Anda di halaman 1dari 12

Hewan Ruminansia Hewan ruminansia adalah hewan herbivora yang mencerna makanannya dengan dua langkah, pertama dengan

menelan bahan makanan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi. Lambung hewan ruminansia tidak hanya memiliki satu ruang (monogastrik) tetapi memiliki lebih dari satu ruang (poligastrik). Pada ruminansia dewasa, rumen adalah bagian lambung yang paling besar. Di antara lambung-lambung tersebut lambung sejatinya adalah abomasum, dimana dalam abomasum terjadi proses pencernaan sebagaimana lambung monogastrik lain, karena abomasum menghasilkan cairan lambung (gastric juice). Saat lahir abomasum bayi ruminansia berukuran 70% dari keseluruhan lambung majemuknya, sangat kontras dengan kondisi saat dewasa dimana abomasum hanya 8% dari total volume lambung majemuknya. Contoh hewan ruminansia ialah kerbau, domba, kambing, sapi, kuda, jerapah, kancil, rusa dan lain lain. Proses Pencenaan Hewan Ruminansia Pola sistem pencernaan pada hewan umumnya sama dengan manusia, yaitu terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, dan usus. Namun demikian, struktur alat pencernaan kadang-kadang berbeda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain. Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian, yaitu rumen, reticulum, omasum, dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Sapi, misalnya, mempunyai susunan gigi sebagai berikut: 3 3 0 0 0 0 0 0 Rahang atas M P C I I C P M Jenis gigi 3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawah I = insisivus = gigi seri C = kaninus = gigi taring P = premolar = geraham depan M = molar = geraham belakang Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki gigi geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat, yaitu penyusun sinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa. Proses pencernaan hewan ruminansia dimulai dari makanan yang ditelan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan. Di rumen terjadi fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu. Dari rumen, makanan akan diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi gumpalan gumpalan yang masih kasar. Kemudian gumpalan gumpalan tersebut akan dimuntahkan kembali ke mulut untuk dikunyah kedua kali. Dari mulut makanan akan ditelan kembali yang akan masuk ke retikulum kemudian diteruskan ke ornasum. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur. Makanan tersebut akan diteruskan ke abomasum, yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan secara kimiawi oleh enzim

Selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan protozoa akan merombak selulosa menjadi asam lemak. Akan tetapi, bakteri tidak tahan hidup di abomasum karena pH yang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akan mati, namun dapat dicernakan untuk menjadi sumber protein bagi hewan pemamah biak. Dengan demikian, hewan ini tidak memerlukan asam amino esensial seperti pada manusia. Asam lemak serta protein inilah yang menjadi bahan baku pembentukkan susu pada sapi. Sekum pada pemakan tumbuh-tumbuhan lebih besar dibandingkan dengan sekum karnivora. Hal ini disebabkankarena makanan herbivore bervolume besar dan proses pencernaannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanannya kecil dan percernaan berlangsung dengan cepat. Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 4 meter. Hal ini dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat (selulosa) enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energy alternatif. Inilah alasan mengapa hanya dengan memakan rumput, sapi dapat menghasilkan susu yang bermanfaat bagi manusia. A. Fisiologi 1. Karnivora

Mulut Oesophagus Ventrikulus

Fungsi dari ventriculus carnivora sama seperti hewan monogastrik yang lain, hanya perbedaanya, dalam mencerna secara mekanik dan kimiawi di dalam ventriculus, pada ventriculus carnivora tidak menggunakan bakteri mikroba karena makanannya berupa daging, dan ventriculusnya lebih asam bila dibanding dengan ventriculus hewan yang lain.

