Anda di halaman 1dari 14

RISIKO LIKUIDITAS

Pengertian Resiko Liquiditas Secara umum, definisi likuiditas adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dana (cash flow) dengan segera dan dengan biaya yang sesuai. Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul jika suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai. Meskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi kewajibannya, tapi ketika aset tersebut tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka pihak tersebut dikatakan tidak likuid. al ini bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak adanya pihak lain di pasar yang berminat membelinya. al ini berbeda dengan penurunan drastis harga aktiva, karena pada kasus penurunan harga, pasar berpendapat bahwa aktiva tersebut tak bernilai. !idak adanya pihak yang berminat menukar (membeli) aktiva kemungkinan hanya disebabkan karena kesulitan mempertemukan kedua belah pihak. "arenanya, risiko likuiditas biasanya lebih besar kemungkinan terjadi pada pasar yang baru tumbuh atau bervolume kecil. Risiko likuiditas merupakan suatu risiko keuangan karena adanya ketidakpastian likuiditas. Suatulembaga dapat berkurang likuiditasnya jika peringkat kreditnya turun, mengalami pengeluaran kas yang tak terduga, atau peristiwa lain yang menyebabkan pihak lain menghindari transaksi atau memberikan pinjaman ke lembaga tersebut. Suatu perusahaan juga dapat terpapar terhadap risiko likuiditas jika pasar yang diikutinya mengalami penurunan likuiditas. lembaga keuangan Bank. Risiko #ikuiditas dalam lembaga keuangan $ank adalah risiko akibat ketidakmampuan bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan%atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa menganggu aktivitas dan kondisi keuangan bank. #ikuiditas sangat penting untuk menjaga kelangsungan usaha bank. &leh karena itu, bank harus memiliki manajemen risiko likuiditas bank yang baik. 'alam mengantisipasi terjadinya Risiko #ikuditas, aktivitas Manajemen Risiko yang umumnya ditetapkan oleh $ank antara lain adalah( ). Melaksanakan monitoring secara harian atas besarnya penarikan dana yang dilakukan oleh nasabah baik berupa penarikan melalui kliring maupun penarikan tunai. *. Melaksanakan monitoring secara harian atas semua dana masuk baik melalui incoming transfer maupun setoran tunai nasabah. +. Membuat analisa sensitivitas likuiditas $ank terhadap skenario penarikan dana berdasarkan pengalaman masa lalu atas penarikan dana bersih terbesar yang pernah terjadi dan membandingkannya dengan penarikan dana bersih ratarata saat ini. 'ari analisa tersebut dapat diketahui tingkat ketahanan likuiditas $ank. ,. Selanjutnya $ank menetapkan secondaryreserve untuk menjaga posisi likuiditas $ank, antara lain menempatkan kelebihan dana ke dalam instrumen keuangan yang likuid.

