Anda di halaman 1dari 5

1. Scanning adalah salah satu cara untuk membaca suatu artikel atau tulisan secara efektif.

Menurut kamus bahasa inggris, scanning berarti membaca sepintas kilas. Sedangkan menurut Cambridge Dictionaries, scanning adalah melihat teks dengan cepat untuk menemukan sepotong informasi yang kita inginkan atau untuk mendapatkan gambaran umum tentang isi teks tersebut. Scanning sangat berguna dalam mencari sesuatu yang spesifik, seperti nama, tanggal, statistik, atau fakta tanpa membaca keseluruhan dari suatu tulisan. Scanning dapat juga digunakan untuk mencari nomor telfon, iklan kecil dalam koran, atau mencari jadwal siaran televisi, katalog, dan informasi lainnya. Langkah dalam scanning, yaitu: a. Fokus terhadap informasi apa yang ingin dicari b. Memperhatikan penggunaan urutan seperti an c. Mengantisipasi sesuatu yang akan mengecohkan fokus d. Biarkan mata membaca suatu tulisan dengan cepat e. Jika sudah menemukan informsi apa yang ingin dicari, langkah selanjutnya yaitu membaca kalimat yang berhubungan dengan informasi tersebut. Menggunakan jari atau tangan sangat membantu pembaca dalam memfokuskan

perhatian dan menjaga tempat saat memindai kolom material.

Contoh scanning:

2. Skimming dalam kamus bahasa inggris berarti menyaring. Skimming adalah metode menggerakkan mata secara cepat untuk mencari gagasan utama dalam sebuah tulisan. Langkah skimming: a. Membaca judul tulisan. b. Membaca paragraf pertama c. Membaca kalimat utama tiap paragraf, karena gagasan utama biasanya berada di kalimat utama d. Jika kalimat utamanya adalah suatu petanyaan, maka langsung baca kalimat akhir dari paragraf tersebut e. Perhatikan nomor, nama taua tempat yang penting, atau sesuatu lainnya yang dianggap penting f. Membaca paragraf terakhir dari tulisan Contoh skimming:

3. Retelling adalah suatu cara untuk menceritakan kembali suatu tulisan atau cerita yang pernah dibaca atau diketahui, yang kemudian di dalam menceritakan kembali harus menggunakan kata-kata atau kalimat sendiri. Retelling harus mencakup karakter atau tokoh, setting tempat atau waktu, konflik, hingga ending atau akhir cerita. Langkah: a. Membaca suatu cerita b. Mencari tokoh utama, setting/plot (baik tempat dan waktu), konflik, dan akhir cerita c. Menyusun atau menuliskan kembali cerita tersebut dengan menyertakan tokoh utama, setting/plot, konflik, dan akhir cerita dengan kata-kata sendiri Contoh : Awal cerita, seorang pria bernama Price yang bersama kekasihnya SuLing percaya akan legenda harta karun emas yang berada di kawasan Una Una, Sulawesi Tengah sehingga mereka berdua membentuk tim untuk mencari harta karun peninggalan perang dunia kedua tersebut. Tim yang dibentuk oleh sepasang kekasih ini beranggotakan orang yang berpengalaman di dunia militer antara lain Stanley, Tino Parwa , Ario , Joko , dan Papa Ular. Selain mereka diatas, tim ini diperkuat oleh seorang wanita Jepang bernama Rie yang meneliti psikologis prajurit waktu itu. Disaat tim tersebut menemukan target yang mereka cari, mereka mendapat serangan dari para perompak harta karun yang juga mengincar harta tersebut. Disaat Price dan timnya menyelamatkan diri di sebuah tambang tua, mereka malah terjebak dan terjerumus kedalamnya. Disaat mereka mencari jalan keluar dari tempat itu, mereka menemukan sesuatu yang aneh dan membuat mereka semakin sulit untuk sekadar bertahan hidup apalagi keluar dari lokasi tersebut.

4. Summarizing adalah meringkas. Summarizing digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang penting dan meringkas informasi penting dengan kalimat sendiri. Langkah: a. Mencari ide pokok atau gagasan utama b. Fokus pada kata kunci yang sekiranya penting c. Menulis secukupnya atau seperlunya saja

Di dalam skimming terdapat beberapa strategi: i. Strategi umum Strategi ini menggunakan kata kunci 5W 1H (who, what, when, where, why, and how) ii. Somebody Wanted But So Somebody = orang Wanted = apa yang ingin dia lakukan But = orang lain melakukan sesuatu So = hasil atau akhir cerita iii. Very Important Points (V.I.P) Mencari ide pokok atau sesuatu yang sangat penting iv. Membaca, mengingat, dan menceritakan ulang Setelah membaca tulisan lalu menceritakan kembali apa yang penting

Contoh: Memakai strategi Somebody Wanted But So Cerita: The Ant Bully Somebody = Lucas Wanted = ingin membully semut dengan merusak sarang semut But = seekor semut merubah lucas menjadi sekecil semut dan memiliki kehidupan layaknya seekor semut So = dia belajar dari kesalahannya dan setelah berubah menjadi manusia lagi mulai menyayangi semut dengan berbagi permen dan merawat sarang semut yang berada di halaman rumahnya.

5. Synthezising Synthezising adalah mencari ide penting dari suatu tulisan dan menceritakan kembali suatu saat nanti. Synthezising adalah menggabungkan antara informasi yang sudah kita ketahui dengan informasi baru dengan versi yang berbeda dengan merubah atau menjadikan pola pikir dari diri kita sendiri. Langkah: a. Mencari hal-hal atau informasi yang penting seperti tema, ide pokok, dll b. Mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan topik yang akan di synthezising c. Menulis kesimpulan

d. Jika hanya membaca satu buku, maka mengambil ide pokoknya dan meringkas atau menyimpulkan. Pikirkan informasi apa yang anda ketahui yang berhubungan dengan ide pokok tersebut. Mengambil kesimpulan antara apa yang anda observasi atau anda pikirkan lalu gabungkan dengan ide pokok yang sudah ditemukan tadi. Contoh: In the past, opponents of immigration raised economic, racial, religious, and nationalistic objections or questions about large-scale immigration to the United States (Jones 247-305). Today, however, experts tell us that opposition to immigration is expressed almost exclusively in economic terms. For example, Dan Lacy, a workplace consultant, business journalist, and editor, found that "research of immigration attitudes" shows that the fear that some Americans have of losing their jobs to immigrants is the main reason for opposition to immigration today (41). In the same economic vein, Thomas Muller, an economist with the Urban Institute, points out the wide spread concern among Americans that the new immigrants use welfare and other public-aid programs to such an extent that they are a ''financial burden" on government and, therefore, a financial burden on taxpayers (125-127). With these two reasons expressly conveyed, it is easy to see that most objections to immigration now fall under the economic realm.

Ada beberapa hal yang menyangkut masalah imigrasi. Namun , ahli mengatakan bahwa penentangan terhadap imigrasi dinyatakan hampir secara eksklusif dalam hal ekonomi . Menurut Dan Lacy, beberapa orang Amerika memiliki kehilangan pekerjaan mereka untuk imigran adalah alasan utama untuk menentang imigrasi hari ini. Dalam nada yang sama Thomas Muller , masyarakat Amerika keberatan dengan adanya imigrasi karena imigran akan menjadi tanggungan beban keuangan pemerintah. Keberatan terhadap imigrasi sekarang karena di bawah faktor ekonomi.