Intestinum tenue Caecum Intestinum crassum Anus

2. Herbivora Ruminansia

Cavum Oris

- Tempat pertama kali proses pencernaan berlangsung - Organ pengambilan pakan (prehensile pakan) - Terjadi proses mastikasi, salvias, deglutisi - Ruminansia melakukan ruminasi: Regurgitasi :dari lumen kembali ke mulut Reinsalivasi : pemberian saliva Remastikasi : pengunyahan kembali Redeglutisi :penelanan kembali

Oesophagus

- Tempat lewatnya makanan dari mulut ke perut - Terdapat membrana mukosa

Rumen, Retikulum, Omasum, Abomasum

Proses pengambilan makanan (Prehensi) dilakukan oleh lingua, di dalam cavum oris terjadi mastikasi dan insalivasi sehingga makanan menjadi agak lemas. Makanan ditelan masuk ke dalam rumen disebut deglutasi. Pada waktu makanan masuk ke dalam rumen, sebagian gas yang berada di dalamnya akan terdorong keluar dinamakan eruktasi. Di dalam rumen, makanan terjadi proses fermentasi yaitu pemecahan selulosa dinding sel-sel tanaman, selain pencernaan karbohidrat juga terjadi pencernaan protein, lipid, mineral, serta pencernaan sintesis vitamin. Retikulo rumen mengandung cairan yang 85% terdiri dari air sehingga memungkinkan makanan halus berada dalam suspense sedangkan makanan yang masih agak padat dan kasar mengapung di bagian atas (Mukhtar, 2006). Isi retikulo rumen dicampur aduk oleh gerakan kontraksi otot, karena gerakan ini pula makanan yang kasar dan padat akan dikembalikan ke rongga mulut. Peristiwa pengembalian ingesta ke rongga mulut ini dinamakan regurgitasi. Di dalam rongga mulut, makanan mengalami pengunyahan ulang (remastikasi) dan pencampuran ulang dengan saliva (reinsalivasi). Remastikasi ini berlangsung selama 40-50 kali dan kemudian dilakukan penelanan kembali (redeglutasi) langsung masuk ke omasum dan melanjutkan ke abomasum. Proses yang terjadi sejak regurgitasi sampai dengan redeglutasi dinamakan ruminasi (Mukhtar, 2006). Di dalam abomasum, ingesta selanjutnya dicampur dengan dan dihancurkan oleh getah lambung yang mengandung HCL. Selama di dalam abomasum, ingesta bereaksi asam dan akan berubah menjadi alkalis ketika berada di dalam intestinum (Mukhtar, 2006). i. rumen kantong penampungan pertama pakan setelah pakan dikunyah dan ditelan. ii. Reticulum Merupakan daerah pengaturan aliran dari oesophagus dan rumen ke abomasum. iii. Omasum Untuk menyaring partikel pakan menjadi lebih kecil. iv. Abomasum Berfungsi dalam pemecahan zat-zat gizi.

Intestinum tenue terdiri dari: Duodenum, Jejunum, Ileum Intestinum Crassum terdiri dari: Secum, Kolon dan Rectum Anus

