Anda di halaman 1dari 17

BAB I KONSEP KEFARMASIAN

A.

Pendahuluan

Ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat-obatan menjadi bentuk tertentu hingga siap digunakan sebagai obat. Ada anggapan bahwa ilmu ini mengandung sedikit kesenian, maka dapat dikatakan bahwa ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari seni meracik obat (art of drug compounding), terutama ditujukan untuk melayani resep dari dokter. Penyediaan obat-obatan disini mengandung arti pengumpulan, pengenalan, pengawetan dan pembakuan dari bahan obat-obatan. elihat ruang lingkup dunia farmasi yang cukup luas, maka mudah dipahami bahwa ilmu resep tidak dapat berdiri sendiri tanpa kerja sama yang baik dengan cabang ilmu yang lain, seperti fisika, kimia, biologi dan farmakologi. Pada waktu seseorang mulai terjun masuk kedalam pendidikan kefarmasian berarti dia mulai mempersiapkan dirinya untuk melayani masyarakat dalam hal ! emenuhi kebutuhan obat-obatan yang aman dan bermutu. Pengaturan dan pengawasan distribusi obat-obatan yang beredar di masyarakat. eningkatkan peranan dalam bidang penyelidikan dan pengembangan obat-obatan. empelajari resep berarti mempelajari penyediaan obat-obatan untuk kebutuhan si sakit. "eseorang akan sakit bila mendapatkan serangan dari bibit penyakit, sedangkan bibit tersebut telah ada semenjak diturunkannya manusia pertama. B. Sejarah Kefarmasian Ilmu resep sebenarnya telah ada dikenal yakni semenjak timbulnya penyakit. #engan adanya manusia di dunia ini mulai timbul peradaban dan mulai terjadi penyebaran penyakit yang dilanjutkan dengan usaha masyarakat untuk melakukan usaha pencegahan terhadap penyakit. Ilmuwan- ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan farmasi dan kedokteran adalah ! $ipocrates (%&'-()'), adalah dokter *unani yang memperkenalkan farmasi dan kedokteran secara ilmiah. #an $ipocrates disebut sebagai +apak Ilmu ,edokteran #ioscorides (abad ke-- setelah asehi), adalah ahli botani *unani, merupakan orang pertama yang menggunakan tumbuh- tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan. ,aryanya De Materia Medica. .bat-obatan yang dibuatnya yaitu Aspiridium, .pium, /rgot, $yosyamus dan 0innamon. 1alen (-('-2'' setelah asehi), adalah dokter dan ahli farmasi bangsa *unani. ,aryanya dalam ilmu kedokteran dan obat-obatan yang berasal dari alam, formula dan sediaan farmasi yaitu Farmasi Galenika.

Philipus Aureulus 3heopratus +ombatus 4an $ohenheim (-%5(--6%- setelah masehi), Adalah seorang dokter dan ahli kimia dari "wiss yang menyebut dirinya Paracelcus , sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan farmasi, menyiapkan bahan obat spesifik dan memperkenalkan 7at kimia sebagai obat internal.

Ilmu farmasi baru menjadi ilmu pengetahuan yang sesungguhnya pada abad 84II di Perancis. Pada tahun -)5) telah berdiri sekolah farmasi yang pertama di perancis dan buku tentang farmasi mulai diterbitkan dalam beberapa bentuk antara lain buku pelajaran, majalah, 9armakope maupun komentar. ,emajuan di Perancis ini diikuti oleh negara /ropa yang lain, misalnya Italia, Inggris, :erman, dan lain-lain. #i Amerika sekolah farmasi pertama berdiri pada tahun -;2- di Philadelphia. "ejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka ilmu farmasipun mengalami perkembangan hingga terpecah menjadi ilmu yang lebih khusus, tetapi saling berkaitan, misalnya farmakologi, farmakognosi, galenika dan kimia farmasi. Perkembangan farmasi di Indonesia sudah dimulai semenjak 7aman +elanda, sehingga buku pedoman maupun undang-undang yang berlaku pada waktu itu berkiblat pada negeri +elanda. "etelah kemerdekaan, buku pedoman maupun undang-undang yang dirasa masih cocok tetap dipertahankan, sedangkan yang tidak sesuai lagi dihilangkan. Pekerjaan kefarmasian terutama pekerjaan meracik obat-obatan dikerjakan di apotek yang dilakukan oleh Asisten Apoteker di bawah pengawasan Apoteker. +entuk apotek yang pernah ada di Indonesia ada ( macam ! apotek biasa, apotek darurat dan apotek dokter. #alam melakukan kegiatan di apotek mulai dari mempersiapkan bahan sampai penyerahan obat, kita harus berpedoman pada buku resmi farmasi yang dikeluarkan oleh #epartemen ,esehatan, antara lain buku 9armakope (berasal dari kata <Pharmacon= yang berarti racun>obat dan <pole= yang berarti membuat). +uku ini memuat persyaratan kemurniaan, sifat kimia dan fisika, cara pemeriksaan, serta beberapa ketentuan lain yang berhubungan dengan obat-obatan. $ampir setiap negara mempunyai buku farmakope sendiri, seperti ! 9armakope Indonesia milik negara Indonesia ?nited "tate Pharmakope ( ?.".P ) milik Amerika +ritish Pharmakope ( +.P ) milik Inggris @ederlands Pharmakope milik +elanda Pada farmakope-farmakope tersebut ada perbedaan dalam ketentuan, sehingga menimbulkan kesulitan bila suatu resep dari negara A harus dibuat di negara +. .leh karena itu badan dunia dalam bidang kesehatan, A$. ( world health organi7ation ) menerbitkan buku 9armakope Internasional yang dapat disetujui oleh semua anggotanya. 3etapi sampai sekarang masing-masing negara memegang teguh farmakopenya. "ebelum Indonesia mempunyai farmakope, yang berlaku adalah farmakope +elanda. +aru pada tahun -5&2 pemerintah BI menerbitkan buku farmakope yang pertama, dan semenjak itu farmakope +elanda dipakai sebagai referensi saja. +uku-buku farmasi yang dikeluarkan oleh #epartemen ,esehatan ! 9armakope Indonesia edisi I jilid I terbit tanggal 2' ei -5&2 9armakope Indonesia edisi I jilid II terbit tanggal 2' ei -5&6 9ormularium Indonesia ( 9.I ) terbit 2' ei -5&&
2

