Anda di halaman 1dari 6

Pendahuluan Proses repoduksi manusia merupakan sesuatu hal yang sangat rumit dan penuh misteri.

Berdasarkan data yang ada, maksimal fekunditas manusia (kemungkinan terjadinya konsepsi dalam satu siklus haid) adalah sekitar 30% (1). Hanya sekitar 0!"0% konsepsi terse#ut yang #erhasil melampaui usia kehamilan $0 minggu (1). %edangkan & % dari kelompok yang gagal menjadi hamil ternyata dise#a#kan oleh karena gagal menjalani proses implantasi (1). 'egagalan implantasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi sukar meningkatnya angka kehamilan pada fertilisasi in(itro ()*+) ($). 'e#erhasilan implantasi sangat #ergantung kepada sinkronisasi komunikasi antara proses pertum#uhan em#rio dengan unsur!unsur parakrin dan autokrin dari endometrium (3). Pada makalah ini akan di#ahas mengenai proses #iomolekuler yang terkait dengan proses implantasi. Implantasi Normal Proses implantasi em#rio merupakan tahapan yang sangat penting dalam mendukung ke#erhasilan proses reproduksi manusia. Proses implantasi em#rio mengandung proses #iologi yang sangat unik yang terkait dengan melekatnya em#rio pada permukaan endometrium yang #ertujuan untuk pem#entukkan plasenta, yang kelak merupakan penghu#ung utama antara sirkulasi maternal dengan janin intrauterin. 'e#erhasilan implantasi memerlukan em#rio dengan stadium pertum#uhan yang normal dan tepat ,aktu, endometrium yang reseptif dan komunikasi yang sinkron antara jaringan em#rionik dan jaringan maternal (-). )ertilisasi terjadi di #agian ampula tu#a falopii, $-!-. jam setelah o(ulasi. 'emudian hasil fertilisasi akan mengalami proses pem#elahan sel dan sekaligus melakukan perjalanan menuju uterus. Hasil konsepsi memasuki rongga uterus ketika hasil konsepsi telah mem#elah men/apai tahap morula (1$!1" sel), $!3 hari setelah fertilisasi. %e/ara #ertahap morula akan #erkem#ang menjadi #lastokista yang ditandai dengan adanya sel trofo#las pada permukaannya dan mengandung 0inner /ell mass1. &$ 1

jam setelah em#rio memasuki rongga uterus, em#rio akan ter#e#as dari lapisan 2ona pelusida yang mem#ungkusnya, sehingga sinsitio trofo#las akan #erhadapan langsung dengan lapisan endometrium (1). *mplantasi terjadi kurang le#ih "!& hari setelah fertilisasi3konsepsi terjadi. 4erdapat tiga tahap dalam se#uah proses implantasi em#rio manusia pada permukaan endometrium. 4ahap pertama dise#ut se#agai 0aposisi1, yaitu suatu proses a,al melekatnya #lastokista pada permukaan endometrium. 4ahap ini merupakan tahap orientasi #agi em#rio se#elum melakukan proses implantasi yang le#ih jauh lagi. %ehingga tahap ini dapat dikatakan se#agai se#uah tahap yang masih #elum #elum sta#il. Pada tahap ini mikro(ili permukaan apikal sinsitiotrop#las mulai melekat dengan tonjolan!tonjolan yang terdapat dipermukaan endometrium yang dise#ut se#agai pinopoda (1, -). 4ahap kedua dise#ut se#agai 0adhesi1, yaitu tahap dimana #lastokista melekat le#ih erat lagi dengan pinopoda. Pada tahap ini kutu# em#rionik langsung terarah ke endometrium dan perlekatan menjadi le#ih sta#il dan mantap di#andingkan tahap se#elumnya (1, -). 4ahap terakhir dari proses implantasi adalah yang dise#ut se#agai proses 0in(asi1 trofo#las. Pada tahap ini sinsitiotrofo#las mulai melakukan infiltrasi kedalam jaringan endometrium yang dilanjutkan dengan menem#us lapisan myometrium (in(asi intersisialis) sehingga men/apai arteri spiralis (in(asi endo(askular) (1, -). 4ahap terakhir dari implantasi ditandai dengan adanya kontak yang erat antara trofo#las dan darah maternal.

Reseptivitas endometrium dan peran aktif blastokista 'e#erhasilan implantasi merupakan hasil akhir dari suatu proses interaksi yang kompleks antara endometrium yang telah dipersiapkan dengan #aik se#elumnya dengan #lastokista matur yang datang #erikutnya. 5danya kegagalan sinkronisasi dari proses ini akan #erakhir dengan kegagalan proses implantasi ( ). 6ndometrium yang reseptif atau siap untuk menerima hasil konsepsi #erada pada fase luteal madya atau sekitar hari ke $0 sampai hari ke $- dalam siklus $. hari. Pada

