Anda di halaman 1dari 22

buckling ( tekukan ) A.

Fenomena Buckling Sebagian besar struktur yang memiliki dimensi langsing atau tipis dan mengalami tegangan tekan akan mengalami masalah instabiltas tekuk atau buckling. Buckling merupakan suatu proses dimana suatu struktur tidak mampu mempertahankan bentuk aslinya, sedemikian rupa berubah bentuk dalam rangka menemukan keseimbangan baru. Konsekuensi buckling pada dasarnya adalah masalah geometrik dasar, dimana terjadi lendutan besar sehingga akan mengubah bentuk struktur. Fenomena tekuk atau buckling dapat terjadi pada sebuah kolom, lateral buckling balok, pelat dan cangkang (shell), seperti diperlihatkan pada Gambar .!. Gambar ." # Fenomena buckling pada struktur # (a)kolom langsing, (b)lateral buckling balok, (c)pelat tipis, (d)cangkang silindris dibebani aksial sumbu, dan (e)cangkang silindris dibebani tegak lurus sumbu. $erilaku buckling beberapa jenis struktur dapat dilihat dari kur%a hubungan beban&perpindahan. $erbedaan perilaku kur%a beban&lendutan struktur kolom, pelat dan cangkang dapat diilustrasikan pada Gambar .'. $ada pelat, jika mekanisme pasca beban kritis dapat dipenuhi maka peningkatan beban di atas beban kritis dapat dicapai dengan meningkatnya perpindahan. Sedangkan pada cangkang beban maksimum terjadi pada beban kritis, setelah itu terjadi penurunan kekakuan secara signi(ikan, (Kuleu%en, ))*).

Gambar . # $erbedaan perilaku beban&perpindahan pada struktur kolom, pelat dan cangkang (Kuleu%en, ))*). (ile#+++,#+buckling+) -./01A2A03 )$2S.AKA 3 )34 3AB3 )http 3 )3 )3 )sumirinjournal.5ordpress.com.htm Analisis buckling merupakan teknik yang digunakan untuk menghitung beban buckling 6beban kritis pada struktur yang menjadikan kondisi tidak stabil6 dan ragam buckling (mode shape) 6karakteristik bentuk6 yang berhubungan dengan respon struktur yang mengalami buckling (A0S7S 8.9.), )):). Ada dua teknik analisis buckling untuk memprediksi beban buckling dan ragam struktur buckling, yaitu analisis nonliiear buckling dan analisis eigen%alue linear buckling. ;etode analisis instabilitas secara umum ada dua jenis yaitu bi(urcation (eigen%alue, linear) buckling dan snap&through (nonlinear) buckling seperti diilustrasikan pada Gambar .<, (=agace, )) ). $ada metode pertama, analisis bi(urcation buckling, beban kritis buckling dianalisis pada titik bi(urkasi dari idealisasi struktur elastis linier dengan penyelesaian masalah nilai eigen. ;eskipun analisis pendekatan dengan nilai eigen ini hasilnya tidak konser%ati(, akan tetapi karena lebih cepat metode ini dapat digunakan sebagai pendekatan a5al. Sedangkan metode kedua, snap&through (nonlinear) buckling, biasanya lebih akurat dengan teknik analisis nonlinier. $ada analisis nonlinier snap& through buckling struktur dianalisis terhadap beban yang meningkat secara gradual tahap demi tahap sampai beban batas.

B. >e(inisi Buckling $eristi5a buckling dapat terjadi pada batang langsing yang mendapatkan tekanan aksial. Batang plat tipis adalah batang yang mempunyai perbandingan panjang dan jari&jari girasi penampang yang besar. Gambar .? # $eristi5a Buckling

Sumber : http://www.ejsong.com/mdme/modules/FEA/Be ams.htm 4. $engertian Kolom

Kolom adalah batang tekan %ertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, "99!). SK S0/ .&"*&"99"&)? mende(inisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan %ertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang&barang), serta beban hembusan angin. Kolom ber(ungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di ba5ahnya.

Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. 0amun, kondisi tanah pun harus benar&benar sudah mampu menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh. Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloo( dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

1enis&jenis Kolom ;enurut @ang ("9<!) dan Ferguson ("9<!) jenis& jenis kolom ada tiga# ".Kolom ikat (tiecolumn) .Kolom spiral (spiralcolumn) ?.Kolom komposi(compositcolumn) >alam buku struktur beton bertulang (/stima5an dipohusodo, "99:) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu# # ". Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom brton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. .ulangan ini ber(ungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya. .erlihat dalamgamba".(a). . Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap de(ormasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan ter5ujud. Seperti pada gambar ".(b) ?. Struktur kolom komposit seperti tampak pada gambar ".(c). ;erupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja pro(il atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang. Gambar .: # 1enis&1enis Kolom

http#++5arta5arga.gunadarma.ac.id+ ))9+""+kolom& beton&dalam&bangunan+ Aasil berbagai eksperimen menunjukkan bah5a kolom berpengikat spiral ternyata lebih tangguh daripada yang menggunakan tulangan sengkang, seperti yang terlihat pada diagram di ba5ah ini. 2ntuk kolom pada bangunan sederhan bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis. Gambar .*# Aubungan Beban&8egangan $ada Kolom

http#++5arta5arga.gunadarma.ac.id+ ))9+""+kolom& beton&dalam&bangunan+ 7ang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang (ungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. 2ntuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah ?.* m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari ?.* meter, maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai biasanya dipakai ukuran )+ ), dengan tulangan pokok <d" mm, dan begel d <&")cm ( < d " maksudnya jumlah besi beton diameter " mm < buah, < 6 ") cm maksudnya begel diameter < dengan jarak ") cm). Gambar .!# $ondasi $lat >an Kolom 2ntuk Bangunan =antai

http#++5arta5arga.gunadarma.ac.id+ ))9+""+kolom& beton&dalam&bangunan+ Adalah kolom yang berpungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum ?,* meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut&sudut). >imensi kolom praktis "*+"* dengan tulangan beton : d ") begel d <& ). =etak kolom dalam konstruksi. Kolom portal harus dibuat terus menerus dari lantai ba5ah sampai lantai atas, artinya letak kolom&kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan si(at kekakuan dari struktur rangka portalnya. 1adi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap&tiap lapis lantai. 2kuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil. $erubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada suatu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama. $rinsip penerusan gaya pada kolom pondasi adalah balok portal merangkai kolom&kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom&kolom pendukung. Aubungan balok dan kolom adalah jepit&jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan momen, gaya %ertikal dan gaya horisontal. 2ntuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh ditambah tebalnya. >. $lane .russ >imensi) Gambar System (Sistem 8angka Batang

.'# .russ

>.

http#++translate.google.co.id+translateB hlCidDslCenDuChttp#++en.5ikipedia.org+5iki+.russDei C(d%A.cGiF0A8rE(Fy*G<BADsaCGDoiCtranslateDctC resultDresnumC"D%edC)4>/E'g,5AADpre%C+search 3?FH3?>truss3 !hl3?>id3 !bi53?>"* *3 !bih 3?>')<3 !prmd3?>i%ns Struktur terbentuk dari elemen&elemen batang lurus yang dirangkai dalam bidang datar, dengan sambungan antar ujung&ujung batang diasumsikan Isendi sempurnaJ. Beban luar yang bekerja harus berada di titik&titik buhul (titik sambungan) dengan arah sembarang namun harus sebidang dengan bidang struktur tersebut. $osisi tumpuan, yang dapat berupa sendi atau rol, juga harus berada pada titik& titik buhul. Berdasarkan pertimbangan stabilitas struktur, bentuk dasar dari rangkaian batang&batang tersebut umumnya adalah berupa bentuk segitiga. Apabila semua persyaratan tersebut dipenuhi maka dapat dijamin bah5a semua elemen&elemen pembentuk sistem rangka batang &dimensi (plane truss system) tersebut hanya akan mengalami gaya aksial desak atau tarik. Berbagai contoh struktur di lapangan yang dapat diidealisasikan menjadi sistem rangka batang & dimensi antara lain adalah# & Struktur kuda&kuda penyangga atap bangunan & Struktur jembatan rangka. ,. $enurunan 8umus ,uler

8umus yang digunakan untuk beban kritis $ cr dapat dibuktikan dengan persamaan di(erensial kur%a relati(. Analisis beban kritis menurut ,uler adalah # 1enis&jenis tumpuan yang digunakan dalam pengujian buckling adalah # Kondisi 1epit 6 1epit Kondisi ,ngsel 6 1epit Kondisi ,ngsel 6 ,ngsel Solusi umum untuk persamaan ,uler di atas adalah # Boundary condition (syarat batas) untuk kasus di atas adalah# u+K K C ), maka y C ) dengan memasukkan nilai B4

C =, maka y C ), diperoleh # C

4" sin ) L 4 cos )

>engan memasukkan nilai syarat batas kedua diperoleh dengan nilai 4 C ) adalah # $ersamaan di atas benar jika 4" M ) atau dan arc sin C ) (n C ),", ,?,N)

L (P / El)

/!