Non Ruminansia

rongga mulut

Mulut adalah alat pengambil dan tempat mengunyah makanan terdiri bibir dan lidah (Sihombing). Terjadi pengunyahan (mastikasi) memecahkan partikel makanan besar dan mencampur makanan dengan sekret kelenjar liur. Pembasahan dan homogenisasi ini membantu proses menelan dan pencernaan selanjutnya. Partikel makanan besar dapat dicerna, namun menyebabkan kontraksi otot esofagus yang terasa kuat dan sering menyakitkan. Partikel yang kecil cenderung menyebar apabila tidak ada air liur dan juga menyebabkan proses menelan sulit karena partikel-partikel tersebut tidak membentuk bolus (Ganong. 2008). Ke dalam mulut bermuara tiga kelenjar ludah yaitu: parotis, sublingualis dan madibularis dan submandibularis. Air ludah selain membasahi makanan juga melancarkan pengunyahandan penelanan makanan dan disamping itu juga melarutkan sebagian makanan yang merangsang indera perasa makanan. Di dalam air ludah terdapat enzim amilase dan juga bikarbonat (Sihombing) Saliva kuda tidak mengandung amylase. Komposisi saliva dari kelenjar parotis kuda serupa dengan komposisi dari ternak-ternak berlambung satu lainnya. Air liur (saliva) terutama dibuat oleh 3 pasang kelenjar saliva, yaitu 1) Kelenjar parotis 2) Kelenjar mandibularis 3) Kelenjar sublingualis Fungsi saliva antara lain: 1) Sebagai pelicin dalam mengunyah dan menelan bahan makanan. Mucin adalah perekat yang baik untuk pembuatan bolus dari bahan makanan yang siap akan ditelan. 2) Komponen bahan makanan yang dapat larut dalam air akan larut dalam saliva, dan lebih mudah merata bila bersentuhan dengan bungkul-bungkul perasa pada lidah untuk menikmati dan membedakan rasa. 3) Pelindung mukosa mulut dengan membasahinya terus-menerus 4) Dapat mengencerkan beberapa zat yang bersifat racun 5) Mengatur temperatur dalam rongga mulut dengan mensuplai air yang mudah menguap dalam rongga mulut, terutama dalam kondisi udara yang panas lagi kering (Parakkasi. 2006) Lidah merupakan pelengkap alat pencernaan yang secara mekanis ataupun melalui alat pengecap yang ada pada lidah, menolong proses pemasukan makanan melalui mulut. Secara mekanis, lidah

terutama menolong pengunyahan makanan dalam rongga mulut dengan memindahmindahkan/mengaduk bahan makanan yang dikunyah (Parakkasi. 2006)

Farings

Farings adalah penyambung rongga mulut dan esofagus (Parakkasi. 2006).

Oesophagus

Esofagus berfungsi sebagai jalan makanan menuju perut besar atau lambung (Sihombing). Panjang esophagus berkisar antara 125-150 cm.

Ventrikulus

Lambung terutama berfungsi sebagai tempat untuk penumpukan dan menyimpan makanan (Sihombing). Fungsi dari ventriculus itu sendiri sama dengan ventriculus hewan monogastrik yang lain, hanya saja perbedaanya yaitu pada ventriculus hewan monogastrik herbivora terdapat sedikit mikroba, pencernaan dengan menggunakan bakteri mikroba terbesar dilakukan di sekum.

Intestinum tenue terdiri dari: Duodenum, Jejunum, Ileum

Dalam usus halus inilah terjadi pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan. Usus halus terdiri dari duodenum, jejunum, dan ilium. Sepanjang corong usus halus terdapat penjulanganpenjulangan seperti mikrovilli atau brush-border, yakni tempat berlangsung penyerapan makanan. Di dalam rongga perut, usus halus digantung ke dinding perut oleh mesentrium (Sihombing).

Intestinum Crassum terdiri dari: Secum, Kolon dan Rectum

Usus besar dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kolon, sekum dan rectum (Sihombing). g. Anus B. Biokimia 1. Karnivora Pada ventriculus carnivora pada lambung menghasilkan enzim berupa pepsin untuk mengubah protein menjadi pepton, lipase untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, dan rennin. Terdapat juga HCL, ventriculus carnivora bila dibandingkan dengan ventriculus hewan yang lain lebih asam karena makanannya berupa daging dan tidak terdapat bakteri mikroba. 2. Herbivora Ruminansia Pada hewan ruminansia pencernaan secara kimiawi juga terdapat pada ventriculus, rumen dan

