Anda di halaman 1dari 17

PENGERINGAN ALAMI Pengeringan kayu secara alami atau pengeringan tradisional banyak dilakukan di Indonesia , terutama pada pertukangan

kayu kecil. System pengeringan ini merupakan system pengeringan kayu yang paling tua, terutama karena di Indonesia energi matahari sangat murah dan mudah didapat. Batang pohon yang dipotong mempunyai kandungnan air sampai 200 persen sehingga harus dikeringkan sampai berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun (3 bulan sampai 3 tahun . !ntuk mencapai kadar air yang baik untuk pertukangan. "palagi, system pengeringan alami ini sangat bergantung pada musim dan sinar matahari. "tas dasar kesulitan-kesulitan dan ketidakpastian #aktu pengeringan, dicari system pengeringan lain untuk men$amin kelangsungan proses produksi (tidak bergantung pada musim dan $uga untuk mengurangi cacat-cacat pengeringan yang ter$adi. Sistem pengeringan tersebut dinamakan system pengeringan buatan. %eskipun demikian ada berbagai $enis kayu, misalnya kayu $ati, masih membutuhkan proses pengeringan alami. &ayu $ati akan diteres lebih dahulu(dilukai kambiumnya dan dibiarkan mati kering di lokasi hutan dalam keadaan berdiri sampai kira-kira ' tahun. &emudiab pohon ditebang dan dikuliti sebelum masuk ke penggerga$ian. &adar air log tersebut kurang lebih (0 pertsen sampai )0 persen dan dikategorikan masih bersih. *og-log $ati tersebut kemudian disusun supaya tidak melengkung atau rusak. !ntuk memperoleh titik $enuh serat, kurang lebih 20 persen sampai 30 persen kayu gerga$ian $ati tersebut harus diangin-anginkan (pengeringan alami beberapa saat. Setelah mencapai titik $enuh serat, kayu gerga$ian tersebut dikeringkan dengan pengeringan buatan agar kadar air mencapai ( persen samapai + persen. Persen pengeringan tungku sebaiknya dikendalikan dengan temperature tidak melebihi ,0 sampai )0 dera$at -elcius, agar .at-.at ekstrakti/ kayu $ati tidak keluar dan mengubah #arna kayu men$adi lebih gelap. Sesudah proses pengkondisian kembali dan dikeluarkan dari ruang tungku, kayu harus diangin-anginkan lagi beberapa #aktu sebelum diproses lebih lan$ut. 0u$uan pengolahan ini sebenarnya hanya untuk menghindarkan kayu $ati dari perubahan #arna (discolouration karena suhu tungku yang tinggi. 0u$uan lain adalah untuk menghindarkan timbulnya #arna merah pada permukaan kayu $ati (proses oksidasi dengan udara , terutama pada permukaan kayu yang etrtutup. 1rna merah inik akan hilang dengan sendirinya bila kayu terkena angin, tetapi sangat merepotkan harus memilih #arna kayu (-olour %i2ing . 3ari hal di atas, $elas bah#a pengeringan alami $uga penting meskipun dapat dikatakan kolot dan tidak e/isien. Pada pengeringan alami kadar air kayu di ba#ah '2 persen tidak dapat diperoleh (kondisi Indonesia . 3engan demikian system ini tidak dapat digunakan untuk memproses produk dengan tu$uan ekspor ke negara-negara eropa yang menuntut kadar air maksimal + persen sampai '2 persen. &ondisi udara di Indonesia termasuk lembab karena terletak di daerah tropis dan berupa negara kepulauan. &elembaban relati/nya berkisar ,04 sampai +04 dengan temperature '+ sampai 35 dera$ad celcius pada musim kemarau. &ondisi ini berbedabeda, tergantung pada letak geogra/is dan tinggi daerah dari permukaan laut. Bila nilai kelembaban relati6e dan temperature dihubungkan, titik keseimbangan kayu di Indonesia berkisar '5 sampai 20 4 bergantung pada $enis kayu.

