Anda di halaman 1dari 16

RESUME AUDITING DAN JASA ASSURANCE BAB XIX-XX

Tugas Matakuliah Auditing Disusun Oleh: TOMMY RIEZKY TIYANTO EMMA TRISTISIA RAHARDJO ARIF WICAKSONO ANUGRAH PUTRA NURUL FITRI ISMAYANTI ULFA ROSIANA FRANSISKA GINTING (041314253015) (041314253017) (041314253031) (041314253035) (041314253036) (041314253037)

MAGISTER AKUNTANSI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2013

BAB 19 AUDIT SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN: PENGUJIAN PENGENDALIAN, PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI, DAN UTANG USAHA

Akun dan Kelas Transaksi dalam Siklus Akuisisi dan Pembayaran Tujuan keseluruhan dari audit atas siklus akuntansi dan pembayaran adalah untuk mengevaluasi apakah akun-akun yang dipengaruhi oleh akuisisi barang dan jasa serta pengeluaran kas bagi akuisisi tersebut disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Terdapat tiga kelas transaksi yang dimasukkan dalam siklus: 1. 2. 3. Akuisisi barang dan jasa Pengeluaran kas Retur dan pengurangan pembelian serta diskon pembelian

Sedangkan akun khusus yang terlibat dalam siklus akuisisi dan pembayaran ditunjukkan oleh akun T pada gambar berikut ini: Gambar 1
Kas di bank Utang usaha Akuisisi barang Dan jasa Pembelian bahan baku

Retur dan pengurangan pembelian

Pengeluaran Kas Retur dan Pengurangan Pembelian Diskon pembelian

Properti, pabrik, dan peralatan

Diskon pembelian

Beban dibayar di muka

Akun pengendali beban manufaktur

Akun pengendali beban penjualan Akun Pembantu Komisi Beban perjalanan Beban pengiriman Perbaikan Iklan

Akun pengendali beban administrasi Akun Pembantu Perlengkapan Perjalanan pejabat Biaya hukum Biaya audit Pajak

Akun Pembantu Perbaikan dan pemeliharaan Pajak Perlengkapan Ongkos angkut masuk Utilitas

Fungsi Bisnis dalam Siklus Serta Dokumen dan Catatan yang Terkait Tabel 1
Kelas Transaksi Akuisisi Akun Persediaan Properti, pabrik, dan peralatan Beban dibayar dimuka Perbaikan leasehold Utang usaha Beban manufaktur Beban penjualan Beban administratif Fungsi Bisnis Memproses pesanan pembelian Dokumen dan Catatan Permintaan pembelian Pesanan pembelian Laporan penerimaan Faktur vendor Memo debet Voucher File transaksi akuisisi Jurnal akuisisi atau listing File induk utang usaha Neraca saldo utang usaha Laporan vendor Cek File transaksi pengeluaran kas Jurnal pengeluaran kas atau listing

Menerima barang dan jasa Mengakui kewajiban

Pengeluaran kas

Kas di bank (dari pengeluaran kas) Utang usaha Diskon pembelian

Memproses dan mencatat pengeluaran kas

Bagaimana E-Commerce Mempengaruhi Siklus Akuisisi dan Pembayaran Beberapa pengaruh E-Commerce terhadap siklus akuisisi dan pembayaran diantaranya: Menimbulkan efisiensi pasar dan harga yang lebih murah Pasar online memungkinkan jumlah pemasok dan pelanggan yang lebih besar untuk menegosiasikan pembelian serta penjualan produk dan jasa Dalam akuisisi barang dan jasa, penggunaan Internet memungkinkan pengiriman produk dan jasa lebih cepat, karena pemesanan secara online dapat menghemat waktu Dapat mengurangi biaya gaji untuk membayar pegawai bagian pelayanan pelanggan

Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi ke dalam dua bidang yang luas: 1. Pengujian akuisisi, yang meliputi tiga dari empat fungsi bisnis yang telah dibahas sebelumnya dalam bab ini: memproses pesanan pembelian, menerima barang dan jasa, serta mengakui kewajiban. 2. Pengujian pembayaran, yang menyangkut fungsi keempat, yaitu memproses dan mencatat pengeluaran kas.
2

