Anda di halaman 1dari 8

II.

KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI

2.1 Keadaan Lokasi

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok beralamat di Jl. Perikanan No. 13 Rt 01/02 Pancoranmas, Depok, Jawa Barat dan berdiri pada tanah seluas 12,6413 Ha. Lokasi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias terletak 500 m dari jalan raya, 100 m dari pemukiman penduduk dan sekitar 2 km dari sungai Cisadane. Instalansi ini berdiri di dataran rendah, bertemperatur 28 - 30C dan bercurah hujan sedang dengan ketinggian antara 500 sampai 600 m diatas permukaan laut. Lokasi bagian utara berbatasan dengan Jalan Dewi sartika atau Pasar Depok Lama, sebelah timur berbatasan dengan sungai cisadane, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan lapangan Koni, dan sebelah barat berbatasan dengan Jalan Cagar Alam.

2.2 Tugas dan Fungsi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias adalah unit pelaksana teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dibawah koordinasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias ini mempunyai beberapa tugas dan fungsi, antara lain : (1) Riset strategis di bidang budidaya ikan hias air tawar

(2) Pelaksanaan penyusunan program dan kerjasama riset (3) Pelaksanaan riset pemuliaan, sistem dan teknologi budidaya di bidang genetika, pemuliaan, pengembangan teknologi produksi benih dan induk, analisis komoditas serta sistem dan teknologi budidaya di kolam dan keramba jaring apung (4) Pelaksanaan riset komponen teknologi pemuliaan, sistem dan teknologi perikanan air tawar serta pelaksanaan teknik dan penyebarluasan hasil riset.

2.3 Sejarah Singkat

Tahap-tahap perubahan nama Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok mulai dari berdiri hingga sekarang : 1957 : Balai Penyelidikan Perikanan Darat 1963 : Lembaga Penelitian Perikanan Darat 1975 : Pusat Percobaan Perikanan Darat 1980 : Balai Penelitian Perikanan Darat 1984 : Balai Penelitian Perikanan Air Tawar 1985 : Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar 1995 : Instalasi Penelitian Perikanan Air Tawar 2002 : Instalasi Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (Maret 2002) 2005 : Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (Agustus 2005) 2009 : Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok (Oktober 2009) 2011 : Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya ikan Hias (November 2011)

2.4 Struktur Organisasi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok memiliki struktur organisasi yang dipimpin oleh seorang kepala dan bertanggung jawab kepada kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Barat. Dalam menjalankan tugasnya kepala Balai memiliki Bendahara, Koordinator Program dan Kerjasama, Kepala Tata Usaha, Kelompok Jabatan Fungsional dan Koordinator Pelayanan Teknis. Struktur organisasi BPPBIH Depok dapat dilihat pada Gambar 1.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias

Bendahara

Koordinator Program Dan Kerjasama

Koordinator Tata Usaha Pen. Jawab Kepegawaian Pen. Jawab Inventaris Pen. Jawab Rumah Tangga

Koordinator Pelayanan Teknis

Pen. Jawab Program Pen. Jawab Kerjasama

Pen. Jawab Publikasi dan Dokumenta si Pen. Jawab Sarana Riset

Kelompok Jabatan Fungsional

Gambar 1. Stuktur Organisasi di BPPBIH Depok

2.5 Fasilitas Fisik Dalam usaha pembenihan tentunya dibutuhkan berbagai fasilitas untuk menunjang keberhasilannya kegiatan pembenihan karena tujuan utama dalam pembenihan yaitu memproduksi benih yang berkualitas untuk dipasarkan. Fasilitas pembenihan yang terdapat di BPPBIH Depok dibagi menjadi dua yaitu fasilitas utama dan fasilitas pendukung.