Berikut ini pokok-pokok yang perlu diperhatikan pada system pengeringan alami 7 '. Penggunaan lahan untuk pengeringan relati6e luas. 8arga dan biaya in6estasi tanah kini kian melambung sehingga harus diperhitungkan $uga besarnya nilai in6estasi, bunga in6estasi, dan lama proses pengeringan. 2. 1aktu penngeringan relati6e lama sehingga stok bahan yang dikeringkan $uga harus cukup besar. Bandingkan pula in6estasi modal ker$a (bahan apakah seimbang dengan biaya operasinya (bunga atas in6estasi bahan dan tanah akan menyebabkan nilai bahan makin tinggi dan tidak kompetati/ . 3. &ayu yang di$emur dapat pecah atau melengkung karena panas matahari yang tidak merata. (. 1aktu pengeringan e/ekti/ hanya dapat dilakukan selama musim kemarau dan sangat bergantung pada cuaca. 5. &adar air kayu umumnya hanya mencapai sekitar '5 4 yang relati6e masih tinggi. "dapun segi-segi positi/ system pengeringan alami adalah 7 '. &apasitas dan $enis sortimen yang dikeringkan tidak terbatas, bergantung kepada luas areal tanah. 2. 0idak diperlukan tenaga ahli khusus 3. Biaya relati6e murah (hanya dengan sinar matahari . &arena hal-hal tersebut di atas, system pengeringan alami masih sering dilakukan oleh industri kecil. -ara ini baik $uga untuk menun$ang atau mempercepat proses pengeringan buatan. A. KAYU. FUNGSI DAN PEMANFAATAN PENGERINGAN ALAMI DALAM INDUSTRI 0idak semua $enis kayu dapat mengikuti proses ini, terutama $enis kayu yang ber#arna cerah, misalnya pinus, ramin, dan alba.ia atau sengon, $uga kayu yang keras dan mudah pecah, misalnya merbau, keruing, pilang. System pengeringan alami sebenarnya sudah ter$adi dalam proses produksi. 1. Pengeringan Alami di tempat Penimb nan L!g "L!g Yard# *og-log yang sudah dipotong disusun di log yard dengan baik. !$ung-u$ungnya diberi bahan kimia untuk mencegah cepat keringnya kandungan air pada bontos kayu agar tidak mudah pecah atau rusak. Sebaiknya, di log yard ditanam pohon pelindung untuk menaungi kayu dari sengatan sinar matahari langsung. &ayu yang dipotong mulai menyusut kadar airnya. &ayu Bengkirai misalnya harus selalu disiram air setiap ( sampai , $am sekali untuk men$aga agar kayu tidak pecah. Pecahnya $enis kayu yang keras di log yard adalah karena bagian luar kayu lebih cepat kering daripada bagian dalam. 9ungsi air disini adalah sebagai pengatur proses e6aporasi kandungan yang ada dalam kayu.

$.

Pengeringan Ka% Gerga&ian

*og-log kayu kemudian digerga$i di sa# mill sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. &ayu gerga$ian ini kemudian disusun (stacking sesuai dengan tu$uan proses berikutnya7 a. Proses menunggu atau untuk disimpan sementara di dalam gudang. &adar air a#al kayu bisa turun sedikit sambil menunggu proses pengeringan buatan. b. *angsung diproses dengan penngeringan buatan. Beberapa kayu ber#arna muda harus segera dimasukkan ke dalam o6en untuk mencegah timbulnya $amur perusak #arna kayu, misalnya kayu sengon, kayu karet, dan kayu pinus. &ayu $ati sebaiknya diangin-anginkan sementara #aktu (air dry untuk mencegah keluarnya .at ekstrakti/ dalam kayu saat pengeringan dengan temperature tinggi (,0 dera$ad celcius . &ayu akan kemerah-merahan bila kayu dari penggerga$ian dan berkadar air tinggi langsung dikeringkan. &erusakan-kerusakan selama proses pengeringan (alami maupun buatan disebabkan oleh 3 hal, yaitu 7 a. -acat akibat penyusutan kayu (tegangan dalam kayu saat kayu menyusut b. Serangan $amur perusak #arna (#arna maupun /isik kayu c. :at ekstrakti/ dalam kayu (ramin, damar -acat-cacat akibat penyusutan kayu dapat ter$adi karena system penumpukan kayu (stacking kurang baik. System penumpukan kayu $uga mempengaruhi timbulnya serangan $amur kayu. -acat-cacat retak, pecah pada u$ung atau pada permukaan kayu dapat dihindarkan dengan system penyusunan kayu dengan memperhatikan sirkulasi udara. Permukaan kayu sebaiknya dibiarkan mendapatkan udara merata pada keempat permukaannya, sehingga penyusutan dan tegangan dalam kayu dapat merata. Permukaan kayu yang tertutup atau tertindih permukaan kayu lain, dapat terkena serangan $amur kayu disamping ter$adinya perubahan #arna kayu. Berikut ini beberapa macam cara penumpukan kayu yang digunakan untuk pengeringan alami, penyimpanan dalam gudang, maupun selama proses produksi.