Gambar berikut ini merupakan ilustrasi metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran. Gambar 2
Memahami pengendalian internal-akuisisi dan pengeluaran kas

Menilai risiko pengendalian yang direncanakanakuisisi dan pengeluaran kas

Menentukan luas pengujian pengendalian*

Merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk akuisisi dan pengeluaran kas guna memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi

Prosedur audit Ukuran sampel Item yang akan dipilih Penetapan waktu

*luas pengujian pengendalian ditentukan oleh ketergantungan yang direncanakan pada pengendalian. Untuk perusahaan publik, pengujian harus cukup untuk menerbitkan opini mengenai pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.

Metodologi untuk Merancang Pengujian atas Rincian Saldo Utang Usaha Gambar 3

Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi utang usaha

Tahap I

Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren untuk utang usaha

Tahap I

Menilai risiko pengendalian untuk siklus akuisisi dan pembayaran

Tahap I

Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran

Tahap II

Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk utang usaha

Tahap III

Merancangan pengujian atas rincian saldo utang usaha untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo

Prosedur audit Ukuran sampel Item yang dipilih Penetapan waktu Tahap III

BAB 20 MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN: VERIFIKASI AKUN TERPILIH

JENIS AKUN LAIN DALAM SIKLS AKUISISI DAN PEMBAYARAN Banyak akun khusus yang terkait dengan transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Jenis aktiva, beban, dan kewajiban bagi banyak perusahaan akan berbeda terutama yang berkecimpung dalam industry selain ritel, grosir, dan manufaktur. Masalah yang berkaitan dengan beberapa akun kunci lainnya dalam siklus ini antara lain terutama audit atas: Property, pabrik dan peralatan Beban dibayar dimuka Kewajiban lainnya Laba dan akun beban

A. AUDIT ATAS PROPERTI, PABRIK, DAN PERALATAN Properti, pabrik, dan peralatan adalah aktiva yang memiliki umur yang diharapkan lebih dari satu tahun, digunakan dalam bisnis, dan tidak diperoleh untuk dijual kembali. Tujuan penggunaan aktiva sebagai bagian dari operasi bisnis klien dan umur yang diharapkannya yang lebih dari satu tahun merupakan karakteristik yang signifikan yang membedakan aktuva tersebut dengan persediaan, beban dibayar di muka, dan investasi. Akuisisi property, pabrik, dan peralatan dilakukan melalui siklus akuisisi dan pembayaran.

Pendebetan ke peralatan manufaktur berasal dari siklus akusisi dan pembayaran. Karena sumber debet akun aktiva adalah jurnal akuisisi. Akan tetapi karena penambahan peralatan tidak sering dilakukan, sering kali berjumlah besar, dan terkena pengendalian khusus, seperti persetujuan dewan direksi, auditor dapat memutuskan untuk tidak terlalu bergantung pada pengujian tersebut sebagai bukti pendukung penambahan aktiva tetap. Auditor membedakan cara memverifikasi peralatan manufaktur dengan akun aktiva lancar karena tiga alasan: 1. Biasanya akuisisi peralatan manufaktur jarang dilakukan pada periode berjalan 2. Jumlah setiap akuisisi biasanya material

3. Peralatan mungkin tetap disimpan dan dicatat dalam catatan akunansi selama beberapa tahun. Karena perbedaan tersebut, audit atas peralatan manufaktur lebih menekankan pada verifikasi akuisisi yang dilakukan pada periode berjalan dan bukan saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya. Selain itu, umur ekspektasi dari aktiva diatas satu tahun memerlukan akun beban penyusutan dan akumulasi penyusutan. Dalam audit atas peralatan manufaktur dan akun-akun yang terkait, auditor harus memisahkan pengujian ke dalam kategori berikut: Melaksanakan prosedur analitis Memverifikasi akuisisi tahun berjalan Memverifikasi pelepasan atau pembuangan tahun berjalan Memverifikasi saldo akhir akun aktiva Memverifikasi beban penyusutan Memverifikasi saldo akhir akumulasi penyusutan

Melaksanakan prosedur Analitis Jenis prosedur analitis tergantung pada sifat operasi klien. Sebagian prosedur analitis yang tipikal menilai kemungkinan salah saji yang material dalam beban penyusutan dan akumulasi penyusutan.

