Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTEK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TUMOR OTAK DI RUANG SARAF A RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TANGGAL 26 28 NOPEMBER 2001

OLEH : Subh ! NIM. 0100"01#0 B

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN $AKULTAS KEDOKTERAN UNI%ERSITAS AIRLANGGA SURABA YA 2002

1 LAPORAN PENDAHULUAN A&uh ! K'(') * + ! P &,'! -'!. ! Tu/0) O+ 1 2Tu/0) I!+) 1) !, 34 K0!&'( D & ) 1. Pengertian. Tumor intracranial meliputi lesi benigna dan maligna. Tumor intracranial dapat terjadi pada beberapa struktur area otak dan pada semua kelompok umur. Tumor otak dinamakan sesuai dengan jaringan dimana tumor itu muncul. 2. Penyebab Tumor intracranial primer atau neoplasma berasal dari sel intrinsic jaringan otak dan berasal dari kelenjar pituitary dan kelenjar pineal. Sedangkan tumor sekunder atau metastasis juga beperngaruh pada tumor intracranial. Tumor intracranial primer dibagi atas dua yaitu tumor intraserebral primer dan tumor ekstrasebral primer. 3. a. Type tumor otak Tumor intraserebral primer : Glioma : astrocytoma, oligodendrogliomas, ependymomas, medulloblastoma dan glioblastoma. Terdapat pada jaringan konekti Tumor e straserebral primer : a. !eningioma. Terdapat pada lapisan meningeal yang menutupi otak. "iasanya beningna tapi bias berubah menjadi ganas. "isa timbul tanda dan gejala neurologis seperti anosmia, atropi optic, palsi ekstraokuler, papiledema, dis ungsi serebelar. b. Tumor pituitary. Terdapat pada berbagai jaringan. c. #euroma. "erasal dari sel Sch$ann pada sara cranial ketiga. !ulanya benigna kemudia berubah menjadi maligna. Tumor metastase Sel kanker menyebar ke otak %ia system sirkulasi, pembedahannya sulit, dan prognosis jelek. !etastase dapat terjadi pada epidural, meningeal atau parenkim otak. &. Pato isiologi otak, in iltrasi terutama pada jarinan hemis er serebral, berkembang cepat.

2 Gejala tumor intracranial dapat memberikan e ek local ataupun e ek general. Pada lobus rontal terjadi gangguan kepribadian, gangguan a ek, dis ungsi system motor, kejang, aphasia.. Pada presentral gyrus dapat ditemukan kejang 'acksonian. Pada lobus oskipital terjadi gangguan penglihatan, dan sakit kepala (headache). *obus temporal bias terjadi halusinasi pendengaran, penglihatan atau gustatory dan kejang psikomotor, aphasia.. Pada lobus parietal dapat ditemukan ketidakmampuan membedakan kiri + kanan, de icit sensori (kontralateral). ,da juga yang menekan secara langsung pada struktur sara menyebabkan degenerasi dan inter erensi dengan sirkulasi local. "isa timbul edem local dan jika lama maka mempengaruhi ungsi jaringan sara . Suatu tumor otak sesuai type dimana-mana pada rongga cranial bias menyebabkan peningkatan tekanan intracranial (T./). "ila tumor berada di %entrikel maka dapat menyebabkan obstruksi. "ila edema meningkat maka suplay darah ke otak menurun dan karbondioksida tertahan. Pembuluh darah dilatasi untuk meningkatkan suplay oksigen darah. 0al ini malah akan memperberat edem. Papilledem merupakan e ek general dari peningkatan tekanan intracranial dan sering sebagai tanda terakhir yang timbul. /ematian akibat kompresi batang otak. 1. a. b. c. d. e. . 3. a. b. c. d. e. . /omplikasi : 2dema serebral Tekanan intracranial meningkat. 0erniasi otak 0idrose alus. /ejang. !etastase ke tempat lain. Studi diagnostic dan hasil. Scan otak. !eningkatt isotop pada tumor. ,ngiogra i serebral. 4e%iasi pembuluh darah. 5-ray tengkorak. 2rosi posterior atau adanya kalsi ikasi intracranial. 5-ray dada. 4eteksi tumor paru primer atau penyakit metastase. 6T scan atau !7.. .dent ikasi %askuler tumor, perubahan ukuran %entrikel serebral. 2koense alogram. Peningkatan pada struktur midline.

