Anda di halaman 1dari 83

ATMOSFER

Kelompok 10
s
s

Pendidikan fisika Fkip universitas Riau

PENGERTIAN
Atmosfer terdiri dari kata atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti bola. Maka, atmosfer yaitu: Udara yang menyelimuti bumi Kumpulan gas-gas yang menyelimuti bumi

Komposisi gas pembentuk atmosfer


Gas Nitrogen Oksigen Argon Karbondioksida Neon Methan Helium Hidrogen Xenon Ozon Simbol N2 O2 Ar CO2 Ne CH4 He H2 Xe O3 Volume (%) 78,08 20,95 0,93 0,035 0,0018 0,00017 0,0005 0,00005 0,000009 0,000004

SKETSA SUSUNAN LAPISAN ATMOSFER BUMI

Troposfer
CIRI-CIRINYA

Lapisan terbawah dari atmosfer bumi Terletak pada ketinggian 0 18 km di atas permukaan bumi. Memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi Terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca seperti: awan, hujan, petir, angin.

lanjutan
CIRI-CIRINYA

80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini Memiliki ciri khas : suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara menurun sebesar 0,5C Puncaknya di batasi tropopause yaitu lapisan pembatas antara lapisan troposfer dan stratosfer

STRATOSFER

Stratosfer
Stratosfer berada pada ketinggian antara 12 km hingga 50 km Terdiri atas dua lapisan: a. Lapisan Isotermal ketinggian 11-20 km, temperatur tetap (-60C) b. Lapisan Inversi ketinggian 20-50 km, makin ke atas temperatur makin tinggi

Stratosfer
CIRI-CIRINYA

Pada ketinggian diatas 30 km, terbentuk lapisan ozon (O3) adalah lapisan-lapisan yang melindungi troposfer dan permukaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari yang berlebihan (penyaringan sinar radiasi ultraviolet matahari). Pada lapisan ini terjadi invers suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian. Suhu rata-rata mencapai max. sekitar 570C.

Stratosfer
CIRI-CIRINYA

Terdapat lapisan antara yang di sebut stratopause yaitu lapisan peralihan antara stratosfer dan mesosfer. Tidak ada lagi uap air,awan ataupun debu atmosfer.

Mesosfer

CIRI-CIRINYA

Mesosfer adalah lapisan udara di atas stratosfer Lapisan ini berada pada ketinggian 50 km hingga 80 km Makin ke atas temperatur makin rendah. Tiap naik 1000 m, temperatur turun 2,5 3C. Suhu pada posisi tertinggi - 90C

Mesosfer
CIRI-CIRINYA

Merupakan tempat terbakarnya meteor-meteor hingga terurai dan jatuh ke permukaan bumi. Terdapat lapisan antara (lapisan puncak) yang disebut mesopause, di mana pada lapisan ini terjadi refleksi (pemantulan) gelombang radio dengan ketinggian 50-80 km di atas permukaan bumi yang disebut dengan lapisan D, dipancarkan dari bumi untuk kemudian diterima oleh tempat-tempat lainnya

TERMOSFER

Termosfer
Lapisan ini berada pada ketinggian 85 500 km Dinamakan lapisan panas (Hot Layer) Temperaturnya tinggi mencapai 17000C Lapisan ionosfer berperan penting dalam bidang komunikasi yaitu mampu memantulkan gelombang radio, sehingga pemancar radio yang letaknya jauh sekalipun mampu diterima daerah lain.

Lapisan Ionosfer
Pada ketinggian 60-600 km. Terjadi ionisasi Sangat bermanfaat di bidang komunikasi Terdiri dari 3 lapisan: - Lapisan D, 60-120 km, pantulkan gel AM - Lapisan E, 120-180 km, pantulkan gel AM - Lapisan F, 180-600 km, pantulkan gel pendek

EKSOSFER

Eksosfer
Eksosfer merupakan lapisan terluar dari atmosfer Ketinggian > 600 km Grafitasi Bumi sudah berkurang, pengaruh angkasa luar sudah terasa sehingga benturan-benturan di udara jarang terjadi. Molekul-molekul bergerak bebas

SKETSA SUSUNAN LAPISAN ATMOSFER


KETINGGIAN
( KM )

PUNCAK ATMOSFER 1000

EXOSFER
650 400 300 200 THERMOFAUSE
IONOPAUSE

LAPISAN F.1

140 100
80,4 48,2 11,2 MESOSFER

LAPISAN E.2 LAPISAN E.1


MESOPAUSE LAPISAN D

LAPISAN MEAVISIDE

LAPISAN KENNELY

LAPISAN OZON
STRATOSFER
TROPOPAUSE

TROPOSFER

DARATAN

LAUT

LAPISAN IONOSFER

LAPISAN

F.2

LAPISAN APPLETON

LAPISAN THERMOSFER

MANFAAT ATMOSFER

Melindungi bumi dari jatuhnya benda angkasa seperti meteor, komet dll. Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap bermanfaat untuk kehidupan Membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam Menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya. Menciptakan cuaca, berupa hujan dan salju sehingga terjadilah musim panas dan musim dingin.