-. Menetapkan kebijakan .ash olding #imit pada kantor/kantor cabang $ank. Melaksanakan fungsi 0#.& (0sset 1#iability .ommittee) untuk mengatur tingkat bunga dalam usahanya. 2. meningkatkan%menurunkan sumber dana tertentu. 3. Strategi Manajemen .adangan dan "ebijakannya 'alam melakukan peniaian risiko likuiditas, ada baiknya untuk melakukan memahami sumber/sumber kejadian risiko likudiitas. Sumber resiko likuiditas bank terdiri dari ( a. Sumber li4uiditas langsung, meliputi( o #i4uiditas 0sset "ekosongan deposito dapat menyebabkan problema likuiditas bank, hingga penggu/naan oleh para peminjam komitmen pinjaman 1 lini kredit lainnya. .ara mengatasi #i4uiditas asset dapat melalui cara sebagai berikut( ). Manajemen likuiditas yang dibeli (meminjam di pasar uang 1 meminjamkan dana ini kepada peminjam), *. Manajemen likuiditas yang disim/pan (menurunkan aset kas milik bank). o #i4uiditas #iabilities 'alam kondisi tertentu, terkadang bank menga/lami kekosongan deposito bersih, yaitu( jumlah dengan mana penarikan kas melebihi dari tambahannya5 suatu arus kas keluar bersih.6ang dikarenakan "ebanyakan rekening giro secara normal bertindak sebagai deposito inti, yaitu, deposito yang menyediakan sumber pendanaan jangka panjang untuk suatu bank. Rekening giro 1 rekening transaksi lainnyadapat dijadikan kontrak yang memberikan para pemegangnya hak untuk menjual klaim kembali kepada bank pada beberapa hari tertentu 1 meminta pemba/yaran kembali segera pada nilai muka atas klaim depositonya dalam kas. 'alam teori, paling sedikit, suatu bank mempu/nyai *78 kewajiban* dalam rekening giro 1 rekening transaksi lain harus siap untuk memba/yar jumlah itu dengan melikuidasi aset*/nya pada hari perbankan. o #i4uiditas &99 $%S, dengan mengestimasi :enarikan fasilitas kredit. b. Resiko #ainnya o Resiko "redit, 0ntara lain dengan peningkatan ;:# yang akan mempengaruhi cashflow suatu lembaga keuangan tersebut o Resiko :asar, 0ntara lain dengan peningkatan tingkat suku bunga yang dapat meningkatkan atau menurunkan tingkat suku bunga. o Resiko &perasional, antara lain adalah kegagalan dalam sistem 9orce majeure hal ini juga dapat mempengaruhi .ashflow suatu lembaga keuangan tersebut. <dentifikasi sumber risiko likuiditas bertujuan untuk mengetahui jumlah dan trend kebutuhan likuiditas serta sumber pendanaannya. Sesuai diagram di atas, risiko likuiditas dapat bersumber dari dari dua hal yaitu langsung dan tidak langsung. Sumber likuiditas langsung dapat bersumber dari al. volatilitas surat berharga dan konsentrasi sumber dana yang tinggi pada sisi liabilities. Selain sumber risiko likuiditas langsung, terdapat pula risiko lain yaitu risiko kredit, risiko pasar, dan risiko reputasi yang dapat menimbulkan risiko likuiditas (Risiko #ikuiditas sebagai *nd order risk).

Mengukur Eksposur Likuiditas Bank 'alam Mengukur =ksposur #i4uiditas bank dapat dilakukan dengan melihat( ). Sumber 1 penggunaan likuiditas( dengan alat laporan likuiditas bersih yang mencatat sumber 1 penggunaan likuiditas, yang menyediakan ukuran posisi likuiditas bersih. 0da tiga cara yang dapat ditempuh oleh bank untuk mendapatkan dana likuid( a. Menjual asset asset bertipe kasnya b. Meminjam dana di pasar uang c. Menggunakan kelebihan cadangan kas *. :erbandingan rasio kelompok sebanding ( 'engan membandingkan rasio/ rasio kunci tertentu 1 sifat neraca. Rasio pinjaman dari deposito 1 dana yang dipinjam terhadap aset total berarti bahwa bank mengandalkan secara berat pada pasar uang jangka pendek daripada deposito inti untuk pinjaman/pinjaman dana. +. <ndeks likuiditas( 'ikembangkan oleh >im :ierce pada 9ed, yang mengukur kerugian potensial suatu 9< dapat menderita dari mendadak atau suatu penyelesaian menjual/api atas aset dibandingkan dengan jumlah yang akan diterima pada pasar wajar di bawah kondisi pasar normal. < ? @(wi)(:i%:iA)B. 'imana( wi ? persentase dari masing* aset :i ? harga aset* penjualan api dengan segera :iA ? harga pasar wajar atas aset. "esenjangan pembelanjaan 1 kebutuh/an pembelanjaan( ada tiga rumus( "esenjangan pembelanjaan ? :injaman rata/rata D 'eposito rata/rata. "esenjangan pembelanjaan ? / 0set* likuiditas E 'ana yang dipinjam. "esenjangan pembelanjaan E 0set* likuid ? "ebutuhan pembelanjaan ('ana yang dipinjam). :erencanaan likuiditas( suatu komponen kunci dalam mengukur risiko likuiditas 1 biaya* yang berhubungan. 0da empat komponen perencanaan likuiditas. Fambaran atas pendalaman 1 tanggung jawab manajerial. 'aftar mendalam atas para penyedia dana kebanyakan menyukai untuk menarik seperti pola atas penarikan dana. <dentifikasi ukuran deposito potensial 1 penarikan dana pada horiGon waktu yang bervariasi di masa mendatang seperti sumber pendanaan pasar swasta alternatif untuk memenuhi runoff. :erencanaan tersebut membentuk batas* internal atas pemisahan peminjaman perusahaan anak atau cabang seperti batas untuk premi risiko yang dapat diterima untuk membayar masing* pasar.

,. C C C -. a. b. c. d.