'. PENYUSUNAN KAYU MENGGUNAKAN GAN(AL "STI)KER# Penyusunan kayu menggunakan gan$al (sticker merupakan cara yang terbaik karena dapat di/ungsikan pada pengeringan alami maupun buatan (kiln dryer . ;arak antara kayu (tebal gan$al harus memperhatikan hambatan kecepatan gerak udara agar dapat mencapai bagian tengah tumpukan. !kuran 0ebal <an$al (Sticker yang 3ian$urkan 7 Tebal *a% %ang di*ering*an 25 mm = ' inchi 3+ mm = ',5 inchi 50 mm = 2 inchi ,3 mm = 2,5 inchi )5 mm = 3 inci Tebal gan&al ', mm 20 mm 25 mm 32 mm 3+ mm (ara* gan&al (0 > +0 cm ,0 > +0 cm ,0 > '00 cm +0 > '00 cm +0 > '20 cm

Sebaiknya gan$al kayu dibuat dalam $umlah yang cukup dan dengan kombinasi dimensi tertentu, yang sesuai dengan tebal kayu yang dikeringkan, misalnya 7 ', 2 25 mm untuk tebal kayu 25 mm dan 50 mm 20 2 32 mm untuk tebal kayu 3+ mm dan ,3 mm ). FAKT+R PENYUSUNAN KAYU "STA)KING FA)T+R# 9aktor ini biasanya digunakan untuk mengetahui 6olume kayu sebenarnya yang hendak disusun atau 6olume ruang yang dibutuhkan. 9aktor penyusun kayu adalah angka pembanding antara 6olume kayu dan 6olume ruang yang dibutuhkan.

D. PENGERINGAN A,AL 3i $erman, pernah diadakan percobaan untuk membandingkan system pengeringan alami dan system pengeringan alami yang dibantu dengan mesin kipas untuk mendistribusikan udara ke seluruh permukaan kayu. 0ernyata ter$adi perbaikan kecepatan pengeringan bila sisrkulasi udara $uga diperbaiki. Pengerinngan alami tidak langsung (di ba#ah atap yang dibantu dengan penggunaan kipas-kipas rotary besar, sangat membantu kecepatan pengeringan. Panas matahari tidak langsung terkena ob$ek kayu, tetapi menginduksi udara di sekitar kayu (kon6eksi men$adi kayu. Sirkulasi atau gerak udara panas yang konstan ini akan memba#a sedikit demi sedikit air yang ada di permukaan kayu. Sirkulasi udara yang konstan dan berkecapatan kurang lebih 2 m = detik dinilai paling ideal dan ekonomis. *ebih-lebih, bila menggunakan kipas dengan 2 arah putaran, yaitu menghisap dan meniup akan men$amin kekeringan kayu lebih merata. Penyebaran udara panas yang merata ke seluruh permukaan kayu, akan meratakan penyusustan kandungan air dalam kayu sedikit demi sedikit sehingga cacat-cacat retak atau pecah kayu dikurangi. !ntuk system pengeringan a#al ini

&emudian dibuatkan kamar khusus dengan pengaturan sirkulasi yang dikendalikan oleh kipas-kipas besar, atau dengan pengaturan gerak angina masuk dan keluar kamar atau rumah pengering kayu.

