Anda di halaman 1dari 8

Discharge Planning

Discharge planning, sesuai namanya, adalah proses perencanaan kepulangan pasien yang terintegrasi. Di dalamnya terkandung perencanaan dan kerjasama antara berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan pasien. Seluruh staf mulai saat pasien mengurus administrasi rawat inapnya di admission sampai pasien tiba kembali di rumah, dilibatkan dalam perencanaan ini. Demikian juga dengan keluarga pasien, pendamping pasien, perawat pasien di rumah, dan semua orang yang terlibat dalam penanganan pasien setelah keluar dari rumah sakit dilibatkan dalam proses ini. Seperti telah dijelaskan dalam posting sebelumnya (lihat posting Lean Thinking Rawat nap!, jika dijalankan dengan benar, discharge planning ini merupakan solusi utama untuk manajemen antrian pasien mulai dari rawat inap hingga "#D. Langkah-Langkah Persiapan Discharge Planning: 1. Penentuan Length of Stay (LOS)

$enentuan L%S merupakan hal yang paling penting dalam discharge planning. &arena dengan dasar inilah seluruh perencanaan pulang pasien dibuat dan dilaksanakan. 'gar L%S ini dapat ditentukan dengan baik, diperlukan upaya(upaya berikut ini)

$rioritaskan pada diagnosis penyakit rawat inap terbanyak $enetuan L%S harus dengan persetujuan dan kesepakatan kelompok dokter spesialis terkait Data L%S yang sudah disepakati dan disetujui, dilakukan sosialisasi kepada seluruh pihak(pihak yang terlibat* dokter spesialis, dokter ruangan, perawat, petugas admission, dll. Data L%S terus dilakukan pemantauan, e+aluasi, dan pemutakhiran berdasarkan data riil yang terjadi $enting untuk dipahami, bahwa data L%S bukan untuk memastikan lama rawat, tetapi sebagai bahan perkiraan dan perencanaan. &eputusan memulangkan pasien tetap dikembalikan kepada kondisi klinis pasien dan diputuskan oleh dokter yang merawat. Penentuan Ja !al Ja" #epulangan Pasien

2.

Setelah L%S ditentukan, hal berikutnya adalah penentuan jam berapa pasien akan dipulangkan. $asien perlu dipulangkan pada waktu yang tetap setiap harinya. ,al ini penting, dan dalam Lean Thinking ini disebut dengan Standard -ork. Dengan

tetapnya jadwal waktu kepulangan pasien, maka pekerjaan(pekerjaan yang terkait dengannya dapat direncanakan. .ika kepulangan pasien mempunyai jam yang tetap setiap harinya, maka alokasi staf pun dapat direncanakan dengan baik mengikuti jadwal tersebut. $enetapan jam kepulangan pun mempunyai implikasi ekonomi. /isalnya batas waktu check(out adalah jam 01.22 - 3. /aka jika pasien dapat dipulangkan sebelum jam 01.22 - 3, pasien mendapat keuntungan berupa tidak membayar ekstra akibat melampaui batas waktu check(out. Rumah sakit pun dapat terhindar dari kerugian berlipat ganda, yaitu)

$asien baru tidak dapat masuk akibat pasien lama belum keluar $asien lama tidak mau membayar ekstra jika penyebab keterlambatannya adalah pihak rumah sakit. Terjadi antrian panjang di admission sampai "#D akibat ketidakpastian jadwal kepulangan. $eningkatan keluhan pasien Terjadi kejadian yang tidak diharapkan akibat pasien yang perlu penanganan lebih lanjut gagal masuk rawat inap lebih cepat. Pengaturan Ja !al %isit Dokter

$.

'gar jadwal jam kepulangan pasien ini dapat terlaksana dengan baik, perlu kesepakatan dengan seluruh dokter yang merawat pasien. &esepakatan itu adalah)

Dokter yang merawat pasien dapat +isit sebelum jadwal jam kepulangan pasien. /isal) jam kepulangan pasien adalah jam 02 pagi. /aka dokter +isit jam 4 pagi. .ika dokter tidak dapat +isit pagi, maka perlu ada kesepakatan dimana dokter menyetujui kepulangan pasien tanpa menunggu kedatangannya, atau yang biasa disebut dengan istilah T"TD (tidak usah tunggu dokter!. Dokter yang merawat pasien dapat mendelegasikan penilaian klinis akhir untuk penentuan boleh tidaknya pasien pulang kepada dokter ruangan5case manager dengan berdasarkan kepada criteria kepulangan yang jelas. 'enyusun Pe o"an #riteria 'asuk(#eluar Pasien

&.

