Anda di halaman 1dari 23

KAMAR OPERASI DAN BAGIANNYA

Oleh : Siti Annisa Nurfathia Pembimbing : dr. Sulistyowati, SpAn


BAGIAN ANESTESI FK UNJA / RSUD RADEN MATTAHER JAMBI 2013

Pendahuluan
Rumah sakit persyaratan teknis sarana & prasarana rumah sakit yg menunjang pelayanan kesehatan paripurna. Keseluruhan persyaratan harus direncanakan sesuai dg standard & kaidah.

Kamar operasi unit yg berfungsi sbg tempat u/ melakukan tindakan pembedahan, yg butuh kondisi steril & kondisi khusus lainnya.

Tinjauan Pustaka
Kamar operasi unit khusus u/ melakukan tindakan pembedahan, yg butuh keadaan steril. Bagian Kamar Operasi 1) Area bebas terbatas (unrestricted area) 2) Area semi ketat (semi restricted area) 3) Area ketat/terbatas (restricted area)

Ruangan kamar operasi terbagi atas : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Ruang Pendaftaran. Ruang Tunggu Pengantar Ruang Transfer (Transfer Room) dan Ruang Tunggu Pasien Ruang Persiapan Pasien. Ruang Induksi. Ruang Penyiapan Peralatan/ Instrumen Bedah

7) Ruang Operasi o Pasien dilakukan pembiusan (anestesi). o Melakukan tindakan operasi &/ pembedahan, maka luas ruangan harus cukup u/ petugas bergerak sekeliling peralatan operasi/bedah, & dgn faktor keselamatan yg tinggi. 8) Ruang Pemulihan dewasa & Bayi/ Neonatus. 9) Ruang ganti pakaian 10) Ruang Dokter. 11) Tempat Cuci Tangan (Scrub Station) 12) Ruang Utilitas Kotor 13) Ruang Linen 14) Ruang Penyimpanan Peralatan Kebersihan

Alur Pasien, Petugas, Peralatan dan Kegiatan

Status Obstetri
Palpasi TFU Leopold I Leopold II Leopold III Leopold IV TBJ DJJ His : 30 cm

: Puka : Bokong : 4/5 : 2945 gram : 146 x/ menit : 3/10/25

: keras dan melenting (kepala)

Pemeriksaan Dalam
Portio Pendataran Pembukaan Ketuban Penunjuk Presentasi Penurunan Posisi

: 100 % : lengkap : (-) : sacrum : bokong : H III : memanjang

: tidak teraba

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium 22-06-2013: Hb : 11,2 WBC : 19.4.103/mm3 RBC : 4.08x 106/mm3 HT : 35.7 % PLT : 193.103 / mm3 Gravindex test : (+)

DIAGNOSIS : G4P3A0 Hamil aterm inpartu kala II, JTH intra uterin presbo

TERAPI : -IVFD RL : 20 tts/menit -Ceftriaxone 2x1 gr Observasi KU, TTV, His dan DJJ Lahirkan pervaginam

TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI Presentasi bokong adalah letak memanjang dengan bagian terbawah bokong.
KLASIFIKASI a. Presentasi bokong murni (frank breech) b. Presentasi bokong kaki sempurna (complete breech) c. Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki (incomplete or footling)

PENATALAKSANAAN Dalam persalinan Pada persalinan letak sungsang dapat dilakukan secara perabdominal atau pervaginam. Syarat persalinan pervaginam pada letak sungsang yaitu: 1. Presentasi bokong murni, presentasi bokong kaki 2. Tafsiran berat janin pada primi : < 3500 g, pada multigravida < 4000 g 3. Panggul luas 4. Zatuchni Andros > 4 5. Plasenta tidak dibawah

Syarat persalinan perabdominal pada letak sungsang yaitu: 1. Panggul sempit, DKP 2. Janin besar 3. Preterm sudah inpartu 4. Ketuban pecah > 12 Jam 5. Zatuchni Andros <4 6. Cacat rahim (bekas SC) 7. TBJ pada primi > 3500 g, pada multi > 4000 g 8. Plasenta previa 9. Presentasi lutut/kaki 10. Kepala dalam posisi hiperekstensi 11. IUGR

Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung melalui tiga tahap yaitu:

1. Persalinan bokong
2. Persalinan bahu 3. Persalinan kepala janin

Knee Chest Position

Versi Luar

PEMBAHASAN
Dilaporkan pasien ny. S/ 38 tahun G24P3A0 gravida aterm inpartu kala II janin tunggal hidup intra uterin presbo.
Diagnosanya sudah tepat karena pasien mengeluh keluar lendir bercampur darah, mules yang semakin sering, dan pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan lengkap inpartu kala II.

PEMBAHASAN
Presentasi bokong ditegakkan dari pemeriksaan Leopold Leopold I : T.FUT= 30 cm , teraba bagian keras, bulat dan melenting (kepala) Leopold II : teraba bagian besar (punggung) di perut kanan, dan bagian kecil (ekstremitas) di perut kiri Leopold III : teraba bagian lunak (bokong) Leopold IV : masuk PAP 4/5.

Presentasi bokong ditegakkan dari pemeriksaan Leopold Leopold I : TFU 30 cm, terabakepala Leopold II : teraba punggung kanan, & ekstremitas kiri Leopold III : teraba bokong Leopold IV : masuk PAP 4/5 Periksa Dalam Portio : tipis, Pendataran 100%, Pembukaan : 10 cm, Ketuban : (+), Penunjuk : sacrum, Presentasi : bokong, Penurunan : HIII

Pada pasien ini dilakukan persalinan pervaginam karena memenuhi kriteria persalinan pervaginam pada presentasi bokong yaitu : Presentasi bokong murni,/presentasi bokong kaki, Tafsiran berat janin pada primi : < 3500 g, pada multigravida < 4000 g, Panggul luas, Zatuchni Andros > 4, Plasenta tidak dibawah. Sehingga pada pasien ini dilakukan persalinan pervaginam.