Anda di halaman 1dari 22

1

Judul buku Pengarang Tahun Terbit pertama Edi"i tahun Tipe buku #a"alah yang dibaha" &arga '()*

: The Four-Category Ontology : E. J. Lowe :2 :2 ! !

: tek"book : Fil"a$at% #eta$i"ika% Ontologi :: -+,-,2-./,-0 ,01- -+,-,2-./,-2

)uku ini adalah buku yang beri"i pendapat "ang penuli" yang menga2ukan pendapat "endiri bahwa ada empat kategori dalam ontologi% di"ebutkan di"ini adalah pendapatnya penuli" ini "endiri karena% penuli" berulangulang membandingkan pendapatnya dengan pendapat para ahli $il"a$at lain yang mungkin tidak "ependapat dengan pendapatnya "endiri. (eperti yang di"ebutkannya pada bab awal 3bab +4 bahwa% di dunia $il"a$at "endiri% banyak "ekali pendapat-pendapat para ahli yang berbeda "ama "ekali dan mereka "aling mempertahankan pendapatnya ma"ing-ma"ing% namun penuli" berpendapat bahwa perbedaan pendapat para ahli $il"a$at ini menun2ukkan bahwa ilmu $il"a$at% walaupun bukan ilmu empiris, tetapi ilmu ini tetap berkembang% karena adanya beda pendapat yang teru" berkembang "eperti ini. Jadi bi"a dibilang% penuli" dengan pendapatnya yang berbeda dengan pendapat para ahli lain adalah "alah "atu 5aranya untuk mempertahankan dan untuk membantah pendapat bahwa karena ilmu $il"a$at adalah ilmu priori% belum tentu ilmu $il"a$at tidak bi"a berkembang "eperti ilmu empiri" atau ilmu pa"ti lain 3"eperti "ain" mi"alnya4. )uku ini 2uga dapat diba5a oleh para pendalam ilmu $il"a$at untuk mengetahui lebih dalam tentang ontologoi% karena "elama ini buku yang membaha" ontologi "alam "atu buku "angat 2arang% dan bia"anya mereka membaha" ontologi hanya "ebata" dari bagian dari "ebuah pembaha"an $il"a$at atau ilmu "e5ara umum. Juga bi"a dibilang bahwa% pembaha"an dan baha"a yan

dipakai dalam buku ini 5ukup "ulit dan mungkin buku ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar mendalami ilmu $il"a$at% karena banyak "ekali i"tilah yang mungkin tidak dimengerti oleh orang awam "eperti trope% partikular subtansial dan lain-lain. 6an untuk mengerti apa yang di"ampaikan oleh penuli"% kita tidak bi"a memba5a per bab yang kita inginkan "a2a% kita haru" memba5a ke"eluruhan buku untuk mengetahui apa yang ingin di"ampaikan penuli" dan apa ala"an penuli" menuli" buku ini. )uku ini "endiri terbagi men2adi empat bagian. )agian pertama penuli" men2ela"kan apa yang di"ebut dengan empat kategori ontologi dan membandingkannya dengan "i"tem ontologi lain yang diper5ayai oleh penuli" atau prakti"i ontologi lainnya. (edangkan bagian kedua% penuli" lebih detail menggambarkan empat kategorinya% dan mem$oku"kan tuli"anya pada bagian kedua dari buku ini pada perbedaan antara ob2ek dan properti 3"i$at4. )agian ketiga dalam buku ini% penuli" menggunakan berbagai "umber yang ada hubungannya dengan empat kategori ontologi untuk menyatukan pendapat tentang di"po"i"i dan hukum dalam ilmu alam. 6an bagian keempat digunakan penuli" "ebagai re$lek"i% reali"a"i dan 2uga truthmaking. #enurut "alah "atu pere"en"i pro$e"ional dari 7e"tern 8ni9er"ity o$ 7a"hington% :yan 7a""erman% buku ini 5ukup ambi"iu"% karena belum banyak orang yang mengakui empat kategori ontologi yang di"ampaikan oleh penuli". ;arena itulah buku ini ini lebih beri"i pemikirannya "endiri tentang ontologi dan kategorinya dan bagaimana penuli" mempertahankan pendapatnya dengan membandingkan hipote"anya dengan pemikiran dan pendapat ahli $il"a$at atau penuli" lain yang 2uga membaha" kategori <kategori= dalam ontologi. *amun walaupun ini beri"i pendapat penuli" "a2a% tapi banyak hal tentang ontologi yang bi"a pemba5a dapat dari buku ini. #i"alnya "a2a penuli" menuli"kan pan2ang lebar tentang ob2ek "ebagai "alah "atu kategori dalam ontologi% dimana ob2ek adalah hal yang pa"ti kita 2umpai "ehari-hari. #i"alnya "a2a ob2ek berupa tele9i"i% berupa pena% berupa

ku5ing% dan lain-lain. Jadi walaupun pembaha"an dalam buku ini 5ukup "ulit% namun ada bagian dalam buku ini yang orang awampun dapat memba5anya bila ingin tahu lebih banyak tentang dunia yang kita tempati "ekarang dan ob2ek yang didalamnya. 6an "eperti halnya pada pembaha"an pada beberapa bab di awal buku ini% "etiap kali penuli" menyampaikan pendapatnya% pendapatnya ter"ebut akan dibandingkan dengan pendapat ahli>penuli" atau prakti"i $il"a$at lain yang mungkin berbeda anggapan dengan pendapatnya. 6alam beberapa bab di buku ini% penuli" 2uga akan membaha" berbagai ma5am kategori ontologi% dan pendapatnya itupun dibandingkan dengan pendapat dari penuli" lain. Tentu "a2a karena penuli" "ebenarnya menggabungkan kategori-kategori ontologi yang di"ampaikan orang lain dan meramunya men2adi empat kategori ontologi% belum tentu pendapat orang lain "ama dengan pendapatnya% dan untuk mempertahankan hipote"anya% penuli" memberikan re"pon terhadap kritikan terhadap empat kategori ontologinya yang dituli" atau dikritik oleh orang lain di dalam "atu bab dalam buku ini% mi"alnya yang bi"a kita lihat bagaimana penuli" buku mempertahankan pendapat empat kategori ontologinya dari "eorang penuli" yang bernama Fra"er #a5)ride dalam tuli"annya ?Parti5ular"% #ode" and 8ni9er"al": @ :e"pon"e to LoweA 3bi"a dilihat pada halaman ++/ B ++. dalam buku ini% dan Lowe adalah nama penuli" buku ini.4