Risiko Likuiditas, Kekosongan Deposito yang tidak Diharapkan, & Bank Runs :roblema likuiditas utama dapat muncul, jika kekosongan deposito secara abnormal besar 1 tidak diharapkan. Funcangan penarikan deposito dapat terjadi karena beberapa alasan( ). :erhatian tentang solvensi bank relatif terhadap bank lain.

*. "egagalan atas bank yang berhubungan, mengarahkan pada perhatian deposan yang tinggi tentang solvensi bank lain (efek penularan). +. Felombang yang tidak diharapkan mendadak dalam risiko penarikan deposito bersih memicubank run biasanya dapat memperkuat suatu bank dalam solvensi. Hntuk mengatasi masalah ini, biasanya pemerintah melakukan penjaminan terhadap dana yang disimpan oleh para penabung, karena penjaminan tersebut akan menyebabkan para penabung merasa aman dan mempercayai sistem perbankan. :emerintah juga dapat bertindak sebagai the lender of the last resort, dengan memberikan bantuan likuiditas kepada bank yang mengalami masalah likuiditas. :ada saat industri perbankan tidak memiliki pertahanan yang kuat dalam menjalankan usahanya, maka risikoDrisiko tersebut dapat menyerang sektor perbankan. >ika hal ini semakin memperburuk kondisi perbankan, maka kepercayaan masyarakat terhadap kinerja perbankan akan semakin menurun. Masyarakat (nasabah) yang menyimpan uang di bank mulai tidak yakin akan kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya secara penuh, sehingga semakin banyak nasabah yang menarik uangnya dari bank. "risis kepercayaan yang diikuti oleh penarikan dana secara besarDbesaran dari bank oleh nasabah ini disebut sebagai bank runs. $erikut beberapa penyebab dan dampak terjadinya bank runs ($ank <ndonesia, *77*( +,D,2)( :enyebab bank run ). Moral hazard dan penurunan aset 'alam teori ini diasumsikan bahwa banyak bank yang memperoleh fasilitas berupa kemudahan mendapatkan pinjaman dengan tingkat bunga yang aman dari pemerintah, sehingga terjadi persaingan dalam menyalurkan kredit. al ini mengakibatkan kinerja dari bank seolahD olah sangat sehat dibandingkan dengan kondisi yang sebenarnya. :enurunan nilai aset terjadi jika pemerintah tidak lagi memberikan jaminan pada pinjaman bank, sehingga mengubah ekspektasi investor karena mereka merasa dananya tidak aman lagi. Bank runs terjadi pada saat ketidakpercayaan investor atau nasabah diwujudkan dengan menarik dana mereka dalam jumlah besar. *. 'isintermediasi dan likuidasi 'iasumsikan bahwa pihak bank adalah pihak yang baik, sehingga penyebab utama terjadinya krisis dan asset deflation adalah financial panic(bank runs) yang tidak diikuti oleh kebijakan yang tepat. :ihak bank melakukan investasi utamanya untuk jangka panjang, sehingga membutuhkan pembiayaan dana yang bersifat jangka panjang. "eadaan ini menyebabkan bank mudah terserang panik finansial. 'ampak bank runs ). No contagion effect $erdasarkan teori no contagion effect, bank runs tidak akan merubah volume deposito dalam pengertian bahwa nasabah yang tidak percaya kepada suatu bank memindahkan dananya kepada bank lain, sehingga total simpanan dalam sistem perbankan akan tetap jumlahnya. Sebaliknya, koalisi antar bank (dimana bank yang mengalami excess liquidity mengalirkan dananya kepada bank yang kekurangan likuiditas) akan mengurangi efekbank runs lebih lanjut.