3 8. !anajemen medis. Pengobatan tumor otak meliputi pembedahan, kemoterapi, radiasi atau kombinasi ketiga + tiganya. a. b. c. !anagemen umum. Terapi radiasi dan nutrisi yang adekuat. Pembedahan. /raniotomi, kraninektomi, prosedur transpheniodal, prosedur shunting, dan reser%oir 9mmaya. Terapi obat. /ortikosteroid, antikon%ulsan, analgesic:antipiretik, histamine reseptor antagonis, antacids, kemoterapi sistemik. A&uh ! K'(') * + ! Tu/0) O+ 1 1. a. Pengkajian. Gangguan okal neurologis. Pada lobus rontal terjadi gangguan kepribadian, gangguan a ek, dis ungsi system motor, kejang, aphasia.. Pada presentral gyrus dapat ditemukan kejang 'acksonian. Pada lobus oskipital terjadi gangguan penglihatan, dan sakit kepala (headache). *obus temporal bias terjadi halusinasi pendengaran, penglihatan atau gustatory dan kejang psikomotor, aphasia.. Pada lobus parietal dapat ditemukan ketidakmampuan membedakan kiri + kanan, de icit sensori (kontralateral). b. !eningkatnya T./ : letargi, 07 menurun, tingkat kesadaran menurun, papilledem, muntah proyektil, kejang, perubahan pola napas, perubahan tanda %ital. c. d. e. . g. !entasi. Perubahan kepribadian, depresi, menurun daya ingat dan kemampuan mengambil keputusan. 4is ungsi pituitary. Syndroma cushing, akromegali, giantisme, hipopituitarisme. #yeri. 0eadache persisten. ,kti%itas kejang. Status cairan. !ual dan muntah, urine output menurun, membrane mukosa kering, turgor kulit menurun, serum sodium menurun, ";#, 0b, 0ct, hipotensi, takikardi, berat badan menurun. h. 2. a. b. Psikososial. !arah, takut, berkabung dan hostility. 4iagnosa /epera$atan. Gangguan body image berhubungan dengan kehilangan rambut, dan perubahan struktur dan ungsi tubuh. ,ntisipasi berkabung berhubungan dengan penerimaan kemungkinan kematian pasien.

& c. d. e. /erusakan integritas kulit berhubungan dengan e ek kemoterapi dan terapi radiasi. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan sakit kepala yang hebat dan e ek samping pengobatan. 7esiko tinggi %olume cairan menurun berhubungan dengan e ek samping kemoterapi dan terapi radiasi.

1 3. Perencanaan /epera$atan.
Tujuan dan criteria hasil Pasien mengekspresikan gambaran diri yang positi dengan criteria pasien menerima perubahan pada body imagenya. Perencanaan /epera$atan .nter%ensi /aji reaksi pasien terhadap perubahan tubuhnya. 9bser%asi interaksi social pasien. 7asional Menentu an rea si pasien ter!a"ap peruba!an bo"# ima$en#a Wit!"ra%l so&ial bisaa ter'a"i arena penola an( Mem)asilitasi suatu !ubun$an terapeuti #an$ terbu a E spresi eta utan se&ara terbu a "apat men$uran$i e&emasan Membantu pasien menemu an strate$i opin$ #an$ "apat men$uran$i e&emasan "an eta utan Menentu an proses ber abun$ "an strate$i opin$ #an$ "i$una an( Men$uran$i e&emasan "an eta utan( Perasaan bimban$ *ta menentu+ bisa mun&ul setela! s!o& a an "ia$nosis Membantu pasien menemu an opin$ me anisem Men$uran$i perasaan eti"a ber"a#aan( Kelompo pen"u"u "apat membantu "alam !al support emosional Mera!, erin$, "an lu a "apat ter'a"i pa"a "aera! ra"iasi, emoterapi bias men#ebab an ras!, !iperpi$mentasi "an e!ilan$an rambut( Men&e$a! erusa an ulit Menin$ at an sir ulasi "an men&e$a! lu a te an De!i"rasi "an malnutrisi "apat menin$ at an resi o ber emban$n#a lu a te an( Peruba!an #an$ men"a"a atau n#eri !ebat "apat menun'u an TIK menin$ at "an !arus "ilapor an e "o ter( Nar oti memberi an e)e se"ati-e(

4iagnosa /epera$atan Gangguan body image berhubungan dengan kehilangan rambut, dan perubahan struktur dan ungsi tubuh.