)ab + #enurut penuli" buku ini% banyak para ahli 3bahkan para ahli $il"a$at pun4 beranggapan bahwa $il"a$at adalah "alah "atu 5abang ilmu yang tidak akan pernah berkembang. Padahal "ebenarnya pandangan "eperti ini adalah pandangan orang-orang yang berpikiran "empit. #enurut penuli"% $il"a$at yang "ebenarnya adalah $il"a$at yang menempatkan meta$i"ika hal utama yang dibaha" dalam $il"a$at dan ontologi B the sience of being - "ebagai pu"at pembaha"an dalam meta$i"ika itu "endiri. )era"al dari anggapan "eperti inilah% nantinya ada para ahli $il"a$at yang "etu2u dan ada kubu yang tidak "etu2u% "ehingga dari "inilah nantinya $il"a$at pun 2adi terbelah men2adi dua% yang bera"al dari pertentangan para ahli $il"a$at di abad ke +0 dan abad ke-+1. dari kubu pertama ada ;ant% "eorang ahli $il"a$at yang bertentangan dengan pendapat para ahli $il"a$at pengikut a2aran @ri"totele" dan Plato. 6ari pertentangan dua kubu inilah lalu mun5ul berbagai ma5am pertanyaan yang ada hubungannya dengan ontologi. *amun "ampai "ekarangpun ma"ih ada banyak pertanyaan yang belum di2awab tentang ontologi% apalagi "emua orang "epakat bahwa ontologi bukanlah ilmu empiri" tapi ilmu priori 3yang tidak diperlukan bukti untuk menun2ukkan kebenarannya4. #elihat bahwa ontologi adalah pengetahuan priori dan tidak bi"a dibuktikan keberadaannya% namun kita tahu itu ada% maka mau tidak mau kita haru" menerima bahwa memang hal yang bi"a kita lihat memang ada% namun tidak bi"a kita pungkiri bahwa ada hal-hal yang tidak bi"a kita lihat namum hal ter"ebut memang ada 3"eperti ontologi4. Jadi ontologi memang ada dan berda"arkan dari pemikiran @ri"totele% yang pertama kali menyebutkan kata kategori% di dalam ontologi 2uga ada beberapa kategori% baik yang berlawanan "atu "ama lain% maupun yang tidak. (ayangnya% walaupun kategori bera"al dari @ri"totele"% namun banyak para ahli $il"a$at di abad ke-2 diperlukan pembagian kategori. 6idalam buku ini% 3terma"uk akan $il"a$at modern4 per5aya bahwa untuk mempela2ari meta$i"ika% tidak penuli"

men2ela"kan beberapa kategori ontologi dan walaupun banyak para ahli $il"a$at tidak mera"a perlu ada kategori dalam ontologi% kita 2uga perlu tahu beberapa kategori ontologi ini dan kategori mana yang perlu kita pela2ari dan perhatikan dan mana yang tidak perlu. Pertama ada dua kategori utama: objek dan entiti 3being4. Ob2ek "endiri terbagi men2adi concrete objek 3ob2ek konkret4 B mi"alnya materi yang bi"a kita lihat 3ob2ek konkret4 dan kedua% living organism% atau makhluk hidup 3kita tidak bi"a melihat kekonkretan hidup4. Pembagian ini dibagi berda"arkan 3+4 hirarki dan 324 non-hirarkial. )ila dilihat dari hirarki% maka kategori yang paling tinggi adalah entiti atau being. 6idalam bab + di buku ini 2uga dibaha" beberapa "i"tem ontologi lain yang 2uga ada di dunia $il"a$at. @danya pendapat lain tentang "i"tem ontologi "elain yang diata" membuktikan bahwa% "alah bila ada yang berpendapat bahwa ilmu meta$i"ika tidak berkembang. &al memang tidak bi"a dibuktikan dengan hanya membi5arakan kategori yang ada dalam ontologi "eperti yang "udah di"ebutkan "ebelumnya% namun% untuk lebih lengkap maka dalam kategori ontologi% kita 2uga haru" bi"a membedakan antara objek dan properti. #embaha" perbedaan ob2ek dan properti% maka kita haru" melihat terlebih dahulu teori trope. Para pendukung teori trope berpendapat bahwa ob2ek dan 2uga Cat-Cat yang ada di dunia ini "emuanya "ebenarnya adalah trope% yang artinya kita tidak bi"a menganggap ob2ek% dan Cat-Cat "ebagai "uatu hal yang bi"a dilihat "e5ara "ama 3uni9er"al4% namun kita haru" melihat ob2ek atau Cat-Cat ter"ebut "atu per"atu berbeda "atu "ama lain% walaupun ob2ek atau Cat ter"ebut "ama. (eperti di"ebutkan "ebelumnya bahwa ada banyak pendapat yang berbeda tentang $il"a$at dan 2uga tentang ontologi% dan penuli" buku mengklaim bahwa beda pendapat itu menun2ukkan bahwa ilmu $il"a$at adalah ilmu yang berkembang% tidak "eperti yang diper5ayai orang "elama ini bahwa ilmu-ilmu dalam $il"a$at tidak berkembang "ama "ekali. 8ntuk menguatkan hal ini% akan ada banyak hal yang akan dibaha" dalam buku ini% dan untuk bi"a mengerti buku ini% maka kita 2uga haru" mengerti