*. Contagion effect "etidakpercayaan pada suatu bank juga akan membawa ketidakpercayaan kepada sistem perbankan secara keseluruhan, sehingga akan menimbulkan panics. Contagion effect dari bank runs suatu bank terjadi jika nasabah menarik dananya dari bank yang gagal dan yang masih baik dalam waktu yang sama tanpa adanya proses pemindahan deposito. Contagion effect dapat ditentukan dengan membandingkan uang kartal terhadap simpanan dana pihak ketiga (':") dalam sistem perbankan (rasio .%'). Bank run yang berlanjutan dapat memunculkan panik bank, yaitu run sistematik 1 menular atas deposito industri perbankan sebagai keseluruhan. 0da dua elemen penyekatan%isolasi risiko likuiditas utama dalam bank run yaitu 0suransi deposito dan pintu diskon. 0suransi deposito dilakukan dengan cara regulator pemerintah atas lembaga* depositori mengembangkan program penjaminan yang ditawarkan bagi para pemegang deposito dengan tingkat perlindungan asuransi yang bervariasi untuk menghalangi run. Sedangkan Fasilitas pintu diskon diberikan oleh bank sentral untuk memenuhi kebutuhan likuiditas nonpermanen angka pendek bank. Bank sentral memberikan pin aman pintu diskon! bagaimanapun! pada kebi aksanaannya! tidak mengharuskan untuk membantu bank" yang kesulitan. Risiko Liquiditas dari Perusahaan Asuransi i!a :erusahaan asuransi jiwa memegang cadangan kas untuk memenuhi pembatalan 1 kebutuhan modal kerja lain. "etika pendapatan premi tidak mencukupi, asuransi jiwa dapat menjual beberapa aset likuid relatifnya, seperti obligasi pemerintah. Solvensi pada perusahaan asuransi dapat menghasilkan run dalam mana pendapatan premi baru berkurang 1 para pemegang polis membatalkan polisnya dengan menguangkannya dalam nilai penyerahannya. ;ilai penyerahan ini adalah jumlah yang diterima pemegang polis asuransi ketika menguangkan suatu polis lebih awal. Hntuk memenuhi permintaan yang luar biasa atas kas, perusahaan asuransi dapat menjual aset* yang kurang likuid dalam portofolionya, seperti pinjaman hipotek komersial 1 sekuritas* lain, pada harga penjualan/api secara potensial. 0sset/asset perusahaan asuransi kerugian aset cenderung lebih berjangka pendek 1 lebih likuid daripada asuransi jiwa. =ksposur likuiditas terbesar asuransi kerugian terjadi ketika para pemegang polis asuransi membatalkan atau gagal untuk memperbaharui polis karena risiko insolvensi, penentuan harga, atau alasan persaingan. al ini dapat menyebabkan arus masuk kas preminya, ketika tambahan untuk pengembalian investasinya, tidak mencukupi untuk memenuhi klaim polis. "laim* yang tidak diharapkan besar dapat juga material 1 melebihi arus pendapatan premi 1 pengembalian pendapatan dari aset, dapat juga menjadi penyebab eksposur likuiditas. Reksadana 0da beberapa >enis dari reksadana yaitu ( ). Reksadana tertutup( reksadana yang menjual jumlah lembar saham yang tetap kepada para investor luar.

*. Reksadana terbuka( reksadana yang menjual jumlah lembar saham elastis atau tidak tetap kepada para investor luar. Reksadana dapat menjadi subyek terhadap runs likuiditas yang dramatis jika para investor men/jadi takut tentang ;0I atas asset / aset reksadana. >ika reksadana dilikuiditasi, aset*/nya akan didistribusikan kepada para pemegang reksadana atas basis pro rata daripada dasar datang/pertama, layani/pertama, seperti deposito 1 kontrak polis asuransi. :ara pemegang reksadana merealisasi ;0I (pro rata) 1 tahu bahwa para investor membagi kerugian aset pada basis pro rata5 ada pada lini pertama untuk menarik tidak mempunyai keuntungan, seperti pada bank. Berikut ini adalah "ontoh peristi!a yang berkaitan dengan risiko likuiditas # ). "risis yang melanda <ndonesia, mulai mengenai perbankan dengan timbulnya masalah kekurangan likuiditas #liquidity mismatch$! semula dialami oleh beberapa bank, tetapi kemudian menjadi sistemik. "risis likuiditas secara sistemik, yang dialami perbankan dimulai sekitar pelaksanaan kebijakan pencabutan ijin usaha atau likuidasi )2 bank tanggal ) ;ovember )JJ3. "epercayaan terhadap Rupiah yang menurun sejak terjadinya gejolak moneter bulan >uli )JJ3 menjadi lebih buruk lagi setelah diterapkan sistim nilai tukar yang mengambang secara bebas pada pertengahan 0gustus )JJ3. :embelian mata uang dollar (HS') atau penjualan aset rupiah ramai dilakukan, dimulai oleh pelaku pasar asing, akan tetapi kemudian diikuti oleh pemain pasar dalam negeri dan pemilik dana dalam negeri. Strategi yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi perkembangan ini adalah dengan melakukan pengetatan moneter, dengan menggunakan tindakan fiskal (melalui pengurangan pengeluaran rutin maupun pembangunan dari 0:$;), kebijakan moneter (langkah $< menghentikan pembelian S$:H bank/bank dan peningkatan suku bunga S$< sampai lebih dari dua kali lipat), dan tindakan adminsitratif (instruksi Menkeu ke pada berbagai 6ayasan dan $HM; untuk mengalihkan deposito mereka menjadi S$<). *. :ada saat perekonomian sedang mengalami gejolak ekonomi (seperti fluktuasi nilai tukar) yang menyebabkan para penabung menarik dananya dari bank yang sakit maupun pada bank yang sehat, sehingga menimbulkan bank run. Hntuk mengatasi masalah ini, biasanya pemerintah melakukan penjaminan terhadap dana yang disimpan oleh para penabung, karena penjaminan tersebut akan menyebabkan para penabung merasa aman dan mempercayai sistem perbankan. :emerintah juga dapat bertindak sebagai the lender of the last resort, dengan memberikan bantuan likuiditas kepada bank yang mengalami masalah likuiditas. +. Resiko #ikuiditas yang terjadi dalam pasar modal antara lain yakni ketika perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh lembaga yang berwenang seperti pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. 'alam kasus seperti ini hak klaim dari pemegang saham mendapatkan prioritas terakhir tentu setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi dari hasil penjualan kekayaan perusahaan. >ika masih ada sisanya, itulah yang akan dibaga kepada seluruh pemegang saham secara proporsional.<nilah resiko dari orang yang berinvestasi di pasar modal. "arenanya si investor diharuskan untuk selalu mengamati perkembangan perusahaan/ perusahaan yang si investor miliki sahamnya.