CUACA DAN IKLIM

Pengertian Cuaca dan Iklim


Cuaca

: keadaan rata-rata udara pada waktu yang relatif singkat dan pada daerah yang sempit Iklim : Keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang lama Ilmu Cuaca : Meteorologi Ilmu Iklim : Klimatologi

Unsur-unsur Cuaca dan Iklim


SUHU/TEMPERATUR TEKANAN UDARA
KELEMBABAN UDARA

UNSUR CUACA DAN IKLIM

PERAWANAN HUJAN ANGIN

1. Temperatur / Suhu
Keadaan

panas dinginnya udara Sumber matahari Alat ukur : Termometer, termograf


LANGSUNG

Proses

pemanasan
TIDAK LANGSUNG

Pemanasan Langsung
Absorpsi:

penyerapan unsur-unsur radiasi

matahari Refleksi : pemanasan terhadap udara tapi dipantulkan kembali oleh partikel-partikel udara Difusi : penyebaran sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah

Pemanasan tidak langsung


Konduksi : matahari memberi panas pada tanah, kemudian diteruskan ke lapisan udara di atasnya Konveksi : pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas Adveksi : pemberian panas oleh gerak udara horizontal Turbulensi : pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur (berputar-putar)

Faktor yang mempengaruhi besar suhu udara di suatu daerah:


Sudut

datang sinar matahari Lama penyinaran sinar matahari Relief permukaan bumi (ketinggian tempat) Banyak sedikitnya awan

2.Tekanan udara
Tenaga

yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas wilayah tertentu Alat ukur : Barometer Satuan : milibar Semakin tinggi tempat maka tekanan makin berkurang

3. Kelembaban Udara
Banyaknya

uap air yang dikandung dalam

udara Alat ukur : Higrometer Udara dikatakan jenuh jika kelembaban 100%

Macam-macam kelembaban
Kelembaban

mutlak (Absolute Humidity) : jumlah uap air yang terdapat dalam 1 m3 udara ( gr/m3 ) Kelembaban maksimum (Maximum Humidity) : jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung oleh udara dalam suhu tertentu Kelembaban Relatif (nisbi) perbandingan jumlah uap dengan jumlah maksimum uap air yang dapat ditampung oleh udara pada suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen

4. Perawanan (Cloudness)
Awan

: kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) di dalam udara yang terjadi karena pengembunan/pemadatan udara setelah melampaui keadaan jenuh Titik-titik awan sebenarnya bukan air murni melainkan inti kondensasi yang dikelilingi embun kristal garam

Macam-macam awan berdasar tinggi dan bentuk:

Cirrus (awan tinggi) > 6000 m - Cirrus (Ci) : tipis, spt bulu burung - Cirro stratus (Cs) : putih merata spt kelambu - Cirro Comulus (Cc) : Spt sisik ikan, gerombolan domba Alto (awan menengah) 2000 6000 m - Alto Comulus (A-Cu) : spt gumpalan kapas - Alto Stratus (A-St) : berlapis-lapis spt pita Strato (awan rendah) < 2000 m - Strato Comulus (St-Cu) : tebal, luas, bergumpal - Stratus (St) : merata, rendah, berlapis-lapis - Nimbostratus (Ni-St) : tebal, bentuk tdk teratur, hujan - Nimbocomulus (Ni-Cu) : tebal, bergumpal, kelabu hitam

5. Hujan
Peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi presipitasi Alat ukur : fluviograf, raingauge, regenmeter, ombrometer Macam hujan menurut terjadinya: - Hujan Zenithal / konveksi - Hujan Orografis / Relief - Hujan Frontal - Hujan Siklonal - Hujan Muson - Hujan Buatan

Hujan Zenithal / Konveksi

30o-40oLU

30o-40o LS

Hujan Orografis

Hujan Frontal
Daerah Frontal

Massa Udara Panas

Massa Udara Dingin

Lintang rendah

Lintang Tinggi

Hujan

Siklonal : terjadi karena angin siklon membuat udara naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi Hujan Muson : hujan yang terjadi karena angin muson membawa uap air ke suatu wilayah Hujan Buatan : Mengumpulkan titik-titik air dengan memberi inti kondensasi di udara, berupa butiran garam, urea dsb

6. Angin
Udara

yang bergerak dari tekanan maximum ke tekanan minimum Alat ukur kecepatan angin: Anemometer Macam gerakan angin ; Konveksi, Adveksi dan turbulensi