Memverifikasi Akuisisi Tahun Berjalan Perusahaan harus mencatat penambahan selama tahun berjalan dengan benar karena aktiva memiliki pengaruh jangka panjang terhadap laporan keuangan. Auditor menggunakan tujuh dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo sebagai kerangka referensi bagi pengujian atas rincian saldo: eksistensi, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, pisah batas, detail tie-in, serta hak dan kewajiban. Pengujian audit aktual dan ukuran sampel sangat tergantung pada salah saji yang dapat ditoleransi, risiko inheren, dan penilaian risiko pengendalian. Salah saji yang dapat ditoleransi merupakan hal yang penting untuk memverifikasi penambahan tahun berjalan karena transaksi tersebut bervariasi dari jumlah yang tidak material dalam beberapa tahun hingga sejumlah besar akuisisi yang signifikan dalam tahun lainnya. Skedul yang tipikal memuat daftar setiap penambahan secara terpisah dan mencantumkan tanggal akuisisi, vendor, deskripsi, notasi apakah barang tersebut baru atau bekas, umur aktiva untuk tujuan penyusutan, metode penyusutan, dan biaya atau bekas, umur
6

aktiva untuk tujuan penyusutan, metode penyusutan, dan biaya atau harga perolehannya. Pengujian audit yang paling umum untuk memverifikasi penambahan adalah memeriksa faktur vendor. Auditor harus waspada terhadap kemungkinan kelalaian klien untuk mencantumkan biaya transportasi dan instalasi yang material sebagai bagian dari biaya akuisisi aktiva, serta kelalaian untuk mencatat dengan benar tukar tambah peralatan yang ada. Jika kebijakan kilen adalah membebankan akuisisi yang lebih kecil dari jumlah secara otomatis, seperti $1000, auditor harus memverifikasi bahwa kebijakan tersebut ditaati pada tahun berjalan. Auditor juga harus memverifikasi transaksi yang tercatat menyangkut ketepatan klasifikasinya. Dalam beberapa kasus, jumlah yang tercatat sebagai peralatan manufaktur harus diklasifikasikan sebagai peralatan kantor atau sebagai bagian dari bangunan. Pengendalian internal yang buruk terhadap pembuatan dokumen, dapat menimbulkan misklasifikasi transaksi pengeluaran yang signifikan. Biasanya klien mencantumkan transaksi yang harus dicatat sebagai aktiva dalam beban reparasi dan pemeliharaan, beban lease, perlengkapan, peralatan kecil, dan akun-akun serupa. Salah saji dapat saja berasal dari kurangya pemahaman terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum atau keinginan klien untuk menghindari pajak penghasilan. Jika auditor menyimpulkan jenis salah saji yang material ini mungkin terjadi, mereka harus memvouching jumlah yang lebih besar yang didebet ke akun beban.

Memverifikasi Pelepasan Tahun Berjalan Transaksi yang melibatkan pelepasan peralatan manufaktur sering kali disalahsajikan apabila pengendalian internal perusahaan tidak memiliki metode formal. Jika klien lalai mencatat pelepasan, biaya awal akun peralatan manufaktur akan dinyatakan terlalu tinggi, dan nilai buku bersih akan dinyatakan terlalu tinggi hingga aktiva telah disusutkan sepenuhnya. Metode formal untuk menelusuri pelepasan dan provisi menyangkut otorisasi yang tepat atas penjualan atau pelepasan peralatan manufaktur lainnya akan membantu mengurangi risiko salah saji. Juga harus ada verifikasi internal yang memadai atas pelepasan yang tercatat untuk memastikan bahwa aktiva telah dihapus dengan benar dari catatan akuntansi. Titik awal untuk memverifikasi pelepasan adalah skedul klien yang berisi catatan tentang pelepasan itu. Skedul tersebut umumnya mencantumkan tanggal kapan aktiva dilepas atau dibuang, nama orang atau perusahaan yang mengakuisisi aktiva, harga jual, biaya awal, tanggal akuisisi, dan akumulasi penyusutan. Pengujian detail tie-in atas skedul yang mencatat
7

