Anda di halaman 1dari 8

Imunologi Karies Mukosa oral, gingival, dan gigi secara terus-menerus dibasahi oleh sekresi oral dari kelenjar

saliva mayor dan minor serta cairan sulkus gingival, yang terkumpul dalam saliva. Saliva berisi kira-kira 19 mg IgA per 100 ml. kira-kira 100 mg IgA diekskresi setiap hari dalam rongga mulut. IgA secara kuantitatif merupakan immunoglobulin yang terpenting yang disekresi dalam saliva. IgA sekresi (sIgA) tanpa melalui darah menuju ke kelenjar saliva, kemudian disekresi dalam saliva. Antibodi IgA saliva meningkat sesuai dengan jumlah lesi karies sebelumnya sehingga merupakan hasil dari pengalama akumulasi karies. Antibodi IgA saliva berfungsi mencegah perlekatan bakteri terhadap enamel sehingga mekanisme ini mungkin sangat efisien pada hampir semua subjek, seperti permukaan gigi yang halus yang terpapar jarang kena karies. Tetapi. Perkembangan karies terjadi pad sisi tertentu seperti fissure, proksimal, dan sisi servikal yang tidak dijangkau oleh komponen saliva dan hubungan pertahanan tidak ditemukan antara titer antibodi dan indeksi karies.

Klasifikasi Karies Gigi Anak Berdasarkan proses kecepatan terbentuknya karies Proses karies dapat dengan cepat dari email ke dentin lalu ke pulpa (karies akut). Ada juga yang prosesnya lambat (karies kronis) dan ada juga yang terhentu (arrested caries), serta setelah terhenti kemudian terjadi lagi (karies intermitten). Berdasarkan penyebarannya di seluruh gigi dalam mulut Kelas I : terdapat karies pada gigi molar sulung Kelas II : terdapat karies pada gigi insisivusdan gigi kaninus atas Kelas III : terdapat karies pada gigi insisivus, gigi kaninus atas, dan gigi molar. Kelas IV : terdapat karies pada gigi insisivus dan gigi kaninus bawah tanpa atau dengan karies denga gigi yang lain Berdasarkan lokasi karies Berdasarkan lokasi karies dapat dengan mudah diketahui jumlah permukaan yang terkena (satu atau lebih permukaan), juga dapat diketahui letak kariesnya (bukal, oklusal, atau permukaan lain). Luas dan letak permukaan gigi yang karies menentukan jenis perawatan. Berdasarkan keganasan dan perluasannya Ada tiga macam karies menurut keganasan dan perluasanna yaitu karies biasa, karies botol, dan karies rampan. Karies rampan merupakan karies yang akut dan penyebarannya cepat pada gigi secara menyeluruh juga pada gigi yang biasanya tahan terhadap karies.

Berdasarka kedalama karies Kedalaman karies yang terjadi dapat pada email, mencapai dentin, mencapai pulpa, atau karies sudah mencapai akar.