" pn ;aka # (P / El)

/!

" pn / L

2ntuk tumpuan ,ngsel 6 ,ngsel dimana = e C =, diperoleh # 2ntuk tumpuan diperoleh # ,ngsel 6 1epit dimana =e C ),'=,

2ntuk tumpuan 1epit 6 1epit dimana =e C ),*=, diperoleh # Sumber : http://hendr#de$t.blogspot.com/!%%&/ !/bu't() persamaan)euler.html F. 1enis&1enis .umpuan
.umpuan ,ngsel 6 1epit

>ari gambar diatas terlihat bah5a pada ujung yang ditumpu dengan tumpuan jepit bekerja ? buah gaya sehingga daerah de(leksi lebih mendekati tumpuan engsel yang cuma mendapat " gaya. .umpuan ,ngsel 6 ,ngsel $ada tumpuan engsel 6 engsel kedua ujung spesimen ditumpu oleh engsel. $ada tumpuan ini spesimen + material sangat mudah patah. Karena tegangan kritisnya kecil. Aal ini disebabkan karena pada tumpuan ini, yaitu pada ujung bagian spesimen + pada tumpuan hanya bekerja gaya yang sejajar dengan sumbu batang dan gaya horisontal. .umpuan 1epit 6 1epit

$ada tumpuan ini spesimen memiliki tegangan kritis yang besar (kemampuan terima beban yang besar) dibandingkan dengan tumpuan engsel 6 engsel + engsel 6 jepit. Karena pada kedua ujung spesimen bekerja tiga gaya yaitu gaya yang sejajar dengan sumbu batang, gaya horisontal, dan momen gaya. G. >iagram .egangan 8egangan Keterangan # .itik proporsional (p), daerah batas berlakunya hokum Aooke dimana t dan e berbanding lurus. .itik elastisitas (,), kondisi dimana dihilangkan maka spesimen kembali ke bentuk semula .itik yelding (y), pada keadaan ini terjadi perpanjangan dan pengecilan titik. .itik ultimate (u), titik dimana tegangan maksimum dapat diterima. .itik break (B), titik dimana spesimen patah. Sumber : http://www.scr(bd.com/doc/ &%*%+&&/S,-./, .-)BA0A) A. ;odulus ,lastisitas

;odulus elastisitas adalah penjabaran matematis dari suatu kecenderungan objek atau bentuk untuk berubah bentuk ketika diberikan suatu gaya. ;odulus elastisitas dari suatu objek ditentukan sebagai puncak dari kur%a tegangan&regangan&nya# >imana# lambda C modulus elastisitas

tegangan C gaya yang menyebabkan perubahan dibagi dengan luas permukaan dimana gaya itu diberikan regangan C rasio perubahan yang disebabkan oleh tegangan pada bentuk asli dari suatu objek.

Karena tegangan diukur dalam pascal dan regangan adalah perbandingan tanpa satuan, satuan untuk lambda adalah pascal. de(inisi alternati( adalah modulus elastisitas adalah regangan yang dibutuhkan untuk memperpanjang material dua kalinya. Aal ini tidaklah selalu benar untuk seluruh material karena terkadang nilainya jauh lebih besar daripada tegangan batas (yield stress) dari suatu material atau suatu titik dimana perpanjangan menjadi tidak lagi linear (seimbang). Konsep dari modulus elastisitas yang konstan tergantung pada perkiraan bah5a kur%a tegangan regangan selalu lurus. $ada kenyataannya, kur%a tersebut hanya lurus hingga batas tertentu. Karena benda yang ditarik atau ditekan secara berlebihan akhirnya akan gagal (patah), dan benda pada tekanan tinggi dapat menanggung proses yang akan mempengaruhi kur%a tegangan regangan, misalnya reaksi kimia atau penekukan (buckling). Ada tiga modulus elastisitas primer yang masing&masing menjelaskan bentuk de(ormasi yang berbeda, seperti di ba5ah ini # ;odulus 7oung (,) menjelaskan elastisitas kekakuan, atau kecenderungan suatu benda untuk berubah sepanjang suatu sumbu ketika gaya yang berla5anan diberikan sepanjang sumbu tersebutO hal ini dijelaskan sebagai perbandingan tegangan tekan terhadap tegangan tarik. karena modulus elastisitas yang lain dapat dijelaskan dari ini, ;odulus 7oung sering dianggap sebagai modulus elastisitas. modulus 7oung adalah persamaan matematika dari prinsip pengecualian $auli.