Diperlukan kesepakatan untuk criteria masuk5keluar pasien yang jelas. /isal) criteria keluar5masuk untuk)

"#D

Rawat nap 6"5 66" solasi Dll

Dengan criteria itu, setiap staf yang bertugas di tempat(tempat tersebut terbantu secara sistim untuk menilai kapan seorang pasien boleh masuk atau keluar dari tersebut. 7aktor waktu5response time termasuk dalam penentuan criteria tersebut. /isal) di "#D harus ada criteria masuk dan keluar "#D disertai response time berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pasien sejak masuk sampai dilayani dokter. .uga berapa lama maksimal pasien diperbolehkan tetap ada di "#D. ). Discharge Lounge

Discharge lounge adalah ruang transit pasien yang sudah boleh pulang. Ruang ini digunakan oleh pasien dan keluarganya dalam keadaan pasien sudah boleh pulang, tapi karena satu dan lain hal belum dapat pulang. /isalnya) administrasi belum selesai, menunggu jemputan, dll. 6ontoh) Seorang pasien sudah dinyatakan boleh pulang oleh pasien. 'dministrasi kepulangan pun sudah diselesaikan. Tapi sampai jam 02 pagi, penjemputnya belum datang karena terjebak macet. %leh karena itu, pasien kemudian ditransfer ke discharge lounge. /anfaat discharge lounge ini sangat besar. &arena, pasien yang akan masuk rawat inap tidak terhambat akibat pasien lama belum keluar. 'ntrian rawat inap pun dapat dihindarkan. 3egitupun dengan rangkaian antrian proses di belakangnya. Sebaliknya, pasien lama tetap dapat menunggu penyelesaian masalahnya di rumah sakit dan tetap mendapat pelayanan dari rumah sakit. 'gar discharge lounge ini efektif, diperlukan penataan sebagai berikut)

Ruangan cukup luas agar dapat menampung sejumlah orang dalam jumlah cukup sesuai kondisi rumah sakit. &eselamatan pasien tetap menjadi perhatian utama. Sehingga diperlukan perawat yang berjaga di ruang tersebut selama ada pasien. Ruangan perlu dilengkapi juga dengan peralatan medis gawat darurat. Sedapat mungkin ruangan terletak di area yang strategis agar memudahkan lalu lintas pasien yang hendak pulang. /isal) di area sekitar lobby rumah sakit di lantai 0.

Dilengkapi dengan fasilitas untuk kenyamanan pasien5keluarganya selama menunggu. +i" 'ulti isiplin

*.

Tim multidisiplin adalah tim yang anggotanya terdiri dari semua pihak yang terlibat dalam proses kepulangan pasien. Sudah barang tentu tim ini anggotanya adalah) dokter, perawat, penunjang, admission, kasir, housekeeping, security, dan lain(lain yang diperlukan sesuai kondisi rumah sakit. Tim ini selanjutnya menjadi 8steering committee9 bagi discharge planning. Tim ini bertugas membuat segala hal mulai dari perencanaan, kebijakan, prosedur, koordinasi, pengawasan, sampai penanganan keseluruhan masalah yang berkaitan dengan discharge planning. Secara rinci, hal(hal yang harus dilakukan tim ini antara lain)

/embuat kebijakan discharge planning /embuat ntegrated 6are $athway untuk discharge planning /engkoordinir pembuatan checklist criteria kepulangan pasien, kelengkapan kepulangan pasien, dll /engkoordinir penetapan L%S /embuat uraian tugas pihak(pihak terkait sehubungan dengan discharge planning. Dll. +i" Dokter -uangan(.ase 'anager

,.

Tim ini bertugas sebagai pengendali harian discharge planning. Tugasnya adalah)

/engedukasi pasien perihal discharge planning saat awal masuk rawat inap /emberi informasi rencana penatalaksanaan yang akan diberikan kepada pasien selama di rumah sakit. /elakukan pemantauan kesesuaian antara L%S yang direncanakan dengan kondisi klinis pasien. 3erkoordinasi dengan dokter owner perihal discharge planning yang direncanakan dengan kondisi klinis pasien Dll. Discharge .oor inator

/.