1. 2. 3. &.

Pertahankan hubungan terapeutik dengan pasien. ,njurkan pasien untuk berkomunikasi terbuka dengan petugas kesehatan atau orang penting lainnya. 1. "antu pasien menemukan koping yang e ekti tentang body image. 1. 2. /aji reaksi pasien dan keluarga terhadap diagnosis. ,njurkan pasien untuk ekspresi perasaan secara terbuka. 3. ,ntisipasi perasaan pasien akan kemarahan dan ketakutannya. &. "antu pasien mere%ie$ pengalaman masa lalu 1. 3. ,njurkan pasien untuk berpartisipasi dalam ,4* 7ujuk pasien dan keluarga kepada kelompok pendukung. /aji integritas kulit tiap & jam Pertahankan kulit bersih dan kering, gunakan sabun dan air untuk memandikan pasien. 7eposisi pasien setiap 2 jam ,njurkan untuk intake cairan dan nutrisi yang adekuat. /aji lokasi, dan lamanya nyeri kepala dan nyeri insisi tiap 2 jam. ,tur pmberian analgesic:narkotik

,ntisipasi berkabung berhubungan dengan penerimaan kemungkinan kematian pasien.

Pasien dan keluarga mampu ekspresikan rasa berkabungnya dengan criteria perasaan pasien dan keluarga tentang rasa berkabungnya diekspresikan dengan tepat.

/erusakan integritas kulit berhubungan dengan e ek kemoterapi dan terapi radiasi.

.ntegritas kulit pasien dipertahankan dengan criteria kulit tetap intak, tidak ada kemerahan atau kerusakan.

1. 2. 3. &.

Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan sakit kepala yang hebat dan e ek samping pengobatan.

Pasien bebas nyeri dengan criteria melaporkan tidak ada ketidaknyamanan, tidak meringis, menangis, tanda %ital dalam batas

1. 2.

3
normal, berpartisipasi dalam akti%itas dengan tepat. /eseimbangan cairan yang adekuat dipertahankan dengan criteria intake dan output seimbang, turgor kulit dan membrane mukosa lembab, serum elektrolit, 0b, 0ct, dan tanda %ital dalam batas normal 3. 1. 2. 3. &. "erikan kenyamanan pada pasien /aji turgor kulit, membrane mukosa, haus, tekanan darah, 07, monitor serum elektrolit, albumin dan 6"6. !onitor intake dan output ,njurkan intake yang adekuat. ,tur pemberian cairan per i% sesuai order ,tur pemberian antiemtek sesuai order. Men$!ilan$ an eti"a n#amanan "an e&emasan( Menentu an status "e!i"rasi( Munta! "apat ter'ai" pasien "en$an emoterapi "an tera.I ra"iasi Membantu memperta!an an !i"rasi #an$ a"e uat( Men$uran$i mual "an munta!

7esiko tinggi %olume cairan menurun berhubungan dengan e ek samping kemoterapi dan terapi radiasi.

L (0) ! K &u& ,S;0,# /2P27,<,T,# #=. S.0. 42#G,# !2#.#G.9!, SP02#9.4 4. 7;,#G S,7,> , 7S4S S;7,",=, T,#GG,* 23 + 2? #9P2!"27 2@@1
Tempat:tanggal pengkajian : Sara ,, 23 + 11 - 2@@1 Tgl. !7S : 2& + 1@ + 2@@1 #o. register : 1@1@3313