Manfaat Angin
Menentukan

waktu penggarapan tanaman Membantu penyerbukan tanaman Membantu kapal tradisional pergi pulang melaut Olahraga dan rekreasi

Macam-macam Angin
Macam angin
Angin Lokal
Angin darat dan angin laut Angin gunung & angin lembah Angin turun kering (fohn) Angin musim / muson Angin siklon dan anti siklon Angin Passat dan anti Passat Angin Barat Angin Timur

Angin Tetap

Angin Lokal
Angin

yang bertiup hanya di tempat- tempat tertentu dan tidak secara kontinyu Angin ini bertiup sebagai akibat dari pengaruh kondisi wilayah sekitarnya

Angin Darat

Angin Laut

Angin Gunung
+

Angin Lembah

Angin Fohn

Nama-nama Angin Fohn di Indonesia


Deli (Sumut) Kumbang Cirebon Gending Probolinggo Grenggong Pasuruan Brubu Makasar Wambrau P. Biak (Papua)
Bohorok

Angin Muson
23 1/2 LU 21 Juni

Gerak Semu Harian Matahari

The tropic of cancer


Equator

0
21 Mar 22 Sept

23 1/2 LS

The tropic of Capricorn


22 Des

ANGIN MUSON TIMUR


JUNI
ASIA SAM PASIFIK

SAM HINDIA

+
AUSTRALIA

ANGIN MUSON BARAT

DESEMBER
ASIA

SAM PASIFIK

SAM HINDIA

AUSTRALIA

Angin Muson
Angin

yang bertiup dengan berganti arah tiap 6 bulan sekali Angin Muson timur mendatangkan musim kemarau di Indonesia Angin muson barat mendatangkan musim penghujan di Indonesia

Angin siklon dan anti Siklon


Siklon angin yang berputar ke arah masuk Angin Anti Siklon angin y berputar ke arah luar
Angin

SIKLON
Belahan Bumi Utara

ANTI SIKLON

+ +

Belahan Bumi Selatan

+
+

Angin Tetap
Angin

yang bertiup sepanjang tahun dengan arah yang sama Ada tiga angin tetap di muka bumi : Angin Passat dan anti passat, angin barat, angin timur Namun angin tetap ini sering kalah oleh angin lokal

Sistem pergerakan angin Global di Muka Bumi


Kutub Utara + 60 LS

Etesia

30 - 40 LU

Khatulistiwa Etesia + + + + + + + 30 - 40 LS

60 LS

Kutub Selatan

Angin Passat (Trade wind)


Angin

yang bertiup dari zona tekanan maksimun subtropis menuju zona tekanan minimum equator Angin Passat timur Laut belahan bumi utara Angin Passat Tenggara Belahan bumi selatan

Angin Anti Passat


Angin

yang bertiup dari zona tekanan minimum equator menuju zona tekanan maksimum subtropis (di bagian atas dari Angin Passat)
Anti Pasat

Pasat 0

Angin Barat (Westerlies)


Angin

yang bertiup dari zona tekanan maksimum subtropik menuju zona tekanan minimum sub-arktik Karena pengaruh rotasi maka angin ini berbelok menuju timur sehinga seolah-olah datang dari arah barat

Angin Timur (Easterlies)


Angin

yang bertiup dari zona tekanan maksimum kutub menuju zona tekanan minimum sub-arktik. Karena pengaruh rotasi maka berbelok seolah-olah dari arah timur menuju ke barat Terjadi di sekitar Lintang 60 baik Utara maupun Selatan

Angin Daerah Etesia


Daerah

Etesia : daerah antara 30 LU - 40 LU maupun 30 LS - 40 LS Merupakan perbatasan antara daerah angin Passat dengan angin Barat, sehingga mengalami pengaruh gerakan semu harian matahari. Pada musim dingin bertiup angin Barat dan pada musim panas bertiup angin Pasat Timur Laut (BBU) atau angin Passat Tenggara (BBS)

Iklim Matahari
23LU - 23LS Subtropis : 23LU/LS - 40LU/LS Sedang : 40LU/LS - 66LU/LS Kutub : 66LU/LS - 90LU/LS
Tropis:

Klasifikasi Iklim menurut Koppen


A (Iklim hujan tropis) : Temperatur bulan terdingin > 18C, CH tahunan tinggi, CH bulanan > 60 mm B (Iklim Kering/Gurun) : CH < Penguapan (evaporasi) C (Iklim Hujan Sedang, Panas) : Temperatur bulan terdingin -3C sampai dengan 18C D (Iklim Hujan Salju, Dingin) : Temperatur bulan terdingin kurang dari -3C dan temperatur bulan terpanas > 10C E (Iklim Kutub) : Bulan terpanas temperaturnya < 10C