C. Farmakope

9armakope Indonesia edisi II terbit - April -5)2 /kstra 9armakope Indonesia terbit - April -5)% 9ormularium @asional terbit -2 @opember -5); 9armakope Indonesia III terbit 5 .ktober -5)5 9armakope Indonesia I4 terbit 6 #esember -556

9armakope memuat persyaratan kemurniaan, sifat kimia dan fisika, cara pemeriksaan, serta beberapa ketentuan lain yang berhubungan dengan obat-obatan. Ketentuan Umum Farmakope Indonesia IV 9armakope edisi terbaru yang berlaku hingga saat ini adalah 9armakope Indonesia edisi /mpat. :udul tersebut dapat disingkat menjadi 9armakope Indonesia edisi I4 atau 9I I4. :ika digunakan istilah 9I tanpa keterangan lain selama periode berlakunya 9armakope Indonesia ini, maka yang dimaksudkan adalah 9I I4 dan semua suplemennya. +ahan dan Proses "ediaan resmi dibuat dari bahan-bahan yang memenuhi persyaratan dalam monografi 9armakope untuk masing-masing bahan yang bersangkutan, yang monografinya tersedia dalam 9armakope. Air yang digunakan sebagai bahan dalam sediaan resmi harus memenuhi persyaratan untuk air, air untuk injeksi atau salah satu bentuk steril air yang tercantum dalam monografi dalam 9I ini. Air yang dapat diminum dan memenuhi persyaratan air minum yang diatur oleh pemerintah dapat digunakan dalam memproduksi sediaan resmi. +ahan resmi harus dibuat sesuai dengan prinsip-prinsip cara pembuatan yang baik dan dari bahan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, untuk menjamin agar bahan yang dihasilkan memenuhi semua persyaratan yang tertera pada monografi 9armakope. Apabila monografi suatu sediaan memerlukan bahan yang jumlahnya dinyatakan sebagai 7at yang telah dikeringkan, bahan tersebut tidak perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan, asalkan adanya air atau 7at lain yang mudah menguap diperkenankan dalam jumlah yang ditetapkan. +ahan 3ambahan +ahan resmi yang dibedakan dari sediaan resmi tidak boleh mengandung bahan yang ditambahkan kecuali secara khusus diperkenankan dalam monografi. Apabila diperkenankan pada penandaan harus tertera nama dan jumlah bahan tam-bahan tersebut. ,ecuali dinyatakan lain dalam monografi atau dalam ketentuan umum, bahan-bahan yang diperlukan seperti bahan dasar, penyalut, pewarna, penyedap, pengawet, pemantap dan pembawa dapat ditambahkan ke dalam sediaan resmi untuk meningkatkan stabilitas, manfaat atau
(