P'!.1 5, ! .. ,. 1. 2. 3. &. 1. 3. 8. Pamekasan ?. ". /iriman dari : datang sendiri Penanggung ja$ab pasien : Suami dan anak sebagai penanggung ja$ab. ... ,. ". ,lasan masuk rumah sakit ,lasan dira$at : mata kanan tidak dapat melihat dan nyeri kepala sejak 2 tahun yang lalu. /eluhan utama : pasien mengatakan pusing, dan tidak ada napsu makan karena stress dengan penyakitnya, dimana dijanjikan akan dilakukan pembedahan tetapi belum terlaksana. .... ,. 7i$ayat kesehatan 7i$ayat kesehatan sebelum sakit ini : pasien pernah menderita tekanan darah tinggi 3 tahun yang lalu, nyebabnya tidak diketahui, pasien tidak pernah dira$at di rumah sakit, ri$ayat alergi seperti obat dan makanan tidak ada. ". 7i$ayat kesehatan sekarang : sejak 2 tahun yang lalu pasien merasa nyeri kepala, mata kanan menonjol dan tidak bisa melihat. "erobat jalan ke "iodata. .dentitas pasien. #ama : Tn. S.0. (Perempuan, 12 tahun). Suku:bangsa : !adura:.ndonesia. ,gama : .slam Status perka$inan : /a$in Pendidikan:pekerjaan : TS:petani "ahasa yang digunakan : !adura ,lamat : 4usun Sarip 7t @& 7< 1 "ajang, Pakong-

7S Pamekasan tetapi tidak ada perubahan. 9leh keluarga diba$a ke 7S !ata ;ndaan Surabaya. 4ari 7S ;ndaan dirujuk ke 7S;4 4r. Soetomo Surabaya. 6. 7i$ayat kesehatan keluarga : orang tua, saudara kandung ayah:ibu, saudara kandung pasien tidak ada yang menderita penyakit keturunan. Genogram :

.A. ,. ". A.

.n ormasi khusus !asa balita : tidak dikaji /lien $anita : tidak dikaji ,kti%itas hidup sehari + hari :
A1+,6,+ & &'h ),7h ), ,. !akan dan minum 1. #utrisi P)'7/ &u1 )u/ h & 1,+ Pola makan 3 kali:hari, tidak ada makanan pantangan. !inum air putih ?-1@ gelas sehari, kadang-kadang minum kopi. "," dan ",/ tidak ada kelainan. /adang keringat dingin. D, )u/ h & 1,+ Sejak 3 hari yang lalu pasien tidak ada napsu makan, tidak menghabiskan porsi yang disiapkan !inum air putih &-3 gelas, kadang minum susu yang disiapkan.

2. m ".

!inu 2liminasi

6. .stirahat dan tidur

4. ,kti%itas 2. /ebersihan diri >. 7ekreasi

"," 1-2 kali:hari, konsistensi lembek dan ",/ 1@@@-11@@ cc:hari, $arna kuning. Pasien istirahat jam 13.@@- Pasien istirahat di tempat 1&.3@ dan tidur malam 22.@@- tidur saja. Tidur kalau @1.3@ merasa mengantuk. /esulitan tidur karena stress belum dilakukan pembedahan Pasien sebagai seroang petani Pasien mengatakan ia hanya bekerja di sa$ah. duduk !andi 2 kali sehari, 4ilakukan di kamar mandi menggosok gigi tidak pasti Pasien senang menonton Tidak bisa dilakukan. tele%ise.

A.. ,.

Psikososial Psikologis : pasien dan keluarga mengatakan tidak mau minum obat dan napsu makan menurun karena pusing memikirkan pelaksanaan operasi

yang selalu ditunda dan biaya yang dikeluarkan sudah banyak. /onsep diri : tidak dirasakan sebagai suatu masalah pada konsep dirinya. /eadaan emosi : pasien marah-marah, sedih. !ekanisme koping adalah diam saja. ". Sosial : hubungan antar anggota keluarga (suami dan anak-anaknya) harmonis dimana anak dengan setia menunggu sedangkan suami kadangkadang menjenguk karena harus bekerja mencari na kah. 6. Spiritual : di rumah ibadah dengan sholat 1 $aktu, sedangkan di rumah sakit pasien berdoa dalam hati. /eyakinan tentang kesehatan sekarang ini adalah bah$a ia mengharapkan agar cepat dilakukan pembedahan. A... Pemeriksaan isik ,. /eadaan umum : pasien nampak sakit sedang. /esadaran kompos mentis, G6S : &-1-3, T 11@:B@ mm0g, # 12@ C:menit, S 381 @6, 77 1? 5:menit. ". 1. bersih. 2. 3. 7ambut. 7ambut agak ombak, sebagian ber$arna uban, dan nampak bersih. !ata (penglihatan). /etajaman penglihatan pada mata kanan tidak dapat melihat konjungti%a anemis, pupil kanan eno talmus, ptosis, dan re leks cahaya mata kanan negati%e, tidak menggunakan alat bantu kacamata. &. 0idung (penciuman). "entuk dan posisi normal, tidak ada de%iasi septum, epistaksis, rhinoroe, peradangan mukosa dan polip. >ungsi penciuman normal. 1. Telinga (pendengaran). Serumen dan cairan, perdarahan dan otorhoe, peradangan, pemakaian alat bantu, semuanya tidak ditemukan pada pasien. /etajaman pendengaran dan ungsi pendengaran normal. 3. !ulut dan gigi. Tidak ada bau mulut, perdarahan dan peradangan, ada karang gigi:karies. *idah bersih dan tidak hiperemik serta tidak ada peradangan pada aring. 8. tekanan *eher. /elenjar getah bening tidak membesar, dapat diraba, %ena jugularis tidak meningkat, dan tidak ada kaku kuduk:tengkuk. 0ead to toe : /epala. "entuk bulat, dan ukuran normal, kulit kepala