kon"ep objek, universalitas dan trope yang akan teru" mun5ul dalam pembaha"an buku ini pada bab-bab "elan2utnya. @da banyak pendapat tentang hubungan ketiga kata 3ob2ek% uni9er"al% dan trope4 bahwa% menurut "eorang ahli trope murni% ;eith Campbell% yang berpendapat% tidak ada yang namanya objek% yang ada hanyalah trope dan universalitas 3artinya objek adalah bagian dari universalitas dan trope4. )eda dengan pendapat 6a9id @rm"trong , bahwa objek memang ada% universalitas 2uga ada% namun tidak per5aya adanya trope. Jadi dalam bab + buku ini% lebih banyak membaha" da"ar-da"ar ontologi dan 2uga beberapa perbedaan pendapat dalam dunia $il"a$at% terutama tentang ontologi% yang lalu bi"a di"impulkan tiga kategori utama ontologi menurut penuli" buku ini adalah the category of object 3kategori ob2ek4% the category of universal 3kategori uni9er"alita"4% the category of trope 3kategori trope4% dan "upaya lebih mudah dimengerti mulai dari "ekarang akan di"ebut "ebagai mode. (edangkan bila di"ederhanakan% four category ontology atau empat kategori ontologi menurut penuli" buku ini adalah: objek (objects), mode (modes), atribut (attributes), dan macam-macam (kinds). ;eempat kategori ontologi ini "aling terikat "atu "ama lain% dan bi"a digunakan untuk men2ela"kan ke2adian alam bila dilihat dari "egi $il"a$at% walaupun pa"ti banyak orang yang tidak "etu2u dengnan pendapat ini% apalagi bila kita "udah ma"uk ke ilmu pa"ti "eperti Fi"ika yang "udah "ampai ke tingkat yang 2auh lebih tinggi "eperti teori relati9ita" yang di5etu" Ein"tein "ampai ke teori-teori dalam Fi"ika ;uantum. )ab 2 (edangkan bab 2 dalam buku ini akan membaha" beberapa pendapat ahli $il"a$at lainnya tentang ontologi dan bagaimana pendapat ini akan berbeda dengan pendapat empat kategori ontologi yang di5etu"kan penuli" dalam buku ini. )agian pertama pada bab 2 ini akan membaha" prin"ip-prin"ip utama yang ada dalam ontologi empat kategori. (ebenarnya dalam bab ini

penuli" akan men2ela"kan pan2ang lebar mengapa empat kategori dalam ontologi ini penting% dan bagaimana kita mengenal ma"ing-ma"ing kategori ini di dalam dunia nyata. ;ategori pertama yang akan dibaha" adalah kategori "ub"tan"i indi9idu atau kategori ob2ek tertentu yang ada di dunia ini% dan yang ada hubungannya lang"ung dengan kategori indi9idu tertentu ini adalah kategori uni9er"al% 2adi ada yang namanya hal-hal tertentu yang dipandang "e5ara uni9er"al. Contohnya "a2a% yang namanya ema"% berarti diterima "e5ara uni9er"al "ebagai ema"% atau "eekor harimau% diterima di "eluruh dunia bahwa harimau adalah harimau. (edangkan kategori trope% akan membaha" properti dan rela"i% dimana penuli" lebih "uka menyebutnya mode. (ebelum memba5a buku ini lebih 2auh% maka penuli" lalu menyarankan agar pemba5a lebih dahulu tahu dan mengerti apa hubungan antara keempat kategori ini. Tapi 2uga perlu diingat bahwa ada banyak hal di dunia ini yang belum bi"a dikategorikan ke dalam empat kategori ini. (elan2utnya penuli" 2uga menekankan bagaimana% mungkin banyak para ahli meta$i"ika yang tidak "etu2u dengan pendapatnya% karena banyak ahli meta$i"ika akan berpendapat bahwa membagi ontologi men2adi empat kategori malah akan menambah ker2aan dan malah merepotkan dalam mempela2ari dan mendalami meta$i"ika dan $il"a$at. 8ntuk melihat "eberapa be"ar pandangan ahli lain mengenai empat kategori ontologi ini% penuli" "udah berhubungan dengan beberapa ahli $il"a$at lain dan meminta re"pon mereka terhadap empat kategori ontologi yang ia "ampaikan. #i"alnya "a2a% ada ahli yang berpendapat tidak ada yang namanya ob2ek indi9idu tapi yang ada hanya uni9er"alita". #i"alnya ahli yang hanya per5aya hanya ada uni9er"ilita" "a2a yang ada didunia ini berpendapat bahwa merahnya tomat% "ama "a2a dengan merahnya tomat lain. Penuli" buku ini lalu mere"pon bahwa% bila ada tomat yang merahnya "ama per"i"% belum tentu kedua tomat itu "ama per"i". (elain ada ahli $il"a$at yang berpendapat bahwa tidak ada ob2ek indi9idu tapi yang ada uni9er"alita"% ada 2uga ahli $il"a$at yang berpendapat bahwa yang per5aya

"oal hubungan antara ob2ek yang bi"a dianggap "ama bila properti atau "i$at-"i$atnya "ama 3inilah yang di"ebut trope4 B namun tidak per5aya adanya uni9er"alita". 8ntuk melihat ka"u" ini di5ontohkan dalam buku ini adalah "oal ema"% dalam uni9er"ilita" yang namanya ema" adalah ema"% dan bila dilihat dari pemahaman bahwa bila "i$atnya "ama maka benda ter"ebut adalah "ama 3paham trope4% maka berarti bi"a dibilang kalau hal yang berwarna keema"an 3"alah "atu "i$at ema"4 adalah ema"% padahal belum tentu. )i"a dibilang "ebenarnya para ahli yang tidak per5aya uni9er"alita" dan hanya per5aya pada bahwa benda dianggap "ama 3uni9er"al4 bila "i$atnya "ama% berarti tidak memper5ayai adanya ob2ek indi9idu. Jadi "ebenarnya para ahli yang tidak per5aya uni9er"alita" "ebenarnya tidak bi"a membedakan antara adanya ob2ek yang indi9idu dengan "i$at-"i$at yang menyamakan ob2ek indi9idu ter"ebut dengan ob2ek indi9idu lain yang "ama% artinya ahli yang tidak per5aya ada kategori uni9er"alita" dalam ontologi% berarti 2uga tidak per5aya adanya kon"ep ob2ek indi9idual 2uga% bila dilihat dari "i"i ini. 6ari "ini "udah terlihat% ada kategori "ub2ek dalam ontologi dan bila ada kategori "ub2ek% maka kategori bahwa benda "ama bila "i$at-"i$atnya "ama 3kategori trope4 maka 2uga haru" ada 3berarti kategori trope 2uga haru" ada4. 6an penuli" 2uga lalu menyebutkan bila kita membaha" a"al mua"al ilmu pengetahuan alam% maka berarti ilmu pengetahuan alam tidak akan bi"a lepa" dari uni9er"alita" 3di dalam ilmu pengetahuan alam ada hukum% teori dan kon"ep yang diterima oleh "eluruh orang di dunia dan tidak bi"a dipungkiri lagi% karena itulah kon"ep uni9er"alita" 3kategori uni9er"alita"4 yang menurut penuli" adalah bagian dari empat kategori ontologi 2uga tidak bi"a dipungkiri. ;arena mera"a ilmu pa"ti atau ilmu pengetahuan alam tidak bi"a lepa" dari empat kategori ontologi yang di"ebutkan diata"% penuli" lalu berpendapat bahwa empat kategori ontologi ini bi"a dia2ukan "ebagai "ebuah hipote"i" dalam ilmu meta$i"ika. #i"alnya "a2a 5ontoh didalam buku ini% ada 5ontoh ?ob2ek ini larut dalam airA adalah "ebuah perkiraan%