,. Kasus bank century dan dalam perbankan syariah. $ank .entury yang hingga saat ini belum bisa mengembalikan dana nasabahnya. -. dll

Contoh Makalah Mahasiswa Yang Baik dan Benar Sahabat sekalian, pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share artikel mengenai Contoh Makalah Mahasiswa yang baik dan benar tentunya. Simaklah contoh makalal mahasiswa yang baik dan benar dibawah ini: PENGANTAR Aktivitas suatu badan usaha atau perusahaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari aktivitas mengelola resiko. perasi suatu badan usaha atau perusahaan biasanya berhadapan dengan resiko usaha dan resiko non usaha. Imam !ha"ali dalam Kasidy, Mana#emen $esiko %&'(') menyatakan bahwa, resiko usaha adalah resiko yang berkaitan dengan usaha perusahaan untuk menciptakan keunggulan bersaing dan memberikan nilai bagi pemegang saham. Sedangkan resiko non usaha adalah resiko lainnya yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan.

Mana#emen resiko merupakan desain prosedur serta implementasi prosedur untuk mengelola suatu resiko usaha. Mana#emen resiko merupakan antisipasi atas semakin kompleksnya aktivitas badan usaha atau perusahaan yang dipicu oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan kema#uan teknologi %Kasidi, &'('). *erbankan adalah badan yang paling potensial mengalami kegagalan akibat resiko. +ercatat berbagai macam bank yang telah gagal akibat resiko yang tidak dapat dikendalikan, beberapa dinyatakan bangkrut %collapse) seperti ,estminster -ank Inggris, -aring -ank .ondon dan -ank Century dan bank lain yang pernah mengalami permasalahan akibat resiko dalam bidang /inansial seperti Citibank, -ank Syariah -ukopin dan -ank Mandiri %Masyhud Ali, &''0)

