Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak-anak adalah salah satu rentang yang menjadi area keperawatan.

Anak yang karena hal tertentu harus menjalani perawatan di rumah sakit atau disebut dengan hospitalisasi mengalami suatu perubahan-perubahan dalam dirinya. Perubahan dalam diri anak bersifat fisik maupun psikis. Anak akan mengalami stres sebagai efek dari hospitalisasi karena lingkungan asing. Perasaan yang sering muncul pada anak adalah cemas, takut, marah dan merasa bersalah. Reaksi yang ditunjukkan setiap anak akan berbeda-beda sesuai dengan rentang tumbuh kembang anak. elisah dan cemas adalah salah satu manifestasi stres yang dapat dilihat dari reaksi seorang anak. Pada usia pra-remaja !""-"# tahun$ anak akan lebih senang terlibat sosialisasi dengan teman sebaya dibandingkan orang tua !soetjiningsih,%&&'$. (osialisasi yang merupakan salah satu tugas perkembangan anak akan terganggu dengan hospitalisasi. )erpisah dari teman atau kelompok bermain misalnya grup sepakbola, game, dan sejenisnya adalah masalah yang timbul dari hospitalisasi. (esuai dengan tahap perkembangannya anak identik dengan dunia bermain. Bermain adalah cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak akan berkatakata, belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan melakukan apa yang dapat dilakukan, dan mengenal waktu, jarak, serta suara !*ong, %&&&$. )erapi bermain dapat menjadi cara menurunkan strres pada anak. +ubungan perawat dan anak yang baik akan membuat suatu sistem kepercayaan anak terhadap perawat yang berujung pada kelancaran dalam memberikan perawatan kepada anak.

B. )ujuan )ujuan ,mum .enekan kecemasan pada anak selama proses hospitalisasi )ujuan /husus ". .endekatkan hubungan perawat dengan pasien %. .embuat pasien kooperatif dalam pemeriksaan dan tindakan 0. .emberikan media rekreasi bagi anak #. .elanjutkan tahap tumbuh kembang anak 1. (asaran (asaran dari terapi bermain ini adalah seorang pasien anak laki-laki usia "# tahun dengan gagal ginjal kronis.

BAB II DESKRIPSI KASUS A. /arakteristik (asaran Pra-remaja adalah masa dimana anak lebih tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan sosialisasi, khususnya dengan sebaya. Pra-remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah dibanding pada masa kanak-kanak. 2lahraga, musik, game menjadi kegiatan yang lebih sering dilakukan pada masa ini. .eninggalkan masa kanak-kanak tidak berarti membuat anak pra-remaja meninggalkan masa bermain sama sekali. Permaianan yang disukai oleh anak praremaja lebih kepada permaianan yang melibatkan interaksi dengan sebaya. .asa transisi ini membuat remaja rawan terhadap stres, salah satunya proses hospitalisasi yang membatasi sosialisasinya. /ompetisi dan kerjasama adalah karakteristik permainan pada tahap pra-remaja ini. Permainan yang mengandung unsur sosialisasi dengan sebaya memberikan suasana kerjasama maupun kompetisi !*ong, %&&&$. B. Analisa /asus An.B adalah seorang anak laki-laki berusia "# tahun yang menderita gagal ginjal kronis. An.B baru pertama kali dirawat di rumah sakit sehingga dirinya harus menyesuaikan diri dengan ketidakhadiran teman sebaya untuk bersosialisasi. An.B bersifat pemalu terhadap perawat dan petugas medis lainnya sehingga terkesan menarik diri. Lama perawatan An.B yang cukup lama yaitu sekitar " bulan membuat tugas perkembangan An.B terhenti. (osialisasi sebagai salah satu tugas perkembangan tahap pra-remaja harus tetap dilanjutkan selama proses perawatan di rumah sakit. 1. Prinsip Bermain .enurut )eori ". Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalankan pada anak. %. Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi, singkat dan sederhana. 0. Permainan harus mempertimbangkan keamanan anak. #. Permainan harus melibatkan rentang usia yang sama

3. .endapatkan persetujuan anak dan orang tua 4. /arakteristik Permainan .enurut )eori !*ong, %&&&$ 5 /arakteristik permainan anak usia praremaja adalah ". Social affective Play - dalam permainan ini, anak merasakan kesenangan dalam berinteraksi dengan orang lain. %. Game - permainan yang menggunakan alat tertentu dan membutuhkan perhitungan. 0. Skill Play - permainan yang meningkatkan ketrampilan motorik kasar dan halus. (emakin sering berlatih, anak akan semakin terampil. #. Competitif play - anak usia sekolah dan remaja menyukai permainan kompetitif termasuk bermain kartu, ular tangga, dan sejenisnya.