dan kata-kata ini bi"a diganti ?ob2ek ini hilang didalam airA% dan kedua pernyataan ini akan beda dengan ?ob2ek ini "edang larut di dalam airA. #engapa penuli" mengambil 5ontoh dua pernyataan predik"i yang "ama di ata"% karena menun2ukkan bahwa di dalam ontologi akan ada dua mode pernyataan predik"i "eperti di ata"% terutama dalam kategori trope atau kategori mode. 6idalam bab 2 ini penuli" 2uga menyebutkan beberapa 5ontoh mengapa empat kategori ini lebih baik dari pada pendapat ahli $il"a$at lain tentang kategori ontologi. Penuli" melakukannya dengan membandingkan kelebihan ontologi empat kategori dengan ontologi lain% mi"alnya ontologi yang tidak punya kategori% atau ontologi yang hanya beri"i dua kategori "a2a% kategori ob2ek dan kategori uni9er"al% dan ontologi yang hanya punya dua kategori% kategori ob2ek dan kategori bahwa ob2ek yang "i$atnya "ama maka ob2ek ter"ebut "ama 3kategori trope4. )ab / )ab /% penuli" membaha" tentang hubungan antara "atu kategori ontologi dengan kategori ontologi yang lain% terma"uk 2uga apa "ebenarnya kategori ontologi itu% ada berapakah kategori ontologi yang ada di dunia "aat ini% dan 2uga akan membaha" kategori ontologi mana yang dipakai dan mana yang tidak. 8ntuk men2ela"kan hubungan antara "e"ama kategori ontologi dengan yang lain% terma"uk 2uga perbedaan antara "atu kategori ontologi dengan kategori ontologi yang lain% maka didalam bab / akan dibaha" 5ontoh yang menun2ukkan perbedaan di antara kategori ter"ebut. #i"alnya "a2a x "angat bergantung pada keberadaan y% yang artinya bila tidak ada y, maka x pun tidak akan ada. 6ari 5ontoh ini penuli" beru"aha menekankan bahwa "atu kategori ontologi tidak akan ada bila kategori lain tidak ada% 2adi ada hubungan interdependen5e 3"aling ketergantungan4 "atu kategori dengan kategori yang lain. &al dilakukan untuk meyakinkan para ahli $il"a$at yang hanya per5aya "atu kategori

10

ontologi%

atau

dua

kategori

ontologi%

bahwa

tidak

ra"ional

bila

menghilangkan kategori yang haru"nya ma"uk ke dalam kategori ontologi. (elain hubungan ketat x dan y "eperti yang di"ebutkan di ata"% ada pula hubungan non rigid 3tidak ketat4% mi"alnya hubungan antara x ada bila ada beberapa "yarat 3dalam hal ini diwakilkan dengan F dalam buku ini4 dimiliki oleh y. Tapi walaupun rela"i non rigid ini bi"a melemahkan teori empat kategori yang di"ampaikan oleh penuli"% namun penuli" berpendapat bahwa dengan adanya rela"i interdepen5e 3ketergantungan4 yang tidak ketat ini 3ma"ih ada peluang B non rigid4% maka berarti tidak ada hubungan yang ketat antara "atu entiti atau being dengan entiti lain% dengan begini berarti penuli" beru"aha meyakinkan pemba5a bahwa% tidak ada hubungan yang pa"ti yang tidak bi"a diganggu gugat di dalam ilmu $il"a$at% begitu 2uga dalam ontologi% 2adi "alah bila ada orang yang berpendapat dan mempertahankan bahwa hanya ada "atu kategori dalam ontologi atau hanya ada dua kategori dalam ontologi. Penuli" 2uga memulai buku ini dengan memberikan beberapa pertanyaan pro9oka"i tentang hubungan $ormal antar "etiap kategori ontologi yang bia"anya digunakan untuk membuat "i"tem ontologi tertentu. 6alam "i"tem ini% mi"alnya "a2a ob2ek% "ebagai "alah "atu kategori% mempunyai "ubkategorinya "endiri% mi"alnya "a2a "alah "atu "ubkategori ob2ek adalah "ub"tan"i indi9idual. Jadi bila kategori ontologi dibangun men2adi "ebuah "i"tem dan digambarkan dalam bentuk piramida kategori dan "ubkategori maka% entiti atau being adalah kategori yang paling tinggi dalam piramida ter"ebut 3lihat gambar /.+ pada halaman /, pada buku ini4% dan entiti atau being akan terdiri dari dua kategori dalam ontologi: uni9er"alita" dan khu"u". 8ni9er"alita" "endiri akan terbagi men2adi dua kategori: kategori 3+4 ma5am-ma5am 3 kinds) dan kategori 324 properti dan hubungannya 3property and relations4. 6an kekhu"u"an akan terbagi lagi men2adi dua kategori% kategori ke 3/4 ob2ek 3 object4 dan kategori 3.4 #ode 3Monadic and relational modes). 6an inilah yang dia2ukan oleh penuli" "ebagai empat kategori ontologi. (eperti yang "udah

