sebagia pembuluh yang menebal dan berwarna biru dipermukaan kulit tungkai. Biasanya ada faktor keturunan. Maka konon sebelum memilih calon istri, lihat dulu ibunya. Kalau ibunya varises pasti puterinya juga akan varises juga. Gangguan varises berkembang terus. Posisi pekerjaan berdiri, kehamlan dan pengaruh hormone, menambah besar dan banyaknya varises. Maka, salah sat cara meringankan keluhan pegal dan ngilu oleh adanya varises biasakan seaktu beristirahat posisi tungkai diangkat lebih tinggi dari letak jantung. Dalam posisi terbaring pun tungkai diatur lebih tinggi dari dada. Dengan posisi demikian, aliran darah balik menuju jantung lebih lancar tanpa perlu membantuk bendungan di pembuluh darah balik tungkai.

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gangguan varises. Obat-obat yang ada hanya memperkuat dinding pembuluh darah balik agar tidak lekas melebar dan memerburuk varisesnya. Yang dapat dilakukan dengan memakai

stocking khusus membebat tungkai agar pelebaran pembuluh darah baliknya dihambat. Ramuan untuk menyembuhkan penyakit varises adalah : Bahan : pegagan 60 gram dan daun ungu 10 gram Cara pembuatan dan pemakaian : Semua bahan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Ramuan ini diminum 2 kali sehari masing-masing 2 gelas. Catatan: Penderita varises sebaiknya tidak mengonsumsi emping, jengkol dan petai. Cypress dapat mmebantu menormalkan darah menstruasi yang keluar terlalu banyak (tidak wajar). Selain itu, cypress membantu menjaga tingkatan energy, sikulasi, respirasi dan kesehatan system saraf. Pohon ini juga digunakan oleh bangsa Mesir untuk mmengoati pendarahan di dalam tubuh , karena pohon ini adalah vaso-contrictor (penghenti pendarahan) yang baik. Cypress yang dapat dignakan sebagai tonik pada wajah yang beminyak ini juga digunakan sebagai deodorant. Selain itu, membantu mengatasi varises, selulit pada wanita hamil, kejang saat haid, dan sebagai obat batuk. Pohon ini bisa juga dimanfaatkan untuk melancarkan sirkulasi dan system hormone dalam tubuh.

Pengobatan Penyakit Varises


Varises adalah pembesatan pembuluh balik (vena) akibat kelainan katup dalam pembuluh vena. Pembuluh vena ini merupakan saluran darah dari anggota tubuh bagian bawah untuk kembali ke jantung. Salah satu pengobatan penyakit varises adalah dengan menggunakan cuka apel. Cuka apel dianggap sebaia jenis cuka paling baik, karena mengandung banyak manfaat yang beguna bagi kecantikan. Cuka ini digunakan dalam bentuk larutan pencuci rambut untuk membersihkan ketombe, dan untuk mendapatkan rambut yang kemilau mempesona. Disamping dapat mencegah penumpukan lemak papda rambut secara berlebihan. Oleh karena itu, ia sangat cocok bagi orang yang memiliki rambut berminyak. Sebagaimana cuka juga masuk ke dalam deretan bahan pembuat krim pemelihara kulit, yang berfungsi sebagai nutrisi bagi kulit. Disebutkan pula bahwa diantara manfaat kosmetik yang terbuat dari cuka ini adalah untuk mencegah pembengkakan pembuluh darah sehingga tampak (varises) khsususnya di kaki. Berikut ini cara pengobatan penyakit varises dengan cuka apel dibagian betisnya, untuk membantu menghilangkannya sehingga tidak mengganggu penampilan.Caranya adalah balurkan cuka apel pada bagian yang terkena varises sekali di pagi haru dan sekali lagi disore hari. Dan untuk membantu penyembuhan ini masukkan kira-kira dua sendok kecil cuka apel ke dalam segelas air dan diminum pada pagi dan sore hari. Lakukanlah terapi ini selama tiga minggu.

Pengobatan penyakit varises dapat juga dilakukan dengan memberikan anjuran dan nasihat untuk mengupayakan kenyamana berikut : kenakan kaus

kaki penopang atau manset kaki yang dipasang pada pagi hari setelah kedua kaki diangkat. Hindari mengenakan pakaian ketat. Hindari menyilangkan kaki. Apabila memungkinkan duduk dengan kaki dinaikkan, jangan mengambil posisi berdiri. Libatkan diri dalam latihan ringan, misalanya berjalan. Hindari periode berdiri lama. Luangkan waktu berbaring pada posisi miring kaki, yang memindahkan berat uterus dari vena kava interior, meningkatkan alian balik jantung dari kedua kaki. Berbaring diatas lantai beberapa kali sehari dengan kedua kaki dinaikkan, dan bersandar kedinding, dan jika terdapat varises di vulva, naikkan panggul juga. Bagi wanita yang mengalami varises vulva: gunakan bantalan karet busa yang dikait dengan sabut maternitas atau dua buah pemablut wanita pada sabuk pembalut untuk tujuan menopang. Kompres es mengurangi pembengkakan. Ajarkan wanita tanda dan gejala thrombosis profunda dan menghindari cedera pada varises yang dapat menyebabkan thrombus. Pencegahan penyakit varises dapat dilakukan dengan : 1. Setiap kali usai beraktifitas, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi ketiimbang jantung selama 20 menit. Posisi tersebut berfungsi untukmelancarkan peredaran darah ke jantung. 2. Olaharaga rutin untuk melatih otot kaki 3. Jangan berdiri terlalu lama. 4. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat serta makanan yang bisan merangsang kelancaran sirkulasi darah seperti bawang merah,bawang putih, jahe, dan cabe merah.