penampilan maupun untuk memudahkan pembuatan. +ahan tambahan tersebut dianggap tidak sesuai dan dilarang digunakan, kecuali ! -. bahan tersebut tidak membahayakan dalam jumlah yang digunakan 2. tidak melebihi jumlah minimum yang diperlukan untuk memberikan efek yang diharapkan. (. tidak mengurangi ketersediaan hayati, efek terapi atau keamanan dari sediaan resmi. %. tidak mengganggu dalam pengujian dan penetapan kadar. ?dara didalam wadah sediaan resmi dapat dikeluarkan atau diganti dengan karbondioksida, helium, nitrogen atau gas lain yang sesuai. 1as tersebut harus dinyatakan pada etiket kecuali dinyatakan lain dalam monografi. 3angas ?ap. :ika dinyatakan penggunaan tangas uap, yang dimaksud adalah tangas dengan uap panas mengalir. #apat juga digunakan pamanas lain yang dapat diatur hingga suhunya sama dengan uap panas mengalir. 3angas Air :ika dinyatakan penggunaan tangas air, tanpa menyebutkan suhu tertentu, yang dimaksud adalah tangas air yang mendidih kuat. Carutan. ,ecuali dinyatakan lain, larutan untuk pengujian atau penetapan kadar dibuat dengan air sebagai pelarut. Pernyataan - dalam -' mempunyai arti - bagian Dolume cairan atau - bagian bobot 7at padat diencerkan dengan atau dilarutkan dalam pengencer atau pelarut secukupnya hingga Dolume akhir -' bagian Dolume. Pernyataan 2' ! 6 ! 2 mempunyai arti beberapa cairan dengan perbandingan Dolume seperti yang disebutkan, dicampur. +obot :enis ,ecuali dinyatakan lain, bobot jenis adalah perbandingan bobot 7at diudara pada suhu 26 terhadap bobot air dengan Dolume sama pada suhu 26 o
o

"uhu ,ecuali dinyatakan lain, semua suhu di dalam 9armakope dinyatakan dalam derajat celcius dan semua pengukuran dilakukan pada suhu 26 o. :ika dinyatakan suhu kamar terkendali , yang dimaksud adalah suhu -6 o dan (' o Air ,ecuali dinyatakan lain, yang dimaksud dengan air dalam pengujian dan penetapan kadar adalah air yang dimurnikan.

Pemerian Pemerian memuat paparan mengenai sifat 7at secara umum terutama meliputi wujud, rupa, warna, rasa, bau dan untuk beberapa hal dilengkapi dengan sifat kimia atau sifat fisika, dimaksudkan untuk dijadikan petunjuk dalam pengelolaan, peracikan, dan penggunaan. Pernyataan dalam pemerian tidak cukup kuat dijadikan syarat baku, tetapi meskipun demikian secara tidak langsung dapat membantu dalam penilaian pendahuluan terhadap mutu 7at yang bersangkutan. ,elarutan ,elarutan 7at yang tercantum dalam farmakope dinyatakan dengan istilah sebagai berikut ! Istilah kelarutan "angat mudah larut udah larut Carut Agak sukar larut "ukar larut "angat sukar larut Praktis tidak larut :umlah bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan satu bagian 7at. ,urang dari - sampai -' -' sampai (' (' sampai -'' -'' sampai -''' -''' sampai -'.''' lebih dari -'.'''

Aadah dan Penyimpanan Aadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan didalamnya baik secara kimia maupun secara fisika, yang dapat mengakibatkan perubahan kekuatan, mutu atau kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan resmi. ,ecuali dinyatakan lain, persyaratan wadah yang tertera di 9armakope juga berlaku untuk wadah yang digunakan dalam penyerahan obat oleh apoteker. ,emasan tahan rusak Aadah suatu bahan steril yang dimaksudkan untuk pengobatan mata atau telinga, kecuali yang disiapkan segera sebelum diserahkan atas resep dokter , harus disegel sedemikian rupa hingga isinya tidak dapat digunakan tanpa merusak segel. Aadah tidak tembus cahaya Aadah tidak tembus cahaya harus dapat melindungi isi dari pengaruh cahaya, dibuat dari bahan khusus yang mempunyai sifat menahan cahaya atau dengan melapisi wadah tersebut . Aadah yang bening dan tidak berwarna atau wadah yang tembus cahaya dapat dibuat tidak tembus cahaya dengan cara memberi pembungkus yang buram. #alam hal ini pada etiket harus disebutkan bahwa pembungkus buram diperlukan sampai isi dari wadah habis karena diminum atau digunakan untuk keperluan lain.