reticulum mencerna makanan secara fermentasi, omasum dengan mekanik dan abomasums mencerna secara enzimatik. Kelenjar-kelenjar lambung meliputi kelenjar kardiaka, kelenjar fundika, dan kelenjar pilorika. Kelenjar kardiaka menghasilkan mukus. Kelenjar fundika mengandung 3 jenis sel yaitu sel prinsipal korpus (mengandung granula zymogen yang merupakan prekursor enzim-enzim lambung), sel prinsipal kollum (yaitu sel-sel mukosa yang menyerupai sel-sel kelenjar kardiaka dan pilorika), sel parietal (menghasilkan HCl). Kelenjar pilorika terutama menghasilkan mukus dan sejumlah kecil enzim proteolitik. Getah lambung mengandung enzim-enzim pepsin, renin, lipase dan HCl. Pepsin mulai menghidrolisis protein di dalam lambung pada pH yang asam. pH optimal berkisar antara 1,3 sampai 5 tergantung jenis protein. Digesti protein disempurnakan di dalam intestinum. Rennin adalah enzim ruminansia muda yang dapat menyebabkan air susu menjadi kental oleh adanya ion kalsium. Prespitat yang terbentuk demikian inidapat tinggal lama di dalam lambung. Lipase dapat menghidrolisis lemak yang telah di emulsikan seperti lemak air susu. Kebanyakan digesti lemak terjadi di intestinum tenue. Karnivora mempunyai paling banyak lipase sedangkan herbivora jauh lebih sedikit. Asam klorida ditemukan pada semua hewan. HCl mengaktifkan pepsin dan renin yang membantu pepsin dalam pencernaan protein. HCl merupakan faktor terpenting yang dapat menurunkan pH isi lambung. Non Ruminansia Aktivitas mikroorganisme terbatas di dalam lambung, hal ini disebabkan populasi bakteri rendah dan waktu tinggal relative singkat yaitu sekitar 30 menit. Hasil fermentasi pada kuda berupa asam laktat dan bukan asam-asamlemak terbang (VFA) pada ruminant. Ph lambung pada kuda diukur segera setelah mati berkisar 1,6-6,0 sedangkan babi 4,2-5,1. Fermentasi terjadi di daerah lambung yang tidak mempunyai sekresi yang meliputi 1/3 bagian permukaan lambung (saccuscaecus) (Parakkasi, 2006). aktivitas mikroorganisme akan sangat terbatas di dalam lambung. Hal ini disebabkan karena populasi bakteri rendah dan waktu tinggal dari makanan hanya sebentar sekitar 30 menit. Hasil fermentasi di dalam lambung adalah asam laktat. Ph lambung kuda yakni 1,6 6,0. Fermentasi dapat terjadi di daerah saccuscaecus, yakni bagian yang tidak mempunyai sekresi, yang meliputi 1/3 bagian permukaan lambung. Berikut adalah beberapa tipe mulut serangga : 1. Tipe mulut menggigit mengunyah Terdiri dari sepasang bibir, organ penggiling untuk menyobek dan menghancur serta organ tipis sebagai penyobek. Makanan disobek kemudian dikunyah lalu ditelan. Serta struktural alat makan jenis ini terdiri dari : 1. Labrum, fungsinya untuk memasukkan makanan ke dalam rongga mulut. 2. Efifaring, fungsinya sebagai pengecap.

3. Mandibel, fungsinya untuk mengunyah, memotong dan melunakkan makanan 4. Maksila, alat bantu untuk mengambil makanan. 5. Labium, fungsinya untuk menutup/membuka mulut. Gejala serangannya , ditemukan bagian tanaman yang hilang, oleh sebab dimakan, digerek atau digorok. Contoh : ordo ortoptera, yaitu belalang. 2. Tipe mulut meraut dan menghisap Menyerang jaringan dan mengakibatkan berwarna putih atau belang kemudian tanak mengerut. Contoh : ordo hemiptera, yaitu kutu daun. 3. Tipe mulut menjilat menghisap Pada mulut lalat (diptera), bahan pangan padat menjadi lembek dan buruk akibat ludah yang dikeluarkan hama ini untuk melunakkan makanan, kemudian baru dihisap. Contohnya : ordo diptera, yaitu lalat. 4. Tipe mulut menghisap Merupakan tipe yang khusus, yaitu labrum yang sangat kecil, dan maksila palpusnya berkembang tidak sempurna. Labium mempunyai palpus labial yang berambut lebat dan memiliki tiga segmen. Bagian alat mulut ini yang dianggap penting dalam tipe alat mulut ini adalah probosis yang dibentuk oleh maksila dan galea menjadi suatu tabung yang sangat memanjang dan menggulung. Contohnya : Ordo Lepidoptera, yaitu ngengat dan kupu-kupu dewasa. 5. Tipe Mulu menusuk menghisap Gejala serangan pada bagian tanaman akan ditemukan bekas tusukan silet yang akan menyebabkan terjadinya perubahan warna atau perubahan bentuk pada bagian tanaman yang diserang. Contoh : ordo hemiptera, yaitu kepik Jenis Gigi Dan Struktur Gigi Pada Manusia