Karies pada gigi sulung umumnya dapat terjadi setelah beberapa bulan gigi erupsi yang mengenai gigi anterior rahang atas dan molar. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya karies pada gigi sulung: a. Karakteristik anatomi gigi sulung Proses kalsifikasi gigi sulung belum selesai saat gigi erupsi, dentin yang belum tertutup email dengan sempurna, pit dan fissure yang mudah bagi plak untuk menempel sehingga mempercepat terjadinya karies. b. Susunan gigi pada lengkung rahang c. Faktor keturunan Bentuk morfologi gigi yang memudhkan terjadinya karies merupakan sesuatu yang bersifat herediter. Secara klinik, gigi yang terkena karies meliputi gigi anterior rahang atas , diikuti gigi molar pertama rahang atas dan rahang bawah, kaninus rahang bawah, namun jarang mengenai gigi insisivus rahang bawah. Karies ini tampak secara klinik pada usia 1-4 tahun. A. Early Childhood Caries (ECC) Early Childhood Caries (ECC) atau karies dini adalah penyakit rampan gigi yang paling banyak menyerang anak-anka. Menurut American Dental Association (ACC), ECC ditandai dengan satu atau lebih kerusakan gigi, baik lesi dengan kavitas atau tanpa kavitas, kehilangan gigi akibat karies, atau penambalan permukaan gigi sulung pada usia prasekolah antara usia lahir hingga 72 bulan. Beberapa istilah lain dari ECC antara lain Early Childhood Tooth Decay, Baby Bottle-Fed Tooth Decay, Early Childhood Dental Decay, Comforter Caries, Nursing Caries, Maxillary Anterior Caries, dan lain-lain. Prevalensi ECC mencapai tingkat yang tinggi pada negara-negara berkembang, keparahannya meningkat seiring pertambahan usia. Gigi sulung dalam kondisi baik sangat penting untuk perkembangan sistem stomatognatik anak yang baik dan adekuat. Gigi geligi yang sehat penting untuk kemampuan berbicara, mastikasi, pencegahan kebiasaan oral yang buruk, dan berperan sebagai penuntun erupsi gigi permanen. Selain itu, estetika pada gigi anterior mendorong perkembangan kepribadian yang normal sehingga kepercayaan akan meningkat secara positif dan dapat memengaruhi kualitas hidup anak pada masa depannya.

Early Childhood Caries (ECC) dikenal juga sebagai karies susu botol yang merupakan sindroma kerusakan gigi yang parah dan terjadi pada bayi atau anak-anak, berkembang dengan cepat dan mengakibatkan gangguan kesehatan yang panjang pada anak-anak. Kesulitan makan adalah keluhan yang sering dialami anak penderita ECC karena terasa sakit atau linu bila mengunyah. Anak sering mengemut makanannya untuk menghindari terjadinya rasa nyeri saat mengunyah, anak sering menangis karena rasa nyeri yang mengenai seluruh gigi, serta adanya bau mulut. Terjadinya karies botol sering dihubungkan dengan kebiasaan diet yang buruk saat bayi yaitu pemberian susu melalu botol, namun kenyataannya mekanisme kejadian ini lebih kompleks karena tidak semua anak yang minum susu botol akan menderita karies botol. Adapun etiologi dari ECC antara lain: a. Faktor risiko mikrobiologi S. mutans dan Streptococcus sobrinus adalah mikroorganisme kariogenik utama penyebab karies. Patogen ini memproduksi asam yang menyebabkan kerusakan dalam mulut dengan melarutkan struktur gigi melalui fermentasi karbohidrat seperti sukrosa , fruktosa , dan glukosa . Bakteri ini sering dikaitkan dengan lesi karies , lesi white spot , dan permukaan gigi yang sehat dekat lesi . b. Praktik pemberian makanan c. Kandungan gula d. Faktor sosial ekonomi Studi menunjukkan bahwa ECC lebih sering ditemukan pada anak-anak yang hidup dalam kemiskinan atau dalam kondisi ekonomi lemah yang menjadi milik etnis dan ras minoritas, yang lahir dari ibu tunggal, yang orang tuanya memiliki tingkat pendidikan yang rendah, terutama ibuibu yang buta huruf. Dalam populasi ini, kekurangan gizi prenatal dan postnatal anak-anak akan meningkatkan risiko tejadinya enamel hipoplasia dan paparan fluor yang tidak cukup.

B. Rampan Karies Menurut Massler, karies rampan adalah karies yang terjadi tiba-tiba, sangat cepat, menyebar,dan, melibatkan banyak gigi serta menimbulkan kerusakan pulpa gigi. Penyebab karies rampan sangat komplek dan multifaktorial dan sangat berhubungan dengan berbagai faktor risiko.