:ika dalam monografi dinyatakan <3erlindung dari cahaya < dimaksudkan agar penyimpanan dilakukan dalam wadah tidak tembus cahaya. Aadah tertutup baik Aadah tertutup baik harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan , pengangkutan, penyimpanan dan distribusi. Aadah tertutup rapat $arus melindungi isi terhadap masuknya bahan cair , bahan padat atau uap dan mencegah kehilangan, merekat, mencair atau menguapnya bahan selama pena-nganan , pengangkutan dan distribusi dan harus dapat ditutup rapat kembali. Aadah tertutup rapat dapat diganti dengan wadah tertutup kedap untuk bahan dosis tunggal. Aadah tertutup kedap $arus dapat mencegah menembusnya udara atau gas selama penanganan, pengangkutan, penyimpanan dan distribusi. Aadah satuan tunggal #igunakan untuk produk obat yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai dosis tunggal yang harus digunakan segera setelah dibuka. Aadah atau pembung-kusnya sebaiknya dirancang sedemikian rupa, hingga dapat diketahui apabila wadah tersebut pernah dibuka. 3iap wadah satuan tunggal harus diberi etiket yang menye-butkan identitas, kadar atau kekuatan, nama produsen, nomor batch dan tanggal ka-daluarsa. Aadah dosis tunggal Adalah wadah satuan tunggal untuk bahan untuk bahan yang hanya digunakan secara parenteral. Aadah dosis satuan Adalah wadah satuan tunggal untuk bahan yang digunakan bukan secara parenteral dalam doosis tunggal, langsung dari wadah. Aadah satuan ganda Adalah wadah yang memungkinkan dapat diambil isinya beberapa kali tanpa mengakibatkan perubahan kekuatan, mutu atau kemurnian sisa 7at dalam wadah tersebut. Aadah dosis ganda Adalah wadah satuan ganda untuk bahan yang digunakan hanya secara parenteral "uhu penyimpanan #ingin adalah suhu tidak lebih dari ;o Cemari pendingin memiliki suhu antara 2o dan ;o pembeku mempunyai suhu antara - 2'o dan --'o adalah suhu antara ;o dan -6o. ,ecuali dinyatakan lain harus disimpan disimpan di dalam lemari pendingin pada sedangkan lemari

"ejuk

suhu

sejuk

dapat

&

"uhu kamar $angat Panas berlebih

adalah suhu pada ruang kerja. "uhu kamar terkendali adalah suhu yang diatur antara -6 o dan ('o adalah suhu antara ('o dan %' o adalah suhu di atas %'o

Penandaan +ahan dan sediaan yang disebutkan dalam farmakope harus diberi penandaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Persen - Persen bobot per bobot ( b>b) , menyatakan jumlah gram 7at dalam -'' gram larutan atau campuran,. - Persen bobot per Dolume ( b>D) , menyatakan jumlah gram 7at dalam -'' ml larutan, sebagai pelarut dapat digunakan air atau pelarut lain. - Persen Dolume per Dolume (D>D), menyatakan jumlah ml 7at dalam -'' ml larutan Pernyataan persen tanpa penjelasan lebih lanjut untuk campuran padat atau setengah padat, yang dimaksud adalah b>b, untuk larutan dan suspensi suatu 7at padat dalam cairan yang dimaksud adalah b>D , untuk larutan cairan di dalam cairan yang dimak-sud adalah D>D dan untuk larutan gas dalam cairan yang dimaksud adalah b>D. #aluarsa Adalah waktu yang menunjukkan batas terakhir obat masih memenuhi syarat baku. #aluarsa dinyatakan dalam bulan dan tahun, harus dicantumkan dalam etiket.

O!a" dan Sediaan

Pengertian Obat Secara Umum .bat ialah semua bahan tunggal>campuran yang dipergunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun luar, guna mencegah, meringankan ataupun menyembuhkan penyakit. enurut undang E undang yang dimaksud obat ialah suatu bahan atau bahan-bahan yang dimaksudkan untuk dipergunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah , mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, untuk memperelok badan atau bagian badan manusia.

Pengertian Obat Secara Khusus .bat :adi *akni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria atau bentuk lain yang mempunyai teknis sesuai dengan 9armakope Indonesia atau buku lain yang ditetapkan oleh pemerintah. 2 .bat Patent *akni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat pembuat yang dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. *akni obat yang terdiri atau berisi 7at, baik sebagai bagian yang berkhasiat, ataupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, pembantu atau komponen lain, yang belum dikenal sehingga tidak diketahui khasiat dan kegunaannya. *akni obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alamiah Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional. Adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat terbanyak dan tercantum dalam #aftar .bat /sensial yang ditetapkan oleh enteri ,esehatan Adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam 9armakope Indonesia untuk 7at berkhasiat yang dikandungnya.

.bat +aru

.bat Asli

.bat /sensial

&

.bat 1enerik

Penggolongan Obat acam-macam penggolongan obat ! 1 Menurut kegunaann!a obat dapat dibagi " a). untuk menyembuhkan (terapeutic) b b). untuk mencegah (prophylactic) c c). untuk diagnosa (diagnostic) d # Menurut cara penggunaan obat dapat dibagi " a). edicamentum ad usum internum (pemakaian dalam), adalah obat yang digunakan melalui orang dan diberi tanda etiket putih b). edicamentum ad usum eFternum (pemakaian luar), adalah obat yang cara penggunaannya selain melalui oral dan diberi tanda etiket biru. 0ontohnya implantasi, injeksi, topikal, membran mukosal, rektal, Daginal, nasal, opthal, aurical, collutio>gargarisma. $ Menurut cara ker%an!a obat dapat dibagi "