fase ini endometrium dipenuhi oleh pem#uluh darah dan menjadi edematous. 'elenjar endometrium #ersekresi maksimal, dan permukaan endometrium akan dipenuhi oleh tonjolan!tonjolan yang dise#ut se#agai pinopoda. 7alaupun #e#erapa gejala ini dapat dimanfaatkan se#agai indikator untuk se#uah ke#erhasilan kehamilan, namun sampai saat ini masih #elum terkuak se/ara lengkap #agaimana mekanisme yang #erada di#alik ini semua ( , "). 6ndometrium yang reseptif tidak dapat di#entukan dalam ,aktu singkat, namun harus dipersiapkan sejak a,al pem#entukkan endometrium di fase proliferasi dini. Proses pematangan di fase proliferasi endometrium sangat dipengaruhi oleh kadar estradiol yang adekuat di dalam sirkulasi. 'adar estradiol yang optimal ini tidak terlepas dari tahapan pertum#uhan folikulogenesis yang adekuat pula. Pada fase prao(ulasi, di#a,ah pengaruh estradiol, endometrium akan mengalami proses proliferasi dan diferensiasi sel!sel stroma. %etelah terjadi o(ulasi, maka peru#ahan endometrium terutama dipengaruhi oleh progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum. Pada fase ini, progesteron akan mengu#ah endometrium fase proliferasi menjadi fase sekresi. Progesteron yang di#antu oleh faktor!faktor pertum#uhan (gro,th fa/tors), efektor sistem imun, #e#erapa en2im dan sitokin sangat #erperan penting dalam men/iptakan endometrium yang reseptif terhadap hasil konsepsi (#lastokista) ("!.). Pada proses implantasi juga memerlukan #lastokista yang sudah matur dan aktif menghasilkan faktor pertum#uhan dan sitokin. 8nsur!unsur kimia,i ini sangat diperlukan se#agai mediator komunikasi antara #lastokista dan endometrium (-, &). )aktor!faktor lain yang #erperan penting terhadap proses implantasi adalah leukemia inhi#iting fa/tor (9*)), transforming gro,th fa/tor : (4;) :), 4;) <, platelet! deri(ed gro,th fa/tor 1 (P=;)!1), insulin!like gro,th fa/tor ** (*;) **), /olony! stimulating fa/tor 1 (>%)!1), interleukin!1, interleukin!", prostaglandin 6$ dan platelet a/ti(ating fa/tor (P5)) ($, 3, &). Pada proses in(asi trofo#las, dijumpai pula peningkatan kadar en2im protease. 6n2im protease terse#ut adalah matri? metalloproteinase!@ (AAP!@) atau AAP!3 dan kaptesin B dan 9 ($, &). =isamping itu #e#erapa 2at kimia,i tertentu dapat pula #ermanfaat dalam mempertahankan kelangsungan kehamilan agar tidak terjadi kegagalan kehamilan. Bat

kimia,i terse#ut antara lain adalah faktor hormonal (estrogen dan progesteron), leukemia inh#iting fa/tor (9*)) dan prostanoid ($, &). Hormon Steroid 4erdapat $ jenis hormon steroid yang penting untuk mem#antu proses implantasi dan mempertahankan kehamilan. 'edua hormon terse#ut adalah estradiol dan progesteron. Hormon lain seperti androgen dilaporkan tidak memiliki kaitan erat dengan implantasi, namun penting untuk diferensiasi seksual pada pria (1, &). Prostaglandin 'onsentrasi prostaglandin pada desidua dari kehamilan muda memang le#ih rendah jika di#andingkan dengan kadar prostaglandin pada endometrium ,anita yang sedang tidak hamil. Hal ini sangat penting mengingat pem#erian prostaglandinC intra(ena, intra! amniotik atau intra (aginaC dapat menye#a#kan terjadinya a#ortus (1, &). 'adar prostaglandin yang rendah pada ,anita hamil dise#a#kan oleh karena pengaruh pengham#atan progesteron terhadap sintesis prostaglandin (1, &). Faktor imunologik )aktor imunologik sangat #erperan penting di dalam mem#antu ke#erhasilan proses implantasi dan mempertahankan kelangsungan kehamilan. 'arena jika tidak terdapat peru#ahan sistem imunologik, maka se/ara logika umum seharusnya setiap hasil konsepsi akan ditolak untuk melakukan proses implantasi mengingat hasil konsepsi merupakan produk yang #ersifat semi!alograf (1, $, &). 4erdapat #e#erapa teori yang diajukan terkait dengan toleransi sistem imun tu#uh terhadap proses implantasi dari #lastokista yang #ersifat semi!alograf terse#ut, antara lain adalah, trofo#las tidak mengekspresikan molekul major!histo/ompati#ility /omple? (AH>) klas **, namun trofo#las hanya memiliki human leu/o/yte antigen (H95)!; yang merupakan molekul AH> klas *, pada saat proses implantasi. H95 tipe ini sangat penting untuk ter#entuknya inhi#itory imunoglo#ulin!like trans/ript -, yang merupakan reseptor H95!; yang #erada di makrofag dan sel limfosit natural killer (D'). =isamping itu interleukin!10 juga merupakan sitokin yang mampu mengham#at respons reaksi