pelepasan diperlukan, termasuk memfooting skedul, menelusuri total pada skedul ke pelepasan yang tercatat dalam buku besar umum, serta menelusuri biaya dan akumulasi penyusutan pelepasan ke file induk properti. Prosedur berikut seringkali digunakan untuk memverifikasi pelepasan:

Mereview apakah aktiva yang baru diakuisisi menggantikan aktiva yang ada Menganalisis keuntungan dan kerugian atas pelepasan aktiva dan pendapatan ruparupa yang diterima dari pelepasan aktiva

Mereview modifikasi pabrik dan perubahan lini produk, pajak properti, atau cakupan asuransi untuk indikasi penghapusan peralatan

Melakukan tanya-jawab dengan manajemen dan personil produksi mengenai kemungkinan pelepasan aktiva Ketika suatu aktiva dijual atau dibuang begitu saja tanpa ditukar dengan aktiva

pengganti, keakuratan transaksi dapat diverifikasi dengan memeriksa faktur penjualan terkait dan file induk properti. Auditor harus membandingkan biaya dan akumulasi penyusutan yang ada dalam file induk dengan ayat jurnal yang tercatat dalam jurrnal umum serta menghitung kembali keuntungan atas kerugian atas pelepasan aktiva. Jika terjadi tukar tambah aktiva dengan aktiva pengganti, auditor harus memastikan bahwa aktiva yang baru dikapitalisasi dan aktiva yang digantikan dihapus secara layak dari catatan, dengan mempertimbangkan nilai buku aktiva yang ditukar tambah dan biaya tambahan aktiva yang baru.

Memverifikasi Saldo Akhir Akun Aktiva Dua tujuan auditor mengaudit peralatan manufaktur termasuk menentukan bahwa: 1. Semua peralatan yang tercatat ada secara fisik pada tanggal neraca (eksistensi) 2. Semua peralatan yang dimiliki telah dicatat (kelengkapan) Ketika merancang pengujian audit untuk memenuhi tujuan tersebut, pertama auditor mempertimbangkan sifat pengendalian internal terhadap peralatan manufaktur. Auditor mampu menyimpulkan bahwa pengendalian cukup kuat untuk memungkinkannya bergantung pada saldo yang dicatat dari tahun sebelumnya. Pengendalian yang penting meliputi penggunaan file induk untuk setiap aktiva tetap, pengendalian fisik yang memadai terhadap aktiva yang mudah dipindahkan penulisan nomor identifikasi ke setiap aktiva tetap, serta perhitungan fisik periodik atas aktiva tahu departemen akuntansi tentang semua pelepasan aktiva tetap juga merupakan pengendalian yang penting.
8

Langkah audit yang pertama berkenaan dengan tujuan detail tie-in: Peralatan manufaktur, seperti yang tercantum dalam file induk, sama dengan buku besar. Memeriksa printout file induk untuk melihat bahwa totalnya sama dengan slado buku besar. Setelah menilai risiko pengendalian untuk tujuan eksistensi, auditor memutuskan apakah perlu memverifikasi eksistensi setiap item peralatan manufaktur yang tercantum dalam file induk. Jika terdapat kemungkinan yang besar bahwa aktiva tetap yang hilang sampel dari file induk dan memeriksa aktiva aktual. Biasanya auditor tidak perlu menguji keakuratan atau klasifikasi aktiva tetap yang dicatat pada periode sebelumnya karena sudah diverifikasi dalam audit sebelumnya kadang mungkin memiliki peralatan manufaktur di tangan yang tidak lagi digunakan dalam operasi. Jika jumlahnya material, auditor harus mengevaluasi apakah peralatan itu harus dicatat pada nilai realisasi bersih (tujuan nilai realisasi) atau setidaknya diklasifikasikan secara terpisah sebagai peralatan nonoperasi. Pertimbangan utama dalam memverifikasi pengungkapan yang terkait dengan aktiva tetap adalah kemungkinan adanya rintangan hukum. Auditor dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan apakah peralatan manufaktur terbebani, termasuk:

Membaca syarat-syarat dalam perja njian pinjaman dan kredit Mengirimkan permintaan konfirmasi pinjaman kepada bank dan institusi pemberi pinjaman lainnya

Melakukan diskusi dengan klien atau mengirimkan surat ke penasihat hukum

Memverifikasi Beban Penyusutan Jika beban penyusutan berjumlah material, akan diperlukan lebih banyak pengujian yang terinci atas beban penyusutan ketimbang untuk akun yang telah diverifikasi melalui pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang paling penting untuk beban penyusutan adalah keakuratan. Dalam menentukan hal yang pertama, auditor harus mempertimbangkan empat aspek: 1. Umur manfaat akuisisi periode berjalan 2. Metode penyusutan 3. Estimasi nilai sisa 4. Kebijakan penyusutan aktiva dalam tahun akuisisi dan disposisi

Kebijakan klien dapat ditentukan melalui diskusi dengan personil yang berwenang dan membandingkan responsnya dengan informasi yang ada dalam file permanen auditor. Dalam memutuskan kelayakan umur manfaat yang dibebankan ke aktiva yang baru saja diakuisisi, auditor harus memperttimbangkan umur fisik aktiva, umur yang diharapkan, dan kebijakan perusahaan yang ditetapkan menyangkut pertukaran peralatan. Metode yang berguna untuk mengaudit penyusutan adalah pengujian prosedur analitis atas kelayakan yang dilakukan dengan mengalikan aktiva tetap yang belum disusutkan dengan tingkat penyusutan tahun tersebut. Dalam melakukan perhitungan tersebut, auditor harus membuat penyesuaian yerhadap penambahan dan pelepasan tahun berjalan, aktiva dengan umur yang berbeda, dan aktiva dengan metode penyusutan yang berbeda. Jika pengujian kelayakan secara keseluruhan tidak dapat dicapai, biasanya diperlukan pengujian yang lebih terinsi. Auditort akan menghitung kembali beban penyusutan atas aktiva tertentu untuk menentukan apakah klien mengikuti kebijakan penyusutan yang benar dan konsisten. Agar relevan, perhitungan yang terinci harus dikaitkan dengan perhitungan total penyusutan dengan memfooting beban penyusutan pada file ninduk properti dan merekonsiliasi totalnya ke buku besar umum. Auditor membandingkan informasi yang diperoleh melalui pengujian audit atas akun beban penyusutan dengan informasi yang diungkapkan dalam catatan kaki guna memastikan informasi yang disajikan konsisten dengan metode aktual dan asumsi yang digunakan untuk menghitung serta mencatat penyusutan. Pendebetan ke akumulasi penyusutan biasanya diuji sebagai bagian dari audit atas pelepasan aktiva, sementara kredit diverifikasi sebagai bagian dari beban penyusutan.

Memverifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan Pendebetan ke akumulasi penyusutan biasanya diuji sebagai bagian dari audit atas pelepasan aktiva, sementara kredit diverifikasi sebagai bagian dari beban penyusutan. Dua tujuan yang biasanya ditekankan dalam audit atas saldo akhir akumulasi penyusutan adalah: 1. Akumulasi penyusutan yang dinyatakan pada file induk properti sama dengan buku besar umum. Tujuai ini dapat dipenuhi dengan menguji footing akumulasi penyusutan dalam file induk properti dan menelusuri totalnya ke buku besar umum 2. Akumulasi penyusutan dalam file induk sudah akurat

10

B. AUDIT BEBAN DIBAYAR DI MUKA Beban dibayar di muka, beban yang ditangguhkan, dan aktiva berwujud . Hal tersebut termasuk:

Sewa dibayar dimuka Biaya organisasi Pajak dibayar di muka Paten Asuransi dibayar dimuka Merek dagang Beban yang ditangguhkan Hak cipta

Pengendalian Internal Pengendalian internal untuk asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu: 1. Pengendalian terhadap akuisisi dan pencatatan asuransi, 2. Pengendalian terhadap register asuransi, 3. Pengendalaian terhadap penghapusan beban asuransi. Pengujian Audit Pengujian atas saldo akun beban yang umumnya diperlukan mencakup prosedur analitis dan pengujian untuk memastikan bahwa semua pembebanan beban asuransi berasal dari kredit asuransi dibayar di muka. Biasanya auditor melakukan prosedur analitis berikut untuk asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi: 1. Membandingkan total asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dengan tahun sebelumnya, 2. Menghitung rasio asuransi dibayar di muka terhadap beban asuransi dan membandingkannya dengan tahun sebelumnya, 3. Membandingkan setiap cakupan polis asuransi pada skedul asuransi yang diperoleh dari klien dengan skedul tahun sebelumnya sebagai pengujian atas eliminasi polis tertentu atau perubahan cakupan asuransi, 4. Membandingkan saldo asuransi dibayar di muka yang dihitung selama tahun berjalan atas dasar polis per polis dengan yang ada pada tahun sebelumnya sebagai pengujian terhadap kesalahan perhitungan,
11

5. Mereview cakupan asuransi yang tercantum pada skedul asuransi dibayar di muka dengan pejabat klien yang berwenang atau broker asuransi menyangkut kememadaian cakupan. Auditor tidak boleh menjadi pakar asuransi, tetapi pemahaman auditor mengenai akuntansi dan penilaian aktiva sangat diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak diasuransikan terlalu rendah.

Prosedur audit lainnya, yang hanya harus dilakukan apabila ada alasan khusus untuk melakukannya. Pengujian tersebut menggunakan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo untuk melaksanakan pengujian atas rincian saldo aktiva, pembahasannya: 1. Polis asuransi dalam skedul asuransi dibayar di muka memang ada dan polis yang ada telah dicantumkan (eksistensi dan kelengkapan), 2. Klien memiliki hak atas semua polis asuransi dalam skedul asuransi dibayar di muka (hak), 3. Jumlah dibayar di muka pada skedul sudah tepat dan totalnya sudah dijumlahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum (keakuratan dan detail tie-in), 4. Beban asuransi yang berhubungan dengan asuransi dibayar di muka telah diklasifikasikan dengan benar (klasifikasi), 5. Transaksi asuransi telah dicatat pada periode yang benar (pisah batas).

C.

AUDIT KEWAJIBAN AKRUAL Kewajiban akrual merupakan estimasi kewajiban yang belum dibayar atas jasa dan manfaat yang telah diterima sebelum tanggal neraca. Kewajiban akrual diantaranya seperti: 1. Gaji akrual 2. Pajak gaji akrual 3. Bonus pejabat akrual 4. Komisi akrual 5. Fee profesional akrual 6. Sewa akrual 7. Bunga akrual

Penekanan dalam pengujian harus diberikan pada kewajiban pajak properti akhir dan pembayaran. Ketika auditor memverifikasi pajak properti, kedelapan tujuan audit yang

12

berkaitan dengan saldo kecuali nilai realisasi bersifat relevan. Berikut dua yang terpenting adalah: 1. Properti yang ada pada skedul akrual sudah tepat untuk mengakrualkan pajak 2. Pajak properti telah dicatat secara akurat. Auditor sering memulai audit dengan memperoleh jadwal pembayaran pajak properti dari klien kemudian membandingkan pembayarannya dengan tahun - tahun sebelumnya untuk menentukan apakah seluruh pembayaran tercantum dalam jadwal. Setelah yakin semua tercantum, auditor mengevaluasi kewajaran nilai pajak masing - masing properti untuk mengestimasi nilai akrualnya. Auditor dapat menghitung ulang porsi dari keseluruhan pajak yang diterapkan pada tahun berjalan untuk masing - masing properti. Hal yang paling diperhatikan adalah penggunaan porsi yang sama untuk masing - masing pembayaran untuk mengakrual pembayaran yang digunakan pada tahun - tahun sebelumnya sampai ada kondisi yang dibenarkan untuk melakukan perubahan.