a). Cokal, adalah obat yang bekerjanya pada jaringan setempat, seperti obat E obat yang digunakan secara topikal pemakaian topikal. 0ontohnya salep, linimenta dan cream b). "istemis, adalah obat yang didistribusikan keseluruh tubuh. 0ontohnya tablet, kapsul, obat minum dan lain E lain. & Menurut undang'undang kesehatan obat digolongkan dalam " a). .bat narkotika (obat bius), merupakan obat yang diperlukan dalam bidang pengobatan dan ilmu pengetahuan dan dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan. b). .bat Psikotropika (obat berbahaya), obat yang mempengaruhi proses mental, merangsang atau menenangkan, mengubah pikiran>perasaan > kelakuan orang. c). .bat keras adalah semua obat yang ! mempunyai takaran maksimum atau yang tercantum dalam daftar obat keras. diberi tanda khusus lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam dengan huruf , yang menyentuh garis tepi. obat baru , kecuali dinyatakan #epartemen ,esehatan tidak membahayakan semua sediaan parenteral d). .bat +ebas 3erbatas adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dengan penyerahan dalam bungkus aslinya dan diberi tanda peringatan (P- s>d P&) e). .bat +ebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas, dan tidak membahayakan bagi si pemakai dan diberi tanda lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Sumber Obat .bat yang kita gunakan ini berasal dari berbagai sumber antara lain ! -. 3umbuhan (flora, nabati), seperti digitalis folium, kina, minyak jarak. 2. $ewan (fauna, hayati) seperti minyak ikan, adeps lanae, cera. (. ineral (pertambangan) seperti kalium iodida, garam dapur, parafin, Daselin. %. "intetis (tiruan>buatan) seperti kamfer sintetis, Ditamin 0 6. ikroba seperti antibiotik penicillin dari Penicillium notatum. #ari sumber-sumber ini supaya lebih sederhana dan lebih mudah dalam pemakaian dan penyimpanan masih harus diolah menjadi sediaan kimia dan sediaan galenis. 0ontoh ! "implisia +elladonnae herba .pium Preparat ,imia Atropin sulfas "copolamini hydrobromidum orphini hydrochloridum Preparat 1alenis +elladonna eFtractum +elladonnae tinctura .pii eFtractum

0odeini $ydrochloridum E. Resep

.pii tinctura

Pengertian Resep Besep adalah permintaan tertulis seorang dokter , dokter gigi atau dokter hewan yang diberi ijin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotik untuk menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita. Besep disebut juga (ormulae medicae, terdiri dari (ormulae o((icinalis )yaitu resep yang tercantum dalam buku farma-kope atau buku lainnya dan merupakan standar) dan formulae magistralis (yaitu resep yang ditulis oleh dokter) Besep selalu dimulai dengan tanda B> yang artinya recipe (ambilah). #ibelakang tanda ini (B>) biasanya baru tertera nama dan jumlah obat. ?mumnya resep ditulis dalam bahasa latin. "uatu resep yang lengkap harus memuat ! @ama, alamat dan nomor i7in praktek dokter, dokter gigi atau dokter hewan 3anggal penulisan resep, nama setiap obat atau komposisi obat 3anda B> pada bagian kiri setiap penulisan resep 3anda tangan atau paraf dokter penulis resep sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. @ama pasien, jenis hewan, umur, serta alamat>pemilik hewan 3anda seru dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya melebihi dosis maksimal. 0ontoh bentuk resep dokter adalah sebagai berikut ! #r. ".$. Pudjihadi #"P>6'''6>'(.P>)6+ :l. *usuf Adiwinata "$ &2 E :akarta, 3elp. %6'-:am bicara ( - 6 sore $ari "enin , Babu, :umGat :akarta, 2' B> /Ftr. +ellad $0l /phed. 0.3. #oDeri PulD. ..+.$ m.f. potio s.t.d.d. 0 -2' mg ('' mg 6' mg ( ('' ml Paraf dokter Pro ?mur Alamat ! $alimah ! ) tahun ! :l. A. *ani 6) "urabaya. ei 2'''

-'

