Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PARASITOLOGI

Disusun Oleh : BONAFID NALENDRA ATMAJA 201304007 KELAS I A

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

CENDEKIA UTAMA KUDUS


2013/2014

I. II. III.

JUDUL : PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK BAKTERI TANGGAL : 18 Desember 2013 TUJUAN Melakukan Teknik Pewarnaan Sederhana Melakukan teknik pewarnaan gram Melihat bentuk sel bakteri Mengamati bagian sel bakteri

IV. DASAR TEORI Beberapa bentuk bakteri yaitu : Bulat ( Coccus) , Batang ( Bacillus) dan Spiral ( Ulir ). Sel Bakteri sangat Sukar diamati dibawah mikroskop karena tidak berwarna / Transparan. Hal ini di sebabkan karena sitoplasma sel bakteri mempunyai index bias yang hampir sama dengan index bias lingkungan yang bersifat cair. Bentuk-bentuk bakteri yaitu : COCCUS ( yaitu bakteri yang berbentuk bulat seperti bola). Monococcus berupa sel bakteri tunggal Diplococcus 2 sel bakteri kokus berdempetan . Tetracoccus 4 sel bakteri kokus berdempetan membentuk segi 4. Sarkina 8 sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. Steptococcus lebih dari 4 sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Stapilococcus lebih dari 4 sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur. BACILLUS (Kelompok bakteri yang berbentuk batang ) Monobasil berupa sel bakteri basil tunggal. Diplobasil berupa 2sel bakteri basil berdempetan Streptobasil berupa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai.

SPIRAL ( bakteri yang berbentuk lengkung ) Spiral bentuk sel bergelombang Spiroseta bentuk sel bakteri seperti sekrup. Vibrio bentuk sel seperti tanda baca koma.

Faktor faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, pelunturan warna bakteri, substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna, kemudiandicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. Sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam, dan hal ini merupakan yang khas dari suatu spesies. Mikroba sulit dilihat dengan cahaya karena tidak mengadsorbsi atau membiaskan cahaya. Alasan inlah yang menyebabkan zat warna digunakan untuk mewarnai mikroorganisme . Zat warna mengadsorbsi dan membiaskan cahaya sehingga kontras mikroba dengan sekelilingnya dapat ditingkatkan . Langkah- langkah utama teknik Pewarnaan : 1. Pembuatan olesan bakteri, olesan bakteri tidak boleh terlalu tebal atau tipis. 2. Fiksasi dapat dilakukan secara pemanasan atau dengan aplikasi bahan kimia seperti sabun, formalin, fenol. 3. Aplikasi zat warna : tunggal atau lebih dari 1 zat warna. Untuk Memudahkan pengamatan sel bakteri dan bagian bagian sel bakteri yang transparan diperlukan pengecetan. Macam-macam pengecetan bakteri sebagai berikut : 1. Pewarnaan Negatif ( Tidak Langsung ) Tidak mewarnai sel bakteri , tetapi mewarnai latar belakang sel bakteri . Keuntungannya : Menghasilkan gambaran sel bakteri lebih jelas, bentuk dan ukuran tampak jelas. Pewarnaan yang digunakan : Eosin, Nigrosi.

2. Pewarnaan Sederhana Hanya menggunakan satu macam zat pewarna. Keuntungan : Dapat untuk membedakan bakteri dan yang bukan bakteri dan untuk melihat bakteri. Pewarnaan yang digunakan : Safranin, Metilen blu, Karbol fuksin, Crystal Violet 3. Pewarnaan Gram / Pewarnaan Differensial Menggunakan lebih dari satu zat pewarnaan Keuntungannya : Dapat membedakan antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif Bakteri Gram Positif : Dapat menahan pelunturan pewarna gram C sehingga warna akhir yang dihasilkan adalah warna UNGU. Bakteri Gram Negatif : Tidak dapat menahan pelunturanpewarnagram C sehingga warna terakhir yang dihasilkan adalah warna terakhir yang dihasilkan adalah warna MERAH. Pewarna yang digunakan :Pewarnaan Gram. 4. Pewarnaan khusus Digunakan untuk mewarnai bagian-bagian sel bakteri, misalnya : Dindingsel, Granula Kapsula Flagella Endospora Peluntur cat yang digunakan untuk mendapat kontras yang baik pada bayangan mikroskop antara lain: Bahan peluntur untuk lemak: air, aceton, alcohol Bahan peluntur untuk cat basa: HCl, H2SO4, HNO3, dsb. Bahan peluntur untuk cat asam: KOH encer, sabun Garam - garam logam berat: AgNo3, CuSo4, dsb. Garam- garam logam ringan: Na2SO4, MgSo4, dsb. (Tim bakteriologi umum, 2005)

V.