Dampak yang Timbul dari Karies Anak yang Tidak Ditangani Kesehatan mulut berarti lebih dari sekedar gigi sehat . Kesehatan mulut mempengaruhi fisik dan psikologi seseorang , serta memengaruhi pertumbuhan , penampilan , fonetik , mastikasi , dan interaksi sosialnya . Pada anak yang kurang dari 2 tahun , ECC dikaitkan dengan berkurangnya pertumbuhan dan mengurangi berat badan akibat konsumsi makanan yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Anak dengan usia 3 tahun dengan karies gigi akan kehilangan beratnya sekitar 1 kg karena sakit gigi dan infeksi yang mengubah kebiasaan makan dan tidur , asupan makanan , dan proses metabolisme. Terganggunya tidur memengaruhi produksi glukosteroid . Selain itu, ada penekanan hemoglobin dari produksi eritrosit depresi . Kehilangan gigi dini yang disebabkan oleh kerusakan gigi telah dikaitkan dengan gagal tumbuh , perkembangan bicara , ketidakhadiran dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi di sekolah , dan mengurangi kepercayaan diri . Ekstraksi gigi merupakan perawatan yang dibutuhkan jika karies tidak segera ditangani. Premature loss gigi molar sulung ke depannya akan menyebabkan masalah ortodontik. Oleh karena itu, anak dengan ECC akan terus memilki masalah dengan kesehatan gigi dan mulutnya jika tidak ditangani.

Dampak Apabila Karies Pada Anak Tidak Ditangani Jangka Pendek Sakit Infeksi seperti abses, selulitis Gangguan tidur Berkurangnya kemampuan dan konsentrasi dalam belajar Diperlukan ekstaksi Premature loss gigi molar Jangka Panjang Kesehatan gigi dan mulut yang rendah yang berlanjut hingga dewasa Risiko tinggi terjadinya lesi karies baru pada gigi sulung lainnya dan pada gigi permanen Berpengaruh terhadap tinggi dan berat badan anak Sementara Suborbital selulitis Acute otitis media Demam

sulung sehingga menjadi faktor presdiposii dari maloklusi

Meningkatkan biaya dan waktu untuk perawatan Berpengaruh terhadap fonetik, nutrisi dan kualitas hidup

Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Pengenalan karies pada tahap dini sangat diperlukan sehingga akan mendapatkan hasil yang maksimal dari tindakan preventif dan restirasi. Dewasa ini, sebagian besar aak-anak usia 5 tahun masih banyak yang belum melakukan pemeriksaan pertamanya ke dokter gigi. Orang tua harusnya mendorong dan mebawa ank mereka untuk pemeriksaan kesehatan gigi sesegera mungkin setelah anak memiliki gigi, yaitu biasanya pada usia 6 bulan. Hal ini penting untuk memperoleh berbagai nasihat preventif yang tepat mengenai kebersihan gigi, pasta gigi berfluoride, dan pencegahan terhadap bottle habits. Adapun usaha pencegahan karies gigi antara lain: a. Penyuluhan Diet Diet merupakan salah satu faktor yang penting dalam melakukan pencegahan karies. Untuk anak-anak dengan masalah karies dengan masalah karies yang berat, dokter gigi harus mengevalusi semua faktor etiologi termasuk pola makan da diet. Dokter gigi harus bekerja sama dengan orang tua untuk memperhatikan pola makan setiap anak. Setiapa makana yang mengandung karbohidarat terutama yang dapat melekat dengan permukaan gigi dan dapat melarutkan permukaan gigi perlahan-lahan akan memproduksi asam di dalam dan sekitar plak gigi. Jika pola tersebut muncul, dokter gigi harus member rekomendasi kepada orang tua untuk melakukan latihan modifikasi diet. Identifikasi beberapa lokasi yang harus diperhatikan dan memberikan rekomendasi spesifik mengenai modifikasi diet akan lebih diterima oleh orang tua dan anak disbandingkan dengan mengubah pola makan secara keseluruhan. Sedikit perubahan pola makan yang harus dilakukan selama beberapa waktu akan menghasilkan pola makan yang baik untuk mendapatkan kesehatan gigi yang baik. b. Pemberian Fluor Pemberian fluor merupakan hal yang efektif dalam mencegah karies karena kombinasi dalam penggunaannya untuk tujuan yang sama. Tujuan utama pemberian fluor adalah untuk