Menurut Kamus -esar -ahasa Indonesia %K--I), resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan %merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. $esiko dalam ,ebster1s 2esk 2ictionary resiko dide/inisikan sebagai suatu potensi adanya kehilangan %Iban So/yan, &''3). 2e/inisi lain yang men#elaskan tentang pengertian resiko adalah kemungkinan ter#adinya penyimpangan dari harapan yang dapat menimbulkan kerugian. $esiko adalah suatu kemungkinan ter#adinya peristiwa menyimpang dari apa yang diharapkan, namun penyimpangan ini baru terlihat bila sudah berbentuk kerugian %Kasidy, &'('). *endapat lain #uga diutarakan oleh Abbas Salim dalam Kasidy %&'(') $esiko adalah ketidakpastian yang mungkin melahirkan kerugian %loss). Sehingga dari beberapa de/inisi yang telah diutarakan, dapat diambil kesimpulan bahwa resiko adalah sesuatu yang belum pasti namun apabila tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan kerugian bagi usaha tersebut. Studi Kasus: Kasus yang men#adi salah satu topik menarik terkait dengan mana#emen resiko adalah kasus *enggelapan -ank Mandiri. Salah satu oknum pegawai Kantor Cabang *embantu $awa .umbu -ekasi *+ -ank Mandiri +bk melakukan ker#a sama ilegal dengan Mana#er Keuangan *+ Me4die Sekawan 5tama, 6ekti Sartono yang mencairkan cek ilegal di -ank Mandiri senilai $p 7&' #uta pada 8 Mei &'('. *engambilan cek ini menyalahi prosedur perbankan karena otoritas cek adalah dua orang, yakni Anang Syi/udin dan Muhammar 9au"an serta stempel perusahaan harus diterakan. :amun cek tersebut hanya ditandatangani satu orang dan itu diduga dipalsukan %stempel palsu dan asli berbeda dengan specimen yang ada di bank). Sampai saat ini kasus -ank Mandiri ini belum ditindaklan#uti lagi lebih #auh oleh pihak;pihak terkait. -ank Mandiri berpegang teguh pada pendirian mereka yang mengatakan bahwa $isk Management adalah bagian dari proses bisnis yang dapat memberikan kontribusi melalui penerapan risk management untuk mencapai return yang optimal bagi stakeholder yakni pemegang saham, masyarakat, nasabah, pemerintah dan pihak;pihkan yang berhubungan dengan bank %Masyhud Ali, &''0). 2i dalam tulisan ini selan#utnya akan dibahas bagaimana kaitan kasus -ank Mandiri dengan /aktor penyebab, #enis dan sumber resiko, serta bagaimana -ank Mandiri mampu mengatasi permasalahan resiko tersebut. ISI I I!ENTI"IKASI RESIK#

a Klasi$ikasi Kerugian *ada kasus -ank Mandiri, terdapat beberapa potensi kerugian yang akan diderita -ank Mandiri. 6ang pertama adalah kerugian /inansial dalam #umlah yang sangat besar %7&' #uta rupiah) serta resiko hilangnya reputasi yang dapat mengancam keberlangsungan perusahaan ke depannya. +idak dapat dipungkiri, akibat adanya pencairan ilegal akan mampu menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat %social distrust) dari para nasabah terhadap sistem mana#emen dan sekuritas /inansial bank tersebut. $esiko /inansial dapat beru#ung pada resiko likuiditas, yakni resiko yang mengakibatkan suatu perbankan mengalami kegagalan untuk membayar hutang #angka pendeknya. Masalah ini apabila terus dibiarkan tanpa ditangani lebih lan#ut #uga akan membawa perbankan pada resiko kegagalan bank dalam membayar hutang #angka pan#angnya %solvabilitas). Salah satu cara alternati/ sistem pengklasi/ikasian kerugian di perusahan Mandiri adalah: 1. Kerugian Finansial Kerugian langsung berupa merosotnya reputasi sehingga pendapatan perusahaan menurun Kerugian pendapatan seperti penghentian operasional perusahaan yang disebabkan oleh suatu kerugian dimana tidak dapat ditempatinya ruang ker#a tertentu Kerugian mengganti kewa#iban hak orang lain artinya membayar uang kepada korban penipuan. Kerugian membayar denda;denda yang disebabkan oleh adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang;undangan yang mendukung. Kerugian biaya dalam membangun citra positi/ kembali kepada masyarakat. 2. Kerugian Reputasi Kerugian adanya publikasi negati/ yang terkait dengan kegiatan usaha bank atau persepsi negati/ terhadap bank Kerugian berkurangnya tingkat kepercayaan para pemegang saham perusahaan Kerugian sulitnya untuk bersaing dengan kompetitor Kerugian kredibilitas perusahaan menurun di masyarakat