BAB III METODOLOGI BERMAIN A. 6udul Permainan ,lar tangga terapeutik B. 4eskripsi Permainan Permaianan ini dilaksanakan dengan melibatkan pasien lain, saudara, atau teman sebaya dalam pelaksanaannya. (etiap pemain akan mendapatkan satu item 7jago8nya yang digunakan untuk berjalan sesuai undian yang didapatkannya. iliran melempar dadu sama setiap anak dan menjalankan 7jago8nya untuk mencapai finish paling dulu. /etentuan-ketentuan permainan atau aturan adalah mengikuti petunjuk yang ada dalam papan ular tangga. Permainan ini dilaksanakan saat anak tidak sedang mendapatkan program terapi lain. 1. )ujuan Permainan ". .engurangi dampak hospitalisasi %. .embina hubungan saling percaya antara anak dan perawat 0. .elanjutkan tahap tumbuh kembang sosialisasi #. .elanjutkan tahap tumbuh kembang intelektual 3. .eningkatkan kreatifitas anak 9. .anfaat terapeutik sebagai distraksi saat anak mengalami kecemasan '. .enyalurkan kebutuhan rekreasi anak :. .eningkatkan kemampuan motorik halus anak 4. /eterampilan yang 4iperlukan /eterampilan yang diperlukan oleh perawat adalah komunikasi terapeutik kepada anak. *ujud dari komunikasi terhadap anak adalah dengan berkomunikasi layaknya anak seumurannya, ekspresi wajah yang ceria, dan kemampuan bercerita. (elain itu adalah kemampuan menguasai peraturan dan memberi petunjuk permainan ular tangga.

/eterampilan yang dibutuhkan oleh anak adalah keterampilan intelektual berupa perhitungan dalam melangkah dan pengaturan strategi mencapai finish. /eterampilan bersosialisasi juga dibutuhkan anak dalam berinteraksi dengan lawan mainnya.

;. 6enis Permainan 6enis permainan ini cenderung ke arah social affecti<e play, yaitu mengutamakan keterampilan sosialisasi anak kepada teman sebayanya. Berinteraksi dalam pengaturan giliran main, aturan main, mengingatkan jika keliru adalah wujud keterampilan sosialisasi yang muncul dari permainan ular tangga ini. (elain itu, permaianan ini juga mengandung unsur competiti<e play yang merangsang anak mengatur strategi dan kreatifitas untuk memenangkan permainan. (etiap anak pasti ingin memenangkan pertandingan atau permainan yang diikutinya. 4orongan itu merangsang kreatifitas dan intelegensi anak dalam mengatur strategi. =. Alat yang 4iperlukan Alat yang dipelukan adalah ". (et permainan ular tangga %. 4adu . *aktu Pelaksanaan *aktu pelaksanaan terapi bermain ini pada tanggal "% (eptember %&"0 pukul &>.&& *?B. +. Proses Bermain ". Pembukaan !3 menit$ a. .emberikan salam b. .emperkenalkan diri c. .enjelaskan maksud kedatangan dan tujuan kepada orang tua dan anak %. Pelaksanaan !%& menit$ a. .enjelaskan aturan main kepada anak b. .embagikan jagoan masing-masing anak c. .empersilahkan anak berundi siapa yang jalan terlebih dulu d. .embimbing anak untuk menjalankan jagoannya e. .embimbing anak jika melewati bagian-bagian yang terdapat aturan khusus f. .enjadi wasit permainan

0. ;<aluasi !3 menit$ a. .enanyakan perasaan anak setelah bermain

?. +al-hal yang Perlu 4iwaspadai +al-hal yang perlu diwaspadai dalam proses pelaksanaan terapi bermain ini adalah program medikasi anak, kemampuan daya pikir anak, kondisi psikis anak dan kondisi psikis orang tua yang jika tidak dipertimbangkan akan menjadi stressor tambahan bagi anak. *aktu pelaksanaan juga perlu diwaspadai agar tidak terlalu lama. Permainan yang terlalu lama dikerjakan dapat menyebabkan anak menajdi bosan. 6. Antisipasi .eminimalkan +ambatan Antisipasi yang dipersiapkan adalah bekerjasama dengan orang tua agar orang tua kooperatif sehingga membantu anak dalam membina hubungan saling percaya dengan perawat. /. Pengorganisasian %-# Anak akan dikumpulkan pada satu tempat melingkari papan permainan. Permainan dapat diletakkan di meja, kursi, atau lantai. =asilitator !perawat$ membimbing anak-anak bermain dengan posisi dibelakang anak-anak. =asilitator dapat berpindah-pindah tempat atau tetap.