DASAR SISTEM PENGERING KAYU A. UMUM Prinsip-prinsip proses pengeringan buatan sebenarnya diambil dari proses pengeringan alami (natural . Pengeringan alami dapat dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu pengeringan langsung dengan matahari (metode radiasi dan pengeringan tidak langsung, di ba#ah atap (metode kon6eksi . 1. Pengeringan Lang- ng "Met!de Radia-i# Pengeringan langsung menggunakan energi radiasi thermal sinar matahari untuk mengabsorpsi air dalam kayu agar men$adi uap air. 3aya absorpsi radiasi panas ini banyak dipengaruhi $uga oleh tingkat kelembaban udara di sekitar. "kan tetapi bila udara kering panas, kayu akan cepat mongering. "kan tetapi udara lembab panas, keringnya lebih lambat. -ontoh nyata sehari-hari adalah pakaian basah yang di$emur di ba#ah terik matahari penuh. 0erdapat perbedaan kondisi antara sehabis hu$an malam hari sebelumnya (tanah lembab dan saat musim kemarau (tanah kering . $. Pengeringan Tida* Lang- ng "Met!de K!n.e*-i# &adang kita mendapatkan hari-hari yang mendung pada siang hari. ;uga harus dibedakan antara mendung sesudah hu$an dan mendung sebelum hu$an. %endung sebelum hu$an biasanya kondisi udara sangat panas, terutama bila tidak ada angin. !dara men$adi panas karena penngaruh pelambatan gelombang panas pada udara (kon6eksi . 3emikian pula pengaruhnya pada system pengeringan, kayu dapat diletakkan di ba#ah atap. Bila udara di sekitar men$adi panas dan kering, kayu akan kering $uga. 3aya absorpsi udara ini dipengaruhi oleh gerak geseran udara (angin . Prinsip-prinsip dasar di atas menun$ukkan hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam suatu system pengering kayu buatan (dry kiln , yaitu 7 a. b. c. d. Pengaruh kelembaban udara di sekitar (air humidity Pengaruh panas thermal p?ada kayu (temperature Pengaruh sirkulasi udara (air 6elocity 0ahap-tahap proses pengeringan kayu

'. KELEM'A'AN UDARA "AIR /UMIDITY# 1. Kelembaban Udara Ab-!l t "Ab-!l te / midit%# &elembaban udara absolute adalah nilai $umlah kandungan uap air dalam ' (satu kilogram udara (gr=kg . @amun nilai kelembaban udara absolute ini sering $uga diperhitungkan dengan satuan isi gr=m3. Panas thermal udara sangat berpengaruh terhadap nilai kelembaban udara absolute. 0etapi nilai kelembaban udara absolute ini tidak akan berubah #alaupun dipanaskan atau didinginkan.

Pada temperature tinggi, udara cenderung menghisap kelembaban (uap air dibandingkan dengan udara temperature rendah . !dara berkelembaban tinggi yang tidak mapu menyerap uap air lagi (maksimal , disebut 7 udara $enuh (saturated humid air , sedangkan titik terendah udara menyerap air, disebut udara kering (unsaturated humid air . Pada system pengeringan kayu buatan, kelembaban udara absolute, dipakai sebagai tolok ukur untuk menghisap (mengabsorpsi kandungan air dalam kayu. $. Kelembaban Udara Relati0 "Relati0 / midit%# &elembaban udara relati6e adalah $umlah persentase kandungan air yang dihitung atas dasar udara berkandungan air maksimum (udara $enuh . &elembaban udara relati6e pada udara $enuh harus selalu '00 4. &elemaban udara relati6e akan menurun bila udara dipanaskan dan akan meningkat persentasenya bila udara didinginkan. 3engan catatan bah#a udara tersebut mempunyai $umlah kandungan air yang tetap. 1. Air K!nden-a-i "ir kondensasi adalah suatu bentuk pelepasan kandungan air pada saat pendinginan udara $enuh. Pelepasan kandungan air ini dapat dibentuk kabut atau cairan titik-titik embun. !dara yang didinginkan akan cenderung lebih lembab dan kurang dapat menyerap kelemababn sebaliknya udara yang dipanaskan akan cenderung lebih kering dan dapat lebih banyak menyerang uap air. Penentuan kelembaban relati6e dalam teknik mesin penngeringan menggunakan alat pengukur berupa thermometer, yaitu thermometer bola kering (dry bulb thermometer dan thermometer bole basah (#et bulb thermometer . !dara yang mele#ati thermometer bola basah akan mendinginkan dan meneteskan air ke sensor thermometer bola basah. Sebaliknya, thermometer bola kering tidak mengukur atas dasar bola kondensasi (non moistened . Perbedaan kedua thermometer itu digunakan untuk menentukan besarnya kelembaban relati6e udara. Perbedaan (selisih nilai thermometer bola basah dan nilai thermometer bola kering disebut perbedaan nilai hygrometric (hygrometric di//erence . @ilai tersebut kemudian diurutkan pada diagram terlampir untuk menentukan besarnya nilai kelembaban relati6e. ). KAYU DAN KELEM'A'AN UDARA Seperti telah di$elaskan dimuka, kayu adalah sel hidup yang dapat menyerap dan melepaskan kandungan air (hygroskopis . 3engan demikian reaksi kayu terhadap kelembaban udara di sekitarnya sangat penting untuk diketahui. Pertama-tama dasar rumusan yang tepat harus diketahui untuk menentukan besarnya kandungan air dalam kayu. Besarnya kandungan air dinyatakan dalam persentase atas dasar nilai perbandinngan berat 6olume kayu kering dan basah (berkandungan air . &adar air dalam kayu akan meningkat bila udara di sekitar kayu sangat lembab atau kadar air dalam kayu akan tere6aporasi keluar bila udara di sekitar kayu lebih kering. Si/at menyerap dan melepas kandungan air kayu ini dalah karena kayu mempunyai si/at higroskopis. Aleh karena itu kadar air kayu (1ood %oisture -ontent

selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi udara di sekitarnya. 3alam hal ini adalah suhu udara dan nilai kelembaban udara relati6e. Bila udara di sekitar kayu mempunyai kelembaban relati6e rendah dan panas, sedangkan kayu dalam kondisi basah, perlahanlahan kandungan air dalam kayu akan tere6aporasi keluar. "ir ini kemudian akan diserap oleh udara. Pada titik kayu tidak lagi melepaskan kandungan airnnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan kondisi udara dan temperature di sekitarnya, didapatkan titik keseimbangan kayu (!gl B eCuilibrium moistute content . 8ukum ini $uga berlaku pada kayu yang kering dan ditempatkan di tempat yang mempunyai kelembaban tinggi. &ayu akan perlahan-lahan akan menyerap kelembaban udara di sekitarnya sampai pada titik $enuhnya. 0itik $enuh atau titik keseimbangan $uga disebut tiitik keseimbangan kayu. Proses pelepasan atau penyerapan uap air oleh kayu dapat berlangsung sangat lama, berhari-hari, berbulan-bulan atau bertahun-tahun sesuai dengan keadaan cuaca di sekitar kayu. D. PENGARU/ PANAS T/ERMAL "TEMPERATUR# Pada semua system pengering kayu, temperature udara di sekitar kayu adalah hal yang paling penting untuk dipertimbangkan karena temperature sangat berpengaruh terhadap permukaan kayu. 0emperatur permukaan kayu dapat berbeda dari temperature udara disekitarnya. Permukaan kayu dapat menerima panas thermal dari sirkulasi udara (kon6eksi dan atau pancaran gelombang thermal panas langsung (radiasi . Pengukuran temperature pada system pengering buatan biasanya menggunakan pedoman suhu bola basah dan suhu bola kering. E. PENGARU/ SIRKULASI UDARA "AIR 2EL+)ITY# Selain temperature dan kelembaban udara relati6e, system pengering kayu dipengaruhi oleh sirkulasi udara. 9ungsi udara dalam system pengering kayu, adalah 7 '. Sebagai konduktor (perantara rambatan gelombang panas (konduktor panas ke kayu sehingga air dalam kayu dipanasi dan tere6aporasi keluar . 2. Pemba#a uap air yang keluar dari permukaan kayu. 3alam prakteknya, kecepatan sirkulasi udara sangat menun$ang kecepatan proses pengeringan. &ecepatan gerak udara (sirkulasi yang dinilai paling ekonomis dan dian$urkan adalah 2-3 m=detik untuk o6en kon6ensional. %akin lambat gerak udara, makin besar induksi panas ke permukaan kayu. F. PENGATURAN IKLIM "UDARA# DALAM +2EN 0emperatur udara dan kelembaban relati6e sangat menentukan keadaan iklim dalam o6en yang dapat mempengaruhi kadar air keseimbangan dalam kayu (D%-=!gl . 3engan bantuan alat-alat o6en, iklim udara dalam o6en dapat diubah melalui pengaturan temperature bola basah dan temperature bola kering sehingga nilai kelembaban udara

relati6e dalam ruangan akan berubah. Perubahan ini menyebabkan kayu menyesuaikan kondisi kadar airnya dengan kondisi udara di sekitarnya. Gradien Pengeringan "Dra%ing Gradient Pada kayu gerga$ian, Penyebaran kadar air dalam kayu belum tentu merata. Pada prinsipnya, kadar air kayu tere6aporasi dari dalam kayu keluar ke permukaan. 3engan demikian kandungan airpada bagian inti kayu (ba#ah selalu lebih basah daripada bagian permukaan kayu yang terkena udara panas. &andungan air dalam kayu mengalir melalui pipa-pipa kapiler dari inti kayu ke permukaan kayu. Perbedaan &ondisi ini membentuk gradient kandungan kadar air kayu (#ood moisture content gradient Bila perbedaan kandungan kadar air antara permukaan kayu dan inti kayu sangat besar, maka kayu mempunyai tegangan besar dan cendrung cacat. "kan tetapi bila perbedaan kadar air inti dan permukaannya sama, tidak ter$adi proses e6aporasi kandungan air keluar ke permukaaan kayu.