Kerugian lainnya adalah kerugian yang ditimbulkan oleh resiko kepatuhan pegawai %compliance). *egawai yang tidak patuh dapat merusak keseluruhan sistem ker#a. <al ini disebabkan karena ketidakpatuhan yang dibuatnya dapat mengganggu koordinasi dan pelimpahan tanggung #awab oleh atasannya. Kerahasiaan perusahaan pun dapat terancam dengan munculnya pegawai seperti ini. Mereka akan cenderung mengupayakan berbagai hal untuk memuaskan kepentingan sendiri meskipun harus melanggar peraturan. % "aktor Pen&e%a% Resiko 2ua /aktor penyebab resiko adalah bencana %perils) dan bahaya %ha"ards). -an#ir, tanah longsor, gempa, gelombang laut tinggi merupakan contoh; contoh bencana yang secara langsung dapat menimbulkan kerugian. Sementara bahaya terbagi atas beberapa #enis : -ahaya /isik %physical ha"ard) misalnya berhubungan dengan /asilitas bangunan suatu perusahaan, -ahaya moral %moral ha"ard) misalnya sikap ketidak#u#uran atau ketidakdisiplinan. -ahaya morale %morale ha"ard) misalnya sikap yang tidak hati;hati ataupun kurangnya perhatian dari pihak;pihak terkait dalam suatu perusahaan. -ahaya karena hukum atau peraturan %legal ha"ard) misalnya akibat mengabaikan undang;undang atau peraturan yang telah ditetapkan. *ada Kasus -ank Mandiri, /aktor penyebab ter#adinya resiko adalah berasal dari moral para pegawai Kantor Cabang *embantu -ank Mandiri. *egawai tersebut melakukan pencairan cek ilegal yang menimbulkan kerugian besar terhadap keuangan -ank Mandiri tersebut. Masalah kepatuhan #uga merupakan resiko yang harus ditanggung -ank Mandiri pada kasus pencairan cek illegal tersebut. *egawai seharusnya men#adi pihak yang taat dan patuh terhadap peraturan perusahaan dan men#un#ung tinggi integritas dan nama baik perusahaan, bukan dengan melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan itu. -ahaya moral tidak hanya mengancam -ank Mandiri sa#a, kasus lain akibat moral dari para pegawai suatu badan=perusahaan misalnya yang ter#adi pada kasus Citibank Indonesia yang terlibat pada permasalahan penggelapan dana nasabah. Akibatnya bank tersebut tidak hanya menderita kerugian /inansial, tapi #uga resiko reputasi, bahkan kepatuhan. $esiko reputasi dan kepatuhan lebih membahayakan keberlangsungan perusahaan daripada resiko /inansial. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap bank akan membuat bank tersebut kehilangan dana karena masyarakat akan menarik kembali

seluruh dana yang telah tertanam di bank tersebut karena takut akan mengalami kerugian besar. 2ana;dana yang ditarik tersebut sebenarnya digunakan untuk men#alankan kegiatan perbankan, namun kerena ada penarikan se#umlah dana dan ketidakinginan masyarakat untuk menabung lagi maka bank tersebut dapat terancam likuiditasnya. *ada /ase ini pemerintah dapat melakukan intervensi dengan menutup bank. ' Su(%er Pen&e%a% Resiko Sumber resiko dapat diklasi/ikasikan men#adi beberapa #enis : $esiko Sosial, resiko ini berasal dari masyarakat. Artinya tindakan orang;orang menciptakan penyimpangan yang dapat merugikan. Misalnya : pencurian, huru;hara, peperangan. $esiko 9isik, berasal dari /enomena alam dan sebagian tingkah laku manusia. Kebakaran adalah penyebab utama cidera /isik, kematian maupun kerusakan harta. $esiko ekonomi, misalnya in/lasi, resesi, /luktuasi dan harga. *ada kasus -ank Mandiri di atas, sumber resiko berasal dari permasalahan sosial. Ada sekelompok orang yang melakukan pencurian sehingga menimbulkan kerugian besar terhadap -ank Mandiri %Kasidy , &'('). knum yang terlibat dalam kasus pencairan cek secara illegal ini secara langsung dapat dikatakan sebagai pihak yang bertanggung #awab atas kerugian bank. $esiko ini cenderung bisa lebih membahayakan daripada resiko /isik ataupun ekonomi. Karena resiko ini datangnya dari hati nurani seseorang atau sekelompok manusia, sehingga yang harus memperbaikinya adalah pihak tersebut. +idak seperti resiko /isik, pemerintah dapat menanggulanginya dengan membuat gedung baru misalnya, atau seperti resiko ekonomi, dengan intervensi pemerintah tingkat in/lasi dapat diatur. d )enis Resiko $esiko dapat dibagi men#adi dua kelompok yakni : $esiko nonsistematis, yakni resiko yang dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu diversi/ikasi atau tindakan pencegahan dan penanggulangan resiko. $esiko sistematis, resiko yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi melalui diversi/ikasi, biasanya berhubungan dengan pasar atau ke#adian yang dapat secara sistematis akan mempengaruhi posisi pasar %Iban So/yan, &''3) Selain itu, Kasidy %&'(') membagi #enis resiko men#adi dua yakni :