;odulus geser atau modulus kekakuan (G) menjelaskan kecenderungan suatu objek untuk bergeser (perubahan bentuk pada %olume konstan) ketika bergerak pada gaya yang berla5ananO hal ini ditentukan sebagai tegangan geser dan regangan geser. modulus geser adalah bagian dari perubahan %iskositas. ;odulus bulk (kepadatan+ K) menunjukkan elastisitas secara %olumetric, atau kecenderungan suatu %olume objek untuk berubah akibat suatu penekananO Aal ini dide(inisikan sebagai tegangan %olumetrik, dan sebagai kebalikan dari kemampuan untuk ditekan. modulus bulk adalah penurunan dari modulus 7oung secara tiga dimensi. Sumber : Ee)boen' " A1 " 2andra 3 Blog Arch(4e 3 5odulus Elast(s(tas.htm /. Aukum 0e5ton /, //, /// dan Aukum Aooke Aukum 0e5ton / Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi# SF C) a (G=B) Aukum 0e5ton // C ) karena % C ) (diam), atau % C konstan

C F+m

SF Cma S F m a C jumlah gaya&gaya pada benda C massa benda C percepatan benda

8umus ini sangat penting karena pada hampir sema persoalan gerak Pmendatar+ translasi (G=BB) dan melingkar (G;B+G;BB)Qyang berhubungan dengan percepatan dan massa benda dapat diselesaikan dengan rumus tersebut. Aukum 0e5ton /// 1ika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut men gerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya C gaya yang diterima tetapi berla5anan arah. $erlu diperhatikan bah5a kedua gaya tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan. F aksi 0 dan ." . dan @ benda) C 6 F reaksi C aksi reaksi (bekerja pada dua benda) C bukan aksi reaksi (bekerja pada tiga

Aukum Aooke

Aukum ooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu(isika yang terjadi karena si(at elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya Aooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarakpergerakan pegas dari posisi normalnya, atau le5at rumus matematis dapat digambarkan sebagai berikut# di mana # F C gaya (dalam unit ne5ton) k C konstante pegas (dalam ne5ton per meter) K C jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya (dalam unit meter). Sumber : http://(d.w('(ped(a.org/w('(/6u'um76oo'e 1. Karakteristik Baja D Kuningan Karakteristik Baja Baja merupakan logam terkuat dimana baja terdiri atas Fe L 4. Bahan terbagi atas # Baja karbon rendah C 4 R ), ), 3

Baja karbon sedang C Baja karbon tinggi C

3 R 4 S ),* 3 3

),* 3 R 4 S ",

Semakin tinggi kadar karbon pada baja maka akan semakin keras baja tersebut, tetapi getas.

>aya hantar panas dan listrik tinggi karena si(atnya yang disebabkan oleh beberapa elektron yang terdislokasi dan dapat meninggalkan logam dan induknya. Si(at kedap cahaya dan daya pantul disebabkan oleh tanggap elektron yang terdislokasi terhadap getaran elektron magnetik (rekuensi tinggi. $ada suhu diatas setengah cair, pertumbuhan butir lebih cepat pada suhu rendah. Batas butir mengalami de(ormasi oleh karena itu baja berbutir halus lebih kuat dari bahan berbutir besar. $ada baja dalam suhu tinggi besi berubah struktur dan karbon didalamnya menjadi rapuh. Karakteristik Kuningan $aduan kuningan yaitu antara tembaga dan seng. Biasanya kandungan seng sampai kira&kira :)3. >alam ketahanan terhadap korosi dan aus, kurang baik dibandingkan dengan bronFe. .etapi lebih murah dan mampu cor lebih baik dari bronFe.Kuningan kekuatan tinggi merupakan kuningan yang khusus ditambah mangan, nikel, aluminium, timah, dan sebagainya untuk memperbaiki si(at&si(at mekaniknya. Sumber : http://8er(&!.blogspot.com/!%%9/%&/mater(al) baja.html http://bulet(nl(tbang.dephan.go.(d/(nde$.asp: 4nomor" ;1mnorut(s("<