D.

AUDIT AKUN LABA DAN BEBAN Ditujukan untuk menentukan apakah perkiraan-perkiraan pendapatan dan beban dalam

laporan keuangan disajikan dengan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan setiap total pendapatan dan beban yang tercakup pada laporan rugi laba maupun laba bersih tidak salah saji secara material. Dengan mempertimbangkan tujuan dari laporan laba, perlu diperhatikan bahwa : 1. Penandingan pendapatan dan beban periodik merupakan hal yang penting untuk penentuan yang pantas dari hasil operasi. 2. Penerapan prinsip-prinsip akuntansi dengan konsisten untuk periode yang berbeda merupakan hal yang penting untuk perbandingan. Pendektan untuk Mengaudit Akun Laba dan Beban Pendekatan yang digunakan untuk mengaudit akun tersebut adalah:

Prosedur analitis Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi Pengujian atas rincian saldo

13

Prosedur Analitis Prosedur analitis Kekeliruan yang mungkin

Bandingkan beban secara individu dengan Lebih saji dan kurang saji suatu saldo tahun sebelumnya. Bandingkan aktiva secara individu dan dalam suatu perkiraan beban. Lebih saji dan kurang saji perkiraan neraca yang juga akan mempengaruhi perkiraan rugi-laba. secara individu Salah saji beban dan oerkiraan neraca lainnya yang berhubungan.

kewajiban tahun sebelumnya. Bandingkan beban-beban

dengan anggaran.

Bandingkan persentase margin bruto dengan Salah saji harga pokok penjualan dan tahun sebelumnya. Bandingkan rasio perputaran persediaan. persediaan Salah saji harga pokok penjualan dan persediaan.

dengan tahun sebelumnya.

Bandingkan beban asuransi dibayar di muka Salah saji beban asuransi dan asuransi dengan tahun sebelumnya. dibayar di muka.

Bandingkan beban komisi dibagi penjualan Salah saji beban komisi dan komisi yang dengan tahun sebelumnya. terhutang. saji beban manufaktur secara

Bandingkan beban manufaktur secara individu Salah

dibagi total beban manufaktur dengan tahun individu dan perkiraan neraca lainnya yang sebelumnya. berhubungan.

Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi keduanya memiliki pengaruh dalam pelaksanaan verifikasi perkiraan neraca dan perkiraan operasi secara bersamaan. Pengujian Atas Rincian Saldo Analisis Beban Analisa akun beban melibatkan pemeriksaan terhadap dokumentasi yang mendasari transaksi secara individu dan jumlah yang membentuk total perkiraan beban tertentu. Sringkali auditor menganalisa transaksi akun beban sebagai bagian dari verifikasi aktiva yang terkait. Dalam pengujian ini, auditor biasanya menganalisa:
14

Akun beban Perbaikan dan pemeliharaan untuk menentukan apakah terdapat kekeliruan termasuk fixed assets Beban sewa sebagai bagian dari pemeriksaan sewa akrual atau sewa dibayar dimuka Beban asuransi sebagai bagian dari pengujian asuransi dibayar dimuka.

Pengujian Atas Rincian Saldo - Alokasi Alokasi merupakan hal penting karena alokasi menentukan apakah suatu pengeluaran tertentu merupakan aktiva atau beban tahun berjalan. Dalam pengujian atas alokasi dari pengeluaran seperti asuransi dibayar di muka dan overhead pabrik, dua pertimbangan yang paling penting adalah ketaatan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum dan konsistensi dengan periode sebelumnya. Dua jenis prosedur audit terpenting untuk alokasi adalah pengujian kewajaran keseluruhan dan perhitungan kembali hasil-hasil perhitungan klien. Cara yang sering digunakan adalah melakukan pengujian-pengujian ini sebagai bagian dari audit perkiraan aktiva dan kewajiban yang terkait.

15