Anda di halaman 1dari 2

BAB V SEJARAH GEOLOGI

Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Kala Pliosen bawah bagian bawah sekitar 9 juta tahun yang lalu, dimana diawali dari aktivitas vulkanik dari gunungapi Lompobattang. Aktivitas vulkanik tersebut terdiri dari erupsi yang bersifat eksplosif ledakan! dan erupsi yang bersifat effusif lelehan!. "rupsi yang bersifat eksplosif ledakan! dari gunungapi Lompobattang mengeluarkan material#material vulkanik mulai dari yang berukuran halus hingga yang berukuran kasar berangkal!. $aterial#material yang berukuran kasar hingga halus tersebut mengalami mekanisme transportasi melalui udara dan kemudian terendapkan pada daerah yang tidak jauh dari sumber erupsi, membentuk satuan batuan breksi vulkanik. Satuan batuan ini beranggotakan breksi vulkanik itu sendiri dan terendapkan pada lingkungan darat. Setelah pembentukan breksi vulkanik ini pada Kala Pliosen bawah atau sekitar %,& juta tahun yang lalu, maka terjadi proses tektonik oleh gaya kompresi berarah timur Laut ' (arat )aya yang menyebabkan terjadinya struktur geologi berupa lipatan pada satuan breksi vulkanik. *amun karena gaya kompresi tadi menekan terus menerus hingga melebihi tingkat elastisitas batuan maka satuan breksi vulkanik ini mengalami pengkekaran dan akhirnya terjadinya sesar geser "relembang dan sesar turun $alenteng.

+,

++

Selanjutnya pada Kala Pliosen atas setelah terjadinya sesar geser "relembang dan sesar turun $alenteng kembali terjadi ledakan yang bersifat eksplosif namun yang di keluarkan berupa materian material pyroklastik halus sehingga material ini terendapkan. Adapun sebelum proses pengendapannya material ini mengalami proses transportasi melalui media udara dan terendapkan tidak jauh dari sumber erupsi membentuk batuan pyriklastik berupa tufa. Satuan ini beranggotakan tufa itu sendiri dan lingkungan pengendapannya adalah darat. Periode selanjutnya pada kala pliosen atas yaitu proses erupsi yang bersifat effusif lelehan! dimana material yang dikeluarkan berupa lava membentuk satuan lelehan andesit yang di endapkan di daerah darat. Setelah pembentukan lava andesit pada karena pengaruh dari sesar geser "relembang, maka lelehan andesit ini juga mengalami dampak pensesaran yang berarah -imurlaut#(aratdaya. .leh karena adanya rekahan pada satuan lelehan andesit pada kala pliosen akhir maka magma yang bersifat intermedit menerobos membentuk dike porfiri dasit dan di ikuti oleh intrusi magma asam yang tubuh intrusinya mengikuti sebahagian besar arah sesar geser "relembang membentuk intrusi porfiri trakit. $enjelang awal Kala Plistosen daerah penelitian kembali berangsur# angsur mengalami proses geomorfologi yaitu berupa proses denudasional yang terdiri atas proses erosi, pelapukan dan sedimentasi di beberapa tempat pada daerah penelitian. )ari proses tersebut akan mengontrol pembentukan bentang alam denudasional pada daerah penelitian. Proses ini terus berlangsung sampai sekarang.