3emikian pula halnya pengaturan iklim dalam o6en untuk mengubah kadar air a#al (!m sesuai dengan kadar air akhir yang kita tentukan (!gl . &adar air a#al adalah kondisi titik keseimbangan kadar air kayu yang kita inginkan. Perbandingan kedua kondisi kadar air ini disebut gradient pengeringan. (drying gradient .

%aka berlaku rumus gradient pegeringan sebagai berikut. !m <radien pengeringan (0< B !gl &eterangan 7 !m B &adar air rata-rata kayu a#al (kondisi keseimbangan kadar air a#al kayu rata-rata !gl B &adar air rata-rata kayu akhir (kondisi keseimbangan kadar air kayu akhir yang diharapkan. Bila gradient pengeringan terlalu besar, dapat ter$adi tegangan yang sangat besar dalam kayu. Permukaan kayu akan cepat mongering dan sebaliknya, inti kayu tidak dapat mengikuti kecepatan pengerinngan permukaan kayu. 8al ini dapat menimbulkan cacat kayu case hardening atau permukaan retak-retak (sur/ace checks . Bila gradient pengeringan terlalu kecil, maka #aktu pengeringan lama da tidak ekonomis karena pergerakan kadar air kayu dari bagian inti kayu ke permukaan kayu sangat lamban. G. TEGANGAN DALAM KAYU "DRYING STRESSES# Pengaruh pengeringan kayu terhadap kondisi kayu diba#ah titik $enuh serat (9SP sangat terasa karena air dinding sel mulai tere6aporasi ke luar permukaan kayu. Proses e6aporasi kandungan air dinding sel menyebabkan kayu mulai menyusut. Bila penyusutan ini tidak seimbangn, seperti halnya bila permukaan kayu lebih cepat menyusut dibandingkan inti kayu, akan timbul tegangan pengeringan (drying stress atau kadar air tidak merata dalam kayu. 8al ini dapat menyebabkan timbulnya cacat kayu retak-retak, pecah atau pemblokiran air dalam kayu (case hardening . "gar proses pengeringan stabil dan terkendali, tegangan pengeringan yang terlalu besar harus dihindari dengan cara mengendalikan temperature, kelembaban relati6e sirkulasi udara dan gradient pengeringan. Sebaiknya, pada saat a#al proses pengeringan (#arming up dilakukan penyemprotan air yang cukup, sehingga kayu tidak terke$ut karena perbedaan temperature udara dan temperature dalam kayu sendiri.