$esiko spekulati/, yakni resiko yang mengandung dua kemungkinan, baik yang menguntungkan mupun merugikan. Contohnya : per#udian, pembelian saham atau valuta asing. $esiko murni, yakni resiko yang hanya mengandung satu kemungkinan yakni kemungkinan rugi sa#a. Contoh : ban#ir, gempa, gunung meletus dan lain;lain. -ank Mandiri dalam hal ini dapat digolongkan ke dalam kategori resiko nonsistematis serta resiko spekulati/. Artinya, -ank Mandiri masih dapat dicegah di kemudian hari untuk menghindari peristiwa yang sama. Misalnya seperti yang telah diterapkan -ank Mandiri selama ini dengan membuat .aporan *ro/il $esiko %.*$) yang menggambarkan penilaian terhadap resiko komposit bank, atau resiko yang dipandang dari sudut pandang bank dan unit bisnis terkait %Masyhud Ali, &''0). Sementara dikatakan resiko spekulati/, karena resiko ini sebenarnya dapat memberikan dua alternati/ bagi pelaku pencairan cek ilegal, apabila tidak diketahui tindakan ini akan menguntungkan si pelaku, namun di sisi lain merugikan perbankan. Sebaliknya bila diketahui seperti yang telah ter#adi, maka ini akan menimbulkan kerugian bagi si pelaku ke#ahatan tersebut dan bank dapat dihindarkan dari permasalahan yang lebih serius lagi. II CARA PENGEN!A*IAN RESIK# Ada beberapa cara yang dapat ditempuh perbankan dalam mengatasi resiko ataupun mencegah ter#adinya resiko yang sama ke depannya. -eberapa cara tersebut telah diterapkan -ank Mandiri dalam mana#emen resiko perusahaannya. Melakukan tata kelola resiko secara terpadu dengan pengimplementasian tanggung #awab dan keseuaian kompetensi masing;masing pihak yang terkait. Misalnya seperti 2ewan Komisaris, 2ireksi, $isk > Capital Committee %$CC), unit risk management dan unit business yang telah berinteraksi dan bersiner#i secara optimal. -ank Mandiri menyusun pro/il resiko dalam suatu .aporan *ro/il $esiko, dan digunakan sebagai laporan pada -ank Indonesia. 2engan demikian, bank dapat memusatkan perhatiannya pada #enis;#enis resiko yang memiliki tendensi memburuk atau melebihi kebi#akan toleransi bank pada resiko tertentu. Studi kasus #uga mengungkapkan bahwa -ank Mandiri telah mempersiapkan tenaga pro/esionalnya di bidang resiko. Sekaligus #uga begaimana -ank Mandiri melakukan persiapan untuk mengimplementasikan -asel II Accord yang men#adi penanggung #awab dari seluruh inisiati/ strategis bank terkait kepatuhan pegawai.

-ank menetapkan kebi#akan pengelolaan resiko likuiditas. Misalnya dengan pemeliharaan cadangan likuiditas yang optimal, pengukuran dan penetapan limit resiko likuiditas, merancang analisis scenario dan contingency plan, penetapan strategi pendanaan dan mempertahankan kapasitas dana yang cukup di pasar %Masyhud Ali, &''0). KESIMP+*AN -ank Mandiri menderita kerugian /inansial, reputasi dan masalah kepatuhan akibat adanya pencairan cek ilegal. <al ini mengindikasikan bahwa -ank Mandiri perlu lebih meningkatkan sistem mana#emen resikonya. Kerugian; kerugian tersebut sangat berdampak pada keberlangsungan -ank Mandiri ke depannya., terutama masalah kepercayaan masyarakat. -eberapa hal yang dapat dilakukan -ank Mandiri dalam mengatasi resiko yang ter#adi misalnya dengan menyusun pro/il resiko, mempersiapkan tenaga ker#a yang handal di bidang resiko, menetapkan kebi#akan pengelolaan likuiditas, serta melakukan tata kelola resiko terpadu. !A"TAR P+STAKA Ali, Masyhud. &''0. Mana#emen $esiko. ?akarta : *+ $a#a !ra/indo *ersada Iban, So/yan. &''3. Mana#emen $esiko. ?akarta : !raha Ilmu Kasidi. &'('. Mana#emen $esiko. ?akarta : !halia Indonesia.@kiA ; See more at: http:==www.katailmu.com=&'(B=('=contoh;makalah; mahasiswa.htmlCsthash.#3aDD/3$.dpu/