?. ada murmur. B. 12 5:menit. 1@. Tidak dikaji. 11.

Thoraks. Pada inspeksi dada simetris, bentuk dada normal. ,uskultasi bunyi paru normal. "unyi jantung S1 dan S2 tunggal. Tidak ,bdomen. .nspeksi tidak ada asites, palpasi hati dan limpa tidak membesar, tidak ada nyeri tekan, perkusi bunyi redup, bising usus 7epoduksi 2kstremitas !ampu mengangkat tangan dan kaki. /ekuatan otot ekstremitas atas &-& dan ekstremitas ba$ah &-&.

12.

.ntegumen. /ulit keriput, pucat.

A.... Pemeriksaan penunjang ,. ". 6. 4. *aboratorium : 7adiologi : 23 + 1@ + 2@@1 : 6T scan kepala : meningioma sphenoid sisi kanan dengan tanda-tanda in%asi ke jaringan lunak dan kanalis opticus. 2/G:;SG:.AP : 2ndoskopi :

,nalisa data 4ata pendukung


1. Subyekti : Pasien mengatakan tidak ada napsu makan, menanyakan mengapa pembedahan ditunda terus, mengatakan sudah banyak biaya yang sudah dikeluarkan. 9byekti : Aolume suara tinggi, tidak menghabiskan porsi yang disiapkan, hari pera$atan 32 hari, T : 11@:B@, # 12@ C:menit, S : 381o6, 77 1:menit Subyekti : /eluarga menanyakan bagaimana persiapan operasi, mengatakan belum pernah dijelaskan mengenai persiapan pembedahan. 9byekti : Pendidikan pasien tidak sekolah, belum pernah opname:masuk rumah sakit. Subyekti : Pasien mengatakan kepalanya sering nyeri (cekot-cekot), mata kanan tidak dapat melihat. 9byekti : !ata kanan eno talmus, ptosis, 6T scan meningioma sphenoid kanan dengan tanda in%asi ke jaringan lunak dan kanalis opticus

!asalah
4epresi

2tiologi
/etidakpastian pembedahan

2.

/urang pengetahuan tentang persiapan pembedahan

/eterbatasan kogniti

!etastase tumor Tekanan intrakranial

3.

D, .!0& K'(') * + ! 2b')- & )1 ! (),0),+ &4 1. 4epresi berhubungan dengan ketidakpastian pengobatan : pembedahan 2. /urang pengetahuan tentang persiapan pre operasi berhubungan dengan keterbatasan koginit . 3. 7esiko tinggi peningkatan tekanan intracranial berhubungan dengan metastase tumor ke jaringan lunak.