11

penuli" 2abarkan pada bab 2% penuli" 2uga men2abarkan hubungan antara keempat kategori yang di"ebutkan di ata" dalam bentuk diagram kotak. Penuli" 2uga "udah membi5arakan pan2ang lebar tentang empat kategori dalam beberapa bab awal di buku ini dan 2uga hubungan $ormal diantara keempat kategori ter"ebut "atu "ama lain. 6an bagaimana penuli" beru"aha meyakinkan pemba5anya "oal adanya empat kategori dalam ontologi% namun 2uga perlu diingat bahwa menurut penuli"% diantara empat kategorinya tidak ada kategori uni9er"alita"% "eperti pendapat beberapa ahli prakti"i ontologi atau $il"a$at lain 3"e5ara umum ada pandangan bahwa hanya ada dua kategori dalam ontologi% yaitu uni9er"alita" 3universals) dan kekhu"u"an 3particulars4% namun penuli" tidak mema"ukkan uni9er"alita" ke dalam empat kategori ontologinya4. Jadi apa lalu kategori ma5am-ma5am 3tipe B kind"4 adalah kategori pengganti kategori kekhu"u"an dalam ontologi "eperti yang diper5ayai oleh umum "elama iniD #enurut penuli" memang "eperti ini. ;ategori ma5am-ma5am 3kinds4 dalam ontologi yang di"ampaikan penuli" ini mi"alnya adalah anjing adalah "ebuah ob2ek% namun bila kita "ebut ? anjing yang penurutA berarti ini adalah bagian dari berbagai ma5am atau ragam an2ing yang ada di dunia. *amun karena kebanyakan orang per5aya bahwa uni9er"alita" adalah kategori paling tinggi dalam "ebuah ontologi% penuli" malah menempatkan ob2ek "ebagai kategori yang paling tinggi dalam kon"ep empat kategori ontologinya% dan penuli" lalu menempatkan ma5amma5am "ebagai kategori tingkat ke-2. Penuli" 2uga mengingatkan bahwa walaupun "i"temnya terdiri dari empat kategori dan "ubkategorinya% empat kategori yang di"ebutnya bukanlah entiti atau being. Jadi apakah lalu karena empat kategorinya bukanlah entiti% apakah lalu "i"tem dalam ontologi tidak punya $onda"i nyata dalam kehidupan "ebenarnyaD% 2adi bila kategori ontologi tidak nyata% apakah berarti kita hanya menggunakan empat kategori ini untuk menyatakan dan mende"krip"ikan "e"uatu% pandangan "eperti ini berarti hanya bi"a diterima oleh aliran anti-reali"t.

12

Lalu bagaimana pandangan aliran reali"t terhadap "i"tem kategori ontologi ini bila kategori yang di"ebutkan oleh penuli" tidak nyataD )ab . )ab ini "endiri beri"i hubungan $ormal antar kategori dalam ontologi be"erta logika "intak"i"nya. 6alam awalan bab ini% penuli" "udah menanyakan "eberapa 2auh "intak"i" logikak dapat digunakan untuk mere$lek"ikan ontologi. Eang di"ebutkan dengan logika% mi"alnya @ adalah )% bila ada beberapa bagian A adalah B. 6idalam bab ini penuli" 2uga membaha" kategori ontologi yang diper5aya oleh ahli lain% mi"alnya ontologi dua kategori yang merupakan pendapat dari Frege dan :u""el. 6an bagaimana ontologi dua kategori yang di"ampaikan Frege dan :u""el ini men2adi da"ar dari lahirnya empat kategori ontologi yang di"ampaikan oleh penuli". Penuli" mempunyai pikiran untuk menga2ukan bahwa ontologi punya empat kategori berawal dari pendapat Frege tentang perbedaan ob2ek 3pendapat Frege 2uga dibaha" pan2ang lebar di awal bab . ini4% ternyata tidak "e"uai dengan dua perbedaan utama dalam meta$i"ika B perbedaan antara "ub"tan"i 3 subtance4 dan properti 3"i$at - property4% dan perbedaan antara uni9er"alita" 3 universalitas4 dan kekhu"u"an 3particulars4. ;arena itulah "elain mengenal adanya empat kategori dalam ontologi "eperti yang dia2ukan penuli"% maka kita tetap haru" mengingat dua hubungan ontologi $undamental% yang men2abarkan mana entiti yang ada pada "atu kategori dan mana entiti yang akan ada hubungannya dengan kategori lain dalam ontologi. *amun penuli" beranggapan bahwa% rela"i atau hubungan dalam ontologi "ebenarnya bukanlah hubungan yang "ebenarnya. 6i dalam bab . ini 2uga akan dibaha" lebih 2auh tentang diagram kotak yang menggambarkan hubungan antar beberapa kategori ontologi 3baik yang hubungan antar kategori yang di"ampaikan oleh penuli" buku ini "endiri maupun kategori ontologi dari penuli" atau prakti"i $il"a$at lain4.

13

#i"alnya "a2a dalam buku ini 3terutama pada bagian dalam bab . ini4 membaha" tentang diagram kotak hubungan antara uni9er"alita" "ub"tan"ial 3subtanstial universals) dan uni9er"al non "ubtan"ial 3 Nonsubtantial universals4% 2uga hubungan kedua hal ini dengan kekhu"u"an "ub"tan"ial 3subtantial particulars4 dan kekhu"u"an *on-"ub"tan"ial 3Non-substantial particulars4. &anya "a2a hubungan keempat kategori ini agak membingungkan karena bagaimana mungkin "ubtan"ial partikular dapat dikarakteri"a"i 3karena berhubungan lang"ung dalam diagram kotak4 oleh partikular non "ub"tan"i% namun penuli" beranggapan hal ini ada hubungannya karena lalu penuli" 2uga menghubungkan partikular "ubtan"ial dengan uni9er"alita" non-"ubtan"ial. &al ini "ebenarnya hal yang 5ukup "ulit untuk dimengerti karena hal yang dinyatakan dalam diagram kotak berikutnya ini adalah hal yang tidak bi"a dilihat atau diwakilkan dalam dunia nyata. *amun penuli" 2uga memberikan ala"an mengapa hal ini ma"uk akal% dan pen2ela"annya pan2ang lebar "oal hubungan dalam diagram kotak "eperti yang "udah di2abarkan ini akan lebih di2ela"kan lagi pada bab-bab "elan2utnya dalam buku ini. (elain membaha" tentang diagram hubungan beberapa kategori yang 2uga dikenal dalam ontologi% penuli" 2uga membaha" lebih lan2ut tentang hubungan logika dengan empat kategori ontologinya. 6i "ini di"ebutkan bahwa logika yang di"ampaikan oleh Frege dan :u""el untuk mempertahankan ontologi dua kategorinya tidak bi"a dipakai oleh Frege dan :u""el untuk membantah keberadaan empat kategori ontologi yang di"ampaikan penuli". Jadi untuk mematahkan pendapat dua kategori Frege dan :u""el 3yang "udah dibaha" pada bab /4% penuli" menyatakan bahwa logika yang "udah di"ampaikan oleh Frege dan :u""el untuk mempertahankan dua kategori ontologinya dapat dielimina"i hanya dengan beberapa langkah logika "ederhana yang di"ampaikan oleh penuli". Penuli" beranggapan% bahwa ada beberapa hal dalam dua kategori

