Anda di halaman 1dari 1

Pertanyaan wawancara: 1. Apa yang dilakukan bila terdapat kasus DBD di daerah wilayah kerja puskesmas? 2.

Apakah formulir W1,W2,SP2TP (LB1,LB2,LB3) sudah dimiliki puskemas? 3. Bagaimana puskesmas melakukan program surveillance? 4. Apa saja gejala penyakit DBD? 5. Apa saja stadium DBD? 6. Bagaimana cara mendiagnosis DBD? 7. Apakah pemeriksaan laboratorium di puskesmas ini memadai untuk diagnosis DBD? 8. Bila terdapat kasus dbd apa saja yang harus data yang dilaporkan dari sebuah surveilllance? 9. Bagaimana cara puskesmas melakukan penjaringan penderita DBD di wilayah kerjanya? 10. Apakah dilakukan juga surveillance vektor? 11. Apakah puskesmas melakukan surveillance epidemiologi? 12. Kapan dilakukan survellance epidemiologi? 13. Bagaimana cara puskesmas melakukan surveillance epidemilogi 14. Apa syarat dilakukannya penyelidikan epidemiologi? 15. Apa Tujuan dilakukan survellance epidemiologi? 16. Bagaimana pihak puskesmas melakukan pemeriksaan jentik? 17. Apa indikator KLB DBD di puskesmas rancaekek? 18. Bagaiman melakukan pemberantasan sarang nyamuk itu? 19. Apa saja upaya yang dilakukan pihak puskesmas agar terlaksana peran masyarakat dalam program pemberantasan sarang nyamuk? 20. Apa saja yang dilakukan puskesmas untuk memberantas vektor DBD? (dalam keadaan wabah dan tidak wabah) 21. Apakah dilakukan penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk? 22. Kepada siapa saja penyuluhan biasanya dilakukan? 23. Bagaimana penularan DBD terjadi? 24. Bagaimana ciri makroskopis dari telur nyamuk aides aegypti? 25. Bagaimana ciri makroskopis dari jentik nyamuk aides aegypti? 26. Bagaimana ciri makroskopis dari nyamuk dewasa aides aegypti? 27. Adakah kendala yang dihadapi pihak puskesmas untuk memberantas penyakit DBD?