Anda di halaman 1dari 15

LOA LOA

Loa-loa merupakan filarial nematoda (roundworm), yang merupakan peyebab loa-loa filariasis atau dikenal dengan Loiasis. Spesies ini dikenal dengan eye worm. Loa-loa merupakan salah satu dari empat species filarial parasitik nematoda yang mnyebabkan subkutaneous filiriasis pada manusia. Larva yang telah matang dan dewasa hidup di lapisan subkutan (lapisan lemak) pada manusia. Sedangkan larva yang muda berkembang di dalam tubuh vektornya. Penyakit ini akan menginfeksi manusia melalui gigitan vektor.

KLASIFIKASI
Kingdom Phyllum Class Order Superfamily Family Genus Species

: Animalia : Nematoda : Chromadorea : Spiruruda : Filarioidea : Onchocercidae : Loa : Loa loa

EPIDEMIOLOGI
Pada tahun 2009, loiasis dinyatakan endemik pada 11 negara, seluruhnya merupakan bagian dari afrika barat dan afrika tengah. Angka kejadian tertinggi terdapat pada : 1. Kamerun 2. Kongo 3. Afrika tengah 4. Nigeria 5. Gabon 6. Guinea tengah

MORFOLOGI

Memiliki kepala, tubuh, dan ekor Ukuran cacing jantan < Cacing betina Cacing Jantan,

Panjang : 30 44 mm, Lebar : 0.35 0.42 mm Panjang : 40 70 mm, Lebar : 0.5 mm

Cacing Betina,

Hidup dalam jaringan subkutan manusia Ukuran Mikrofilaria, panjang 250-300m, lebar 6-8m Mikrofilaria khas memiliki pelindung tubuh saperti sarung dan inti memanjang sampai ke ujung ekor

VEKTOR

Vektor loiasis merupakan lalat dari genus Crysops

1. Chrysops silicea (deerflies)


2. Chrysopsdimidiata (mangroveflies)

KARAKTERISTIK LALAT CRYSOPS


Penghisap darah Panjang 5-20 mm Ukuran kepala besar Bentuk mulut yang condong ke bawah Sayapnya polos atau berbintik cokelat Larvanya berukuran 1 6 cm Membutuhkan waktu 1 3 tahun untuk berkembang dari telur hingga dewasa Biasanya hidup di daerah hutan tropis dan habitat berlumpur seperti, rawa-rawa, sungai, dan waduk Gigitan lalat Chrysops sangat menyakitkan, dan dapat mengakibatkan bekas gigitan yang lebih parah dari gigitan lalat biasa.

SIKLUS HIDUP

SIKLUS HIDUP

Vektor Loa loa menghisap darah manusia dan memaparkan mikrofilaria ke dalam tubuh host dan berpenetrasi ke dalam kulit manusia melalui bekas gigitan Larva berkembang menjadi cacing dewasa di dalam kelenjar subkutan Mikrofilaria dapat ditemukan di cairan sumsum tulang, urine, dan sputum Mikrofilaria masuk ke dalam tubuh vektor melalui gigitan lalat pada manusia yang terinfeksi Mikrofilaria melepaskan selubungnya, dan berpenetrasi menuju usus lalat dan bermigrasi ke otot dada lalat Mikrofilaria berkembanbg menjagi larva stage 1. Mikrofilaria berkembang menjadi larva stage 3 Infektif larva (stage 3) bermigrasi ke kelenjar ludah lalat

MASA INKUBASI

Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi cacing dewasa 4 tahun (dalam tubuh manusia) Cacing dewasa dapat hidup hingga selama 17 tahun

PATOGENESIS

Loa-loa menginfeksi host dengan berpindah melalui jaringan subkutan di sepanjang punggung, dada, scalpel, dan mata) parasit ini dapat menyebabkan inflamasi pada kulit pada tempat migrasinya Jika parasit berhenti pada satu tempat dalam waktu singkat, maka akan terjadi inflamasi lokal yang dikenal dengan Calabar Swellings. Hal ini sering terjadi pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pembengkakan ini hilang ketika parasit kembali bergerak. Migrasi pada subconjunctiva dapat terjadi, pergerakannya dapat dirasakan oleh penderita, pergerakan di mata umumnya terjadi selama 15 menit.

GEJALA

Penglihatan terganggu Mata sembap Urticaria Pruritus Calabar swellings Peningkatan jumlah Eosinofil Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah biasanya menunjukkan respon yang tepat terhadap sel-sel abnormal, parasit, atau bahan-bahan penyebab reaksi alergi (alergen) umumnya hilang dalam 2 4 hari, namun bisa mencapai beberapa minggu Penyebab pasti belum diketahui, diduga disebabkan oleh migrasi dari parasit (Loa loa)

DIAGNOSIS

Blood sample examination, - Menggunakan sediaan hapusan untuk menemukan mikrofilaria - Menggunakan pewarna giemsa atau hematoxyclin dan eosin - Untuk meningkatkan sensitivitas dapat dilakukan sentrifugasi sampel dalam larutan formalin 2% (cara Knotts) atau filtrasi menggunakan membran nucleopore Calabar Swellings Immunoassay, untuk mendeteksi antigen Biopsi Subkutan

PENGOBATAN

Diethylcarbamazine (DEC) merupakan obat anthelmintic yang tidak menyerupai senyawa antiparasit lain. Ini adalah senyawa organik sintetis yang sangat spesifik untuk beberapa parasit dan tidak mengandung unsur logam beracun. Berikut nama obat dari Diethylkarbamazin: Hetrazan Carbilazine Caricide

PENCEGAHAN
Vector Elimination Menggunakan baju tertutup dan tebal DEC 300 mg sekali seminggu, bagi yang bepergian ke daerah endemik