14

Frege dan :u""el yang tidak dapat diterima logika. 6an logika yang dipakai oleh penuli" untuk mematahkan pendapat ontologi dua kategori oleh Frege dan :u""el ini di"ebut dengan sortal logic 3logika memi"ahmi"ahkan4% namun mungkin ada 2uga penuli" lain yang tidak "ependapat dengan pendapat penuli" buku ini% mi"alnya (ommer" 3"alah "atu ahli prakti"i ontologi lain yang 2uga dibaha" dalam buku ini4. )ab )ab - adalah bagian kedua dari buku ini% yang khu"u" membaha" tentang dua kategori: ob2ek 3object4 dan properti 3property B atau "i$at "e"uatu4. 6idalam bagian kedua buku inilah% yang dimulai dari bab -% penuli" membaha" tentang kategorinya "atu per"atu dengan pan2ang lebar. #i"alnya "a2a pada bab -% ob2ek "ebagai "alah "atu kategori empat kategori ontologinya di baha" di "ini. Pembaha"an tentang ob2ek pada awal bab ini dimulai dengan melihat bagaimana orang lain "e5ara umum menggunakan i"tilah ob2ek dalam kehidupan "ehari-hari% mi"alnya di "ini dikatakan bahwa dalam kehidupan "ehari-hari "ebenarnya apa de$ini"i pa"ti objek itu tidak 2ela"% bahkan "ering diartikan banyak hal tergantung dari pemakaiannya "eharihari. Padahal dalam pembaha"an ontologi 3"e5ara $ormal4 maka apa yang di"ebut dengan i"tilah objek haru" dide$ini"akan dan dimengerti dengan 2ela" 3pembaha"an ontologi $ormal adalah bagian dari meta$i"ik analitik B penuli"% yang tu2uan utamanya adalah membaha" dan mengindenti$ka"i kategori dan hubungan antar kategori ter"ebut dalam ontologi4. #i"alnya "a2a menurut penuli"% kita akan lebih bi"a mende$ini"ikan i"tilah objek dengan 2ela" apa de$ini"inya bila kita membedakan antara ob2ek dengan properti dan hubungannya 3 property and relations4. Jadi bila melihat hal ini berarti kita tidak bi"a lagi membi5arakan properti dan rela"inya "ebagai bagian dari "ebuah ob2ek% karena properti dan rela"i adalah kategori yang berdiri "endiri dan berbeda dengan kategori ob2ek di

15

dalam empat kategori ontologi yang di"ampaikan penuli". *amun tidak berarti perbedaan kedua kategori ini 3ob2ek dan properti4 bi"a dibandingkan dengan perbedaan antara partikular 3 kekhususan) dengan uni9er"alita"% karena banyak para ahli $il"a$at yang ma"ih bingung mau mema"ukkan apa yang di"ebut dengan properti dan rela"inya entah ke dalam partikular 3kekhu"u"an4 ataukah ha"ru" dima"ukkan ke uni9er"alita". 8ntuk meme5ahkan ma"alah ini% maka kita bi"a mende"krip"ikan properti dan rela"inya melalui nominali"a"i predikat 3"alah "atu i"tilah yang 5ukup "ulit dikenal oleh orang awam% "eperti banyak i"tilah dalam buku ini yang mungkin hanya dimengerti oleh penuli"4. 8ntuk mengenal lebih 2auh apa yang di"ebut dengan nominali"a"i predikat% kita bi"a melihat kalimat berikut ini: F"i$at 3properti bi"a diartikan "ebagai "i$at4 benda berwarna merah berarti benda ter"ebut memiliki properti warna.G% yang tentu "a2a adalah pernyataan yang 5ukup membingungkan% padahal apa "alahnya hanya dengan menyebut bahwa ?merah adalah properti warnaA. )ab - ini 2uga membaha" tentang pendapat "eorang ahli prakti"i ontologi yang bernama Frank :am"ey% yang tidak mau ada perbedaan antara ob2ek dan properti 3"i$at B karena memang di dalam kehidupan nyata% "i$at tidak bi"a dipi"ahkan dari "ebuah benda4. )ab ini 2uga membaha" lebih 2auh tentang uni9er"alita" 3uni9er"al - umum4 dan partikularita" 3khu"u"4% "erta rekon"titu"i atau rekon"truk"i kategori ontologi @ri"totele"% di"ini di"ebutkan bahwa @ri"totele" pernah menerbitkan buku ber2udul Categories % yang dinyatakan penuli" pada bab-bab "ebelumnya "ebagai orang pertama atau ahli $il"a$at pertama yang men5etu"kan adanya i"tilah ?5ategorie"A atau pengkategorian. )ab - 2uga 5ukup menarik% karena membaha" tentang angka% dan bagaimana "ebenarnya angka adalah ob2ek yang ab"trak 3bukan ob2ek yang konkret4 namun ada. Penuli" "elain menyatakan pendapatnya tentang ob2ek "e5ara pan2ang lebar dalam bab - ini% tetapi 2uga

16

mema"ukkan pendapat ri9alnya% Frege 3"eorang penuli"4 tentang ob2ek. )ab ! )ab ! membaha" lebih 2auh tentang properti 3"i$at4% mode 3 modes4% dan uni9er"alita" 3universals4. )ab ini dimulai dengan pertanyaan% apa yang "ebenarnya di"ebut dengan properti 3"i$at4D% @pa "ebenarnya "i$at 3properti4 itu adaD ;ita akan bingung "endiri bila memikirkan apakah "ebenarnya properti atau "i$at itu ada atau tidak% dan bagaimana mende$ini"ikan "i$at atau properti "ebuah benda dengan konkret. (upaya tidak bingung% penuli" menyarankan agar menghubungkan properti 3"i$at4 dengan predikat% karena memang ada hubungan erat antara predikat dengan properti 3atau "i$at4. Pada bab ! ini 2uga dibaha" lebih lan2ut tentang uni9er"alita" dan partikularita". 6an penuli" 2uga menyatakan bagaimana "ebenarnya banyak orang bingung dimana haru" menempatkan kategori properti atau "i$at ke dalam ontologi% belum lagi banyak mun5ul pertanyaan apakah "i$at atau properti ini ada atau tidak ada dalam ontologi. 8ntuk men2awab keraguan dan pertanyaan ini% penuli" buku lalu menghubungkan "i$at atau properti dengan 5ontoh yang lalu nanti akan dihubungkan dengan partikularita" 3khu"u"4 dan uni9er"alita" 3uni9er"al4. 6alam bab ini 2uga akan dibaha" apakah "i$at atau properti itu uni9er"al 3umum4 atau partikular 3khu"u"4% yang merupakan pertanyaan yang 2uga "ering diperdebatkan dalam ontologi. )ab 0 )ab 0 akan khu"u" membaha" tentang tuli"an atau pendapat yang di"ampaikan oleh Frank :am"ey yang tidak mau ada pemi"ahan antara ob2ek dan properti 3"i$at4. Pertama penuli" akan membaha" bagaimana Frank :am"ey keberatan ata" keberadaan dua kategori dalam ontologi% yaitu uni9er"alita" dan partikularita"% dan bagaimana penuli" mengambil banyak pela2aran dari tuli"an Frank :am"ey tentang keberatannya akan