penolakan oleh limfosit. Progesteron, merupakan hormon steroid penting dalam pem#entukkan progesterone!indu/ed #lo/king fa/tor (P*B)) yang #erperan se#agai pengham#at akti(itas sel D' pada saat proses implantasi dan hamil muda. %istem komplemen >rry juga terli#at dalam proses implantasi dan kehamilan muda. =ari penelitian yang dilakukan terhadap men/it, didapatkan data #ah,a trofo#last juga mengeluarkan en2im yang dise#ut dengan indoleamine $!3!dio?ygenase, yang #erperan untuk degradasi triptofan, yang diperlukan untuk proses akti(asi sel limfosit (makrofag). Pada ta#el di#a,ah ini akan ditampilkan rangkuman #e#erapa faktor yang terkait dengan proses implantasi dan penunjang ke#erhasilan kelangsungan kehamilan (1, $, &). 4a#el 1. )aktor!faktor yang mempengaruhi implantasi dan kelangsungan proses kehamilan
)aktor Hormon 8nsur terkait 1&<!6stradiol, Progesteron Human /horioni/ gonadotropin (h>;) Pinopoda, molekul adhesi, musin 9eukemia inhi#iting fa/tor (9*)), Heparin!#inding epidermal gro,th fa/tor (HB!6;)), Hepato/yte gro,th fa/tor (H;)), *nterleukin, +as/ular endothelial gro,th fa/tor (+6;)), Platelet a/ti(ating fa/tor (P5)). *9!1, *9!10, >rry (regulator komplemen) H95!; *ndoleamine $,3!dio?ygenase Proteinase trofo#las, pengham#at dan molekul adhesi )aktor!faktor lain Aatri? metalloproteinases!tissue inhi#itor of matri?metalloproteinases, 'aptesin B dan 9, 'aderin dan *ntegrin %iklooksigenase!$ Eksigen Peran terhadap implantasi Proses proliferasi dan diferensiasi stroma dan epitel endometrium Aempertahankan korpus luteum agar tetap menghasilkan progesteron Aem#antu menangkap dan melekatkan #lastokista pada endometrium. Aem#antu proses diferensiasi dan in(asi trofo#las Aem#antu proses komunikasi (signaling) antara #lastokista dan endometriumC mem#antu proses in(asi, proliferasi dan diferensiasi trofo#lasC mengatur permea#ilitas dan remodeling pem#uluh darah endometrium 'eseim#angan sistem imun Aen/egah deteksi oleh sistem imun =egradasi triptofan, yang penting untuk akti(itas makrofag Aem#antu in(asi trofo#las dan mem#antu mimikri pem#uluh darah trofo#las Aengatur produksi prostaglandin Aengatur keseim#angan proliferasi dan diferensiasi trofo#las

Peru#ahan permukaan epitel endometrium

%itokin dan ;ro,th )a/tors

)aktor imunologik

=aftar pustaka 1. Dor,it2 6F, %/hust =G, )isher %G. *mplantation and the sur(i(al of early pregnan/y. D 6ngl G Aed $001C3- (1@)H1-00!..

$. %taun!Fam 6, %hale( 6. Human tropho#last fun/tion during the implantation pro/ess. Feprod Biol 6ndo/rinol $00 C3H ". 3. %imon >, Aartin G>, Pelli/er 5. Para/rine regulators of implantation. Baillieres Best Pra/t Fes >lin E#stet ;ynae/ol $000C1-( )H.1 !$". -. %imon >, Aartin G>, Aeseguer A, >a#allero!>ampo P, +al#uena =, Pelli/er 5. 6m#ryoni/ regulation of endometrial mole/ules in human implantation. G Feprod )ertil %uppl $000C H-3! 3. . %/hild F9, 'no#lo/h >, =orn >, )immers F, (an der +en H, Hansmann A. 6ndometrial re/epti(ity in an in (itro fertili2ation program as assessed #y spiral artery #lood flo,, endometrial thi/kness, endometrial (olume, and uterine artery #lood flo,. )ertil %teril $001C& ($)H3"1!". ". 5/osta 55, 6l#erger 9, Borghi A, >alamera G>, >hemes H, =on/el ;), 'liman H, 9ema B, 9ustig 9, Papier %. 6ndometrial dating and determination of the ,indo, of implantation in healthy fertile ,omen. )ertil %teril $000C&3(-)H&..!@.. &. 9indhard 5, Bentin!9ey 8, Fa(n +, *slin H, H(iid 4, Fe? %, Bangs#oll %, %orensen %. Bio/hemi/al e(aluation of endometrial fun/tion at the time of implantation. )ertil %teril $00$C&.($)H$$1!33. .. ;oldman %, %hale( 6. =ifferen/e in progesterone!re/eptor isoforms ratio #et,een early and late first!trimester human tropho#last is asso/iated ,ith differential /ell in(asion and matri? metalloproteinase $ e?pression. Biol Feprod $00"C&-(1)H13!$$.

"