R'!8 ! K'(') * + !
4iagnosa /epera$atan 4epresi berhubungan dengan ketidakpastian pengobatan : pembedahan Tujuan dan criteria hasil Setelah tindakan kepera$atan tidak terjadi depresi dengan criteria tidak marah, menerima keadaan dan penjelasan yang diberikan, tanda %ital dalam batas normal, melakukan ,4* seperti biasa. Perencanaan /epera$atan .nter%ensi 7asional "ina hubungan saling percaya dengan pasien dan Pasien a an men$un$ ap an perasaan pa"a oran$ #an$ su"a! keluarga. "iper&a#ain#a( ,njurkan pasien dan keluarga mengungkapkan Men$un$ ap an perasaan merupa an sala! satu upa#a perasaannya. men$uran$i "epresi( "erikan penjelasan kepada pasien dan keluarga Mnin$ at an pen$eta!uan pasien "an eluar$a se!in$$a "epresi kemungkinan alasan ketidakpastian pembedahan. ber uran$( /olaborasi dengan dokter acara pembedahan. Memberi an epastian pen$obatan #an$ a an "ipeorle! pasien( ,njurkan pasien dan keluarga menggunakan Men&e$a! erusa an "iri sen"iri "an oran$ lain mekanisme koping yang konstrukti . /aji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga Ketepatan "alam memberi an pen"i"i an ese!atan sesuai tin$ at pen$eta!uan "an pema!aman lien "erikan penjelasan tentang persiapan pre operasi Menin$ at an pen$eta!uan pasien "an eluar$a "an secara umum : in ormed consent, persiapan G., kulit, menin$ at an ooperati) bila su"a! a"a a&ara pmbe"a!an dan psikologis. Me#a in an embali pema!aman pasien "an eluar$a tentan$ 2%aluasi pemahaman keluarga tentang penjelasan pen'elasan #an$ "iberi an( yang telah diberikan. !onitor tanda %ital tiap & jam. Meli!at peruba!an status sistemi pasien( !onitor tanda-tanda dan gejala peningkatan Penemuan "ini men&e$a! ompli asi lebi! lan'ut tekanan intracranial. ,njurkan pasien untuk mencegah %alsa%a /alsa-a maneu-er menin$ at an te anan pembulu! "ara! "an maneu%er. selan'utn#a menin$ at an TIK ,njurkan pasien untuk tidak melakukan akti%itas Men$uran$i pen$$unaan ener$i #an$ berlebi!an "an men&e$a! yang berat. penin$ atan TIK ,njurkan pasien dan keluarga segera melaporkan Bantuan "an "u un$an "ari pasien "an eluar$a san$at kepada dokter atau pera$at bila menemukan tanda dan membantu pera%at0"o ter "alam memberi an tin"a an #an$ tepat gejala peningkatan T./. "an se$era "erikan obat : Tramadol, #eurosanbe dan Membantu proses pen#embu!an Gen%ibro it sesuai order.

1. 2. 3. &. 1.

/urang pengetahuan tentang persiapan pre operasi berhubungan dengan keterbatasan koginit . 7esiko tinggi peningkatan tekanan intracranial berhubungan dengan metastase tumor ke jaringan lunak.

Setelah 3 kali pertemuan pasien dan keluarga mampu mengenal dan mengerti persiapan pre oeprasi secara umum dengan criteria menyebutkan persiapan isik, psikologis, administrasi Tidak terjadi peningkatan tekanan intracranial selama pera$atan dengan criteria tidak muntah, mual, nyeri kepala, takikardi dan tanda %ital dalam batas normal.

1. 2. 3. 1. 2. 3. &. 1. 3.

P'3 1& !
D, .!0& 1'(. 1.

! - ! E6 3u &, K'(') * + !
H ),9+ !.. 3 25 /4 Senin, 23 + 11- 2@@1 1@.@@ T,!- 1 ! 1'(') * + ! !embina hubungan saling percaya dengan pasien dan keluarga dengan memperkenalkan diri dan menyapa pasien dan keluarga. !enganjurkan pasien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaannya. !emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga kemungkinan ketidakpastian pengobatan : pmbedahan !emberikan dukungan emosional pada pasien dan keluarga !engkaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang persiapan pre operasi !enjelaskan tentang persiapan pre oeprasi secara umum : in ormed consent, G., kulit, dan psikologis. E6 3u &, 1'(') * + ! 'am 13.3@ S : mengatakan mau makan, mengatakan jika tidak dioperasi dalam $aktu dekat maka akan pulang paksa. 9: nampak pasrah, T 13@:?@ mm0g, # 1@@ 5:menit, 77 12 5:menit, tenang, tidak marah. , : pasien menerima keadaan dan ketidakpastian pmbedahan. P: tindakan kepera$atan dipertahankan 'am 13.3@ S : mengatakan belum mengerti tentang persiapan G., kulit dan psikologis. 9: mampu menyebutkan persiapan in ormed consent , : hanya memahami persiapan in ormed consent P: tindakan kepera$atan dipertahankan 'am 13.3@ S : mengatakan mata kanan tidak bias melihat, nyeri kepala tetapi kadang-kadang. 9: tidak muntah, G6S &-1-3, T 1@@:8@, # ?@, 77 12 C:menit, suhu 38o6. , : masalah tidak terjadi. P: tindakan kepera$atan dipertahankan 'am 13.@@ S : mengatakan mau makan, dan menghabiskan porsi yang disiapkan dan mengharapkan cepat operasi 9: tidak marah, menerima alasan atau penjelasan pera$at , : depresi berkurang P: tindakan kepera$atan dipertahankan 'am 12.@@ S : mengatakan mengerti penjelasan pera$at. 9: mampu menja$ab pertanyaan , : masalah teratasi.