@ peserta @ perawat

@ papan ular tangga

L. /riteria ;<aluasi ". (truktur ;<aluasi struktur program ini adalah preplaning yang telah disiapkan sebelumnya dan alat-alat yang sudah tersedia dan siap pakai. %. Proses 4urasi program berjalan sesuai rencana awal yaitu "3-0& menit Anak tidak apatis Anak saling berinteraksi <erbal dengan temannya

0. +asil Anak tidak cemas

BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM BERMAIN A. *aktu dan )empat Program bermain ular tangga dilaksanakan pada tanggal "0 (eptember %&"0 pukul "&.0& *?B. Pealaksanaan bertempat di R(,P.4r./ariadi (emarang. B. 4urasi Pada saat memulai acara disampaikan kontrak waktu dengan durasi maksimal 0& menit. Pada menit ke %& peserta sudah menyelesaikan permaianan dan dilanjutkan dengan e<aluasi. 1. Peserta Peserta adalah pasien pra remaja dan usia sekolah yaitu An.B "# tahun dan pasien lain berusia "% dan "0 tahun. Peserta berjumlah # orang dengan # fasilitator. 4. Antisipasi +al yang 4iwaspai Antisipasi yang dilakukan adalah manajemen waktu yang tepat yaitu sekitar jamkunjung karena pada jam-jam tersebut sudah tidak ada program bagi pasien kecuali program situasional. 6enis permainan juga menjadi antisipasi yaitu dengan memilih permainan yang baru namun tidak menjadikan kesulitan bagi peserta. (ebagai contoh, peserta belum pernah memainkan monopoli dan tidak mengetahui cara permainan sehingga dialihkan pada permainan yang sudah dipahami. 4ipilih permainan ular tangga dengan <ariasi baru yang belumpernah dimainkan oleh peserta agar menarikperhatian. Persetujuan orang tua telah didapatkan sebelum melakukan program bermain agar tidak mengganggu proses program bermain. (emua orang tua merasa senang dan mengijinkan anaknya diberikan terapi bermain. ;. Pengorganisasian ruang bermain bangsal anak lantai %,

Peserta yang berjumlah # orang diposisikan duduk menghadap papan ular tangga pada setiap sisinya. =asilitator duduk dibelakang masing-masing anak. =asilitator membimbing anak-anak dalam proses permainan. =. Proses Bermain ". Program bermain dibuka dengan salam dan perkenalan oleh fasilitator serta menyampaikan maksud dan tujuan bermain agar tercapai tujuan yang ingin dicapai. %. Penjelasan aturan main 0. .emberikan masing-masing anak jagoanAgacuk untuk bermain #. .empersilahkan anak-anak untuk hompimpah untuk menentukan urutan main 3. .ebimbing anak menjalankan permainan 9. .enjadi wasit permainan '. .emberi reward kepada pemenang :. .enanyakan perasaan anak >. .engucapkan terimakasih atas partisiasinya "&. .engantarkan anak kembali ke ruangan . ;<aluasi ". (ruktur Preplanning telah dibuat dan disetujui oleh clinical instructure dan mendapat ijin dari kepala ruang pada tanggal "" (eptember %&"0. Permainan telah dipersiapkan " hari sebelumnya dan siap dipakai pada saat pelaksanaan program bermain. %. Proses 4urasi permainan tidak lebih dari 0& menit sesuai rencana awal (emua peserta aktif )idak semua anak saling berinteraksi satu sama lain. An.B sesekali berinteraksi dengan pasien yang laki-laki. )idak terjadi cedera 0. +asil An.B mengatakan senang dengan keikutsertaannya dalam kelompok. An.B mengungkapkan perasaannya bahwa dia sudah tidak terlalu bosan, tidak cemas dan lebih rileks.

PROGRAM TERAPI BERMAIN ULAR TANGGA (SOCIAL AFFECTIVE PLAY) PADA AN.B USIA PRAREMAJA RUANG ANAK LANTAI 2 RSUP. DR. KARIADI SEMARANG

4isusun oleh =irdaus 4wi /uncara %%&%&""0%"&&%&

PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013