Anda di halaman 1dari 14

UU kes no 36 tahun 1992

NILUH WINDA ANGGRIANI

29 juni 2013

Ukuran-ukuran epidemiologi
Frekuensi penyakit (masalah kes) adalah keterangan ttg banyaknya suatu msalah kes yg ditemukan dlm kelompok manusia yg dpt dinyatakan dgn angka mutlak, rate,dan ratio Beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam pengukurn penyakit ( masalah kesehatan) : 1. Mengupayakan agar masalah kes yg akan diukur hanya masalah yg dimaksud saja. Sehingga hasil pengukuran mencerminkan keadaan yg sebenarnya. 2. Mengupayakan agar semua masalah kesehatan yg akan diukur dpt masuk dlm pengukuran 3. Mengupayakan agar penyajian hasil pengukuran adalah dalam bentuk yg mmberikan keterangan optimal
NILUH WINDA ANGGRIANI

Angka mutlak, ratio, rate, dan proporsi


Angka mutlak Angka kasus paling sederhana Bermanfaat dlm alokasi pelayanan kesehatanm Data yg di kumpulkan dan masih merupakan data kasar berupa nilai absolut dgn ciri2 : berupa jumlah diperoleh dgn cepat keterangan yg dimilikinya amat terbatas sekali sehingga tidak dp[t dgunakan untuk membandingkan kejadian pada dua populasi

Conth 580 kasus baru di kota makassar - 350 kasus baru di kota mamuju Ratio Merupakan terminologi umum yg bermakna suatu kuantitas/angla di bagi kuantitas lain Numerator (pembilang) dbagi denomerator (penyebut) & nomeratornya tidak termasuk di dalam denomerator
NILUH WINDA ANGGRIANI

Rumus rasio = X / Y atau ratio ( t t1 ) = jumlah peristiwa A (t0-t1) / jumlah peristiwa B ( t0-t1)
Contoh : Dari hasil penelitian ttg kelahiran bayi BBLR oleh mahasiswa kebidanan, menemukan 60 bayi BBLR lakilaki dan 120 perempuan, maka ratio kelahiran BBLR laki2 terhadap perempuan adalah 60/120 : 120 /120 = 0,50 artinya bahwa setiap kasus BBLR lelaki adalah sep[aruh dari kasus BBLR wanita. Atau rasio kelahiran BBLR wanita trhadap lelaki adalah : Rasio : 120/60 : 60/60 = 2 ; 1 Artinya 1 BBLR lelaki, terdapat 2 kasus wanita
NILUH WINDA ANGGRIANI

Proporsi : perbandingan 2 nilai kuantitatif dimana pembilang merupakan bagian dari penyebut atau sejenis rasio yg numeratornya termasuk di dalam denomerator.
Bersifat tidak berdimensi (tidak punya unit pengukuran ) dan berkisar dari o s/d 1 Sering dinyatakan dlm prosentase (%) Dapat di hitung dgn rumus proporsi = a / a+b X K Misalnya berdasarkan hasil pengumpulan data u/ mengetahui presentase jumlah wanita usia reproduktif pd openduduk wanita di suatu wilayah dmn terdapat 150 wanita usia 15-49 tahun dari 1.000 penduduk wanita, maka proporsi jumlah wanita usia reproduktif adalah Proporsi 150 / 150 + 850 x 100 = 15%
NILUH WINDA ANGGRIANI

Rate (angka) : perbandingan suatu peristiwa (event) dibagi dgn jumlah penduduk yg mungkin terkena peristiwa yg dimaksud (population at risk) dlm waktu yg sama yg dinyatakan dlm persen atau permil.
Sejenis rasio yg numeratornya berbeda dari denomerator dan ukuran waktu merupakan bagian intrinsik dari denomeratornya. Merupakan potensi perubahan seketika pada satu kuantitas per unit perubahan kuantitas lainnya (biasa berupa waktu) Berdimensi dan nilai berkisar 0 s/dtak terhingga Dapat di hitung dgn rumus SBB : Rate (to-t1)= jumlah suatu uperistiwa / population at risk (t0-t1) x 100 % ( 1000 0 /00) Contoh Dari hasil pengukuran ttg perdarahan post partum slma januari s/d des 2004 sebanyak 18 %/00 Jumlah kasus baru CA payudara per 100.000 perempuan pd tahun 2005 Jumlah serangan flu di kalangan bayi baru lahir / bulan pen
NILUH WINDA ANGGRIANI

Contoh perbandingan rate :


Jumlah kasus baru PE-E slm tahun 2007 di kota mkassr sebesar 580 org . Jumlah ibu hamil sebesar 250.000 org. rate-= 580/250.000/tahun = 0,0023/tahun x 10.000 = 23/10.000 Jumlah kasus baru PJK kota pangkep pd thun 2003-2004 sebesar 350 org yg berpenduduk 70.000 org Rate = 350 /70.000/2 tahun = 0,0025 /tahun

NILUH WINDA ANGGRIANI

Mengapa rate (angka) penting kaitanya dgn epidemiologi ?


Karena ,,??/

NILUH WINDA ANGGRIANI

Rate yg berhubungan dgn kesakitan


Insidensi:jumlah peristiwa a/ penyakit yg merupakan kasuss baru pd suatu kelompok penduduk tertentu dlm satuan waktu tertentu Rate insidensi : adlh jumlah mereka yg terkena penyakit/ peristiwa yg merupakan kasus baru di bagi dengan jumlah penduduk yg terancam (beresiko) pada suatu waktu tertentu( pertahun). Kasus influensa yg terjadi pd minggu sebelumnya tdk termasuk dlm perhitungan insidensi Insiden penting pd penyakit akut yaitu penyakit yang puncak keparahan gejalanya muncul & mereda slma bbrapa hari
NILUH WINDA ANGGRIANI

2 macam insiden
Cumulative incidence ( risk) : proporsi org2 yg menjdi sakit dlm periode waktu ttrtentu contoh survey tahun 2010 : ibu hamil pengguna OK yg terbebas dari bakteriuria sebanyak 482 org. Pd survey lanjutan thun 2013 di dapatkan 27 org dari pengguna trsebut terkena bakteriuria CI ( comulatif insidens) = 27/428 = 5,6 % selama periode 3 tahun Insidence density (rate) adlh jumlah ksus baru pd periode waktu trtentu di bagi degan jumlah total populasi org waktu pngamatan. Atau yg di hitung dgn Formulasi : ID = jumlah penderita baru ( t0-t1) / jumlah org2 dlm populasi slm interval waktu yg sm dlm mn kasus trjadi. Biasanya besar populasi pd pertengahan interval waktu di ambil sebagai ukuran populasi yg di tetapkan ( t0-t1)
NILUH WINDA ANGGRIANI

Contoh pd tahun 2012 sejumlah 412 bayi lahir dgn BBLR di laporkan trjadi dlm 1 kota berpenduduk 212.ooo mk insidensi density rate adalah = 412 / 212000 x 100.000 = 194,3 / 100.000

NILUH WINDA ANGGRIANI

Suatu pengamatan yg di lakukan mahasiswa POLTEKKES u/ meliahat kecepatan insidensi Human immunodeficiency virus ( HIV) pd wanita pekerja seks selama bulan januari 2007 akhir tahun 2012 menghasilkan data

NILUH WINDA ANGGRIANI

Rangkuman
Reproduksi sehat 15 47 tahun dan ada juga yg mengatakan reproduksi sehat umur 15 49 tahun

NILUH WINDA ANGGRIANI

....SUKSEME