$osisi ini dipegang oleh perawat ruangan. 3iasanya dijabat oleh kepala ruangan saat jam kerja, dan :urse in 6harge di luar jam kerja. Tugasnya adalah mengkoordinasikan seluruh aktifitas perawatan pasien dalam rangka discharge planning, misalnya)

/enanyakan kepada pihak tim dokter ruangan perihal kepastian kepulangan pasien. /empersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kepulangan pasien satu hari sebelum kepulangan pasien, seperti) administrasi, retur obat, persiapan obat yang akan dibawa pulang, pemeriksaan penunjang, discharge summary, transportasi pasien saat pulang, dll. /elakukan koordinasi pada hari kepulangan pasien, sehingga pasien dapat pulang tepat waktu. .ika pasien tidak dapat pulang tepat waktu, koordinasi dengan pihak discharge lounge untuk penaganan selanjutnya. Dll.

0. Penentuan 1al-1al 2ang 1arus Diselesaikan Pa a 2& 3a" Se4elu" #epulangan 'gar pada hari kepulangan pasien dapat pulang dengan cepat, maka perlu direncanakan segala hal yang dapat diselesaikan sehari sebelum kepulangan. ,al( hal itu diantaranya adalah)

Retur obat Resep obat yang akan dibawa pulang Discharge summary Surat &eterangan Sakit Rencana pemeriksaan penunjang terakhir (lab, radiologi, dll! &laim asuransi Dll.

,al(hal di atas dikoordinasikan perencanaannya oleh discharge coordinator. 15. Progra" 6plikasi 7e 'anage"ent

$rogram aplikasi ini akan membantu admission dan perawat di ruang rawat memantau ketersediaan bed. Dengan program aplikasi ini, pihak ruang rawat

dapat menentukan sebuah bed (tempat tidur! dalam keadan kosong setelah pasien keluar dari kamar, kapan rencana pulang, dll. Dengan informasi itu, pihak admission tanpa perlu menelepon ruang rawat, dapat mengetahui ketersediaan bed. Sehingga admission dapat menerima atau merencanakan pasien masuk. Selanjutnya, pihak rawat inap pun kemudian mengetahui bahwa sebuah bed5kamar sudah dipesan, sehingga mereka dapat melakukan persiapan penerimaan pasien. tulah hal(hal pokok yang perlu disiapkan untuk melaksanakan discharge planning. #ambaran yang terjadi setelah discharge planning dilaksanakan adalah)

Semua pasien yang masuk "#D sudah diseleksi berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya dan ditangani sesuai tingkat prioritasnya. $asien yang tidak masuk criteria masuk "#D diarahkan ke poliklinik Semua pasien "#D keluar dari "#D sesuai waktu yang telah ditetapkan untuk dirawat, pulang, atau dirujuk, sesuai dengan hasil pengkajian dokter. $asien yang masuk rawat inap tidak menunggu lama untuk dapat masuk rawat inap.

Di admission, pasien sudah diinformasikan perkiraan lama rawat sekaligus perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. $asien kemudian diantar ke ruang rawat. Di sana pasien dan keluarganya langsung diterima oleh dokter ruangan. Dokter ruangan kemudian menjelaskan diagnose, perjalanan penyakit, perkiraan lama rawat, rencana penatalaksanaan yang akan dilakukan, dan lain(lain yang berkaitan dengan apa yang akan terjadi pada pasien selama dirawat. Setiap hari dokter owner +isit dan dokter ruangan melakukan e+aluasi perjalanan penyakit pasien untuk menilai kesesuaian dengan L%S. Satu hari sebelum kepulangan, dokter spesialis telah menyatakan bahwa pasien boleh pulang besoknya. Dengan dasar itu, perawat mengkoordinasikan) retur obat

( ( (

pemesanan obat(obatan yang akan dibawa pulang koordinasi dengan kasir, asuransi

( koordinasi dengan lab dan radiologi agar mendahulukan pasien tersebut karena akan pulang ( ( resume medis surat keterangan sakit

( $enjelasan kepada keluarga5perawat pasien di rumah perihal obat(obatan, peralatan, dll untuk pasien ( ( ( Surat kontrol pasca rawat transportasi pulang dll

$ada hari kepulangan, pasien dapat pulang tepat waktu, karena segala urusan telah diselesaikan sehari sebelumnya dan sarana transportasi5penjemput pasien sudah tersedia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam keadaan tertentu pasien tidak dapat keluar kamar sesuai waktunya, pasien ditransfer ke discharge lounge. $asien rawat inap berikutnya dapat masuk ruang rawat tanpa menunggu lama karena ada kepastian ketersediaan kamar.

3egitu seterusnya.