Kriteria tambahan iklim Kppen : f : tdk ada msm kering, bsh sepanjang th m:musim krg pendek,sisanya lebat sepanjanh tahun w:hujan pada musim panas s :kondisi kering pd musim panas W:kondisi kering pada msm dingin a :msm pns yg terik,suhu rata2 bln terpanas > 22o C b :msm pns yg pns,suhu rata2 bln terpns < 22o C c :msm pns yg sejuk & pendek < 4 bln,suhu > 10o C d :msm dingin yg sngt dingin t bln terdngin < -3oC h :terik,suhu tahunan rata2 > 18oC k :sejuk,suhu tahunan rata2 < 18OC

Sub divisi Iklim Kppen


Af : Iklim hujan tropis Aw : Iklim savana tropis BS : Iklim Stepa BW : Iklim Gurun Cf : Iklim hujan sedang, panas, tanpa musim kering Cw : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim dingin yang kering Cs : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim panas yang kering Df : Iklim hujan salju, tanpa musim kering Dw : Iklim hujan salju, dengan musim dingin yang kering ET : Iklim tundra EF : Iklim salju

Subtipe Iklim A
Af : iklim A dengan CH bulanan > 60 mm Aw : iklim A yang memiliki musim kering yang panjang Am : peralihan antara Af dan Aw

60 CH bulan terkering

Af

40
Aw

Am

20

0 1000

1500

2000

2500

CH Tahunan

Iklim Junghuhn
11,1 6,2C Zone dingin

Lumut
2500 m 17,1 11,1C

Zone sejuk

Kopi, kina, Sayuran, Pinus


1500 m 22 17,1C

Zone sedang
26,3 - 22C Zone panas

Kopi, Kina, Karet, Teh 600 m

Karet, Coklat, tembakau, Karet, Tebu, Jagung, Padi, Kelapa

0m

Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson


Berdasar pada jumlah bulan basah dan bulan kering Klasifikasi yang jadi acuan (Mohr): - Bulan Kering : CH < 60 mm / bulan - Bulan Lembab : CH 60 100 mm / bulan - Bulan Basah : CH > 100 mm / bulan

rata - rata bulan kering Q 100 % rata - rata bulan basah

Nilai Q
= 0 14,3% A (Sangat Basah) Q = 14,3 33,3% B (Basah) Q = 33,3 60% C (Agak Basah) Q = 60 100% D (Sedang) Q = 100 167% E (Agak Kering) Q = 167 300% F (Kering) Q = 300 700% G (Sangat Kering) Q > 700% H (Luar Biasa Kering)
Q

10 11 12

700%

H G

300% 167%

Rata-rata bulan kering

100%

D C

60% 33,3%

B
2 1

14,2%

A
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Rata-rata bulan basah

Tentukan iklim kota K menurut klasifikasi Schmidt Ferguson dan Klasifikasi Koppen, berdasar data Curah Hujan berikut ini!
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
Bln Basah Bln Lembab Bln Kering

1998 343 360 200 150 98 75 50 40 112 225 280 310

1999 345 260 275 184 93 61 44 112 153 244 275 322

2000 310 245 175 120 30 0 0 84 125 200 275 350

Jumlah

Rata-rata

Iklim kota K
rata - rata bulan k ering Q rata - rata bulan basah 100 %

2,0 Q 100 % 8,33


Q = 24 % Iklim kota K B (Basah)

IKLIM KOTA K MENURUT KLASIFIKASI KOPPEN


Af

1. CH bln terkering = 31 mm 2. 31CH tahunan = 2175 mm 40 CH bulan terkering 31 Aw 20

Am Af
K

0 1000

1500 CH Tahunan

2000

2175

2500

GANGGUAN-GANGGUAN IKLIM

1. Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)


Meningkatnya

suhu udara di bumi akibat semakin banyak gas pencemar dalam udara Penyebab : Gas buang dari industri, kendaraan bermotor, rumah tangga. Terutama CO2 Energi matahari yang sampai Bumi tertahan di atmosfer sehingga membuat panas muka Bumi.

Penyebab Pemanasan Global (global warming)


Pembakaran hutan / Industri AC / Gas Buang Rumah tangga

Global Warming

Asap Kendaraan Bermotor

Sampah / bangkai

Akibat Global warming


Kerusakan hutan Meningkatnya badai dan kilat

Pengungsian

Ketidakmampuan Species untuk beradaptasi terhadap iklim

Meningkatnya muka air laut

2. El Nino
Peristiwa

memanasnya suhu air permukaan laut pantai barat Peru-Equador yang mengakibatkan gangguan iklim secara global Gejala yang terjadi : Kekeringan di Asia dan Afrika

3. La Nina
Kebalikan

dari El Nino, konsentrasi panas terjadi di wilayah Indonesia sehingga angin basah sekitar Pasifik dan Samudera Hindia bergerak ke Indonesia Gejalanya : musim hujan yang lama di Indonesia dan sekitarnya