17

uni9er"alita"% partikularita" dan pemi"ahan antara ob2ek dan properti. 6an bagaimana penuli" men2awab tentang keberatan-keberatan yang di"ampaikan oleh Frank :am"ey mengenai beberapa kategori yang "elama ini dipakai dalam ontologi. )ab 1 (eperti yang "udah di"ebutkan "ebelumnya% )agian ketiga dalam buku ini% penuli" menggunakan berbagai "umber yang ada hubungannya dengan empat kategori ontologi untuk menyatukan pendapat tentang di"po"i"i dan hukum dalam ilmu alam. )ab 1 "endiri adalah awal dari bagian ketiga buku ini yang diawali dengan $oku" baha"an bab yang akan membaha" dispositions and Natural Laws 36i"po"i"i dan 'lmu @lam4. )anyak ahli $il"a$at yang mera"a bahwa ada perbedaan antara kategori dengan di"po"i"i% namun "etelah itu bingung "endiri dengan hubungan antara keduanya 3apa yang membedakan keduanya dengan "atu "ama lain4. #enurut buku ini% predikat bia"anya menggambarkan properti atau "i$at yang memang ada. 8ntuk membaha" lebih 2auh hubungan empat kategori ontologi dengan ilmu alam% dalam bab ini 2uga dibaha" lagi "e5ara "ingkat empat kategori ontologi yang dia2ukan penuli" dalam buku ini. Pada pembaha"an ini ditekankan bagaimana dalam dunia $il"a$at% ada yang berpendapat bahwa properti dalam meta$i"ika penting namun ada pula yang mera"a bahwa properti dalam ilmu $il"a$at tidaklah penting. )ab , )ab , membaha" ma5am-ma5am% e"en"i dan kebutuhan alami 3*atural ne5e""ity4. Penuli" berpendapat bahwa kebutuhan $i"ik atau kebutuhan alami kekuatannya lebih lemah dibandingkan dengan kebutuhan untuk memua"kan pikiran atau logika% dimana kebutuhan $i"ik atau alami ini ada hubungannya dengan hukum alam dan bia"a di"ebut dengan kebutuhan causal.

18

(eorang ahli $il"a$at dalam bukunya berpendapat bahwa mau tidak mau kita haru" menerima bahwa hukum alam yang mendorong kebutuhan alami "e"eorang atau makhluk hidup adalah dorongan kuat yang tidak bi"a dihindari% dalam artian bila kita "adar bahwa penting untuk memenuhi kebutuhan alami kita% berarti kita "ebagai manu"ia atau makhluk hidup menyadari hakikat diri kita "endiri. &al ini lalu "emakin memantapkan pendapat bahwa memang ada yang namanya kebutuhan alami 3walaupun tidak tampak4% walaupun di dalam $il"a$at% hanya ada "atu kebutuhan yang dipandang penting yaitu kebutuhan logika atau kebutuhan yang bera"al dari alam meta$i"ika. Jadi di dalam $il"a$at 2uga diperdebatkan% bila yang paling penting dalam $il"a$at adalah logika% mengapa kita tetap haru" membaha" kebutuhan alami 3kebutuhan $i"ik4 padahal "udah 2adi raha"ia umum% bila dilihat dari "egi $il"a$at 3pemikiran4% maka kebutuhan logika "eharu"nya 2auh lebih penting daripada kebutuhan $i"ik 3alami4. 8ntuk men2awab pertanyaan ini% lebih dulu kita haru" tahu apa bentuk logika hukum alam "eharu"nya. *amun "ama "eperti dinyatakan "ebelumnya% menurut 6a9id @rm"trong dalam bukunya !hat is "a# of $atureD% bahwa hukum alam hanya berlaku "e5ara uni9er"al 3berhubungan dengan uni9er"alita"4 dan tidak berhubungan dengan pertikularita" 3artinya hukum alam tidak berlaku khu"u" pada hal-hal tertentu "a2a% tapi berlaku "e5ara umum atau uni9er"al4. 6i dalam buku ini% penuli" 2uga menyuarakan pendapatnya tentang bantuk logika dari hukum alam. #enurut penuli" buku% pendapatnya tentang bentuk logi" hukum alam 2auh lebih baik daripada pendapat yang diutarakan oleh 6a9id @rm"trong dalam bukunya. Pendapat penuli" buku ini tentu "a2a ada yang ditentang oleh ahli atau penuli" lain% dan di dalam bab ini% lagi-lagi penuli" men2awab bantahan dari penuli" lain tentang pendapat-pendapatnya terutama pendapatnya tentang hukum alam dan hubungannya dengan berbagai kategori ontologi. #i"alnya "a2a di"ini penuli" menyebutkan