ALAT BAHAN 1. ALAT : Obyek Glass Deglass Nyala bunsen Pipet Tetes Beaker Glass Mikroskop Batang Ose LAF Inkubator 2. BAHAN : - Parafin Liquid - Alkohol 70 % - Metylen Blue - Bakteri Murni

: 3 Buah : 3 Buah : 1 Buah : 3 Buah : 3 buah : 1 Buah : 3 Buah : 1 Buah : 1 Buah

Escherichia coli Bacillus subtilis Staphyllococcus aureus - PDA - PCA - Endo Agar ( merah)

VI.

CARA KERJA A. Penanaman Bakteri Siapkan biakan murni bakteri dari agar Miring yang berumur 24-48 jam . Bakteri yang diamati : Bakteri Bacillus Subtilis, E.coli , Stapyllococcus aureus Mengambil 1 petridish yang berisi media PCA dan test tube yang berisi bakteri Staphylococcus aureus Melakukan penanaman bakteri Staphylococcus aureus pada media PCA didalam Enkas LAF secara aseptis Mengambil 1 petridish yang berisi media PDA dan test tube yang berisi bakteri Bacillus subtilis Melakukan penanaman bakteri Bacillus subtilis pada media PDA didalam Enkas LAF secara aseptis Mengambil 1 petridish yang berisi media Endo Agar dan test tube yang berisi bakteri E . coli Melakukan penanaman bakteri E. Coli pada media Endo agar didalam Enkas LAF secara aseptis Bungkus kembali dengan kertas baru. Inkubasi dalam incubator suhu 370 C selama 24 jam Amati koloni yang tumbuh secara kualitatif

1.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

B. Pengamatan Mikroskopik 1. Siapkan Obyek glass, bersihkan dengan alkohol 70% dengan kapas lalu panaskan diatas nyala bunsen sampai kering. 2. Siapkan biakan murni bakteri dari agar Miring yang berumur 24-48 jam . Bakteri yang diamati : Bakteri Bacillus Subtilis, E. coli , Stapyllococcus Aureus. 3. Ambil 1 ose biakan murni yang sudah disiapkan dengan ose bulat yang sudah dipijarkan pada nyala bunsen. letakkan pada obyek glass tambahkan pewarna metilen blue diamkan kira-kira 20 detik 4. Bersihkan dengan aquadestilla sampai zat warna hilang. 5. Diangin-anginkan lalu preparat ditetesi parafin liquid 1 tetes, tutup dengan deglass. 6. Amati dengan mikroskopik perbesaran 10x : 40x : 100x,

VII. HASIL/ PENGAMATAN Hasil Pengamatan Dari Penanaman Bakteri A. Penanaman Bakteri PDA ( Bacillus Subtilis)

PCA ( Staphylococcus aereus)

Endo Agar ( Echerichia coli)

B. Pengamatan Bakteri 1. Bakteri E.coli Berbentuk bacil tetapi ujungnya melingkar. termasuk bakteri gram negatif karena dinding selnya berwarna merah

2.

Bakteri Staphylococcus Aureus

Berbentuk coccus yang melekat membentuk Anggur karena termasuk dalam Staphylococcus - Staphylococcus

3.

Bakteri Bacillus Subtilis

Berbentk Bacillus , Dinding Sel berwarna Ungu berarti termasuk bakteri gram Positif. - Diplobascil - streptobacil

VIII. Kesimpulan Setelah melakukan pengamatan mikro Bakteri. Akhirnya saya mengetahui bentuk asli daripada re-kultur tersebut. E. Coli berbentuk bacil, Staphylococcus Aureus berbentuk bulat, Bacillus Subtilis berbentuk bacil. Serta bentuk dan warna daripada bakteri gram positif UNGU dan bakteri gram negatif MERAH.