2.5.1 Fasilitas Utama Pembenihan

2.5.1.1 Sistem Penyediaan Air Air merupakan kebutuhan mutlak bagi organisme akuatik. Air yang dapat digunakan dalam budidaya merupakan air yang baik dan sesuai dengan kebutuhan ikan, air yang jernih belum tentu baik untuk ikan. Sumber air pada Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok berasal dari tanah. Pertama-tama air dari tanah disedot dengan pompa air dan diendapkan terlebih dahulu dalam bak tandon. Setelah diendapkan selama 24 jam dan diaerasi, air tersebut dapat digunakan untuk kegiatan budidaya. Tandon air dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Tandon Air

2.5.1.2 Suplai Oksigen Setiap organisme membutuhkan oksigen sebagai kebutuhannya dalam bermetabolisme dan pernapasan. di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok, mulai dari kultur pakan alami hingga budidaya ikannya menggunakan Hi-Blow, tipe HG-1100 dengan kekuatan 1100 titik, yang dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Hi Blow HG -1100

2.5.1.3 Wadah Pemeliharaan Ikan Wadah pemeliharaan induk ikan berupa kolam beton dengan ukuran 7 x 8 x 1,5 m3 dan kolam tanah dengan ukuran 9 x 10 x 1,5 m3, sedangkan benih hanya di kolam beton dengan ukuran 7 x 8 x 1 m3, masing-masing kolam dengan sistem air mengalir yang memiliki pintu masuk keluarnya air. Untuk pemeliharaan larva dilakukan di bak pemijahan dengan ukuran 2 x 2 x 1 m3.

2.5.1.4 Sistem Resirkulasi dan Filter Sistem resirkulasi (perputaran air) umumnya menggunakan 3 jenis filter yaitu kimia (UV), fisik (kerang), dan biologi (bioball) untuk mengontrol atau memperbaiki kualitas air tanpa banyak handling/penanganan agar ikan tidak stress. Dengan demikian kualitas air akan selalu tetap terjaga.

2.5.1.5 Sistem Penyediaan Tenaga Listrik Listrik digunakan untuk pengoperasian pompa air, aerator, lampu, serta kebutuhan lainnya. Sumber utama listrik di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok ini berasal dari PLN (Pembangkit Listrik Negara) sebesar 26.000 KVA. Sedangkan sumber listrik cadangan berasal dari Generator Set dengan daya 5,6 KVA yang bermerek ELEMAX. Generator Set dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Generator Set

2.5.1.6 Kantor Di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok terdapat dua kantor, yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok dan Institut de Recherghe pour le Developpement (IRD). Kantor adalah tempat untuk mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan aspek manajemen dalam kegiatan budidaya dan penelitian. Gedung kantor dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Kantor

10

2.5.1.7 Laboratorium Laboratorium umumnya digunakan untuk segala sesuatu yang berkaitan dalam uji biologi, fisika dan kimia, contohnya untuk mengukur kualitas air, analisis penyakit dan patogen dalam ikan, dan sebagainya. Di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok terdapat dua laboratorium, yaitu laboratorium milik BPPBIH dan laboratorium milik IRD.

2.5.1.8 Gudang Pakan Gudang pakan berfungsi untuk gudang pakan, tempat penyimpanan pakan, tempat untuk membuat pakan (pelet) dan lab pakan, di tempatkan dalam satu tempat yang digunakan secara bersama-sama baik oleh BPPBIH maupun IRD.

2.5.1.9 Fasilitas Umum Lainnya Fasilitas umum lainnya, seperti mushola, gudang, perpustakaan, toilet dan fasilitas umum lainnya,digunakan secara bersama-sama baik oleh BPPBIH dan IRD untuk memfasilitasi para pegawai, karyawan dan teknisi dalam kegiatan pembenihan ikan hias.

2.5.2

Fasilitas Pendukung Pembenihan

Fasilitas pendukung dalam kegiatan pembenihan yaitu terdiri dari alat dan bahan yang biasanya secara umum akan sangat dibutuhkan fungsinya dalam proses pembenihan. Alat dan bahan yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1.

11

Tabel 1. Fasilitas Pendukung Pembenihan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Alat dan Bahan Selang kateter Selang sifon Freezer Abate Larutan fisiologis Alkohol Garam Disinfektan Kapur Fungsi dan Kegunaan Untuk mengambil sampel telur dari induk sebelum distripping Untuk menyifon sisa-sisa pakan dan feces yang terdapat pada dasar bak pemeliharaan ikan Tempat penyimpanan pakan agar pakan tetap berkualitas baik Untuk membunuh argulus yang biasa menyerang ikan Sebagai pengencer sperma dan media pengukuran telur Sterilisasi untuk mencegah penyebaran penyakit digunakan sebagai kultur artemia yang digunakan yaitu bayclin (pemutih pakaian) sebagai equipment sterilization Untuk sterilisasi kolam dari berbagai parasit, bakteri, dan jamur

12