Pembagian suatu resep yang lengkap ! -). 3anggal dan tempat ditulisnya resep ( inscriptio ) 2). Aturan pakai dari obat yang tertulis ( signatura ) (). Paraf>tanda tangan dokter yang menulis resep ( subcriptio ) %). 3anda buka penulisan resep dengan B> ( inDecatio ) 6). @ama obat, jumlah dan cara membuatnya ( praescriptio atau ordinatio ) *ang berhak menulis resep adalah dokter, dokter gigi (terbatas pada pengobatan gigi dan mulut) dan dokter hewan (terbatas pada pengobatan hewan). #okter gigi diberi ijin menulis resep dari segala macam obat untuk pemakaian melalui mulut, injeksi (parentral) atau cara pemakaian lainnya, khusus untuk mengobati penyakit gigi dan mulut. "edangkan pembiusan > patirasa secara umum tetap dilarang bagi dokter gigi ("./.) #epkes @o. -5>Ph>&2 ei -5&2. Resep untuk pengobat segera ?ntuk penderita yang memerlukan pengobatan segera dokter dapat memberi tanda ! 0ito ! segera ?rgent ! penting "tatim ! penting P.I. ! Periculum In ora H berbahaya bila ditunda. pada bagian atas kanan resep, apoteker harus mendahulukan pelayanan resep ini termasuk resep antidotum . +ila dokter ingin agar resepnya dapat diulang, maka dalam resep ditulis Iteratie #an ditulis berapa kali resep boleh diulang. isalkan iteratie ( 8, artinya resep dapat dilayani - I ( kali ulangan H % 8 . ?ntuk resep yang mengandung narkotika, tidak dapat ditulis iteratie tetapi selalu dengan resep baru. Komponen Resep Menurut Fungsi enurut fungsi bahan obatnya resep terbagi atas ! -). *emidium +ardinal, adalah obat yang berkhasiat utama 2). *emidium ,%u-ans, adalah obat yang menunjang bekerjanya bahan obat utama (). +orrigens, adalah 7at tambahan yang digunakan untuk memperbaiki warna, rasa dan bau dari obat utama. 0orrigens dapat kita bedakan sebagai berikut ! a. 0orrigens Actionis, digunakan untuk memperbaiki kerja 7at berkhasiat utama. 0ontohnya pulDis doDeri terdiri dari kalii sulfas, ipecacuanhae radiF, dan opii pulDis. .pii pulDis sebagai 7at berkhasiat utama menyebabkan orang sukar buang air besar, karena itu diberi kalii sulfas sebagai pencahar sekaligus memperbaiki kerja opii pulDis tsb. b. c. 0orrigens .doris, 0orrigens "aporis, digunakan untuk memperbaiki bau dari obat. 0ontohnya oleum 0innamommi dalam emulsi minyak ikan. digunakan untuk memperbaiki rasa obat. 0ontohnya
--

saccharosa atau sirupus simpleF untuk obat - obatan yang pahit rasanya. d. 0orrigens 0oloris, digunakan untuk memperbaiki warna obat . 0ontohnya obat untuk anak diberi warna merah agar menarik untuk diminum. digunakan untuk memperbaiki kelarutan dari obat utama. 0ontohnya Iodium dapat mudah larut dalam larutan pekat ,I > @aI

e.

0orrigens "olubilis,

&. +onstituens / Vehiculum / 01ipiens , merupakan 7at tambahan. Adalah bahan obat yang bersifat netral dan dipakai sebagai bahan pengisi dan pemberi bentuk, sehingga menjadi obat yang cocok. 0ontohnya laktosum pada serbuk, amylum dan talcum pada bedak tabur. 0ontoh resep berdasarkan fungsi bahan obatnya. B> "ulfadia7in ',6'' +ic, @atric ',('' "accharum ',-'' Cact. ',2'' f. PulD.dtd no 8 ".t.d.d.p. I Pro ! 3n. +udi Bemidium 0ardinale Bemidium AjuDans 0orrigens "aporis 0onstituens

Salinan Resep (Copy Resep) "alinan resep adalah salinan yang dibuat oleh apotik, selain memuat semua keterangan yang terdapat dalam resep asli juga harus memuat ! -). @ama dan alamat apotik 2). @ama dan nomer i7in apoteker pengelola apotik. (). 3anda tangan atau paraf apoteker pengelola apotik %). 3anda det (detur) untuk obat yang sudah diserahkan dan tanda nedet (nedetur) untuk obat yang belum diserahkan, pada resep dengan tanda I3/B J8 diberi tanda detur orig > detur J..8 6). @omor resep dan tanggal pembuatan.

-2

0ontoh salinan resep. AP.3I, +A$ABI :l. 3hamrin @o. ( :akarta - 3elp. ();5%6 APA ! #rs. +ambang $ariyanto, Apt "I, ..................................................... "alinan resep @o ! 265 #ari dokter ! :oko "usilo #itulis tanggal ! 6 @ofember 2''Pro ! @n. Andriani B> AmoFycillin 6'' ".(.d.d.I B> Ponstan 903 ".p.r.n. I @o. 8II ----- det @o. 8II -----ne det :akarta, 6 @ofember 2''0ap apotik pcc 3anda tangan APA