12.@@

2.

1@.3@

1@.@@

!engukur tanda %ital : T 12@:?@, # 1@@ C:menit, 77 1@ C:menit !emonitor tanda dan gejala penignkatan T./ !enganjurkan pasien untuk menghindari mengedan, batuk yang terlalu kuat, berjalan ke kamar mandi. !enganjurkan untuk segera melaporkan dokter atau pera$at bila menemukan tanda dan gejala T./ meningkat seperti nyeri kepala, muntah, mual, bradikardi atau takikardi, peningkatan suhu dan tanda %ital lainnya serta perubahan kesadaran. !enganjurkan pasien dan keluarga mengungkapan perasaan terutama yang dikeluhkan sekarang ini. !emberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga

1.

Selasa, 28 + 11- 2@@1 @?.@@

2.

@B.@@

!enjelaskan pada pasien dan keluaraga tentang persiapan preoperasi yaitu G., psikologis, kulit.

3.

@?.@@ 1@.&1 7abu, 2? + 11- 2@@1 11.@@

!engukur tanda %ital !enyiapkan obat Tramadol, #eurosanbe dan Gen%ibro it 1 tablet !emonitor tanda dan gejala peningkatan T./ !enganjurkan pasien dan keluarga pera$at untuk segera melapor pera$at atau dokter bila terjadi peningkatan T./ !enganjurkan pasien untuk menghindari %alsa%a maneu%er !enganjurkan pasien mengungkapkan perasaan dan memberikan dukungan emosional dengan mengatakab bah$a tim kesehatan akan memberikan yang terbaik bagi pasiennya dan menginginkan agar pasien cepat sembuh seperti haraapan pasien dan keluarga.

1.

2.

1?.3@

!egingatkan kembali pasien dan keluarga tentang persiapan pre operasi dengan menanyakan kembali pnjelasan yang sudah diberikan.

3.

11.@@

!engukur tanda %ital !emonitor tanda dan gejala peningkatan T./ !enganjurkan pasien untuk menghindari %alsa%a maneu%er.

P: tindakan kepera$atan dipertahankan 'am 13.3@ S : mengatakan kadang nyeri kepala seperti diturusktusuk, mata kanan tidak bias melihat. 9: tidak muntah, T 1@@:?@, # ?@ C:menit, 77 12 C:menit, G6S &-1-3, tidak pusing. , : tidak terjadi peningkatan T./ P: tindakan kepera$atan dipertahankan 'am 2@.@@ S : mengatakan napsu makan meningkat, mengatakan bias menerima penjelasan 9: tenang, rileks, tidak marah , : depresi hilang dan pasien siap menunggu jad$al pembedahan. P: tindakan kepera$atan dihentikan 'am 2@.3@ S : mengatakan mengerti semua penjelasan pera$at 9: menja$ab semua pertanyaan pera$at. , : masalah teratasi P: tindakan kepera$atan dihentikan 'am 2@.3@ S : mengatakan nyeri kepala hilang, mata kanan tidak bisa melihat. 9: tidak muntah, T 11@:8@, # B@ C:menit, 77 1@ C:menit, G6S &-1-3, tidak pusing. , : tidak terjadi peningkatan T./ P: tindakan kepera$atan dipertahankan sampai pasien dilakukan pembedahan