K. Aplikasi Buckling $erancangan $ipa Ba5ah =aut ;etode pengiriman minyak dan gas bumi lepas pantai dapat dengan menggunakan kapal tanker dan pipa ba5ah laut. ;etode pengiriman dengan menggunakan pipa dianggap lebih handal dan murah. Keandalan metode ini salah satunya karena tidak terpengaruh cuaca, baik terjadi badai ataupun tidak, pengiriman minyak dan gas tidak akan mengalami gangguan. Kelebihan lain adalah biaya operasional yang murah, in%estasi mahal hanya pada saat penginstalan pertama dan bersi(at jangka panjang. Apabila dengan menggunakan tanker maka biaya se5a akan sangat mahal, belum lagi tidak beroperasinya kapal pada saat badai juga akan menyebabkan kenaikan biaya yang signi(ikan. Tleh karena itu, penggunaan pipa merupakan pilihan yang tepat dan e(isien untuk in%estasi jangka panjang. $erencanaan dalam perancangan pipa ba5ah laut harus matang agar pada saat beroperasi nanti tidak akan terjadi kegagalan akibat kesalahan perancangan. Kesalahan dalam perancangan akan mengakibatkan kerugian yang besar baik (inansial maupun material. Secara umum alur dalam perancangan pipa ba5ah laut dapat dilihat pada (lo5chart berikut ini# 4ek ketebalan pipa

$ada proses desain ketebalan pipa ha5ah laut pipa yang digunakan harus memenuhi syarat kearnanan, dengan tidak mengabaikan pertimbangan ekonomi dalarn pemilihan material pipa. $ipa yang berada pada dasar laut akan mengalami gaya&gaya yang bekerja baik dari dalam pipa maupun gaya lingkungan dan luar pipa. 4ek buckling $ipa ba5ah laut akan mengalami tekanan hidrostatis. Semakin dalam pipa berada maka tekanan hidrostatis yang diterima pipa akan semakin besar. Kegagalan+keruntuhan pipa ba5ah laut dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah perbandingan antara diameter dan ketebalan pipa (>+t), keadaan stress strain pipa, tekanan hidrostatik serta momen bending yang terjadi pada pipa Analisis Span $ipa ba5ah laut yang terkena beban hidrodinamis suatu ketika akan mengalami kelelahan, karena akibatkan beban tersebut yang bersi(at siklis. Kelelahan pada struktur akan memicu terjadinya kegagalan. .ujuan dari analisa span dinamis adalah untuk menentukan panjang span maksimum yang diijinkan agar pipa terhindar dari respon&respon alami yang bisa menyebabkan kelelahan. Stablitas pipa ba5ah laut

$ada saat proses desain pipeline lepas pantai dilakukan, hal penting yang harus diperhatikan adalah kestabilan pipa pada saat berada di dasar laut selama masa operasi atau sebelum pipa tersebut mendapatkan kestabilan lainnya (trenching, burial, sel( burial). Ada beberapa cara untuk menstabilkan pipa di dasar laut, diantaranya adalah dengan mengurangi gaya&gaya yang bekerja pada pipa seperti dengan melakukan penguburan pipa (burial), penggalian parit atau saluran untuk pipa (trenching). ;etode instalasi Guo et al ( ))*) mengatakan bah5a metode instalasi pipa ba5ah laut yang umum antara lain# US&lay (Shallo5 to >eep) Biasa digunakan untuk instalasi pipa pada laut dangkal menuju dalam. >engan kedalaman laut kurang dari *)) (t (Guo et al, ))*). 2mumnya digunakan instalasi pipa pada kedalaman laut menengah yaitu *)) (t 6 "))) (t (Guo et al, ))*). U8eel lay (/ntermediate to >eep) 2mumnya digunakan instalasi pipa pada kedalaman laut menengah yaitu *)) (t 6 "))) (t (Guo et al, ))*). Sumber : blog8ahm#ardh(ans#ah : =ambar Perancangan P(pa bawah Laut =. ;omen /nersia

;omen inersia (Satuan S/ # kg m ) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. ;omen inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar, dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut, dan beberapa besaran lain. .abel / # ;omen /nersia berbagai benda