Istilah lain dari copy resep adalah apograph2 e1emplum2 a(schri(. Apabila Apoteker Pengelola Apotik berhalangan melakukan tugasnya, penandatanganan atau pencantuman paraf pada salinan resep yang dimaksud diatas dilakukan oleh Apoteker Pendamping atau Apoteker Pengganti dengan mencantumkan nama terang dan status yang bersangkutan. "alinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada dokter penulis resep atau yang merawat penderita, penderita sendiri dan petugas kesehatan atau petugas lain yang berwenang menurut perundang-undangan yang berlaku (contohnya petugas pengadilan bila diper-lukan untuk suatu perkara). Penyimpanan Resep Apoteker Pengelola Apotik mengatur resep yang telah dikerjakan menurut urutan tanggal dan nomor urut penerimaan resep. Besep harus disimpan sekurang-kurangnya selama ( tahun. Besep yang mengandung narkotika harus dipisahkan dari resep lainnya.Besep yang disimpan melebihi jangka ( tahun dapat dimusnahkan. Pemusnahan resep dilakukan dengan cara dibakar atau dengan cara lain yang memadai oleh Apoteker Pengelola Apotik bersama-sama dengan sekurang-kurangnya seorang petugas apotik. Pada pemusnahan resep harus dibuat berita acara pemusnahan sesuai dengan bentuk yang telah ditentukan, rangkap % dan ditanda-tangani oleh APA bersama dengan sekurang-kurangnya seorang petugas apotik.
-(

Apoteker tidak dibenarkan mengulangi penyerahan obat atas dasar resep yang sama apabila pada resep aslinya tercantum tanda n.i. ( ne iteratur H tidak boleh diulang) atau obat narkotika atau obat lain yang oleh enkes (khususnya #ir :en. P. ) yang ditetapkan sebagai obat yang tidak boleh diulang tanpa resep baru dari dokter. F. osis

Pengertian Dosis ,ecuali dinyatakan lain, yang dimaksud dengan dosis adalah dosis maksimum, yaitu dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutis dan rektal. "elain dosis maksimal juga dikenal dosis la7im, dalam 9armakope edisi III tercantum dosis la7im untuk dewasa juga untuk bayi dan anak. ?mumnya merupakan petunjuk dan tidak mengikat. #efinisi dosis (takaran) suatu obat ialah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita baik untuk dipakai sebagai obat dalam maupun obat luar. ,etentuan ?mum 9I edisi III mencantumkan 2 dosis yakni ! 1. Dosis Maksimal ) ma1imum., berlaku untuk pemakaian sekali dan sehari. Penyerahan obat dengan dosis melebihi dosis maksimum dapat dilakukan dengan membubuhi tanda seru dan paraf dokter penulisan resep, diberi garis dibawah nama obat tersebut atau banyaknya obat hendaknya ditulis dengan huruf lengkap. #. Dosis 3a4im )Usual Doses., merupakan petunjuk yang tidak mengikat tetapi digunakan sebagai pedoman umum (dosis yang biasa > umum digunakan). Macam Macam Dosis #itinjau dari dosis (takaran) yang dipakai, maka dapat dibagi sebagai berikut ! -). 2). #osis terapi #osis maksimum adalah dosis (takaran) yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan si sakit. adalah dosis (takaran) yang terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan. adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 6'K hewan percobaan. adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada -'' K hewan percobaan

(). %).

C.#.6' C.#.-''

#aftar dosis maksimal menurut 9I digunakan untuk orang dewasa berumur 2' - &' tahun, dengan berat badan 6; E &' kg. ?ntuk orang yang sudah berusia lanjut dan pertumbuhan fisiknya sudah mulai menurun, maka pemberian dosis lebih kecil dari pada dosis dewasa.

-%

Perbandingan dosis orang usia lan%ut terhadap dosis dewasa ! ?mur &'-)' tahun )'-;' tahun ;'-5' tahun 5' tahun keatas #osis >6 F dosis dewasa L F dosis dewasa 2 >( F dosis dewasa M F dosis dewasa
%

Dosis untuk 5anita hamil ?ntuk wanita hamil yang peka terhadap obat-obatan sebaiknya diberi dalam jumlah yang lebih kecil, bahkan untuk beberapa obat yang dapat mengakibatkan abortus dilarang, juga wanita menyusui, karena obat dapat diserap oleh bayi melalui A"I. ?ntuk anak dibawah 2' tahun mempunyai perhitungan khusus. Dosis untuk anak dan ba!i Bespon tubuh anak dan bayi terhadap obat tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. #alam memilih dan menetapkan dosis memang tidak mudah karena harus diperhitungkan beberapa faktor, antara lain umur, berat badan, jenis kelamin, sifat penyakit, daya serap obat, ekskresi obat. 9aktor lain kondisi pasien, kasus penyakit, jenis obatnya juga faktor toleransi, habituasi, adiksi dan sensitip. Aturan pokok untuk memperhitungkan dosis untuk anak tidak ada, karena itu beberapa tokoh mencoba untuk membuat perhitungan berdasarkan umur, bobot badan dan luas permukaan (body surface ) . "ebagai patokan dapat kita ambil salah satu cara sebagai berkut ! Menghitung Dosis Maksimum Untuk ,nak (-) +erdasarkan ?mur. Bumus *.?@1 !
n F n +-2

dosis maksimal dewasa, dimana n adalah

umur dari anak ; tahun kebawah.