meningkatakan remineralisasi email gigi dan akanmeningkatkan resistensi email terhadap demineralisasi serta menurunkan produksi asam di dalam plak. Fluor diberikan kepada seseorang baik melalui makanan atau secara pengolesan pada gigi untuk mencegah terjadinya karies. Pemberian fluor dapat dilakukan secara sistemik maupun secara topical. Pemberian fluor secara sistemik yaitu memasukkan fluor melalui mulut kemudian akibat pencernaan maka fluor akan bekerja hingga bereaksi dengan bahan-bahan pembentuk gigi dan mempunyai daya untuk mencegah terjadinya karies. Pemberian fluor secara topical artinya larutan fluor langsung berkontak dengan permukaan gigi. Dengan demikian, diharapkan gigi menjadi kuat dari serangan asam sehingga tidak timbul karies. c. Pemeliharaan Oral Hygiene Pemeliharaan oral hygiene sangat penting dilakuakan untuk mencegah terjadinya karies gigi. Usaha pemeliharaan oral hygiene yaitu dengan melakukan penyikatan gigi minimal dua kali sehari, melakukan flossing setiap hari, dan kunjungan ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Pada anak usia 6-12 tahun sudah dimulai pengetahuan dini mengenai cara-cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, dan mereka sudah memulai untuk menyikat gigi secara mandiri. Pada masa ini keterlibatan orang tua masih diperlukan untuk mengontrol kebersihan gigi dan mulut secara regular. d. Penyuluhan kesehatan gigi di sekolah Penyuluhan tentang kesehatan gigi ini sering ditujukan pada anak-anak sekolah, khususnya anak sekolah dasar. Anak-anak diharapkan mampu menjaga dirinya untuk mencegah terjadiya penyakit gigi dan mulut setelah dilaksanakan penyuluhan di sekolah, serta mampu mengambil tindakan yang tepat apabila ada gejala-gejala kelainan pada gig dan mulutnya. Peningkatan pemahaman kesehatan gigi dan mulut siswa dapat diwujudkan dengan mendirikan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Kegiatan dari UKGS meliputi pendidikan, pencegahan, dan pengobatan akan tetapi dapat juga menghadirkan seorang dokter gigi yang melakukan kunjungan rutin ke sekolah tersebut bila diperlukan.

Perawatan yang Dapat Dilakukan Pada Karies Dini Pada Anak Bahan restorasi yang digunakan Bahan restorasi yang digunakan Amalgam Kelebihan Simple Quick Murah Teknik insensitif Tahan lama Kekurangan Not adhesive Requires mechanical retention in cavity Environmental and occupational hazards Public concerns Composit Adhesif Estetik Reasonable wear properties Command set Glass Ionomer Cement Adhesive Aesthetic Fluoride leaching Resin modified Glass Ionomer Adhesive Aesthetic Command set Simple to handle Fluoride release High-viscosity glass ionomer Adhesive Aesthetic Simple to handle Fluoride release High compressive strength and wear resistance Water absorption Colour not as good a match as composite resins, compomers and other GICs Poorer mechanical properties than compomer and composites Polyacid-modifi ed composite resin Adhesive Aesthetic Command set Technique sensitive Less fl uoride release than GICs Water absorption Signifi cant wear Brittle Susceptible to erosion and wear Technique sensitive Rubber dam required Expensive

Simple to handle Radiopaque Stainless Steel Crown Durable Protect and support remaining tooth structure Extensive tooth preparation Patient cooperation required Unaesthetic

Table 5.1 Advantages and disadvantages of restorative materials used in paediatric dentistry