Jenis Gigi Dan Struktur Gigi Pada Manusia

Gambar 1: berbagai bentuk gigi Gigi (dentis) merupakan bagian yang mengolah makanan saat kita makan. Melalui gigi, makanan dapat kita gigit, potong, sobek, kunyah dan dihaluskan. Sehingga, gigi mencerna makanan secara mekanik. Berdasarkan bentuknya, gigi manusia meliputi gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan (premolar) dan gigi geraham belakang(molar). Lihat Gambar1.

Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota gigi. Tulang gigi, tersusun atas zatdentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum gigi terdapat saraf.

Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan efisien.

bentuk gigi manusia Pada manusia dapat ditemui 4 (empat) macam gigi yang terdapat pada mulut disertai dengan arti definisi dan pengertian yaitu : 1. Gigi Seri (dentis insisivus) adalah gigi yang memiliki satu akar yang berfungsi untuk memotong dan mengerat makanan atau benda lainnya. merupakan gigi yang berada pada bagian depan. Bentuknya tegak dengan tepi yang tajam, seperti; sekop atau tatah. 2. Gigi Taring (dentis kaninus) adalah gigi yang memilki satu akar dan memiliki fungsi untuk mengoyak makanan atau benda lainnya. Bentuknya lebih tinggi dan runcing. 3. Gigi Geraham Depan (pramolar) adalah gigi yang punya dua akar yang berguna / berfungsi untuk menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya. Bentuk gigi ini lebih rendah dan lebih rata dengan benjolan-benjolan kecil. 4. Gigi Geraham Belakang (molar) adalah gigi yang memiliki tiga akar yang memiliki fungsi untuk melumat, menghancurkan, menghaluskan dan mengunyah makanan atau bendabenda lainnya. Secara struktural, gigi memiliki beberapa bagian. Bagian yang tampak dari luar dinamakan puncak gigi atau mahkota gigi. Bagian yang tertanam di dalam rahang dinamakan akar gigi. Batas antara puncak dan akar gigi serta tertanam di dalam gusi dinamakan leher gigi.