Bumus #ICCI@1

n F dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur 2'

dari anak ; tahun kebawah.


n F dosis maksimal dewasa, n adalah umur bayi -6'

Bumus 9BI/# dalam bulan

-6

(2)

+erdasarkan +erat +adan (++) Bumus 0CAB, (Amerika) ! +erat badan anak dalam kg F dosis maksimal dewasa -6' atau +erat +adan Anak dalam pound F dosis maksimal dewasa &; Bumus 3hermich ( :erman ) ! +erat +adan Anak dalam kg F dosis maksimal dewasa )'

Ada ( macam bahan yang mempunyai # untuk obat luar yaitu ! @aphthol, guaiacol, kreosot untuk kulit "ublimat untuk mata Iodoform untuk obat pompa Dosis maksimum gabungan +ila dalam resep terdapat lebih dari satu macam obat yang mempunyai kerja bersamaan>searah, maka harus dibuat dosis maksimum gabungan. #osis maksimum gabungan dinyatakan tidak lampau bila " pemakaian 1 kali 4at , 6 pemakaian 1 kali 4at 72 hasiln!a kurang dari 188 92 demikian pula pemakaian 1 harin!a 0ontoh obat yang memiliki # gabungan ! Atropin "ulfas dengan /Ftractum +elladonnae, PulDis .pii dengan PulDis #oDeri, 0offein dengan Aminophyllin, Arsen 3rioFyda dengan @atrii Arsenas dan lain-lain Dosis !engan pemakaian ber!asar "am# conto$nya s%o%t%$% (setiap tiga "am) (-) enurut 9I edisi II untuk pemakaian sehari dihitung !
2% 8 H n 2% 8 H ; kali minum dalam sehari semalam (

(2)

enurut 4an #uin !


-& -& I- 8 H I - H & kali minum obat untuk sehari semalam, kecuali untuk n (

antibiotika dan sulfonamida dihitung 2% jam (seperti rumus dari 9I. II) Dosis untuk larutan mengan!ung sirup "umla$ besar

-&

$arus diperhatikan didalam obat minum yang mengandung sirup dalam jumlah besar yaitu lebih dari -&,&) K atau lebih dari ->& bagian, +: larutan akan berubah dari - menjadi -,(, sehingga berat larutan tidak akan sama dengan Dolume larutan. Pengenalan Pertimbangan Dosis "elain dosis maksimal kita juga mengenal dosis la7im yaitu dosis suatu obat yang dapat diharapkan menimbulkan efek pada pengobatan orang dewasa yang sesuai dengan gejalanya. Bentangan dosis la7im suatu obat menunjukkan kisaran kuantitatif atau jumlah obat yang dapat ditentukan dalam pengobatan biasa . Pemakaian diluar dosis la7im (kurang atau lebih) menyebabkan suatu permasalahan . isalnya kuman menjadi kebal atau penyakit tidak sembuh. #alam 9armakope Indonesia edisi III dicantumkan dosis la7im untuk orang dewasa dan dosis la7im untuk bayi dan anak-anak "elain dinyatakan dalam umur, dosis la7im juga bisa dihitung berdasarkan berat badan pasien mengingat beberapa pasien ada yang tidak sesuai antara umur dan berat badannya. ?ntuk obat-obat tertentu, dosis awal atau pemakaian pertama kadang jumlahnya besar, hal tersebut mungkin dibutuhkan untuk tercapainya konsentrasi obat yang diinginkan dalam darah atau jaringan, kemudian dilanjutkan dengan dosis perawatan. #osis la7im memberi kita sejumlah obat yang cukup tapi tidak berlebih untuk menghasilkan suatu efek terapi. .bat-obat paten yang dijual di apotik pada umumnya sudah tersedia dalam dosis la7imnya, sehingga memudahkan tenaga kesehatan (dokter>farmasis) untuk menentukan besarnya dosis la7im untuk orang dewasa maupun anak. 0ontohnya 03 tablet (% mg>tablet), #eFamethason tablet (',6 mg>tablet), Prednison tablet (6 mg>tablet), Ampisillin kapsul (26' mg>kapsul atau 6'' mg>kapsul), Ampisillin sirup (-26 mg>cth) dan lain E lain. engapa kita perlu mempertimbangkan dosis obat, bila dosis maFimalnya tidak lampau N $al tersebut perlu dipertimbangkan karena beberapa macam obat # nya tidak lampau tetapi dianggap tidak la7im. isalnya dosis maFimal 03 %' mg per hari, sedangkan dosis la7imnya &--& mg >hari. +ila pasien minum 03 tablet ( kali sehari 2 tablet, dosis maksimalnya belum dilampaui, tetapi dianggap tidak la7im karena efek terapi sudah dapat dicapai cukup dengan pemberian ( kali sehari - tablet.

-)