19

bahwa ada orang yang berpendapat bahwa pemikiran penuli" buku ini tentang hukum alam membuat penuli" buku ini tidak membedakan antara generali"a"i in"idental dengan generali"a"i yang ter2adi karena "udah hukum alamnya. #i"alnya "a2a% penuli" buku ini berpendapat bahwa "ebongkah ema" be"arnya kurang dari + km bila diukur dari diameternya% hal ini bila dilihat dari "egi nyata% tentu "a2a tidak benar% namun bila dilihat dari hukum alam% memang benar bila "ebongkah ema"% diameternya pa"ti lebih ke5il dari + km 3penuli" lebih "uka melakukan generali"a"i% tanpa terlalu mementingkan apakah ma"uk diakal atau tidak "e5ara hukum alam4. Terlihat dari 2abaran dan 5ontoh-5ontoh yang diberikanya mengenai generalli"a"i dan hukum alam% penuli" mengakui bahwa ia memang tidak membedakan antara generali"a"i in"idental 3"eperti ka"u" diameter "ebongkah ema" tidak akan lebih be"ar dari + km4 dan generali"a"i hukum alam% namun bukan berarti penuli" menangkal hukum alam% hanya penuli" punya pemikirannya "endiri tentang hukum alam dan generali"a"inya. Tetapi penuli" tetap berpendapat bahwa pernyataannya mengenai diameter ema" itu benar% walaupun tidak ma"uk akal. Penuli" 2uga menyangkal akan adanya kebutuhan $i"ik atau kebutuhan alami% dan beranggapan bahwa yang dinamakan orang kebutuhan $i"ik atau kebutuhan alami ter"ebut "ebenarnya adalah kebutuhan relatif. Penuli" 2uga lalu beru"aha pertama-tama "etu2u bila memang hukum alam lebih banyak menyangkut uni9er"alita" 3hal-hal yang umum4 dibandingkan dengan partikularita" 3hal-hal yang dikhu"u"kan B tidak umum4% karena memang hal ini "e"uai dengan e"en"i "ain"% yaitu berlaku "e5ara uni9er"al tanpa ada penge5ualian. #i"alnya "a2a bila kita melihat hukum *ewton% dengan kon"ep ma""anya yang bia"anya diwakilkan dengan huru$ # be"ar% dan bagaimana penuli" memberikan 5ontoh bagaimana generali"a"i 3uni9er"alita"4 dalam hukum alam "ebenarnya "edikit $ala"i 3"alah% namun kebanyakan orang menganggap hal ini benar4%

20

mi"alnya "a2a hukum *ewton F H ma dia"um"ikan "ama dengan FHI#+#2>r2% padahal hal ini belum tentu benar% karena per"amaan kedua ini berlaku pada hal-hal yang khu"u". Jadi menurut penganut paham "ain" e"en"iali"t% bahwa logika bahwa hukum alam uni9er"al adalah "alah. )ila kita kembali ke "alah "atu kategori dalam empat kategori ontologi yaitu properti atau "i$at% maka menurut paham penganut "ain" e"en"iali"t 3paham yang memahami "ain" "emurni-murninya4% bahwa properti atau "i$at adalah hal yang haru" dibedakan dari ob2ek bila ada hubungannya dengan identita" ob2ek tertentu. Pendapat para penganut paham e"ian"iali"t "ain" ini ternyata tidak bi"a dipungkiri ke5uali kita tidak mematuhi hukum alam% namun dengan berbagai ala"an% lagi-lagi pengarang ini menyatakan ingin membantah pendapat penganut paham e"entiali"t "ain" ini% "ama "eperti penuli" membantah pendapat para ahli prakti"i ontologi lainnya dan mengemukakan pendapatnya "endiri. (alah "atu 5ara penuli" buku ini menentang hal yang "udah diterima "e5ara umum% adalah dengan membantah pendapat "eorang ahli $il"a$at bernama ;ripkean% bahwa untuk mengetahui tentang hukum alam maka kita haru" punya pengetahuan priori 3awal4 meta$i"ika "ebelumnya "ebelum meramu hukum-hukum alam yang berlaku. #i"alnya "a2a penuli" mengambil 5ontoh% bahwa "e5ara hukum alam 3$i"ika4% muatan elektron pa"ti negati$% namun bagaimana kita tahu bahwa hukum ini benar% "edangkan kita "a2a tidak bi"a melihat elektronD% yang kita tahu hanyalah bahwa para peneliti melakukan berbagai ek"perimen yang akhirnya memutu"kan bahwa muatan elektron adalah negati$.

)ab + )ab + membaha" tentang ontologi dengan kategori 3di"ebut di "ini "ebagai ontologi kategorial4 dan E"en"iali"me "ain" atau e"en"i ilmu pengatahuan alam. )ab ini dimulai penuli" dengan menyebutkan ada tiga ma5am kebutuhan yang dimiliki oleh makhluk hidup: kebutuan natural

21

3alam4% kebutuhan $i"ik% dan kebutuhan nomic 3"ebuah game atau permainan yang dibuat oleh "eorang ahli $il"a$at Paul (uber pada tahun +,12% yang menggambarkan dorongan "e"eorang untuk mengubah peraturan agar "e"uai dengan kebutuhan orang ter"ebut4. )ila dilihat dari kebutuhan alami atau kebutuhan natural yang bera"al dari adanya hukum alam% penuli" lalu menimbulkan "atu pertanyaan: apakah "ebenarnya hukum alam ituD Eang kita tahu "elama ini% 5ontoh hukum alam% mi"alnya gra9ita"i% hukum *ewton dan "ebagainya. *amun "ayangnya% walaupun kita tahu berbagai ma5am hukum dan kita pun menyadari bahwa hukum ter"ebut benar% tapi kita "ebenarnya ma"ih belum tahu 2awaban: apa "ebenarnya yang dinamakan hukum ituD 8ntuk mengetahui dan "edikit men2awab pertanyaan ini% penuli" lalu menga2ak kita untuk melihat 5ara lain menyatakan "ebuah hukum. #i"alnya "a2a kita lihat pernyataan: F8ranium akan meledak bila "udah men5apai ma""a kriti".G &al ini "ebenarnya adalah "ebuah hukum% tapi "ebenarnya bila kita tidak menyebut-nyebut "oal hukum% mau tak mau dan tidak bi"a dipungkiri% 8ranium memang akan meledak bila "udah men5apai ma""a kriti"% walaupun bila hukum tentang hal ini belum ditemukan% 2adi apa "ebenarnya hukum itu% bila tanpa adanya hukum pun hal alami memang ter2adi tanpa bi"a dipungkiri. Pada bab ini% penuli" buku menga2ak kita untuk melihat dan berpikir kembali tentang hal-hal yang kita anggap memang benar dan merupakan hukum alam% dan beru"aha melihatnya dari kepala "i penuli"% 2adi "ebenarnya bab + ini 5ukup menarik untuk diba5a apalagi kita ingin tahu lebih lan2ut tentang ilmu dan ilmu pengetahuan alam% apalagi bab ini di"ertai dengan 5ontoh-5ontoh nyata yang "ering kita temui dalam kehidupan "ehari-hari dan ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin kita tidak akan berpikir akan kita tanyakan% ke5uali bila kita melihat baha"an dalam bab ini. )agian ketiga dari buku ini kemudian ditutup di bab + .

22

)agian keempat: )ab ++