Anatomi Gigi Anatomi gigi Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut

1. Puncak gigi atau mahkota gigi (korona), yaitu bagian yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda. 2. Leher gigi (kolum), yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi. 3. Akar gigi (radiks), yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Akar gigi yang menancap pada tulang rahang tersebut ada yang berjumlah satu dan dua. Pada bagian gigi manusia terstruktur / tersusun atas 4 (empat) lapisan/jaringan yakni : 1. Email adalah bagian mahkota gigi dilapisi oleh lapisan/jaringan keras yang mengandung kalsium dan berfungsi untuk melindungi tulang gigi dengan zat yang sangat keras yang berada di bagian paling luar gigi manusia. 2. Tulang dentin merupakan lapisan yang berada pada lapisan setelah email yang dibentuk dari zat kapur. berupa jaringan berwarna kekuningan. 3. Pulpa atau Rongga Gigi. Pada bagian ini terdapat pembuluh darah untuk memelihara seluruh gigi, dan serabut-serabut saraf yang mendeteksi tekanan, panas, dingin, dan sakit. Pembuluh darah dan saraf tersebut menjulur hingga akar gigi. 4. Semen. lapisan keras, jaringan semacam tulang yang memiliki konstruksi yang kuat melapisi akar gigi. Semen / Sementum merupakan bagian dari akar gigi yang berdampingan / berbatasan langsung dengan tulang rahang di mana gigi manusia tumbuh. anatomi dan bagian - bagian gigi Gigi juga dapat mengalami gangguan bila tidak dirawat dan dibersihkan secara tepat dan teratur. Kuman atau bakteri yang hidup pada sisa-sisa makanan dapat menghasilkan zat-zat buangan yang bersifat asam sehingga menggerogoti email dan dentin. Akibatnya, gigi dapat berlubang dan biasa disebut rongga. Perawatan terhadap gigi seperti mengurangi makanan yang bergula, terlalu panas atau dingin dapat mencegah gigi dari kerusakan. Selain itu, membersihkan gigi dengan menggosoknya sebelum tidur dan setelah makan juga dapat mencegah dari kerusakan. Perawatan lainnya yakni memeriksakan gigi kepada dokter gigi secara teratur.

Berdasarkan tahapan perkembangannya, gigi manusia terdiri atas dua kelompok yakni gigi susu dan gigi dewasa. Gigi susu (dentis desidue) merupakan gigi yang tumbuh pada anak usia 6 bulan hingga 8 tahun. Sejak usia 6 tahun hingga usia 14 tahun, gigi susu akan tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi dewasa. Jumlah gigi ini pada anak yakni 20 buah dengan rincian:

8 buah gigi seri,

4 buah gigi taring, dan 8 buah gigi geraham.

Gigi dewasa atau gigi tetap (dentis permanen) merupakan gigi orang dewasa yang berjumlah 32 buah. Rinciannya:

8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, 8 buah gigi geraham depan, dan 12 buah gigi geraham belakang.

susunan gigi manusia sistem penomoran menomorkan gigi permanen mulai dari 1 hingga 32. Dimulai dari gigi molar ketiga pada maxilary kanan (#1) melintasi maxilary hingga gigi molar ketiga pada maxilary kiri

(#16). Kemudian, dilanjutkan dengan gigi molar ketiga pada mandibular kiri (#17) dan mengelilingi mandibular hingga gigi molar ketiga pada mandibular kanan (#32) Apabila gigi dewasa tanggal, tidak terjadi pergantian gigi lagi alias tidak tumbuh. Untuk memudahkan pemahaman kalian, berikut disajikan rumus gigi. Dengan penyimbolan seperti:

Gigi seri (inisior) = I Gigi taring (caninus) = C Geraham depan (premolar) = P Geraham belakang (molar) = M Maka rumus gigi dapat dituliskan: Gigi anak-anak (gigi susu) Atas Bawah Gigi orang dewasa (gigi dewasa) Atas Bawah M 0 0 M 3 3 P 2 2 P 2 2 C 1 1 C 1 1 I 2 2 I 2 2 I 2 2 I 2 2 C 1 1 C 1 1 P 2 2 P 2 2 M 0 0 M 3 3

Gigi Tetap yang pertama muncul adalah gigi molar pertama pada usia 6-7 tahun. Yang terakhir tumbuh ialah gigi molar ketiga, pada usia 17-25 tahun. Jika kita tidak merawat dan jarang menggosok gigi, gigi kita akan menjadi rusak karena sisa-sisa makanan yang menempel dalam gigi bisa membuat gigi berkarang bahkan bolong. Menurut penelitian, anak pada usia 12, paling tidak mengalami kerusakan satu buah gigi akibat jarang menggosok gigi dan terlalu banyak memakan permen, sehingga harus ditambal atau dicabut. Nah, karena itu rajin-rajinlah menggosok gigi dan jangan terlalu banyak memakan permen dan coklat. Demikian sekilas Jenis Gigi Dan Struktur Gigi Pada Manusia, semoga bermanfaat