SISTEM PENGERINGAN 'UATAN "KILN DRYER# Sistem pengeringan buatan berbeda dengan system alami (natural air dryer . Sistem ini mencoba meniru system pengeringan alam, tetapi tanpa bergantung pada kondisi cuaca. Pengkondisian iklim ini dilakkukan pada suatu ruang yang pengendaliannya diproses le#at sebuah mesin kendali o6en (kiln controller . Sumber panas matahari digantikan oleh elemen pemanas. Sirkulasi gerakan dan arah angina dikendalikan dengan kipas-kipas utama. &elembaban udara dan temperature dalam ruang dimonitor dan dikendalikan oleh alat kendali utama. Bila udara dalam ruang terlalu lembab, maka udara itu dapat dibuang keluar dan digantikan dengan udara baru yang tidak begitu lembab melalui cerobong pembuang (damp/er . Aleh karena itu, peralatan ini sering disebut alat pengendali cuaca untuk pengering (climate conditioning /or timber dryer . Sistem pengeringan buatan dibuat untuk mendapatkan beberapa nilai posoti/ yang tidak dapat dicapai oleh system pengeringan alami. %isalnya 7 a. kadar air kayu dapat dikeringkan sampai $auh diba#ah '0 4 b. Proses pengeringan tidak tergantung pada panas matahari maupun musim c. 1aktu pengeringan relati6e singkat bila dibandingkan dengan system pengeringan alami sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan. d. &elancaran proses pengeringan dapat diandalkan sehingga kelancaran produksipun mudah ditargetkan. e. 3apat menanggulangi atau mencegah timbulnya $amur, bahkan ada system buatan yang dapat dipakai untuk mennga#etkan kayu dengan bahan penga#et kimia#i (impregnasi dan ada $uga yang dapat sekaligus memudahkan #arna kayu dengan bahan kimia (bleaching . Sebaliknya harga mesin system penngeringan buatan dan biaya in6estasinya cukup tinggi. Aperator yang tidak ahli dapat merusak kayu yang dikeringkan, misalnya pecah, retak-retak halus, melengkung atau #arnanya ternoda (discolour , sehingga system ini dapat dikategorikan dalam system yang berisiko tinggi. Pada prinsipnya mesin penngering kayu buatan (o6en dapat dibedakan atas 3 sistem utama, yaitu 7 a. Sistem 3ehumidi/ier b. Sistem o6en kon6ensional (con6entional kiln dryer c. Sistem 6akum (6akum dryer A. SISTEM DE/UMIDIFIER Prinsip system ini adalah pemanasan udara agar kandungan air dalam kayu tere6aporasi keluar. "ir yang keluar teresap udara di sekitarnya dan udara ini men$adi lembab oleh uap air yang diserap oleh kayu. !dara lembab itu dihisap masuk ke dalam mesin untuk disaring melalui proses pendiginan udara. "ir kondensasi dibuang keluar dan udara kering disalurkan masuk kembali ke dalam ruang o6en melalui elemen

pemanas. !dara panas dan kering masuk ke dalam o6en untuk menyerap uap air lagi, begitu seterusnya.

S*ema prin-ip *er&a !.en -%-tem De3 midi0ier Dlemen pemanas untuk %emanaskan udara !dara panas disirkulaSikan masuk kedalam &ayu tere6aporasi karena !dara panas dan air menguap

!dara kering

!ap air diserap oleh udara kering panas sampai udara men$adi $enuh (berkelembaban tinggi

"ir kondensi dibuang

Proses pendinginan (kondensasi untuk memisahkan udara dan air

!dara $enuh dihisap masuk ke dalam mesin untuk dikondensasikan

Prinsip ker$a di atas menggambarkan bah#a prinsip ker$a kelembaban udara relati6e dan kelembaban udara absolute digunakan untuk proses penyerapan kandungan air dalam kayu. &emudian, uap air disaring kembali dengan proses kondensasi (pendinginan . -iri-ciri mesin pengering dehumidi/ier a. Penggerak utama sirkulasi (kipas-kipas , elemen pemanas dan pengetur pembuangan udara lembab (damp/er terdapat pada suatu alat mesin (kompak b. Biasanya mesin ini menggunakan tenaga listrik untuk pemanasnya c. 0emperatur maksimal )0 dera$ad celcius d. %esin dehumidi/ier dapat diletakkan di luar ruang o6en, tetapi ada $uga mesin dehumidi/ier kecil yang diletakkan di dalam ruang o6en. '. SISTEM K+N2ENSI+NAL Sistem ini menggunakan elemen pemanas dalam ruang o6en yang menyebabkan udara dalam ruang terinduksi panas. &emudian udara panas disirkulasikan oleh kipaskipas dan diarahkan dengan menggunakan pla/on antara (sub ceiling . Bila udara panas ini $enuh dengan uap air yang di e6aporasi dari kayu, maka udara itu akan dibuang

melalui cerobong pembuang damp/er dan pada saat yang sama dimasukkan udara bersih ke dalam ruang kembali. S*ema prin-ip *er&a !.en -%-tem *!n.en-i!nal Dlemen pemanas memanaskan udara dalam ruang o6en

!dara panas disirkulasi kearah tumpukan kayu

"ir yang tere6aporasi dari kayu dan men$adi uap air

!dara bersih dari luar

!ap air teresap oleh udara panas sampai kelembabannya men$adi $enuh !dara $enuh dan berkelembaban tinggi dibuang keluar ruang o6en

Sistem ker$a di atas tidak membentuk suatu siklus ker$a yang tertutup. !dara yang dari luar o6en selalu harus lebih rendah kelembabannya daripada udara di dalam o6en yang sudah digunakan untuk menyerap kandungan air dalam kayu. %esin kon6ensional mengontrol penggantian udara dalam ruang. Eanng sudah $enuh dibuang dan udara bersih dimasukkan ke dalam ruang untuk menyerap air kayu lagi. -iri-ciri pengering dengan system kon6ensional 7 a. %empunyai elemen pemanas (heating coils yang ditempatkan dalam ruang o6en b. %empunyai kipas-kipas penggerak sirkulasi udara yang ditempatkan dalam ruang o6en. c. %esin pengendali kipas, temperature dan pembuangan udara lembab berada di luar ruang o6en atau disentralkan pada ruang control. d. !dara lembab dibuanng langsung dan digantikan oleh udara dari luar ruang, tanpa adanya proses kondensasi untuk menyaring dan memisahkan udara kering dan air. e. 0emperatur yang dibutuhkan relati6e tinggi, serta dibutuhkan media pemanas elemen yaitu berupa cairan panas yang disirkulasikan di dalamnya. -airan panas ini dapat berupa air panas (hot #ater , uap $enuh panas (saturated steam atau minyak panas (thermal oil yang diproduksi melalui tungku utama (boiler .

). SISTEM 2AKUM Sistem o6en 6akum in6estasinya terkenal mahal dan kapasitas hasilnya terbatas (ukuran maksimal tangki biasanya 20 m3 , tetapi sekali proses hanya memerlukan #aktu 2- 3 hari. Prinsip ker$a o6en ini berbeda dengan o6en yang lain. Sebenarnya alat ini tidak termasuk o6en, melainkan mesin pengering 6akum. Sistem pengering 6akum menggunakan dasar hisapan dan penekanan udara untuk menge6aporasikan kandungan air dalam kayu. Siatem ini $uga sangat baik untuk penga#etan kayu (#ood treatment atau untuk memutihkan #arna kayu (bleaching . S*ema 4ara *er&a me-in pengering -%-tem 2a* m

&ayu dimasukkan ke dalam tangki preser6asi

!dara dalam tangki perlahanlahan dipompa keluar

!dara 6akum akan menghisap air dalam kayu. <esekan udara 6akum akan menyebabkan tangki panas

Setelah kayu kering udara distabilkan dan kayu baru dikeluarkan

0ekanan udara distabilkan dan air dikeluarkan

Bahan kimia dihisap dan udara di6akumkan kembali untuk mengeringkan kayu

Setelah kayu cukup kering, udara distabilkan. &emudian bahan kimia dapat diimpregnasikan

!dara dipompa ke luar lagi, untuk menghisap air dalam kayu

Sistem pengering 6akum ini sangat cocok untuk penger$aan kayu karet dan sangat $arang untuk kayu $enis lain. &ayu karet akan tampil lebih putih dan lebih a#et (tidak terserang $amur biru atau blue stain dibandingkan bila dikeringkan dengan o6en

kon6ensional, #alaupun bahan kimia yang digunakan untuk penga#etan sama, misalnya 8ickson atau Bora2-bori2. %esin pengering 6akum yang lengkap biasanya mempunyai dua buah tangki. Satu tangki untuk menyimpan bahan kimia dan tangki yang lain untuk proses pengeringan. -iri-ciri system pengeringan 6akum 7 a. %esin pengering ini menggunakan tangki pre6er6asi untuk proses ker$a utama, tempat ker$a pengeringan dan untuk menyimpan bahan kimia (pemutih atau bahan penga#et . b. %esin ini mempunyai pompa untuk mengeluarkan udara dalam tangki atau memasukkan udara ke dalamnya. 0ekanan udara dalam tangki dapat dibuat 6akum atau bertekanan tinggi. c. %esin ini dapat digunakan sekaligus untuk proses impregnasi dan pemutihan atau pe#arnaan kayu. d. Proses pengeringan lebih cepat (2 > 3 hari e. Biaya operasional cukup tinggi karena in6estasi tinggi dan hasil keluaran kecil. %asalah yang sering timbul pada penggunaan mesin pengering 6akum ini adalah pada system penumpukan kayu. Bila kayu ditumpuk tanpa gan$al, hisapan udara 6akum tidak merata pada seluruh permukaan kayu sehingga kayu pada bagian terluar tumpukan biasanya sedikit melengkung. Pengkondisian sangat diperlukan sebelum tangki dibuka dengan menstabilkan tekanan udara perlahan-lahan.

DIKTAT

PENGERINGAN KAYU

A*D8 Ir. SENT+T ADI SASMUK+5 M.Si